"Mas sedang apa sih? dari tadi pegang ponsel terus?" tanya Sinta.
"Sedang cari tahu sosmed nya, tulang rusuk Mas." jawab Arjuna.
"Hah.. memangnya Mas punya calon?" ucap Sinta.
"Lagi berusaha." ucap Arjunan
"Memangnya, Mas kenal dimana?"
"Kenal disini, baru kemarin."
"Memangnya siapa Mas? saya kepo deh."
"Ketemu." ucap Arjuna, saat menemukan sosial media akun milik Davina.
Sinta langsung melirik ke ponsel Mas nya, dan mengambil ponselnya. Terlihat photo wanita cantik, yang banyak berlatar belakang photo di luar negeri.
"Ini siapa Mas?" tanya Sinta.
"Calon kakak ipar kamu." jawab Arjuna dengan pede nya.
"Hah, calon kakak ipar? kok belum pernah Mas bawa ke rumah." ucap Sinta.
"Kan Mas lagi usaha deketin dia, jadi kamu bantu dengan doa ya." ucap Arjuna dengan pede.
"Saya baru tahu, orang yang sedang deketin perempuan, rela sakit bahkan rela untuk tidak berdaya. Aneh bin ajaib, tapi kaki tuh yang retak, kok bisa nggak sekalian aja patah gitu." ucap Fuji.
"Jangan dong, kalau patah bisa bahaya. Masa saya pedekate sama dokter Davina kakinya pincang." ucap Arjuna.
"Oh dokter Davina? dia dokter apa Mas?" tanya Sinta.
"Dokter spesialis jiwa Mas mu." ucap Fuji sambil terkekeh.
"Sembarangan kalau ngomong." ucap Arjuna sambil melempar Apel ke arah Fuji, dan berhasil di tangkap dan langsung di makan.
"Serius Mas tanya, dia dokter apa?" tanya Sinta.
"Dokter umum, dia ada di IGD. Kamu cari saja dia, pasti ketemu." jawab Arjuna.
****
Sinta yang penasaran, dengan dokter cantik yang di taksir Mas berjalan masuk ke ruang IGD. Banyak suster, dan ada beberapa dokter uang sedang menangani pasien, dan Sinta menemukan yang di carinya, lantas Sinta langsung berjalan ke arah dokter Davina yang sedang membaca beberapa laporan.
"Dokter Davina." sapa Sinta.
"Iya, ada apa?" tanya Davina.
"Masya Allah cantiknya, pantas Mas Arjun naksir." jawab Sinta, yang melihat takjub Davina yang cantik, putih, tinggi.
"Dokter Davina kayak model ya, pantas jadi model." ucap Sinta.
"Ehm.. maaf ada perlu apa ya? kalau tidak ada, saya harus periksa pasien." ucap Davina.
"Kenalkan, nama saya Sinta Nirmala Binti Sueb , calon adik ipar dokter Davina."ucap Sinta meminta berjabat tangan, dan Davina membalas jabatan tangannya.
" Masya Allah, telapak tangannya halus." ucap Sinta.
Davina hanya tersenyum bingung, menatap gadis remaja yang bernama Sinta. Suster Anita dan Suster Vera, langsung menyenggol lengan dokter Davina.
"Dok, dia bukan pasien rumah sakit jiwa yang lepas." bisik Suster Vera.
"Hus.. nggak boleh bicara begitu." ucap Davina.
****
"Mas, Mak benar cantik kayak artis." ucap Sinta.
"Cocok nggak Sinta?" tanya Arjuna.
"Cocok, mas saya salaman sama dia, masya Allah telapak tangannya halus Mas, nggak seperti saya kasar, apalagi telapak tangan Emak." jawab Sinta.
"Kalian itu sedang bicara apa?" tanya Emak.
"Gini loh Mak, Mas Arjun sedang jatuh cinta sama dokter sini. Namanya dokter Davina, tadi saya sudah kenalan sama dia. Ya Allah Mak, sumpah cantik kayak artis." jawab Sinta.
"Emak sih, mau nya sama dokter yang kemarin Emak ketemu, dia juga cantik." ucap Emak Euis.
"Emak, kalau tahu Emak pasti bakalan terpana melihat kecantikannya." ucap Sinta.
"Mending kamu bawa tuh Emak ke IGD, biar ketemu sama dokter Sinta." ucap Arjuna.
"Ah betul itu, kalau perlu Emak pura - pura pingsan saja, biar di tangani sama tuh dokter." ucap Sinta.
"Ini satu keluarga pada kenapa sih? bawa rasa hawa kamar ini nggak enak ya, jangan - jangan nih kamar banyak setannya." ucap Fuji.
"Ya Kamu setannya." ucap Arjuna, Sinta dan Emak.
***
Davina merapikan tas nya, dan akan pulang. Saat hendak keluar, ada seseorang yang memanggilnya.
"Dokter Davina." panggilnya.
Davina menoleh, melihat perempuan yang tadi datang ke IGD, mengenalkan sebagai calon adik iparnya.
"Ada apa lagi?" tanya Davina sopan.
"Walah, ini kan ibu dokter yang kemarin bantu Emak. Jadi ini toh calon mantu? Emak yakin kamu itu cocok sama Arjuna." ucap Emak.
"Maaf ini maksudnya apa ya? saya tidak kenal sama kalian." ucap Davina.
"Kamu itu, ini Emak. Panggil Emak Euis, calon mertua kamu." ucap Emak Euis.
"Maaf ya, mertua? saya belum punya calon." ucap Davina.
"Kan calon nya Mas saya, Mas Arjuna." ucap Sinta.
"Arjuna? siapa dia?" ucap Davina bertanya.
"Sinta, kata kamu dia calon istri Mas mu. Kok. dia jawab begitu?" ucap Emak.
"Baru calon, calon pendekatan." ucap Sinta.
"Kamu itu, bikin malu saja. Tak kira Mas mu sama dia, sudah saling kenal."
"Nggak apa - apa kok Bu, ngomong - ngomong anak ibu sakit apa?" tanya Davina.
"Dia kakinya retak, akibat kecelakaan. Saat mau berangkat dinas, kecelakaan di jalan raya. Kecelakaan beruntun kemarin, dia masih belum boleh pulang." jawab Emak.
"Oh dia, salam saja buat anak ibu." ucap Davina.
****
"Bocah semprul, tak kira kamu itu sudah kenal dekat sama itu dokter, ternyata dia nggak kenal sama kamu." ucap Emak.
"Mak, saya naksir dia. Makannya saya tidak mau cepat keluar dari rumah sakit." ucap Arjuna.
"Ini anak, betah amat di rumah sakit. Kamu kira, Emak tidak repot apa di rumah. Tuh kambing, sapi siapa yang kasih makan. Nanti siapa yang cari rumput, kaki kamu itu tidak memungkinkan. Orang tua berdoa biar cepat sembuh, nih anak malah ingin lama - lama disini." ucap Emak kesal.
"Pulang juga Mak, saya belum bisa cari rumput." ucap Arjuna.
"Mas, tadi tuh dokter Davina titip salam buat Mas." ucap Sinta.
"Benar Sin? aduh sayang ya, Mas masih sakit. Kalau nggak sakit, Mas deketin dia langsung."
"Tenang Mas, tak dukung perjuangan Mas."
***
"Ngeselin banget Mam, tuh cowok suruh adik sama ibu nya, ke IGD bilang kalau saya itu calon istrinya. Kenal saja nggak, masa tiba - tiba datang orang tuanya coba." ucap Davina saat sedang makan malam.
"Cowoknya ganteng nggak?" tanya Ibu Tika.
"Ganteng sih, dia Tentara. Tapi ilfeel gitu Mam, saya nggak suka." jawab Davina.
"Kamu kenapa sih? setiap ada yang suka kamu tolak? padahal yang suka kamu itu, cowoknya berbobot semua."
"Nggak suka saja, nggak suka hubungan sama laki - laki. " ucap Davina, yang mengejutkan Maminya.
"Maksud kamu, suka sama sesama?" tanya Ibu Tika.
"Astagfirullah Mami, saya normal. Saya tidak mau saja, disakiti seperti Mami. Daddy menduakan Mami, dengan pelakor itu. Bahkan tanpa di cerai, tapi pelakor itu yang menang mendapatkan Daddy. "
"Sayang, kamu jangan samakan pria itu seperti Daddy kamu. Tidak semua pria seperti itu, kamu jangan seperti ini karena melihat Mami."
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
susi 2020
🤓🤓🤓
2023-10-18
0
susi 2020
😂😂😘
2023-10-18
0
Harniati Atik
Lanjut lagi
2023-05-29
1