"Tidak! Sampai kapan pun aku tidak sudi menyerahkan tubuhku pada orang sepertimu!" tegas Namira lantang.
"Oke, baiklah … kalau begitu kau harus siap-siap menanggung malu saat pernikahan kalian batal. Kau tahu ini?" Ivan menunjukkan sebuah foto yang ada di ponselnya.
Foto itu adalah koleksi foto-foto mesra Namira bersama Ivan. Dulu mereka saat pacaran sangat nakal. Meskipun Namira belum sampai menyerahkan tubuhnya kepada Ivan, tetapi lelaki itu sudah pernah melihat bahkan memegang semua bagian tubuh Namira.
Namira tidak pernah mengaku bahwa dirinya wanita baik-baik. Dulunya dia adalah mantan anak remaja nakal yang menyukai kebebasan. Namun, seiring berjalannya waktu Namira mulai menyadari perbuatannya salah. Pelan-pelan dia mulai memperbaiki diri hingga akhirnya berhasil membuat Saga tertarik kepadanya.
"Dari kecil sampai sekarang Kak Saga adalah sosok pria yang baik dan tidak neko-neko. Kira-kira apa jadinya jika dia sampai tahu kalau calon istrinya adalah mantan anak remaja yang nakal?"
Ivan tersenyum smirk. Ia geser satu demi satu foto itu. Ada foto Namira sedang merokok, memakai bikini, bert*lanjang d*da, dan masih banyak foto lainnya yang tidak senonoh.
"Kurasa ayahmu yang penyakitan itu pasti akan syok jika tahu anak semata wayangnya begitu. Dipikiran ayahmu pasti kau gadis yang baik, 'kan," ujar Ivan lagi. Tebakan lelaki itu benar sekali.
Kenakalan Namira semasa remaja memang hanya dihabiskan dengan Ivan. Lelaki itu adalah kunci. Dia satu-satunya orang yang paling tahu dulunya Namira seperti apa.
Tes ….
Cairan bening menetes secara perlahan dari pelupuk mata Namira. Sekujur tubuhnya gemetar menahan rasa takut yang luar biasa.
Bagaimana ini? Namira merasa ada di jalan yang buntu. Mundur salah, maju pun akan jauh lebih salah.
"Kenapa kau tega melakukan itu padaku, Van? Aku tahu dulu aku nakal. Tapi sekarang aku sudah berubah. Memangnya salah jika sekarang aku ingin bertobat dan menjadi orang baik?"
Namira menatap Ivan dalam-dalam. Sorot mata gadis itu menggambarkan luka yang sulit untuk dijabarkan.
Apakah berubah menjadi manusia baik sesulit ini?
Ingin rasanya Namira menjerit sekencang mungkin. Ia tahu segala perbuatan manusia di bumi akan ada balasannya. Tapi Namira tidak pernah menyangka perbuatan menjijikkannya di masa lalu akan dibalas saat dia sudah berusaha merubah diri menjadi lebih baik.
Rasanya memperbaiki diri selama bertahun-tahun juga hanya sia-sia kalau begini caranya.
Perlahan Namira menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau bernasib buruk apalagi sampai batal menikah dengan Saga. Selain itu dia juga tidak mau sakit ayahnya bertambah parah jika mengetahui putrinya batal menikah.
"Kalau aku memberikan jatah mantan itu, apa aku bisa menghapus semua masa lalu itu?" Sambil gemetar-gemetar takut, akhirnya Namira melontarkan pertanyaan sialan yang sejak tadi ditunggu-tunggu oleh Ivan.
Mendengar itu Ivan tersenyum, akhirnya Namira berhasil masuk ke dalam perangkapnya juga. Sebentar lagi ia akan mencicipi tubuh mulus Namira yang sejak dulu sangat ia damba.
"Tentu saja. Aku akan menghapus foto-foto masa lalu kita berdua bersamaan dengan kenangan terakhir yang kau berikan padaku."
"Kau tidak sedang membohongiku, 'kan?" tanya Namira penuh penekanan.
Ivan kemudian memberikan ponsel jadulnya kepada Namira. "Memori card nya ada di dalam. Kau bisa melenyapkan data sekaligus ponsel itu sekarang juga jika kau mau."
Namira menarik napas panjang. Dia tak lekas mengambil ponsel yang disodorkan oleh Ivan itu.
"Apa kau tidak percaya?" Ivan memiringkan sebelah kepalanya. Sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyum smirk.
"Aku hanya tidak mau suatu hari nanti kau menggunakan hal ini untuk mengancamku lagi. Memberikan apa yang kau inginkan itu bukan hal mudah untukku. Kau tahu sejak dulu keperawanan adalah hal yang sangat kujaga," ujar Namira.
"Karena kau sangat menjaga, itu sebabnyak aku sangat tertarik. Tapi kau tenang saja ...." Kali ini Ivan tersenyum lembut. Ia usap air mata yang menetes di pipi Namira dengan ibu jarinya.
"Jika kau memberikan jatah mantan itu aku akan memastikan data di masa lalumu hilang. Aku juga tidak akan mengganggu hubunganmu dengan Kak Saga. Bagaimana?"
Ivan menaikkan sebelah alisnya. Entah setan apa yang merasuki Namira pada saat itu, yang jelas tak berselang lama Namira menganggukkan kepalanya pelan.
"Tolong pastikan tidak ada yang tahu soal ini. Setelah aku memberikannya, aku harap kau bisa melupakan semua ini dan menganggapnya tidak pernah terjadi."
"Baiklah ...." Ivan kemudian membuka pintu mobil. Mempersilakan Namira turun agar mereka bisa secepatnya memesan kamar.
Sambil menahan dada yang terasa sesak, Namira terus berjalan mengikuti Ivan.
Dia tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan Ivan. Namira bukan perempuan bodoh. Ia tahu kata-kata Ivan tidak bisa dipercaya seratus persen. Tapi ia tak punya alasan untuk tidak percaya terhadap lelaki itu. Apalagi keadaannya sudah sangat terjepit.
Bukankah dalam keadaaan mendesak seseorang bisa melakukan apa saja? Dan Namira butuh menyelamatkan harga dirinya saat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Wiek Soen
astagfirullah
2023-10-22
0
Supry Atun
aku like aja ya thor karna aku ga bisa komen yg aku komen apa bingung soalnya ceritanya bagus .cuman yg salah kadang salah nyebut nama saja ga pas pada tempat kalimatnya hehehe
2023-10-14
0
◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾
dan berakhir di titik ini
2023-06-03
0