Hari hari pun berlalu Siska jalani dengan penuh bahagia bersama bayi kecilnya tercinta itu. Ayah dan Ibu nya pun ikut berbahagia dan bahkan bermain setiap hari dengan anaknya.
Meskipun Siska belum tau cara merawat bayinya sepenuhnya tapi Siska terus belajar dengan bantuan Ibunya yang selalu disisinya.
Sebenarnya bisa dibilang sedikit pusing karena anaknya sering menangis dan susah ditinggal, tapi itu tidak membuat Siska menyerah dia terus belajar menenangkan anaknya walaupun harus dibawa kemana mana.
Sedangkan Haikal yang seperti biasa keluar setiap hari entah kemana dengan alasan yang sama yaitu bekerja. Entah pekerjaan apa yang didapat Siska tidak terlalu peduli karena walaupun bekerja Haikal pun tidak bisa mencukupinya dan juga anaknya.
Setiap hari mengeluh dan mengeluh, Siska selalu dapat marah jika meminta uang untuk keperluan anaknya. Haikal selalu mengoceh tidak ada uang.
Siska sebenarnya jengkel dengan semua ini, seorang ayah mana yang tidak mau mengeluarkan uang untuk anaknya, bahkan mainan saja Haikal tidak bisa membelikannya.
Siska mulai berpikir untuk mencari uang sendiri lagi, tapi anaknya belum lama lahir mana bisa Siska meninggalkannya begitu saja.Otaknya terus berputar setiap hari, bagaimana jalan keluarnya.
“ Aku mau kepasar bisa titip Aksel dulu” Ucap Siska yang sedang bersiap siap untuk pergi kepasar.
“Aku juga mau kerja tidak bisa, kamu bawa kan bisa” Ucap Haikal yang sedang sarapan.
“Kerja apa kamu sampai tidak bisa merawat anak, biayain anak aja ngga bisa” Ucap Siska kesal.
“Kamu ini masih aja ya ngejelekin aku, aku ini kurang nutut apa sama kamu sudah kerja masih aja ngomel” Ucap Haikal ikut kesal.
Karena mendengar Siska marah, Haikal memutuskan untuk menyudahi makan paginya dan memilih untuk pergi.
“Hufff….Hidup ini semakin susah aja semenjak nikah dengan dia” Ucap Siska sembari menggendong anaknya.
Siska yang ikut tidak peduli dengan masalah ini memutuskan untuk pergi kepasar dengan menggendong anaknya, seperti biasa dia akan menunggu didepan dan menunggu ojek.
...*****...
“Siska suamimu kerja apa sampai berhari hari tidak pulang” Tanya ayah Siska.
“Ngapain kamu tanyain pekerjaan suami Siska, urusin hidupmu sendiri aja, kamu kerja juga ngga pernah kasih ke aku” Ucap Ibu Sri.
“Bu bisa ngga, ngga usah cari ribut sama bapak. Bapak kerja juga seharian biasanya juga dikasih ke ibu kok” Ucap Siska membela ayahnya yang selalu dihakimi oleh ibunya.
“Tau apa kamu Siska, urus anak aja masih belum bener udah mau jawab orangtua aja” Ucap Ibu Sri.
“Kamu kira kamu udah bisa urus anakmu juga” Ucap ayah Siska membela diri dan Siska.
“Sudahlah mending Siska tidur aja, urusin kalian pusing” Ucap Siska yang langsung pergi menuju kamarnya.
Hari hari Siska lewati dengan begitu beratnya, orangtua yang tidak bisa mengerti Siska dari dulu apalagi ibunya yang terus menjelek jelekkannya didepan Siska, selalu menyepelekan Siska jika Siska tidak bisa apa apa.
Padahal dari dulu Siska sudah berusaha berjuang demi ibunya, merantau jauh untuk mencari uang demi ibunya yang gila uang.
Bahkan uang kerja pun Siska beri kepada ibunya hampir seluruhnya, tapi jika Siska butuh ibunya selau menjelek jelekkan Siska jika dia anak yang suka membuang buangkan uangnya.
Hanya ayahnya yang mengerti kondisi Siska, tapi ayahnya sendiri sering pergi kerja atau bermain sampai larut malam agar tidak bertemu dengan ibu Siska. Jadi Siska juga tidak bisa dekat dengan ayahnya.
