Anak Siapa?

"Ivan, sebaiknya lanjutkan makanmu tanpa banyak bicara. Apa kau lupa bagaimana etika bicara di meja makan?"

Tuan Indra berseru sebagai penengah.

Kontan Ivan langsung melanjutkan kegiatan makan itu tanpa banyak bicara. Saga dan Namira juga tertunduk tanpa bicara apa-apa.

Setelah acara makan selesai Ivan langsung membuntuti mamanya ke dapur. Ia tarik lengan sang mama saking penasaran akan pembahasan di meja makan yang terpotong tadi.

"Apa maksudnya pembahasan yang tadi, Ma? Apa istri Kak Saga beneran hamil tiga bulan?" tanya Ivan. Matanya yang menyorot tajam menggambarkan aura penasaran yang luar biasa.

"Sttt ... jaga mulutmu Ivan. Bagaimana kalau Kakakmu mendengar? Iya, istri Kakakmu memang sedang hamil. Dia hamil sebelum menikah," bisik Nyonya Nora.

"Be ... benarkah?"

Dua bola mata Ivan membulat sempurna. Sekujur tubuhnya tiba-tiba memanas total. Bulir-bulir keringat mulai keluar perlahan begitu sang Ibu menganggukkan kepalanya.

Hamil di luar nikah?

"Kok bisa gitu, Ma?"

"Iya bisa. Namanya juga kecelakaan. Mungkin Namira menggoda Saga duluan atau apa, Mama juga tidak tahu. Tapi yang jelas kau jangan sampai menyinggung soal itu di hadapan Kakakmu."

"Memangnya kenapa, Pa?"

"Hadeeeh. Kau 'kan tadi bisa lihat sendiri kakmu sangat marah dan malu sekali," ujar Nora.

Ivan tak menjawab. Pikiran lelaki itu sibuk melayang pada kejadian saat di hotel kala itu.

Waktu itu ia jelas tahu persis kalau Namira masih perawan saat pertama kali berhubungan dengannya. Yang artinya Ivan adalah orang pertama untuk Namira.

Jadi, apakah bayi di perut Namira itu adalah anak Ivan? Jika melihat profil Saga yang sangat mulus sepertinya tidak mungkin bila dia sampai menghamili Namira di luar nikah.

Ya, Ivan yakin itu pasti adalah anaknya.

"Mah, apakah Kak Saga mengaku sendiri kalau dia menghamili Namira di luar nikah?" sergah Ivan.

"Tentu saja ia. Tepat di malam pertama Namira pendarahan, dia dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan hamil 8 Mimggu."

Ivan makin bingung. Di sisi lain ia yakin kalau anak itu adalah anaknya. Namun rangkaian cerita yang dijelaskan sang Mama berhasil menampar keraguan Ivan.

Aku tidak bisa percaya dengan cerita Mama. Pokoknya bagaimanapun caranya aku harus berhasil membuat Namira mengaku, batin Ivan.

Saat kejadian itu Ivan memang tak ada di lokasi. Lelaki itu sengaja tidak datang di hari pernikahan sang Kakak lantaran sudah terlanjur berjanji pada Namira. Ivan berusaha memenuhi janjinya meski suatu hari mereka tetap akan bertemu.

Dan pertemuan itu akhirnya terjadi pada malam ini.

*

*

*

Saga dan Namira sedang menikmati sepiring salad di ruang teve saat Ivan tiba-tiba datang dengan sekantung camilan di tangan. Lelaki itu muncul dengan gaya slengean. Namira berusaha mengabaikan, tapi sayangnya Ivan mengambil tempat duduk di sisi yang paling dekat dengan dirinya.

"Maaf atas kelancangan bicaraku tadi, Kak. Aku tidak bermaksud. Aku sungguh tidak tahu soal berita itu," ucap Ivan.

"Sudahlah ... Tidak usah dibahas. Bagaimana dengan S2-mu di Amerika, lancar?"

"Lancar, Kak," jawab Ivan. Dia lirik Namira dalam diam. Ivan tahu kalau Namira sedang pura-pura fokus pada makanan yang ada di depannya.

"Ngomong-ngomong Kak Saga sangat keren. Kakak pasti bahagia sekali akan segera punya anak," pancing Ivan sengaja.

Dia perhatikan dengan detail perubahan ekspresi Kakaknya. Dari wajahnya yang merona merah, Ivan yakin kalau lelaki itu sedang menahan amarah.

"Kak!"

"Hmmm." Saga menjawab dengan dehaman.

"Kakak bahagiakan punya anak? Apa jangan-jangan Kakak belum siap? Kok pertanyaanku tidak dijawab," ulang Ivan.

Namira yang mendengar itu rasanya ingin menancapkan garpu di tangannya ke perut Ivan. Perempuan itu tahu kalau Ivan sedang berusaha memancing amarah Kakaknya.

"Uhuk ... Uhuk ..." Saga pura-pura terbatuk. Tanpa memberi jawaban pada Ivan, ia langsung ke dapur mencari air dingin.

"Hmmm. Sepertinya dugaanku benar," gumam Ivan, hal itu kontan membuat Namira menoleh dan menatap wajah Ivan yang menyebalkan.

"Dia anakku bukan?" Mata lelaki itu tertuju pada perut datar Namira.

"Jangan sembarangan bicara." Namira memilirih sambil memperhatikan sekeliling.

"Dia anak Saga! Kalau tidak percaya tanyakan saja pada Mama," bisik Namira lagi.

"Cih! Memangnya aku percaya? Jelas-jelas usia anak itu sama persis dengan kejadian yang kita lakukan tiga bulan lalu," bantah Ivan.

"Kalau kau tidak percaya kita tes DNA saja. Aku tidak takut karena ini bukan anakmu," lirih Namira penuh penekanan. Dia sengaja bicara seperti itu supaya Ivan ragu akan dugaannya sendiri.

Tak lama kemudian Saga muncul dengan segelas air jeruk dingin. Namira pun tersenyum.

"Mas, aku ngantuk," rengeknya.

"Kalau begitu tidurlah, aku akan menyusul setelah ini," ucap Saga. Dia juga tersenyum hangat kepada Namira.

Di titik ini Ivan agak jengkel melihat keakraban Namira dengan Ivan. Jika memang bayi itu bukan anak Saga, harusnya hubungan mereka merenggang bukan? Kok malah jadi harmonis begini?

Ivan benar-benar kesal sekaligus bingung. Dua tangan lelaki itu mengepal. Ivan putuskan untuk pergi ke kamar juga meninggalkan Saga seorang diri.

Setelah menghabiskan segelas air jeruk Saga masuk ke kamar. Dia menyelimuti Namira yang sudah meringkuk di tengah ranjang.

Malam itu Saga mengambil satu buah bantal lalu tidur di sofa.

Sampai kapan aku sanggup memerankan sandiwara gila ini, batin Saga dalam hati.

Terpopuler

Comments

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

hm Ivan menyebalkan

2023-06-07

1

Fenty Dhani

Fenty Dhani

sekarang apa yang ingin kau lakukan Ivan??ingin mengambil hakmu sebagai ayah??maka bila berani...mengakulah pada saga...dia pasti mau memberikan Namira padamu ..tapi sebelumnya mungkin dia akan menghajarmu habis²an terlebih dahulu😔

2023-05-30

0

Benazier Jasmine

Benazier Jasmine

saga klo u tdk tahan dg namira ya uda ceraikan saja, namira juga tersiksa hidup u, namira menyadari dia tdk pantas dg u, dia bahagia klo u hidup bersama wanita lain yg lbh baik dr namira

2023-05-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!