Kini dua tahun berlalu, hidup Siska yang tidak ada perubahan sama sekali membuat Siska bingung dengan jalan keluarnya.
Dia juga sudah tidak tahan lagi dengan sikap suaminya. Malam pun Siska lalui seperti biasa menangis dan berharap semua ini cepat selesai.
“ Kayaknya ini sudah waktunya aku pergi merantau lagi, jika begini terus aku tidak akan bisa merubah apapun” Ucap Siska.
“ Maafkan mama ya nak, mama tinggal dulu. Mungkin nanti kamu akan benci sama mama tapi percayalah semua ini buat kamu Aksel” Ucap Siska yang menangis tanpa henti sembari menciumi anaknya yang sedang tertidur itu.
Didepan anaknya yang sedang tertidur pulas, Siska mengemasi beberapa baju dan memasukkanya kedalam tasnya dan tidak lupa juga menulis surat untuk ibunya.
Siska tau ibunya akan marah besar nantinya, bahkan mungkin jika suatu saat mereka bisa komunikasi ibu Siska akan memaki makinya karena meninggalkan anaknya sendiri yang baru berumur dua tahun itu.
Sembari menulis surat Siska sudah membayangkan betapa bencinya orang orang nanti kepada Siska karena sudah meninggalkan anaknya.
Tapi Siska tidak peduli, tekatnya sudah bulat. Jika dia hanya mendengarkan ocehan orang orang yang tidak merasakan nasibnya itu hanya membuat Siska semakin terpuruk dengan keadaannya yang sekarang.
Seperti biasa Siska menjalankan misinya ketika semua orang sudah tidur. Sebelumnya dia mengendap endap kekamar ibunya agar bisa meletakkan bayinya dikamar ibunya serta tidak lupa surat yang sudah dia tulis tadi.
Siska mulai membuka jendela pelan dan keluar tanpa ada satupun orang yang tau. Berjalan kaki menyusuri gelapnya jalanan desa tempat Siska tinggal.
Akhirnya Siska sampai di terminal bus, karena bus belum ada yang datang Siska memutuskan untuk mengistirahatkan badannya setelah perjalanan jauhnya.
Ketika bus sampai Siska segera naik sesuai dengan tujuannya. Ketika bus mulai berangkat Siska merasa begitu berat hatinya, baru kali ini dia merasa berat meninggalkan tempatnya.
Yang membuatnya berat jelas anaknya, dia akan tumbuh besar tanpa figur seorang ibunya nanti. Ini membuat Siska sangat teriris hatinya.
...*****...
Terlihat Siska turun dari bus dengan perlahan dan mulai berjalan untuk mencari ojek disekitar tempat itu. Terlihat kota ini begitu ramai dengan bangunan yang besar serta tinggi.
“Ojek mbak?” Tanya seorang pria paruh baya yang duduk dipos bersama dengan teman teman ojeknya.
“Oh iya pak” Jawab Siska.
“Ayo sini bapak antar, mau kemana dek tujuannya” Ucap bapak ojek sembari memposisikan motornya.
“Belum tau pak, tapi saya lagi cari kos kosan” Ucap Siska.
“Oalah cari kosan, bapak ada nih teman bapak kalau adek mau” Ucap bapak ojek.
“Boleh pak, tapi kalau bisa saya mau cari tempatnya bisa buat cari kerja” Ucap Siska memperjelas.
“Iya dek, tempat teman bapak ini strategis kok” Ucap bapak ojek memperjelas.
“ Yasudah pak boleh, mohon bantuannya ya pak” Ucap Siska dengan senyuman ramahnya.
Mereka pun langsung meluncur ketempat yang akan mereka tuju. Dari jalan yang dilewatinya sepertinya bapak ojek tidak menipu Siska, pasalnya daerah ini masih di perkotaan.
“ Nah ini dek sudah sampai” Ucap bapak ojek.
“Makasih ya pak, ini uangnya. Kalau begitu saya permisi ya pak” Ucap Siska yang kemudian di iyakan oleh bapak ojek.
“Permisi” Ucap Siska ketika sudah didepan rumah yang terdapat gerbang kecil.
“ Iya” Ucap seseorang yang sepertinya pemilik tempat itu.
“Saya mau cari kosan bu” Ucap Siska.
“ Wah kebetulan sekali tempat ibu baru aja kosong kemarin, ayo masuk” Ucap ibu kos sembari membukakan pintu gerbang yang sedari tadi tertutup rapat.
“ Ini kamarnya cuma 4, yang kosong nomer 2 kalau kamu suka bisa langsung pakai. Coba cek dulu dek” Ucap ibu kos.
“ Bagus bu, saya langsung ambil ini aja” Ucap Siska setelah memastikan ruangan yang akan ditempatinya.
“Ini kuncinya ya, untuk kamar mandi dan dapur ada dibelakang. Kalau ada apa apa rumah saya disamping ya” Jelas ibu kos sembari menyodorkan kunci kamar yang dia genggam.
“Baik bu, terimakasih” Ucap Siska yang menerima kunci pemberian ibu kos.
Ibu kos pun pergi meninggalkan Siska, sedangkan Siska segera masuk dan membersihkan tempat yang akan dia gunakan tidur agar lebih nyaman.
Menata satu persatu barang dan menatanya ditempat yang memang sudah disediakan disitu. Selesai dirasa tempatnya nyaman Siska memutuskan untuk membersihkan badannya yang sedari kemarin belum dia bersihkan.
Selesai membersihkan diri Siska memutuskan untuk segera mengistirahatkan badannya yang sangat kelelahan itu karena perjalanannya memakan cukup banyak waktu.
Siska juga sudah merencanakan akan mencari kerja dikeesokan harinya menunggu badannya kembali bertenaga lagi.
Tapi ingin tidurpun rasanya sangat susah, otaknya terus berputar tentang bagaimana anaknya dirumah. Apakah dia akan terawat dan sehat nantinya.
Saat sedang asik bertarung dengan pikirannya tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
“Mbak?” Panggil seseorang diluar sana.
“Iya mbak ada yang bisa saya banyu?” Ucap Siska setelah membuka pintu kamarnya.
“Aku dari kamar nomer 4 mbak, namaku Citra. Kita lagi masak bareng untuk makan nanti, ayo mbak gabung dengan kami” Ucap Citra.
“Oh boleh mbak, sebentar lagi aku nyusul ya. Oh iya namaku Siska” Ucap Siska.
Perempuan yang mengaku bernama Citra itupun mengiyakan ucapan Siska dan segera berjalan kedapur. Tak lama kemudian Siska pun menyusul.
Terlihat mereka sedang sibuk saing membantu memasak.
“ Permisi, boleh saya gabung?” Tanya Siska memecah kesibukan mereka.
“ Eh Siska, ayo sini” Ucap Citra yang memang sudah kenalan beberapa menit yang lalu.
“Eh Citra, kamu udah kenalan aja sama mbaknya ngga ajak ajak kita. Ayo mbak sini” Ucap salah satu dari mereka.
Melihat jika mereka semua orang baik, Siska pun segera ikut bergabung mereka. Karena masaknya bersamaan makanan pun tidak lama sudah siap.
Mereka mulai menata dimeja makan dan mulai memakannya bersama. Terlihat mereka yang sangat akrab bercerita tentang harinya secara bergantian.
Siska yang sudah merasa nyaman serta teman temannya yang begitu baik itupun ikut memulai ceritanya.
Tapi kini lebih banyak Siska yang bercerta karena selain Siska anak baru teman teman kosnya juga sangat penasaran dengan siapa Siska dan darimana dia berasal.
Tidak butuh lama mereka pun sudah saling akrab satu sama lain, Siska pun sudah hafal semua teman kosannya. Karena memang cuma menghalaf tiga orang saja bukan hal yang sulit kan.
Selesai makan sambil bercanda bersama, mereka membereskan bekas makan mereka bersama dan mulai menuju kamarnya masing masing terutama Siska.
Karena teman teman kosnya begitu baik, hari ini Siska cukup terhibur dengan sifat dan cerita mereka membuat Siska melupakan sedikit masalahnya dan merasa sedikit tenang. Akhirnya Siska bisa tidur tenang malam ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments