Davina mencoba menghubungi Arjuna, namun berkali-kali tidak ada jawaban. Davina memutuskan untuk mengejar Bus, yang membawa Arjuna pulang.
Davina terus mencoba menghubungi Arjuna, tetap tidak diangkat. Hingga sampai 20 panggilan keluar, yang tidak di jawab. Hingga sampai perjalanan selama 20 menit, Bus berhenti di perempatan jalan.
Arjuna turun, dan akan menaiki sebuah ojeg namun mobil Davina membunyikan klakson, dan Arjuna menoleh ke arah mobil.
Davina langsung turun dari mobilnya, dan mendekati Arjuna yang akan naik ke atas motor.
"Kamu itu nggak sabar banget sih?" ucap Davina langsung to the point.
"Mas, maaf ya naik ojek nya nggak jadi." ucap Arjuna.
"Ya nggak apa - apa." ucap tukang ojeg.
"Ada apa?" tanya Arjuna.
"Kamu yang kenapa? katanya suruh jemput, malah kamu sudah pulang. Gimana sih? katanya mau jalan." jawab Davina kesal.
Arjuna tersenyum sambil memijat hidungnya yang mancung, lalu berkacak pinggang di depan wanita yang di sukainya.
"Saya itu rela kejar kamu sampai sini itu, karena pasti kamu pikir saya itu memang tidak mau jalan, saya itu percuma ngejar - ngejar dia. Ya kan? pasti pikiran di otak kamu itu begitu." ucap Davina.
"Ya lagian kamu janji jam 5 sore, ini sudah tuh adzan maghrib. Yuk ah mau shalat maghrib dulu, kita shalat di masjid di sana." ucap Arjuna langsung masuk ke dalam mobil Davina, dan Davina pun masuk kedalam mobilnya.
****
Keduanya Shalat maghrib di sebuah masjid, di tempat tinggal Arjuna. Davina melipat kembali mukenanya, dan Arjuna terlihat sudah keluar dari dalam Masjid.
"Kamu rencana mau kemana?" tanya Arjuna.
"Ya katanya kita mau jalan." jawab Davina.
"Ini sudah jam berapa? lihat kita sampai sana malam, terus kamu mau pulangnya ke malaman?"ucap Arjuna.
" Nah terus, kamu ngajak saya tadi siang bukannya kalau jadi tetap pulang Malam?" ucap Davina.
"Kita ke rumah yuk." ajak Arjuna.
"Nggak." ucap Davina.
"Mau pulang?"
"Nggak juga."
"Terus, mau kemana?"
"Ke tempat yang tadi kamu ngajak saya."
"Disini ada saung bagus, dekat sama sawah. Kamu pasti suka, kita ke sana yuk." ajak Arjuna, dan Davina pun mau.
***
Saat sampai Davina melihat pemandangan saung - saung, dengan lampu hias menggantung yang sangat cantik.
"Ih.. cantik banget, disini ada tempat nongkrong bagus ya, nggak harus ke kota." ucap Davina.
"Iya, nggak kalah sama yang disana." ucap Arjuna sambil memesan minum dan cemilan.
"Disini hanya ada minuman teh sama kopi, dan cemilan berupa pisang kukus, singkong rebus, jagung rebus bahkan kacang rebus.
Davina duduk di salah satu kursi bambu dekat dengan sawah di depan mejanya sudah tersedia kopi hitam hangat, dan teh manis hangat.
" Kamu suka kan?" tanya Arjuna.
"Suka." jawab Davina sambil membuka kulit kacang nya.
"Maaf, tadi saya itu lupa. Baru setengah perjalanan, saya baru ingat kalau ada janji sama kamu, saya putar balik, eh pas sampe Batalyon kamu sudah pulang nggak ada." ucap Davina.
"Jadi kamu punya penyakit lupa? pantas saya tunggu kamu telepon, kok malah nggak telepon - telepon, ternyata itu alasannya." ucap Arjuna.
"Hah..memangnya saya bilang gitu ya?" tanya Davina.
"Nggak, nggak lupa bilang." jawab Arjuna.
"Davina, kamu senang ya kita duduk sama - sama begini?"tanya Arjuna.
"Nggak." jawab Davina.
"Nggak apa?" tanya Arjuna.
"Nggak mau jawab, karena antara takut kecewa dan kesel." jawab Davina.
"Jawaban apaan?"
"Apaan saja." ucap Davina.
"Saya itu suka sama kamu, jujur kamu itu wanita pertama yang benar - benar memikat hati saya. Kenapa sih, kamu tidak mau jadi pacar saya?" ucap Arjuna.
"Kenapa ya? soalnya saya itu, nggak suka sama cowok." ucap Davina.
"Hah... apa!! kamu nggak suka cowok?" ucap Arjuna kaget.
"Iya, soalnya cowok itu nyebelin, suka nyakitin hati wanita. Makanya saya nggak percaya sama cowok model kamu, atau model lainya." ucap Davina.
"Kamu pikir saya itu, cowok yang gak setia apa? saya itu tipe setia tahu." ucap Arjuna.
"Ya setia, setiap tikungan ada."
"Mas Arjun." sapa Niken.
"Eh Niken." ucap Arjuna.
Davina menatap Niken, dan Niken menatap Davina lantas mereka saling melemparkan senyum.
"Kamu sama siapa?" tanya Arjuna.
"Sendirian Mas, sedang nunggu teman." jawab Niken.
"Oh." ucap Arjuna.
"Boleh saya gabung?" ucap Niken.
"Boleh, silahkan."ucap Arjuna.
"Maaf ya kalau mengganggu, saya ikut gabung disini." ucap Niken.
"Nggak apa - apa kok, santai saja." ucap Davina.
"Wah.. ada pasangan suami istri nih, kalian balikan lagi?" ucap salah satu pemuda yang menghampiri Arjuna dan Niken.
"Nggak, kita ngobrol saja." ucap Arjuna.
Davina menatap tajam ke arah Arjuna, setelah pria itu pergi. Davina memutuskan untuk pergi, sambil menghentak kan kakinya.
"Mau kemana?" tanya Arjuna.
"Pergi!! dan jangan pernah dekati saya lagi, urus tuh perempuan yang di depan kamu. Dan maaf ya mba, saya ini bukan pelakor, dan saya itu tidak ada niat merebut dia dari mba. Dan kamu, sama seperti pria lain." jawab Davina pergi.
"Davina kamu bicara apa sih? saya nggak mengerti loh. Kamu bicara apa? jelaskan dulu sama saya." ucap Arjuna.
"Tadi pria tadi, bilang kalian pasangan kan? pasangan suami istri, berarti kamu itu tega banget ya, di depan istri kamu seperti orang lain. Bahkan ada saya, bagaimana perasaan dia kalau tahu suaminya suka sama wanita lain." ucap Davina.
Seketika Arjuna tertawa, bahkan tertawa terbahak - bahak. Dan Niken pun berdiri menatap keduanya, Arjuna memanggil Niken.
"Jelaskan sama dia, kalau kita bukan suami istri." ucap Arjuna.
"Kami berdua memang bukan pasangan suami istri, tapi semasa kecil kami pernah duduk di kursi seperti kursi pelaminan. Dan memang kami, di jodohkan dari kecil." ucap Niken.
"Kok kamu cerita masa lalu." ucap Arjuna.
"Fakta, kita kan memang ada rasa." ucap Niken.
"Rasa apa? cinta monyet itu, kamu anggap serius. "
"Sudah stop ya, saya tidak ingin ikut campur, saya mau pulang."ucap Davina.
" Davina, tunggu Dav" panggil Arjuna.
Davina dengan kesal menutup mobilnya dengan kacar, dan langsung pergi meninggalkan tempat. Arjuna lantas mendekati Niken, dan menatap kesal ke arahnya.
"Kamu itu kenapa sih? saya hanya anggap kamu itu saudara, masalah waktu kecil itu, cinta monyet Niken, dan saya nggak ada rasa. Anak kecil waktu itu , kadang suka ngelantur kalau bicara. Dia itu wanita yang saya suka, kamu malah bicara seperti itu. " ucap Arjuna.
"Saya masih suka Mas, saya ingin perjodohan orang tua kita tetap lanjut."
"Niken, tolong jangan ungkit perjodohan itu. Orang tua kita saja tidak akur, dan selalu ada saja yang di ributkan.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
susi 2020
😋😍
2023-10-18
0
susi 2020
🥰🥰
2023-10-18
0
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
WES ANGEL ( NIKEN ) ANGEEL TENAN TUTURANMU.......... ANGEEEEEEL
2023-05-12
1