Pagi ini Siska terlihat sedang bersiap siap untuk mendatangi tempat kerja barunya, bercermin mencoba melihat apakah ada yang kurang dari dirinya.
Setelah merasa dirinya sudah siap, Siska berjalan menghampiri rumah Ibu kos.
“Permisi bu” Ucap Siska.
“Iya, Siska ya? Sebentar ya ibu lagi siap siap, masuk dulu aja duduk didalam!” Ucap Ibu kos dari dalam rumah.
Siska pun menuruti perkataan Ibu kos dan segera masuk kedalam menunggu Ibu kos selesai bersiap.
...****...
[ Dirumah teman Ibu kos ]
“Ini yang mau bekerja dirumahmu, dia anak baru dikos ku” Ucap Ibu kos kepada temannya.
“Oalah yang ini. Wah cantik sekali ya kamu dek, namanya siapa?” Tanyanya.
“Saya Siska bu” Jawab Siska dengan nada sopan.
“Oh nak Siska, kenalin ya saya Ibu Tika” Ucap Ibu Tika. “Kamu bisa langsung kerja disini ya” Tambahnya.
“Langsung ya bu?” Tanya Siska untuk memastikan lagi.
“Iya nak, dan kalau bisa kamu tinggal disini ya, soalnya ada ibu saya yang sudah tua juga. Jadi nanti pasti kamu harus bangun pagi” Ucapnya.
“Baik bu” Jawab Siska sambil sesekali melirik ke Ibu kosnya yang sedari tadi terlihat menunjukkan senyum tulusnya untuk Siska.
“Tenang saya sudah ngomong kok dari awal sama Ibu kosmu ini. Jadi saya tegaskan lagi pekerjaanmu memasak pagi,siang dan malam, mencuci baju semua anggota rumah termasuk sprei dan kain kain lainnya ya. Tugasmu sudah itu saja mungkin jika sudah selesai kamu bisa membantu pekerja lainnya” Jelas Ibu Tika.
“Iya bu” Jawab Siska jelas.
“Nanti biar pak supir yang antar kamu buat ambil barang, ini kamu sudah langsung bisa kerja. Nanti selesai masak untuk siang saya sudah kasih tau pak supir suruh antar kamu” Jelas Ibu Tika lagi.
“Baik bu, Terimakasih sekali atas pengertiannya” Ucap Siska dengan rasa bahagia yang tidak dapat dikira itu.
Setelah pertemuan itu Ibu kos pun langsung berpamitan pulang dan tak lupa memberi ucapan semangat dan pelukan hangat kepada Siska.
Siska pun di antar oleh Ibu Tika ke kamarnya dan menjelaskan lagi tugasnya serta tempat yang harus dikerjakan Siska.
Selesai mengurus Siska Ibu Tika pergi seperti biasanya untuk bekerja, sebelum pergi Ibu Tika sempat memberi pesan jika nenek tidak turun Siska harus mengantar makanan ke kamar nenek dan juga menyiapkan obat yang harus diminum nenek.
Ibu Tika juga sudah mencacat obat apa saja yang harus diminum oleh nenek agar Siska tidak lupa.
Siska pun mulai bersiap untuk ke dapur dan mulai memasak.
“Eh anak baru ya dek?” Tanya wanita yang terlihat tidak jauh jarak umurnya dengan Siska, yang sumber suaranya dari arah belakang Siska.
“Eh, iya mbak” Ucap Siska setelah menolehkan kepalanya ke sumber suara.
“Oalah. Saya juga pembantu disini dek kamu bisa panggil mbak Ranti, kalau adeknya siapa namanya?” Tanya mbak Ranti.
“Nama saya Siska mbak” Jawab Siska dengan nada sopannya tapi tetap fokus dengan pekerjaannya yang tidak lain memasak itu.
“Oalah. Saya bantu cuci piring ya dek, soalnya kebetulan kerjaan saya baru selesai” Ucap mbak Ranti.
“Oh iya mbak Ranti silahkan” Ucap Siska.
Siska pun melanjutkan memasaknya dengan dibantu oleh mbak Ranti hingga pekerjaannya selesai.
Setelah selesai mbak Ranti kembali kekamarnya sedangkan Siska pergi untuk mengecek ada atau tidak cucian yang harus Siska cuci.
Setelah mengeceknya ternyata tumpukan cucian hanya sedikit, Siska memutuskan untuk segera membawa tumpukan cucian tersebut dan mencucinya.
Tak lupa Siska juga menyetrika pakaian yang sudah kering lalu dia tata rapi ditempatnya masing masing.
Setelah dirasa pekerjaannya selesai Siska memutuskan untuk pergi beristirahat kekamarnya, tapi ketika melewati dapur dia terfokus dengan makanan dimeja makan yang belum berkurang sama sekali.
Itu tandanya nenek belum turun untuk makan siang, Siska pun memutuskan untuk mengantarkan makanan tersebut kekamar nenek.
“Permisi nek” Mengetuk pintu kamar.
“Iya masuk saja” Ucap seseorang yang suaranya terdengar baru saja bangun tidur.
“Permisi nek, saya pekerja baru disini. Ini saya antarkan makanan untuk nenek” Ucap Siska sembari meletakkan nampan berisi makanan tersebut diatas meja yang terletak disamping tempat tidur pas.
“Oalah iya nak. Tika sudah mengingatkan saya tadi kalau nama kamu Siska” Ucap nenek sembari berusaha memposisikan badannya untuk duduk.
“Iya nek, silahkan dimakan saya mau ambilkan obat untuk nenek dulu ya” Ucap Siska lalu pergi mencari kotak obat dan mengambil obat sesuai yang dicatat oleh Ibu Tika.
...*****...
Selesai mengurus nenek Siska pun turun untuk mencuci piring bekas nenek makan, selesai itu Siska pun kembali ke kamarnya dan membaringkan badannya diatas tempat tidur.
Tak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Siska membuat Siska terbangun dan membuka pintu kamarnya.
“Iya pak, bapak cari saya?” Tanya Siska.
“Iya dek, saya supir ibu Tika. Tadi saya diberi pesan oleh Ibu suruh antar dek Siska mengambil barang barang dikosanya” Jawab pak supir.
“Oalah iya pak sampai lupa hehe, yasudah ayo pak kita berangkat” Ucap Siska.
Siska dan pak supir pun berangkat menuju kosan Siska menggunakan mobil. Sesampainya disana Siska segera pergi kekamarnya lalu membereskan barang barangnya dan segera membawanya masuk kedalam mobil.
Tak lupa Siska mengembalikan kunci kamar kepada ibu kos, karena Siska sudah membayar kos untuk 2 belan kedepan ibu kos mengembalikan uang Siska seluruhnya.
”Loh bu, kok dikembalikan semua?” Tanya Siska.
“Iya, kamu kan cuma semalam saja disini jadi gapapa ibu balikin semua” Jawab ibu kos.
“Tapi kan saya sudah termasuk menginap disini bu, jangan dikasih semua” Ucap Siska berusaha meyakinkan ibu kos.
“Tidak usah nak, anggap aja ibu bantu kamu ya. Uangnya buat jajan kamu aja ya” Ucap ibu kos dengan senyum tulusnya membuat Siska terharu sampai meneteskan air mata.
”Loh Siska kok malah nangis” Lanjut Ibu kos sembari memeluk Siska.
“Hikkss…Iya bu Siska terharu karena ibu baik sekali sama Siska, terimakasih ya bu. Siska ngga akan lupain kebaikan Ibu” Ucap Siska yang suaranya sudah mulai tidak jelas itu karena menangis sesegukan.
“Iya nak, Ibu makasih juga ya kamu sudah jadi anak baik. Ibu juga ngga akan lupain kamu, jangan sungkan sungkan ya main kesini” Ucap ibu kos.
“Yasudah bu, Siska pamit kembali ke rumah Ibu Tika ya bu. Sekali lagi Siska terimakasih sama ibu” Ucap Siska yang dilanjut pergi menuju mobil yang sedari tadi sudah ditunggu oleh pak supir.
Pak supir pun melajukan mobilnya pelan, sedangkan Siska masih memandangi kosan milik Ibu kosannya itu. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan orang orang baik disini, selama di perjalanan Siska selalu bersyukur mengingat kebaikan orang orang baik yang ditemui Siska di kota ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments