Tidak Nyaman

Menjelang pagi, Namira mulai terjaga dari tidurnya. Dia amat sangat terkejut saat mendapati sepasang tangan besar melingkar pada tubuhnya.

Apakah ini masih di alam mimpi?

Berkali-kali Namira mengerjapkan mata. Harum nafas khas Saga tercium pekat dan menerpa wajah Namira begitu saja. Sontak Namira berteriak kecil saat mengetahui Saga sedang tidur sambil memeluknya begitu erat.

Sayang si pemilik tubuh masih sibuk mendengkur. Wajah lelaki itu terlihat damai dan bersahaja. Pelan tangan Namira bergerak menyentuh setiap inci wajah Saga. Ia nikmati pemandangan langka itu dengan decak kagum luar biasa.

"Apa yang membawamu ke sini, Mas? Apa kau kedinginan? Kau butuh sandaran? Atau malah jangan-jangan kau merindukanku?" bisik Namira. Dia tersenyum dan masih terus menikmati pemandangan indah di depan matanya.

"Kau jauh lebih tampan jika sedang tidur. Tetaplah dalam keadaan seperti ini untuk beberapa menit kedepan. Jadi aku tidak perlu melihat wajahmu yang dingin itu," gumam Namira lagi. 

Matanya mengedip genit. Ia tempelkan pelan-pelan bibirnya pada hidung Saga. Terlihat lelaki itu menggeliat, dan sebelum lelaki itu terjaga Namira langsung pura-pura terpejam supaya Saga tidak curiga.

Saga perlahan membuka matanya. Namira pikir Saga menyadari kalau dirinya sudah bangun, tapi hal yang terjadi berikutnya di luar dugaan. Saga tiba-tiba mendekat dan menyesap bibir Namira begitu kuat.

Sekujur tubuh Namira kaku dan panas. Dalam mata terpejam dia menikmati setiap sentuhan Saga yang begitu lembut menerpa setiap inci kulit bibirnya.

Apa ini? 

Kenapa dia menciumku?

Kepala Namira dipenuhi tanda tanya besar. Saga yang biasanya selalu memandangnya dengan wajah jijik, kini tampak begitu menikmati ciuman sepihak itu. Bahkan sekarang tangan Saga mulai menjalar ke punggung. Namira nyaris tak bisa bernapas karena pelukan itu terasa sangat mengetat.

Saga mulai mendesah dalam perbuatannya sendiri. Dia menggeliat tidak jelas, dan tak lama kemudian Namira merasakan sekujur tubuh Saga mengetat di bawah sana.

Apa ini?

Apa dia sedang menjadikan tubuhku sebagai media permainan solonya?

Namira menelan ludahnya yang terasa kelat. Mulai tercium bau tidak sedap dari bawah Sana. Namira paham itu bau apa.

Saga kemudian berjalan meninggalkan Namira. Terdengar suara gemericik air yang artinya Saga langsung mandi setelah itu.

Fiuhhhhh ….

Namira menarik napas panjang sambil melirik ke bawah Sana. Ia raba celana tidurnya dengan jari jemari. Ada sedikit cairan milik  Saga yang menempel di sana.

Ya Tuhan!

Rasanya Namira ingin menjerit saat mengetahui suaminya sampai berbuat demikian hanya untuk menuntaskan hasrat yang terpendam.

Namira tidak bisa membayangkan seberat apa hidup Saga yang harus berdampingan dengan orang sepertinya. Pasti lelaki itu sangat tersiksa memiliki istri yang haram untuk disentuh.

"Andai kau melepaskan aku pasti tidak akan begini jadinya, Mas. Kau terlalu baik, dan kau layak bertemu orang lain yang jauh lebih baik dariku," batin Namira.

*

*

*

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sekarang sudah pukul tujuh pagi, dan Namira maupun Saga harus bersiap keluar untuk sarapan bersama.

Ini adalah hari Sabtu. Namira menebak nyonya Nora pasti akan menyuruh mereka menginap satu hari lagi. Sebelum Nyonya Nora menyuruh mereka menginap satu malam lagi, perempuan itu segera memikirkan cara supaya bisa langsung pulang. Ia tidak mau berada di dekat Ivan karena itu terlalu beresiko untuk dirinya.

"Awkkk!" Namira memekik tepat setelah Saga keluar dari ruang ganti.

"Apa apa?" tanya lelaki itu.

"Kepalaku sakit sekali, Mas. Semalam aku tidak bisa tidur. Bisakah kita pulang? Aku ingin istirahat di rumah," ucap Namira. Satu tangannya sengaja memegangi dahi supaya sandiwara itu terlihat nyata.

"Nanti setelah sarapan aku akan bilang ke Mama. Sekarang lebih baik kita sarapan dulu," ucap Saga.

"Tapi kepalaku sakit sekali, Mas, bisakah aku tidak ikut saja?" tanya perempuan itu.

Saga sedikit mengernyit. Ia berjalan mendekat lalu memeriksa suhu tubuh Namira dengan punggung tangan.

"Tapi suhu tubuhmu normal kok," ujarnya.

"Ayolah, Mas! Aku beneran sakit," rengeknya.

Saga makin mengernyit curiga. Ia teringat kejadian semalam saat Namira tiba-tiba ketakutan luar biasa. Bertepatan dengan hal itu muncul lah tubuh Ivan beserta wajah tidak berdosanya yang menyebalkan.

"Kamu tidak sedang berbohong 'kan, Namira?" Saga menatap wajah Namira lekat-lekat. Ditatap seperti itu tentunya Namira langsung salah tingkah.

Pelan-pelan mulai terlihat kalau Namira hanya sedang bersandiwara.

"Apa yang terjadi sebenarnya? Kurasa kau sedang menyembunyikan sesuatu! Kau tidak pandai berbohong Namira. Jadi jangan menggunakan alasan sakit untuk meminta pulang," ucap Saga.

Perkataan Saga membuat Namira mati kutu. Dia tidak berani menjawab apalagi sampai menatap mata hitam Saga yang menyala terang untuknya.

"A ... Aku tidak bohong, Mas!"

"Ayo katakan jujur saja. Apa itu karena Ivan? Kau merasa tidak nyaman dengan kehadirannya?" desak Saga. Namira makin terpojokkan. Ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.

Perempuan itu terus memikirkan bagaimana caranya membuat Saga berhenti menghubungkan dirinya dengan Ivan. Sebuah ide nekat pun muncul secara dadakan.

"Ini tidak ada hubungannya dengan Ivan, Mas! Sebenarnya aku merasa tidak nyaman karena kamu!"

"Aku?"

Namira menarik napas panjang lalu memasang wajah seserius mungkin.

"Iya, Mas. Aku malas jika harus pura-pura harmonis denganmu demi menutupi masalah kita. Aku ingin pulang ke rumah supaya aku bisa menjadi diri sendiri. Bukankah kau juga merasakan hal yang sama? Kau pasti sangat tertekan saat harus pura-pura perhatian di depan semua orang. Ayo pulang Mas," ajak Namira.

Saga tak menjawab. Tangan lelaki itu mengepal kuat. Wajahnya memerah, dan ia sangat marah.

Jadi karena ini dia merasa tidak nyaman?

***

Terpopuler

Comments

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

berbohong saja terus,

2023-06-17

0

Fenty Dhani

Fenty Dhani

teruslah membuat kebohongan Namira...membuat semua semakin rumit...

2023-05-30

0

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Betul sekali...

2023-05-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!