“ Permisi mbak Siska” Ucap Kiran sembari mengetuk pintu ruangan Siska.
“ Iya silahkan masuk” Ucap Siska yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Mendengar jawaban dari Siska pun Karin menyuruh Citra segera masuk kedalam, sesangkan Kiran memutuskan untuk pamit pulang terlebih dahulu.
“ Siska” Ucap Citra setelah masuk keruangan Siska.
“ Eh Citra, kok belum pulang?” Tanya Siska yang terlihat masih fokus dengan komputernya.
“ Bolehkan aku pulang denganmu?” Tanya Citra.
“ Wah boleh sekali, kamu mau menungguku disini sampai pekerjaanku selesai?” Tanya Siska.
“ Boleh” Ucap Citra.
Siska pun menyuruh Citra agar duduk disofa yang memang sudah ada diruangan itu. Citra pun menunggu Siska mengerjakan pekerjaannya, sesekali Citra melihat ruangan itu.
Tidak terasa pekerjaan Siska pun selesai dan mereka pulang. Kini Siska begitu senang karena muli sekarang dia sudah ada teman untuk menemaninya berjalan berangkat maupun pulang kerja.
“ Wah Siska, ternyata restaurant ibu Isna benar benar rame sekali ya” Ucap Citra ditengah perjalanan mereka.
“ Iya Citra, memang penggemar restaurant bu isna itu tidak bisa dipungkiri sangat banyak” Ucap Siska.
Citra pun menceritakan banyak sekali tentang pekerjaannya dihari pertama ini yang membuat mereka cukup puas tertawa dengan cerita cerita lucu dari Citra.
...*****...
Seperti biasa mereka akan memasak bersama dan makan bersama. Hari ini pun masih sama dengan hari kemarin, sepi dan hanya ada Citra dan Siska.
“ Permisi” Suara seorang wanita dari luar.
“ Eh siapa Siska, tumben ada tamu” Ucap Citra sedikit terkejut.
“ Tidak tau, aku kedepan dulu ya kamu masak dulu” Ucap Siska dilanjut menuju pintu depan untuk membukanya.
“ Selamat malam, maaf ya ibu mengganggu waktu kalian” Ucap wanita itu yang tenyata adalah ibu kos mereka.
“ Eh ibu, ayo silahkan masuk” Ucap Siska dengan sopan.
Siska pun membawa ibu kos masuk, karena di sana ada ruang tamu Siska pun membawa ibu kos ke ruang tamu.
“ Silahkan bu duduk dulu, saya ambilkan minum” Ucap Siska.
“ Eh ngga usah Siska, ibu kesini karena kalian kan cuma berdua biar ada temannya, biasanya rame sampai dari rumah ibu aja kedengeran kalau kalian lagi bercanda ini sepi sekali jadi ngrasa aneh ibu hehehe” Ucap ibu kos.
“ Oalah iya ni bu, aku sama Citra juga ngrasa aneh walaupun Citra orangnya pecicilan begitu tapi kalau temannya ngga ada juga sama aja bu” Ucap Siska.
“ Iya maka dari itu ibu mau temenin kalian, kalian lagi masak kan. Sini ibu bantuin kita makan sama sama” Ucap ibu kos.
Jelas Siska langsung mempersilahkan ibu kos menuju dapur .
“ Loh ibu. Tumben kesini, bapak sama anak ibu dimana?” Ucap Citra.
“ Suami ibu lagi main di pos depan, kalau anak ibu sudah beres sudah ibu tidurin tadi. Sini Citra ibu bantuin” Ucap ibu kos.
Mereka terlihat begitu dekat, saling membantu sembari bercanda hingga masakan mereka pun siap dan mereka pun siap untuk menyantapnya.
“ Citra sekarang kerjanya sama Siska ya?” Tanya ibu kos.
“ Iya bu, saya dipecat di kerjaan sebelumnya karena dituduh mencuri” Ucap Citra sedikit menunjukkan wajah memelasnya.
“ Loh kok bisa begitu, padahal kamu kan sudah lama kerja disana” Ucap ibu kos sembari mengunyah pelan makanannya.
“ Iya bu ada kejadian pencurian di tempat kerja waktu itu teman saya yang tutup terakhir, hari berikutnya bagian saya yang tutup. Eh besoknya tiba tiba bos kami datang kumpulin kita langsung maki maki saya bu” Ucap Citra yang masih terlihat begitu kesal.
“ Astaga bisa begitu, padahal tempat kamu kerja itu termasuk toko besar lo dan kamu juga sudah lama disitu. Lagian kenapa bosmu tidak cari tau dulu atau tanya tanya” Ucap ibu kos yang terlihat ikut kesal.
“ Ngga tau bu emang aneh. Waktu teman saya bagian tutup bos saya tidak langsung tanya hanya panik layaknya orang habis kemalingan” Ucap Citra.
“ Buat pelajaran aja Citra, yang penting kan sekarang kamu sudah dapat pekerjaan di tambah satu tempat lagi sama Siska” Ucap ibu kos.
“ Iya bu, ini berkat bantuan Siska. Kalau Siska ngga masukin saya kesana pasti saya sudah setres” Ucap Citra sambil terkekeh.
“ Wah baik sekali Siska” Ucap ibu kos memuji Siska.
“ Kebetulan aja bu ditempat saya lagi cari karyawan baru jadi mending saya langsung ajak Citra kesana daripada murung terus di kos” Ucap Siska.
“ Iya juga ya, Citra itu tidak cocok kalau murung orang biasanya paling aktif. Kalau tiba tiba murung takut kesurupan” Ucap ibu kos di sambut ketawa oleh Citra dan Siska.
Mereka pun melanjutkan makanan mereka hingga selesai. Selesai makan ibu kos juga membantu mereka membersihkan bekas makan selain itu ibu kos juga masih bermain main sebentar sebelum dijemput suaminya untuk pulang.
...*****...
Keesokan harinya teman teman kos mereka pun sudah kembali ke kos mereka, pagi pagi sudah mulai terdengar ramai seperti biasa.
Tidak lupa Siska dan Citra mendapatkan oleh oleh dari teman temannya. Citra pun memeberikan kabar tentang dia yang di pecat di tempat kerja yang lama dan sekarang sudah mulai bekerja di tempat Siska.
Jelas saja mereka terkejut tentang kabar Citra dipecat dan sempat emosi. Tapi ketika mendengar kabar Citra sudah mendapat pekerjaan dan bersama Siska emosi mereka mulai reda.
Kali ini Citra dan Siska berangkt sepeeti biasa ke tempat kerja dengan berjalan kaki dan bercanda. Di tengah perjalanan tiba tiba mereka berpapasan dengan mbak Kiran yang juga akan berangkat bekeja.
“ Mbak Siska, mbak Citra!” Panggil Kiran dari belakang di lanjut Citra dan Siska yang menoleh kebelakang.
“ Eh mbak Kiran” Ucap Citra sembari mengangkat tangannya dan melambaikannya.
“ Wah tumben sekali ya kita bareng” Ucap Kiran.
“ Iya mbak, aku ada kerjaan yang belum selesai jadi aku ajak Citra buat berangkat awal” Ucap Siska.
“ Aduh rajin sekali ya mbak kita ini” Ucap Kiran dengan nada bercandanya di sambut dengan ketawa Citra dan Siska.
Perjalanan mereka pun begitu seru karena ada Kiran yang juga bisa membuat orang tertawa tanpa henti itu.
Selesai sampai tempat kerja, mereka pun memposisikan diri di tempat kerjanya masing masing dan fokus dengan pekerjaan mereka masing masing.
Restaurant tetap ramai seperti hari biasanya. Kini Citra sudah tidak terlalu berat atau kebingungan seperti hari pertamanya kemarin.
Terlihat Citra sudah sedikit santai dan melakukan pekerjaannya tanpa bantuan Kiran. Kiran yang melihat partner kerjanya begitu pintar dan semangat Kiran pun ikut bersemangat.
Di sisi Siska pun dia sedang fokus dengan pekerjannya dengan banyak kertas bertuliskan banyak data dan masih banyak lagi pekerjaannya.
Karena hari ini ibu Isna tidak datang, Siska pun mengumumkan kepada seluruh karyawan jika tidak ada lembur hari ini, terlihat muka bahagia mereka yang begitu merekah dan membuat semangat kerja mereka bertambah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments