Seperti biasa hari ini Citra dan Siska berangkat bekerja bersama, kali ini wajah Citra begitu ceria pasalnya ibu Isna tidak ada yang tandanya mereka bisa pulang cepat hari ini.
“ Jangan senang dulu Citra, belum tentu kamu tidak lembur hari ini” Ucap Siska dengan nada mengejek.
“ Ayolah ibu Siska, kamu kan sahabat terbaikku. Pasti kamu mengertilah perasaan sahabatmu ini” Bujuk Citra.
“ Tidak semudah itu dong, kalau pelangganmu penuh hari ini berarti kamu harus lembur” Ucap Siska.
“ Tenang saja, aku bisa mengusir mereka nanti jika ramai” Ucap Citra dengan nada bercandanya.
“ Sembarangan saja, mau cari gara gara ya kamu sama ibu Isna” Ucap Siska.
Begitu bahagianya mereka setiap hari karena selalu bersama. Tidak terasa ditengah percakapan seru mereka, mereka pun sudah sampai ditempat kerja.
Sebelum masuk seluruh karyawan wajib menandatangani buku absen yang berada di tempat satpam.Selesai itu mereka akan lanjut masuk dan bekerja seperti biasanya.
Kali ini Siska terlihat begitu tidak fokus dengan kerjanya. Banyak hal yang berputar di pikirannya saat ini.
Sudah sembilan tahun Siska berada disini, sekarang anaknya pasti sudah besar dan mungkin sudah mulai bertanya tanya keberadaan Siska.
Mau menghubungi rumah pun Siska tidak bisa. Yang dimilikinya sekarang hanyalah no rekening ibunya. Siska tetap mengirim uang ibunya setiap beberapa bulan sekali.
Tok..Tok…Tokk…
Ketika sedang ribut dengan pikirannya tiba tiba Siska di kejutkan dengan suara pintu yang diketuk. Siska pun mempersilahkan orang di luar sana masuk.
“ Ada perlu apa ya Eka?” Tanya Siska kepada Eka salah satu kasir.
“ Mbak Siska ada yang ingin ketemu, beliau ada di meja no 18” Ucap Eka.
“ Oh iya, sebentar lagi aku kesana” Ucap Siska.
Eka pun segera keluar ruangan dan melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Siska mempersiapkan diri dan berusaha menata pikirannya yang sedang kacau itu.
Tidak lama Siska sudah sampai di meja tempat seseorang yang ingin menemuinya. Ternyata itu adalah teman sekaligus pelanggan setia ibu Isna.
“ Selamat siang ibu Maya, aduh sudah lama ya tidak ketemu” Ucap Siska sembari duduk disamping wanita yang umurnya sedikit lebih muda dari ibu Isna.
“ Aduh iya ni Siska, aku lagi sibuk sekali akhir akhir ini jadi tidak bisa kemana mana. Oiya mbak Isna kemana?” Tanya Maya.
“ Ibu lagi berlibur bu, biasa ini kan anak sekolah lagi pada libur panjang. Sekarang bisnisnya makin lancar jadi ngga pernah kesini ya hehe” Jelas Siska sembari memberi sedikit candaan.
“ Wahh mbak Isna ini memang seorang ibu rumah tangga yang top deh ya. Kalau soal bisnis ya berayukurlah Siska sudah ada perkembangan” Ucapnya.
” Kamu sendiri gimana ni? Sudah jadi anak kesayangannya ibu Isna ya” Tambahnya
“ Siska juga bersyukur bu. Ibu Isna orang yang baik jadi ya karyawannya pada betah semua” Ucap Siska.
“ Kalau soal kebaikan mbak Isna jangan heran lagi Siska. Saya ini sebenarnya sudah kenal dia dari lama dan dari dulu memang baiknya kelewatan” Ucapnya Maya
Mereka terlihat begitu akrab, pasalnya ibu Maya sering sekali ke restaurant milik ibu Isna. Walaupun restaurant ini cabang yang ke dua, tapi ibu Maya lebih suka ke tempat yamg kedua.
Selain karena ibu Isna sering ketempat kedua ibu Maya juga suka dengan Siska yang memiliki sikap baik dan juga cantik.
Hingga pesanan ibu Maya datang pun Siska tidak diizinkan untuk pergi. Ibu Maya tetap ingin mengobrol bersama Siska hingga dia berpamotan pulang.
“ Terimakasih ya bu Maya, sering sering kesini lagi. Masa bu Maya ngga kangen sama Siska” Ucap Siska terkekeh.
“ Aduh iya Siska ibu udah kangen banget ini makannya sampai ibu suruh temenin terus. Nanti ibu bakal sering sering kesini kok tenang aja” Ucap ibu Maya.
Selesai ibu Maya berpamitan pulang, Siska pun kembali ke tempat kerjanya.
“ Mbak Siska, tumben bu Maya baru datang kesini?” Tanya Eka tiba tiba.
“ Iya biasa, butiknya kan sekarang sudah makin besar dan banyak peminatnya. Susah sukses sekarang” Jawab Siska.
“ Wah emang butik bu Maua itu bagus banget si ya mbak baju bajunya” Ucap Eka yang disetujui oleh Siska.
Siska pun memutuskan untuk segera kembali keruang kerjanya karena pekerjaannya masih banyak yang belum selesai hari ini.
...*****...
Saat di perjalanan pulang Siska terlihat begitu aneh, tidak biasanya Siska hanya diam dan tidak banyak bicara hari ini.
Citra yang menyadari keanehan Siska berusaha berpikir positif, mungkin Siska lagi banyak pekerjaan hari ini jadi dia sedikit banyak pikiran.
Mereka hanya diam diam saja saat perjalanan pulang hingga sampai di kosan mereka pun Siska masih belum angkat suara.
Hingga mereka makan bersama pun Siska masih belum menunjukan wajah cerahnya. Walupun Siska mulai ikut mereka bercanda tapi wajah Siska tidak bisa membohongi mereka.
Tapi mereka memutuskan untuk tidak bertanya dulu karena merasa Siska belum siap untuk mengutarakan apa yang ada dipikirannya.
Hingga kegiatan makan selesai pun Siska pun hanya diam dan kembali ke kamarnya.
Tok…Tok..Tok…
Suara pintu di ketuk membuyarkan lamunan Siska membuat dia harus bangun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya.
“ Ada apa Citra, ayo masuk” Ucap Siska.
Citra pun segera masuk mengikuti Siska dan lnjut duduk di atas tempat tidur Siska.
“ Sudah tidur kah?” Tanya Citra.
“ Belum” Ucap Siska singkat.
Citra yang menyadari sikap Siska yang belum berubah itu pun yakin jik Siska sedang tidak baik baik saja.
“ Kamu kenapa Siska? Kenapa kamu tidak cerita ke kita?” Tanya Citra sembari mengusap pundak Siska dengan lembut.
Usapan lembut Citra membuat hati Siska sedikit tenang tapi juga membuatnya luluh dan tidak sadar air matanya pun mulai banjir keluar.
“ Citra, aku kangen sekali dengan anakku” Ucap Siska sesegukan.
“ Kalau begitu kamu pulang saja Siska” Ucap Citra.
“ Aku juga ingin begitu, tapi aku masih takut Citra jika dia akan membenciku yang sudah meninggalkannya bertahun tahun” Ucap Siska.
“ Siska apa yang kamu takutkan, itu anakmu dan kewajibanmu untuk menemuinya. Untuk membencimu mungkin itu wajar bagi anak kecil yang belum tau menau tentang masalalumu. Tapi yakinlah saat anakmu besar nanti dia pasti akan paham dengan keadaanmu” Ucap Citra berusaha menenangkan sahabatnya itu.
“ Apa kamu yakin?” Tanya Siska.
“ Percayalah padaku Siska, kamu hanya punya anakmu sekarang. Jadi rawatlah dia dengan baik jangan bikin hatinya rusak” Ucap Citra.
“ Baik Citra. Terimakasih sudah mendengarkanku, aku akan pulang ketika ibu Isna sudah kembali dari liburannya” Ucap Siska.
“ Iya Siska. Kalau kamu ada masalah. jangan simpan sendiri, kami semua di sini khawatir sama kmu. Jadi tolong beri tau kami lain kali ya kami selalu ada buat kamu kok” Ucap Citra di lanjut memeluk Siska dengan hangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments