Jatah Mantan

Ivan mendekat. Dia terus maju hingga berhasil membuat Namira terpojok di pintu mobil. Perempuan itu semakin gemetar ketakutan. Matanya bergerak liar memperhatikan setiap sudut bangunan lantaran takut ada orang yang melihat.

"Kau lupa apa bodoh? Ini rumahku. Memangnya salah kalau aku pulang ke rumahku sendiri?" Dengan sadisnya Ivan menyeringai jahat.

Namira yang sangat ketakutan berusaha menarik napas panjang. Cepat-cepat ia membuka pintu mobil lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas dashboard. Namira langsung beringsut dari sisi Irvan setelah itu.

"Mau, kemana?" tahan Ivan kembali menghadang saat Namira hendak pergi.

"Ivan, tolong jangan ganggu aku! Apa kamu lupa dengan kesepakatan kita sebelumnya?"

"Ck. Tentu saja aku tidak lupa. Tapi bisakah kau jelaskan dari sudut mana aku mengganggumu?"

Pertanyaan Ivan kontan membuat Namira mengetatkan rahang. Tetapi ia berusaha tidak peduli sama sekali.

"Jika kau tidak berniat mengganggu. Biarkan aku pergi," ucap Namira penuh penegasan.

"Santai sajalah, memangnya salah jika aku menyapa kakak iparku sendiri? Sekalipun Kak Saga lihat dia juga dia tidak akan curiga kali. Bukankah begitu kakak ipar?" 

"Terserahmu!"

Namira langsung kabur begitu punya kesempatan untuk menghindar. Dia berjalan secepat kilat supaya Ivan tidak bisa mengejarnya.

"Gawat! Kenapa Mas Saga tidak bilang kalau Ivan pulang. Bagaimana ini," gumam Namira lirih. Perasaannya saat ini campur aduk tidak jelas. 

Ya, semua itu tentu saja karena kedatangan Ivan.

Lelaki itu adalah pria yang meminta jatah mantan kepada Namira. Lebih jelasnya … Ivan adalah Ayah dari bayi Namira yang selama ini dicari-cari oleh Saga. 

Namira jelas tidak tenang dengan kehadiran Ivan. Dia adalah ancaman. Meskipun mereka sudah ada kesepakatan, tapi Namira tetap tidak bisa tenang kalau Ivan berkeliaran di sekitarnya. 

Inilah kebodohan Namira yang sudah terlanjur dilakukan.

Flash Back Tiga bulan lalu ….

Pada saat itu Namira dan Saga baru saja selesai melakukan fitting baju pengantin. Saga kemudian mengajak Namira pulang ke rumah untuk memperkenalkan dirinya pada sang adik yang baru datang dari Amerika.

Awalnya semua berjalan dengan lancar. Layaknya calon menantu yang sok asik, Namira berusaha bercanda akrab dengan Nyonya Nora selama bertamu di rumah Saga. Tetapi tak lama kemudian darah Namira mendadak berdesir hebat saat melihat sosok yang sedang menuruni anak tangga di rumah megah itu.

Ivan, alias sang mantan datang secara mengejutkan dan memperkenalkan diri sebagai adik Saga. 

Saat itu Namira nyaris kehilangan kata-kata. Dia tidak menyangka mantan yang pernah dia pacari selama 5 tahun itu adalah adik kandung Saga. 

Bagaimana ini?

Rasanya Namira ingin keluar dari rumah itu. Dia bisa melihat tatapan kesal Ivan saat melihat sang Kakak begitu perhatian kepadanya. Namira tidak menganggap Ivan sedang cemburu. Tapi Namira paham rasa kesal Ivan pasti ada mengingat mereka pernah menjalin hubungan sebelumnya.

Sebisa mungkin Namira bersikap cuek. Ivan juga pergi tak lama dari pertemuan itu. Di titik ini Namira masih berusaha berpikiran positif. Toh mereka sudah lama putus sejak Ivan memutuskan untuk kuliah di Amerika. Putusnya juga baik-baik. Jadi tidak akan jadi masalah.

Tanpa Namira sangka, di sinilah awal petakanya hubungan gelap mereka dimulai.

Tiga hari setelah pertemuan itu. Tepatnya di siang hari yang sangat terik Ivan tiba-tiba mendatangi rumahnya. Karena takut sang ayah tahu, akhirnya Namira mengajak Ivan pergi. Keduanya pergi dari rumah Namira dengan mobil yang dikendarai Ivan.

"Kau mau apa ke rumahku?" 

"Mau apa ya, aku juga tidak tahu!"

"Ivan jangan macam-macam! Sebenarnya apa maumu?" pekik Namira.

Pertanyaan Namira dibalas dengan seringai tawa. Dia terus mengemudikan mobilnya tanpa arah tujuan pasti.

"Ingat ya, Ivan! Kita itu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Aku dan Kakakmu akan menikah, jadi aku harap kau bisa menghargai hubungan kami untuk ke depannya."

Ivan malah tertawa. "Dunia itu sempit. Dari sekian banyak lelaki yang kau cari, kenapa itu harus Kakakku? Apa kau sengaja balas dendam karena dulu aku pernah selingkuh darimu? Kau sengaja ingin menikahi Kakakku untuk menyiksa adiknya?"

Sontak Namira menoleh. "Hubunganku dengan Saga sama sekali tidak ada hubungannya dengan masa lalu kita. Aku juga tidak tahu kalau kau adalah adiknya," ketus Namira.

Ivan tersenyum sambil mengangguk-agukkan kepalanya. "Baiklah, tapi untuk keamanan bersama, bagaimana kalau kau memberikan jatah mantan sebelum menikah? Aku janji tidak akan mengganggu kalian jika kau mau memberikannya."

"Jatah mantan, apa itu?" Namira mengernyit tidak paham.

"Jatah mantan itu semacam sogokan tutup mulut. Jika kau ingin hubunganmu dengan Kak Saga lancar tanpa bayang-bayang mantan, maka kau harus memberikan itu padaku." 

Mata Ivan tertuju pada tubuh Namira. Sontak perempuan itu langsung bergidik sambil memeluk tubuhnya sendiri. 

"Jangan gila Ivan. Apa yang kau pikirkan?"

"Ayolah Namira … toh aku yakin Kak Saga sudah sering mencicipimu. Jadi tidak masalah dong kalau aku mendapatkan hakku satu kali saja. Lagian kau jauh lebih lama pacaran denganku dibanding Kak Saga. Masa aku tidak mendapat apa-apa," protes Ivan.

Plak!

Namira menampar lengan Ivan saking kesalnya. "Jangan sembarangan bicara Ivan! Aku ini masih perawan."

"Perawan, hahaha. Aku tidak percaya." Ivan terkekeh dengan raut wajah mengejek. "Mana mungkin ada perawan di muka bumi ini," teriaknya masih dengan tawa yang pecah.

"Terserah kau mau percaya atau tidak! Yang jelas aku masih perawan. Dan aku tidak sudi memberikan jatah mantan kepadamu. Memang kau siapa?" ketus Namira.

Mendengar ucapan Namira tampak serius, Ivan malah makin bersemangat ingin menikmati tubuh gadis itu. Kata perawan terus terngiang-ngiang di telinga Ivan hingga pada akhirnya lelaki itu menghentikan mobilnya di salah satu hotel ternama.

"Kita mau apa ke sini?" Namira menelan ludahnya ketakutan. Dia berusaha membuka pintu mobil tapi sayangnya Ivan jauh lebih cerdik. Pintu itu terkunci rapat jauh sebelum Namira memiliki pemikiran untuk kabur.

"Santai saja Namira, aku hanya ingin mengajakmu bersenang-senang. Baru setelah itu kau bisa bersenang-senang dengan Kak Saga. Simpel, kan?"

"Aku tidak mau!"

"Kalau begitu kau harus siap menerima konsekuensi untuk hubunganmu ke depannya."

"Kau mau apa?"

Ivan menyeringai jahat. Demi apa pun dia harus mendapatkan tubuh Namira meskipun dengan cara yang licik sekalipun. Meskipun tidak cinta, tapi terus terang saja Ivan masih penasaran dengan tubuh sang mantan yang tak pernah ia dapatkan selama pacaran hampir lima tahun. Alih-alih mendapatkan, sekarang Ivan malah harus menerima kenyataan kalau tubuh indah itu akan menjadi hak paten sang Kakak untuk selamanya.

"Aku akan menceritakan pada Kak Saga kalau kita pernah menjalin hubungan selama lima tahun. Dan setelah aku bercerita, aku pastikan sikal Kak Saga padamu akan berubah. Bisa jadi dia urungkan niatnya untuk menikahimu karena terprovokasi oleh ceritaku."

"Jangan gila! Saga tidak mungkin seperti itu?"

"Tidak ada yang tidak mungkin, apalagi Kak Saga sangat mencintai adiknya. Meninggalkanmu jelas bukan perkara yang susah untuknya."

Glek …

Namira menelan ludahnya yang terasa kelat. Ia ingat betul kalau Saga pernah bercerita punya adik yang sangat ia sayangi. Dan ternyata adik itu adalah Ivan si manusia sialan ini.

"Bagaimana Namira? Jatah mantan, atau tidak sama sekali?"

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

bener kan dugaanku...yg menghamili Namira orang terdekat Saga.Makanya Namira ga mau jujur sm saga

2023-08-16

1

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

hm Ivan gak ada sayang2nya pada kakakmu

2023-06-03

0

Fenty Dhani

Fenty Dhani

sadarkah kau Ivan??apa yang kau lakukan telah menghancurkan kakakmu sendiri😔

2023-05-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!