Davina terus berjalan mencari orang yang masih ada di luar, tapi tidak ada satu pun. Hanya kucing berkeliaran, dan suara jangkrik.
"Aduh masa sih, saya harus ketuk pintu rumah orang." ucap Davina.
"Ayo Kang cepat ini anak kita sudah kejang - kejang. " ucap seorang wanita yang keluar dari rumah.
"Iya, kita ambil mobil terus bawa ke puskesmas." ucap seorang pria.
Davina menoleh dan mendekati pasangan suami istri tersebut, hingga keduanya berhenti berjalan.
"Maaf, disini bengkel yang masih buka dimana ya?" tanya Davina.
"Maaf mba, sudah tutup." jawab pria tersebut langsung melanjutkan langkahnya dengan terburu - buru.
"Maaf, itu anaknya kenapa?" tanya Davina.
"Anak saya kejang - kejang, demamnya tinggi. Ini mau dibawa ke puskesmas." jawab wanita tersebut.
"Boleh saya cek kondisi anaknya?" tanya Davina.
"Mba ini dokter?" tanya si wanita.
"Benar saya dokter di rumah sakit daerah." jawab Davina.
"Cepat dok, periksa anak saya." ucapnya.
***
Davina memeriksa kondisi bayi berusia 13 bulan, dengan stetoskop yang dia bawa. Dan mengecek suhu tubuhnya, Davina lantas menulis sebuah resep obat, untuk di beli di Apotek.
"Disini Apoteknya jauh tidak?" tanya Davina.
"Lumayan 1 kilometer." jawab pria tersebut.
"Beli obat yang saya tulis, obat ini harus di beli dengan resep dokter. Kalau tanpa resep dokter tidak akan bisa, ada dua pilihan mau yang sirup atau yang di masukan ke bagian belakang. Tapi saya disini kasih yang sirup saja ya, tebus obat ini." ucap Davina.
"Baik dok, kalau begitu saya ke Apotek dulu." ucap nya lalu pergi.
"Makasih bu dokter, kalau tidak ada bu dokter, mungkin masih di jalan sekarang."
"Oh iya kenalkan saya Davina." ucap Davina mengenalkan diri.
"Saya Ratna, dan tadi itu suami saya namanya Farman tapi biasa di panggil Paijo." ucap Ratna.
"Panggil saya Davina saja, sepertinya lebih tua mba."
"Nggak apa - apa menghormati." ucap Ratna.
"Maaf tadi tanya bengkel, memangnya kenapa?" tanya Ratna.
"Saya kan bawa mobil, kebetulan ban mobil saya kempes. Terus saya tidak bawa ban serep." jawab Davina.
"Mobilnya dimana?" tanya Ratna kembali.
"Mobilnya ada jalan raya, yang mau masuk ke sini." jawab Davina.
"Itu jauh banget, harus di tarik itu."
"Nggak, kalau ada bengkel atau orang bisa bawa ban nya aja."
***
"Alhamdulillah demamnya turun." ucap Paijo.
"Alhamdulillah, nanti kalau demamnya sudah 38 , anak punya riwayat kejang harus sedia terus obat penurun panas. Suhu mencapai 37 itu, harus segera di kasih, dan jangan lupa sedia termometer, ini pakai saja." ucap Davina.
"Terima kasih." ucap Paijo.
Paijo menatap dengan seksama Davina, dan dirinya baru mengingat kalau Davina adalah dokter yang ditemui olehnya, saat menjemput Arjuna.
"Loh ini kan pacarnya Arjuna?" ucap Paijo.
"Hah.. apa!! " ucap Davina.
"Apa kang? pacar Arjuna! " ucap Ratna.
"Iya, ini dokter yang disukai Arjuna." ucap Paijo.
"Masya Allah cantiknya, cocok Arjuna ganteng." ucap Ratna.
"Kenapa saya bisa di kaitkan sama tuh cowok." ucap Davina pelan.
"Maaf, saya harus cari bengkel. Soalnya saya harus pulang, ban mobil saya bocor. Kalau bisa copot ban terus tambal lalu pasang lagi." ucap Davina.
***
"Mak... mak..!! " panggil Paijo.
"Ada apa Paijo, malam - malam teriak - teriak." ucap Emak Euis.
"Mak, di rumah saya ada calon mantu." ucap Paijo.
"Calon mantu siapa, si Niken?" ucap Emak.
"Bukan, itu dokter Davina." ucap Paijo.
"Hah.. yang benar kamu, kenapa datangnya ke rumah kamu tidak kesini?"
"Dia sedang cari bengkel, mobilnya kempes ban nya, bocor kayanya. Mobil dia ada di jalan raya, saya cari tukang bengkel dulu." ucap Paijo.
"Kamu tarik mobil dia Kesini, suruh bermalam. Ini sudah jam berapa? dia malam - malam mau pulang?" ucap Emak Euis.
"Mak jangan cari kesempatan dalam kesempitan kayak anaknya deh."
****
"Kamu bermalam disini saja, malam - malam begini nggak ada bengkel." ucap Emak Euis.
Mobil Davina, ditarik dengan mobil milik Arjuna, mobil yang tidak boleh keluar akhirnya keluar untuk menarik mobil Davina.
"Kalau bisa di kerjain sekarang sih nggak apa - apa, soalnya Mami pasti nungguin saya."
"Emak..!!" teriak Arjuna.
"Kenapa Arjun?" tanya Emak berteriak.
"Mak, itu mobil siapa yang bawa?" ucap Arjuna saat melihat dari jendela kamarnya, yang berada tepat mobil terparkir di depan kamarnya.
"Mak." ucap Arjuna sambil melihat Davina.
"Mak, saya tidak sedang mimpi kan?" tanya Arjuna sambil menatap Davina.
"Nggak, ini calon mantu datang." jawab Emak.
Davina hanya tersenyum masam, dan menatap Arjuna kesal. Arjuna tersenyum, saat melihat wanita yang di sukainya ada di rumahnya.
"Kamu cari rumah Mas ya?" ucap Arjuna pede.
"Hah.. cari rumah kamu? ini mobil ban nya kempes, saya butuh bengkel. Buat tambal ban nya, ban mobil saya bocor. Bukan mau main, sekarang saya minta yang punya bengkel kesini, tambal ban saya dan saya ingin segera pulang." ucap Davina.
"Paijo, panggil Bang Warno dong kesini." ucap Arjuna.
"Bang Warno dari sore tutup, dia pergi kayaknya. Ada bengkel yang masih buka jauh, kita harus bongkar dan bawa tuh mobil kesana." ucap Paijo.
"Yaudah bongkar, pake motor kamu dulu."
"Motor kamu aja sih."
"Kalau nggak susah sih bawanya, tuh motor ninja."
"Yaudah saya bongkar." ucap Paijo.
"Kenapa nggak dari tadi saja, bikin ribet mobil di tarik kesini." ucap Davina pelan.
"Siapa yang suruh?" tanya Arjuna pelan.
"Ibu kamu." jawab Davina bete.
"Ini sih bukan salah Emak, tapi emang alam juga merestui kita. Buktinya, kamu berada di kampung saya, ngapain hayo?"
"Yeeee mana saya tahu, kamu dari sini."
****
"Emak ngantuk, anggap saja rumah sendiri." ucap Emak, beranjak pergi.
"Iya Bu." ucap Davina.
"Kamu berani, sekarang sudah jam 12 malam mau pulang?" ucap Arjuna.
"Berani lah, masa nggak berani." ucap Davina.
"Barang kali nggak berani, nanti saya sama Paijo antar kamu."
"Nggak usah, nanti kamu tahu rumah saya, terus sering main lagi."
"Lah kamu juga, tahu rumah saya. Kenapa saya tidak boleh? nggak adil dong."
"Saya tidak tahu ini rumah kamu, dan ini kampungnya kamu. Kalau tahu ini rumah kamu, saya ogah masuk ke halamannya saja."
"Berarti kamu itu jodoh saya, kalau bukan jodoh nggak mungkin kita ketemu lagi."
"Pede banget ya kamu."
Ponsel Davina berbunyi, terlihat Maminya yang menelepon, Davina langsung mengangkatnya.
"Hallo Mami." sapa Davina.
"Kamu dimana? jam segini belum pulang." ucap Ibu Tika dari seberang.
"Ban nya bocor, ini sedang di tambal. Tadi cari bengkel susah Mam, maaf ya Mami tidur saja."
"Hati - hati, Mami nggak akan bisa tidur, kalau kamu belum pulang."
"Iya Mam, mungkin sebentar lagi."
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
susi 2020
😎😎
2023-10-18
0
susi 2020
😂🤓
2023-10-18
0
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
wah brasa dapet Jackpot
2023-05-08
1