Kakaknya yang selalu membelanya dulu juga sudah tidak ada disini, mungkin juga sudah berkeluarga atau apa Siska pun tidak mendapat kabar darinya.
Siska hampir gila hidup begini, suaminya yang tidak ada tanggung jawabnya kepada Siska dan anaknya membuat Siska semakin stres.
Tapi Siska sangat bersyukur masih memiliki Aksel anaknya yang sangat dia cintai. Tanpa dia mungkin Siska benar benar menyerah sekarang.
“Aksel maafkan mama ya, mama belum bisa bahagiain kamu sekarang. Pasti kamu pengen punya banyak mainan dan baju bagus seperti teman temanmu kan” Ucap Siska terisak tangis.
“Tapi mama janji, mama akan mencari uang untukmu nanti. Tapi mungkin kamu akan membenci mama nanti, tapi percayalah mama akan selalu buat kamu bahagia” Tambahnya.
Beginilah keadaan Siska setiap malam ketika anaknya sudah tertidur pulas, memandangi wajah anaknya berharap Siska dan anaknya segera bebas dari dunia ini.
...*****...
“ Pagi Siska” Sapa Santi ketik melihat Siska jalan jalan dengan menggendong bayi kecilnya.
“Eh Santi, kamu libur ya?” Tanya Siska.
“Iya nih jadi mau jalan jaln pagi” Ucap Santi. “Adek Aksel gimana nih kabarnya” Tambahnya sembari memainkan pipi Aksel yang begitu lucu.
“Baik kok tante” Ucap Siska mewakilkan anaknya.
“ Kamu tambah kurus aja ya Siska, jangan terlalu keras merawat anakmu kamu juga butuh istirahat lagian dirumah kamu kan ngga sendiri” Ucap Santi yang prihatin dengan kondisi Siska.
“Iya Santi, namanya juga ibu rumah tangga jadi kan banyak kerjaan” Ucap Siska berusaha terlihat kuat didepan sahabatnya.
“ Ibu rumah tangga apanya kayak begini, kamu lagi banyak pikiran ya” Ucap Santi yang menyadari dari tatapan Siska.
“ Ya namanya sudah berkeluarga pasti adalah Santi, apalagi bayi kecil ini suka rewel kalau ditinggal” Ucap Siska yang masih terlihat tenang.
“ Siska, kalau kamu butuh bantuan kamu cari aku aja. Kita sudah sahabatan lama lho masa kamu diam diam saja, aku juga bakal selalu ada buat kamu” Ucap Santi sembari mengelus pundak temannya itu.
“ Iya Santi kamu tenang aja, aku baik baik aja kok. Tapi mungkin ada saatnya nanti aku bakal datang kekamu untuk minta tolong kok” Ucap Siska yang kemudian tertawa kecil.
Selesai perbincangan, mereka melanjutkan jaln jalan pagi mereka . Ternya Santi masih peduli dengan kondisi Siska yang membuat Siska terharu, ternyata selama ini dia tidak sendiri masih ada orang orang yang mendukungnya dari belakang.
“ Oh iya Santi, kamu ada lowongan kerja ngga?” Tanya Siska ditengan perjalanan mereka.
“ Kalau untuk saat ini sih ngga ada Siska” Ucap Santi. “ Kenapa kamu tanya? Jangan jangan kamu mau kerja ya” Tambahnya.
” Iya Santi, niatnya sih begitu” Ucap Siska.
“ Aduh buat apa kamu kerja lagi Siska, suamimu kan sudah kerja. Lagian dari dulu kamu itu sudah kerja terus masa kamu nggamau istirahat” Ucap Santi.
“ Maunya sih gitu Santi, tapi kan biar anak juga” Ucap Siska mencari alasan agar sahabatnya tidak khawatir dengan kondisi Siska saat ini.
“ Sudah kamu dirumah dulu jangan capek capek, lihat badanmu kurus sekali. Lebih baik fokus sama kesehatanmu sama anakmu aja Siska” Ucap Santi.
“Lagian Aksel juga masih kecil masa kamu tega ninggalin dia” Tambah Santi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments