3

Hari pun berlalu, Siska melakukan pekerjaannya dengan baik membuat Ibu Tika senang melihatnya termasuk nenek. Siska juga merawat nenek dengan baik membuat nenek nyaman dilayani Siska.

Teman pembantunya pun baik pada Siska, saling membantu pekerjaan jika pekerjaan masing masing sudah selesai. Siska mulai nyaman dengan rasa kekeluargaan ini.

Tidak terasa sudah empat bulan Siska bekerja dirumah Ibu Tika.

[Dikamar Pembantu]

“Gimana Siska perasaan kamu kerja disini? Sudah empat bulan ya” Tanya mbak Ratna kepada Siska.

“Iya mbak sudah empat bulan aja, Siska nyaman banget disini” Ucap Siska dengan senyum bahagianya.

“Bagus kalau kamu nyaman. Mbak dulu waktu pertama kali disini juga gitu, apalagi Ibu Tika dan keluarganya baik semua jadi betah” Ucap mbak Ratna.

“Kira kira mbak Ratna sudah berapa lama kerja disini?” Tanya Siska.

“Sudah 6 tahun, dulu mbak selesai sekolah cuma sampai SMP aja” Ucap mbak Ratna.

“Wah sama dong mbak, dulu saya juga tamatan SMP, sudah ngga mau lanjut mau kerja aja” Ucap Siska.

“Iya Siska, mbak juga lebih nyaman kerja selain buat bantu keluarga biar mbak ngga dirumah terus” Ucap mbak Ratna.

“Iya mbak sama kayak tujuan Siska. Mbak Ratna sudah pernah pulang berapa kali?” Tanya Siska.

“Aduh mbak belum pernah pulang Siska, belum mau juga malas ditanya nikah belum pengen nikah” Jawab mbak Ratna.

“Sama dong mbak. Siska juga belum pengen nikah, kalau bisa mau cari uang banyak dulu sama pengalaman juga kalau urusan nikah belakangan aja gapapa” Tambah Siska menyetujui ucapan mbak Ratna.

Saking asiknya mengobrol, mereka tidak sadar jika jam sudah berputar sangat cepat. Mereka pun memutuskan untuk menyudahi percakapan mereka malam ini dan lanjut untuk tidur.

...*****...

Hari ini para pekerja disitu bekerja seperti biasanya hingga malam. Ibu Tika yang sedang bersantai diruang tamu dengan keluarganya, tiba tiba memanggil seluruh pekerjanya.

“Selamat malam semuanya, maaf ya mengganggu jam istirahat kalian” Ucap Ibu Tika.

“Iya bu gapapa, ada hal apa ya bu sampai kita dikumpulkan disini” Tanya salah satu pekerja.

“Begini, jadi saya dan keluarga akan pergi mengunjungi tempat saudara saudara saya. Mungkin kita akan berbulan bulan, jadi saya memutuskan untuk meliburkan kalian.” Ucap Ibu Tika.

“Loh kenapa diliburkan bu, biasanya kita tetap bekerja” Ucap mbak Ratna.

“Saya juga mau kalian berlibur ngga kerja terus, masa kalian ngga pulang nengok keluarga kalian. Pasti mereka rindu juga sama kalian” Ucap Ibu Tika.

“Iya bu, istri saya mengirim surat terus ke saya suruh pulang karena anak nyariin saya terus” Ucap pak supir.

“Nah, maka dari itu saya beri kalian libur, kasian kan keluarga kalian. Untuk urusan rumah saya sudah bayar orang untuk bersihin seminggu sekali jadi kalian tenang aja” Ucap Ibu Tika

“Ini juga saya ada uang pesangon untuk kalian” Tambah Ibu Tika sembari membagikan amplop berisi uang kepada pekerjanya.

Selesai itu, seluruh pekerja pun kembali kekamar masing masing, ada yang langsung istirahat ada juga yang mengemasi barang barang mereka untuk pulang besok.

...*****...

Pagi ini seluruh pekerja bekerja seperti biasanya sampai Ibu Tika dan keluarganya pergi, disini yang tidak libur hanya satpam saja karena Ibu Tika tetap ingin rumahnya terjaga dengan aman.

Setelah Ibu Tika dan keluarganya pergi seluruh pekerja membersihkan seluruh rumah dan mulai bersiap untuk pergi.

Saat ini Siska sedang berjalan mencari ojek agar bisa mengantarnya ke stasiun bus. Setelah sampai di stasiun bus Siska segera naik kedalam bus yang sesuai dengan tujuan pulanngnya

Tak terasa perjalanan pun selesai, Siska segera turun dari busnya dan dilanjut mencari ojek lagi untuk mengantarnya pulang.

“Loh Siska ya” Ucap salah satu tukang ojek yang sepertinya mengenali Siska.

“Eh pak Pandu” Ucap Siska setelah yakin jika itu adalah tetangganya yang beda Rt dengannya.

Siska pun memilih untuk naik ojek pak Pandu, siapa tau Siska dapat diskon atau malah gratis ya kan hehehe.

“Siska dari mana, kok kayaknya habis pergi jauh?” Tanya pak Pandu saat diperjalanan.

“Iya pak, baru pulang kerja” Ucap Siska.

“Oalah pantas aja, kata istri bapak ibu kamu sempat nyariin kamu, udah lama sih tapi” Ucap pak Pandu.

Setelah berbincang bincang pun akhirnya sampai juga mereka didepan rumah Siska. Dan benar saja Siska mendapatkan tumpangan gratis.

Selesai berterimaksih kepada pak Pandu, Siska segera masuk kedalam rumahnya.

“Siska pulang” Ucapnya yang langsung masuk dari pintu samping rumahnya yang terlihat terbuka.

“Astaga Siskaa, kamu ini mau jadi anak durhaka ya sama ibu” Ucap Ibu Sari.

“Udah bu jangan marahin Siska, dia baru pulang dari perjalanan jauh harusnya disuruh istirahat” Ucap kakak pertama Siska bernama Gio.

Siska memang memiliki dua kakak laki laki, tapi kakak keduanya sudah meninggal ketika Siska masih kelas dua SMP karena penyakit jantung.

Karena perkataan Gio, ibu Siska pun sedikit reda emosinya. Siska kemudian masuk dan membuka tasnya yang berisi oleh oleh itu lalu dia kasih ke ibunya beserta beberapa uang yang nominalnya lumayan banyak saat itu.

Siska juga memberikan oleh olehnya kepada kakaknya dan juga ayah Siska. Jelas saja, saat melihat uang ibu Siska langsung terdiam dan terlihat tersenyum kecil.

Keesokan paginya Siska membantu ibunya bekerja disawah, sedangkan kakanya sudah berangkat ketempat kerjanya.

Ketika sore tiba, Siska dan ibunya memutuskan untuk menyudahi pekerjaannya lalu segera pulang.

...****...

Malam ini Siska sedang asik menonton tv dengan ibunya, kakaknya belum pulang sedangkan ayahnya dikamar belakang berisitirahat sambil memutar radio kesayangannya.

Tiba tiba ada seseorang yang mengetuk rumah Siska. Siska pun segera membukakan pintu yang ternyata itu adalah Ibu Karti tetangga depan rumahnya, yang bikin Siska heran kenapa ibu Karti membawa banyak orang.

Ibu Siska pun ikut berdiri menyambut tamu, sedangkan Siska memanggil ayahnya untuk ikut menyambut tamu.

“Ibu Sri, disini saya membawa saudara saya namanya Haikal, ini dia dari rt sebelah kok bu” Ucap Ibu Karti.

“Oalah iya, jadi maksud kedatangan ibu Karti apa ya?” Tanya Ibu Sri.

“Jadi gini bu, maksud dan tujuan saya datang kesini untuk meminta anak ibu” Ucap Haikal menjawab pertanyaan Ibu Sri.

Siska yang mendengar hal ini jelas sangat terkejut bukan main, jantungnya terasa mau lepas. Siska merasa hidupnya akan berhenti saat ini juga.

“Oalah gitu, kalau saya sih ikut aja baiknya gimana” Ucap Ibu Sri.

“Gimana bapaknya Siska?” Tanya Ibu Karti.

“Kalau saya juga ikut anaknya aja bu, yang penting bisa tanggung jawab aja” Ucap bapaknya Siska.

“Aku nggamau pak” Ucap Siska tiba tiba yang kemudian lari keluar.

Siska lari menuju rumah saudaranya yang berada tepat disebelah rumahnya. Dia tidak tau mau lari kemana lagi rasanya hidupnya sudah tidak ada jalan lagi.

“Loh kamu kenapa Siska” Tanya Wahyu kakak sepupu Siska. Wahyu begitu panik melihat Siska menangis.

“Kak Wahyu, Siska mau dijodohin. Siska nggamau kak” Ucap Siska tersedak sedak.

“Udah tenang dulu, ayo masuk dulu sini” Ucap Wahyu sambil menuntun Siska untuk masuk kedalam rumah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!