Semalaman Siska terus terjaga, matanya begitu susah dan pedas untuk dipejamkan. Pikirannya sedang beradu, tetapi soal masalah dengan Haikal Siska tidak menangisinya sama sekali.
Kini di otaknya hanya bagaimana caranya agar bisa keluar dari ini semua dan terbebas hidup dengan anaknya.
Selesai mengantar anaknya sekolah Siska memutuskan untuk kembali saja ke tempat kerjanya. Sebelum itu Siska sudah berpesan kepada anaknya jika dia boleh pulang jalan kaki jika itu dengan temannya.
Tak perlu waktu lama Siska segera menghubungi Santi agar bisa mengantarnya ke stasiun bus. Jelas tidak ada yang tau, karena orangtua Siska pun sudah berangkat ke sawah.
Santi yang mendengar permintaan dari sahabatnya itu mengiyakannya dan segera mengantar Siska untuk pergi ke stasiun bus.
“ Hati hati ya Siska, jika kamu butuh bantuan ingat! Aku selalu ada buat kamu” Ucap Santi.
“ Iya Santi, aku terimakasih sekali ya sam kamu. Kamu juga, kalau butuh bantuan aku ada juga kok buat kamu” Ucap Siska.
Setelah dirasa cukup waktu perpisahan mereka, Siska pun segera masuk kedalam bus dan memilih tempat duduk yang kosong. Santi pun masih menunggu di stasiun hingga sahabatnya berangkat.
...****...
Keesokan harinya Sisk sudah sampai, tapatnya di siang hari. Sepeti biasa Siska akan mencari ojek dan mengantarnya ke kosan.
Ketika sampai ternyata kos sepi karena memang teman temannya bekerja. Siska pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan segera membaringkan badannya yang terasa cukup lelah.
Tak lama Siska mendengar bunyi yang cukup berisik didapur, itu tandanya ini sudah malam dan teman temannya sudah pulang.Siska segera bangun dan menyusul teman temannya didapur.
“ Halo semuanya” Ucap Siska.
Mereka yang mendengar suara itu pun tidak sengaja menoleh bersama kesumber suara, tentu mereka terkejut ketika melihat Siska yang sudah berdiri di samping meja makan.
“ Wah Siska kok sudah pulang” Ucap Tari.
“ Iya dong, kejutan kan” Ucap Siska terkekeh.
“ Kapan kamu sampai Siska, kok ngga kabarin kita dilu?” Tanya Citra.
“ Tadi siang, kan kejutan makannya tidak bilang” Ucap Siska cengengesan.
Siska pun menghampiri mereka dan membantu memasak hingga selesai dan dilanjut makan bersama.
...*****...
Hari ini seperti biasa Siska sudah mulai masuk kerja, Citra dan Siska pun berjalan bersama menuju tempat kerja mereka.
“ Gimana kamu kemarin di kampungmu?” Tanya Citra.
“ Ya begitulah Cit, ada aja masalahnya” Ucap Siska.
“ Pasti kamu kabur lagi ya” Ucap Citra yang sudah menebak jalan pikiran Siska.
“ Ya mau gimana lagi, cuma itu yang bisa aku lakukan” Jawab Siska.
Citra berusaha membuat Siska tenang dengan mengusap halus bahu sahabatnya itu.
Mereka pun sampai ditempat kerja, ketika Siska memasuki restaurant seluruh karyawan yang melihat Siska sudah masuk kerja begitu senang dan menyambutnya. Begitupun bu Isna yang baru saja sampai.
“ Loh Siska kamu sudah masuk” Ucap bu Isna senang.
“ Iya bu” Ucap Siska dengan senyuman indahnya.
“ Belum dua minggu kamu sudah masuk, apa ada sesuatu disana?” Tanya bu Isna sedikit khawatir.
“ Oh tidak bu, Siska baik baik saja kok” Ucap Siska berusaha tenang.
Selesai sambutan mereka pun bekerja seperti biasa, kali ini restaurant begitu ramai jadi seluruh pekerja termasuk Siska dan bu Isna terlihat sedikit kualahan.
Ada beberapa tamu langganan yang ingin bertemu bu Isna dan juga Siska. Walaupun sedikit mengganggu pekerjaan tapi mereka tetap melayani dengan baik.
Hari ini jam tutup restauran sedikit diundur karena pelanggan yang begitu ramai. Hingga malam tiba merek baru bisa pulang dengan tubuh yang sedikit melemas.
Terlihat Siska dan Citra berjalan sedikit sempoyongan karena kelelahan.
“ Parah sekali hari ini, rasanya aku hampir mati” Ucap Citra dengan nada yang tidak beraturan.
“ Iya, bu Isna juga malah menambah jam kerja kita” Ucap Siska.
“ Kamu ngga bisa bujuk bu Isna ya?” Tanya Citra yang masih belum terima karena jam kerjanya ditambah.
“ Aku sudah bilang jika ini sudah berlebihan, kita sudah termasuk lembur tapi madih ditambah lagi jamnya. Ibu Isna bilang dia akan menambah gaji kita” Ucap Siska.
“ Aku sih mau saja gajiku ditambah, tapi kalau kerja begini aku bisa mati” Ucap Citra yang tetus mengoceh.
Tidak terasa mereka sampai di kosan mereka, dengan tetap sempoyongan mereka berusaha mengetuk pintu kosan yang berbentuk menjadi satu rumah itu.
Tokk…Tookkk…
Ketuk mereka pelan, bahkan mengetuk pintu pun rasanya sudah mau pingsan. Tidak lama pintu pun terbuka, muncul Endah yang terlihat memasang muka heran dengan kondisi mereka.
“ Boleh kita masuk tidak, kamu berdiri terus ditengah pintu” Ucap Citra yang sudah sangat lemas.
“ Kalian kerja atau ngapain pulang jam segini?” Tanya Endah sembari memberi jalan masuk untuk Siska dan Citra.
“ Biasa kota cari kerja tambahan biar uang kita bertambah” Ucap Siska yang masih bisa melontarkan candaan itu.
“ Ah jangan bercanda dulu aku tidak kuat, kayaknya aku mau langsung makan dulu” Ucap Citra yang memang belum sempat memasukkan makanan kedalam mulutnya.
Citra pun berlari ke dapur menyusul Tari dan tanpa menunggu aba aba Citra langsung mengambil sepiring nasi dan lauk dan langsung memasukkannya kedalam mulut.
“ Kalian tidak makan tadi?” Tanya Tari seyelah melihat Siska dan Endah menyusul kedapur.
“ Minum saja tidak sempat” Jawab Siska yang ikut bersiap untuk makan.
“ Ramai sekali kah?” Tanya Endah.
“ Bukan lagi Endah, aku ini berasa kejar mereka karena saking ramainya dan kita berusaha kejar waktu agar pelanggan menerima pesanan tidak terlalu ramai” Ucap Citra.
“ Tau begitu tadi kita ikut kesana aja Endah, biar tambahin kerjaan mereka hahaha” Ucap Tari bermaksud bercanda.
“ Kalau kalian yang kesana, aku pastiin kalian ku usir” Ucap Citra dengan nada yang tidak beraturan karena mulutnya penuh dengan makanan.
“ Telan dulu Citra, takutnya kamu pingsan bukan karena kelelahan tapi tersedak makanan” Ucap Siska yang disambut gelak tawa oleh mereka.
Mereka pun melanjutkan kegiatan mereka makan makan, Citra dan Siska yang memang sangat kelapan makan paling banyak dan menyapu bersih makanan mereka tanpa ada sisa.
Untung saja Endah dan Tari memasak banyak karena tau jika Siska dan Citra lembur karena banyak pelanggan dan pasti tidak sempat makan.
Selesai makan mereka mulai membersihkan bekas makanan mereka.
“ Gimana Siska anak kamu sehat kan di sana?” Tanya Endah ketika sedang mencuci piring yang dia pegang.
“ Iya ndah, sehat sekali. Aku merasa tenang melihatnya tumbuh sehat” Ucap Siska.
“ Apa ada masalah di sana?” Tanya Tari.
“ Tentu saja ada” Jawab Siska.
“ Pasti suamimu kan? Apa dia membuat masalah lagi?” Tanya Citra.
“ Ya begitulah, selalu saja ada” Ucap Siska sembari mengembuskan nafas beratnya.
Selesai membereskan semua, mereka pun kembali ke kamar masing masing dan beristirahat. Sedangkan Citra dan Siska membersihkan badan dahulu sebelum mengistirahatkan tubuh mereka yang terasa kelelahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments