Setiap harinya Siska akan bekerja dirumah ibu Isna tanpa libur. Menurut Siska ini bukan hal yang susah baginya, apalagi dengan bimbingan bu Isna yang terus sabar mengajarinya.
Hingga restaurant sudah dibuka pun bu Isna terus mendampingi Siska dan tetap mengajarinya. Bu Isna pun suka dengan cara kerja Siska yang konsisten, membuat bu Isna sering memberikan bonus kepada Siska.
“ Kok dikasih bonus terus bu?” Ucap Siska setelah menerima amplop kecil yang biasa diberi oleh bu Isna.
“ Iya Siska gapapa biar kamu tambah semangat” Ucap bu Isna sembari memberikan senyum tulusnya kepada Siska.
“ Ngga dikasih bonus pun saya tetap semangat kok bu” Ucap Siska.
“ Iya ibu tau kok. Kan gapapa buat tambah jajan kamu juga” Ucap bu Isna.
“ Hehe iy bu, makasih ya bu” Ucap Siska.
“ Iya, oh ya hari ini kamu ibu tinggal ya soalnya ibu ada acara pertemuan direstaurant ibu satunya. Kamu jaga ini sampai selesai ya” Ucap bu Isna.
“ Baik bu” Jawab Siska.
bu Isna pun pergi meninggalkan restaurant tidak lupa berpamitan kepada setiap karyawan yang berpapasan dengannya.
Siska pun melanjutkan pekerjaannya seperti biasa, karena pekerjaannya yang bagus seluruh karyawan juga sangat menghormati Siska tak terkecuali.
Hingga malam tiba, sesuai jam tutup restaurant pun tutup seluruh karyawan termasuk Siska segera merapikan tempat kerjanya dan pulang.
“ Mbak Siska sudah tidak lembur lagi?” Tanya salah satu karyawan yang kini tengah berjalan kaki bersama dengan Siska.
“ Iya nih mbak, soalnya ibu lagi tidak ada jadi tadi sudah berpesan kalau ngga udah lembur. Tidak tau dih kalau besok” Jawab Siska.
“ oalah gitu, aku seneng banget lo mbak bisa pulang bareng sama mbak Siska. Tolong jaga kesehatannya ya mbak” Ucap karyawan itu.
“ Aduh berlebihan sekali mbak hehe. Makasih ya mbak sudah diingetin, mbaknya juga jaga kesehatan buat karyawan karyawan lainnya juga soalnya restaurant ibu kan rame terus” Ucap Siska.
“ Iya nih mbak, restaurant bu Isna sejak buka sampai sekarang belum pernah sepi pelanggan. Tapi emang makanannya juga kan enak semua” Ucapnya.
“ Iya mbak bagus dong ya, berarti usaha kalian itu banyak yang suka walaupun resepnya kebanyakan dari ibu tapi kalian keren” Ucap Sisika sembari mengangkt tangannya lalu memberikan jempol kepada mbak karyawan tersebut.
“ Iya mbak Siska, rasanya senang sekali hasil kita masak banyak yang suka walupun sebagian resepnya dari ibu” Ucapnya. “ Oh iya, mbak Siska tinggal dimana?” Tanyanya kemudian.
“ Saya ngekos ditempat ibu Ana mbak” Jawab Siska.
“ Lho berarti dengan rumah saya satu arah dong mbak, wah kok kita ngga pernah ketemu ya” Ucapnya yang terlihat begitu bersemangat.
“ Loh iyaya mbak, mungkin karena kita berangkatnya ngga pernah bareng mbak saya kan berangkat pagi terus buat buka restaurant” Ucap Siska.
“ Oh iyaya mbak, pulangnya juga ngga pernah bareng soalnya mbak Siska setiap hari lembur kan ya” Ucapnya.
Mereka pun melanjutkan bercerita dan sedikit bergosip sembari menelusuri jalan pulang mereka yang searah itu. Saking asiknya tidak terasa Siska pun sudah sampai didepn kosannya.
“ Eh sudah sampai, mbak saya masuk kos dulu ya atau mbaknya mau mampir ayo sini” Ucap Siska menawarkan bertamu.
“ Aduh ngga usah mbak kapan kapan aja, kasian mbak Siska udah capek mumpung tidak lembur mbak Siska harus banyak banyak istirahat” Ucapnya.
“ Iya mbak makasih ya mbaknya juga sampai rumah cepat istirahat. Kalau gitu saya pulng dulu ya mbak, mbaknya hati hati” Ucap Siska yang dibalas anggukan oleh mbak karyawan.
Mereka pun saling melambaikan tangan, setelah dirasa cukup akhirnya Siska membalikkan badannya lalu membuka pagar besi yang sudah terkunci kemudian masuk kedalam dan tidak lupa mengunci pagar itu kembali.
Saat jalan untuk masuk kedalam rumah, terlihat Citra yang duduk termenung diresam rumah. Siska sedikit kebingungan melihat Citra, pasalnya Citra orang yang sangat ceria kenapa tiba tiba dia terlihat sedang tidak baik baik saja.
“ Citra” Ucap Siska sembari duduk didekat Ctra.
“ Eh Siska sudah pulang, kok tumben ngga lembur” Jawab Citra yang terlihat terkejut.
“ Iya ni, bosku lagi ngga ada terus sebelum pergi dia sudah bilang kalau aku ngg lembur hari ini” Ucap Siska.
“ Wah bagus dong, kamu banyakin istirahat Siska kasian badanmu” Ucap Citra.
“ Iya Citra makasih. Kamu sendiri kenapa murung begitu mukanya?” Tanya Siska.
“ Ah ngga kok, kamu salah lihat kali mukaku cerah cerah aja” Ucap Citra berusaha menyembunyikan.
“ Cit kamu ngga usah bohong deh, dari tadi kamu melamun terus bahkan aku pulang buka gerbang aja kamu ngga denger” Ucap Siska.
“ Mmm begini Siska. Jadi hari ini aku dipecat dari pelerjaanku” Ucap Citra dengan mata yang mulai berkaca kaca dan tidak lama kemudian air matanya pun jatuh begitu deras.
“ Loh kenapa?” Tanya Siska sembari mengusah pundak Citra untuk menenangkannya.
“ Aku dituduh mencuri Siska, jadi toko baju itu ada empat orang pekerja karena toko besar. Memang beberapa hari ada kejadian barang dan uang hilangyang jumlahnya tidak sedikit. Tidak tau kenapa tiba tiba tadi aku dituduh yang mencuri, aku dimaki habis habisan dan langsung diusir Siska” Ucap Citra dengan tangisan yang mulai pecah.
“ Astaga. Kenapa juga mereka menuduhmu sampai kamu dimaki maki begitu?” Ucap Siska yang mesih mengusap terus pundak Citra, Siska ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh sahabatnya itu.
“ Aku juga nggatau Siska, mungkin karena kemarin lusa aku yang terakhir menutup pintu toko jadi aku yang kena sasarannya. Padalah kasus ini sudah terjadi sebelum itu dan karyawan lain yang terakhir berada ditoko aja tidak dituduh begini kenapa pas bagianku langsung aku yang dapat sialnya” Ucap Citra yang sudah sangat sesak itu.
“ Tenangkan dulu Citra, mungkin memang bukan jodoh kamu kerja disitu yang sabar ya aku juga pasti akan bantu kamu kok” Ucap Siska berusaha menenangkan sahabatnya itu.
“ Iya Siska, makasih ya kamu sudah menemani sedihku hari ini” Ucap Citra yang kemudian memeluk Siska.
“ Sudah jangan menangis lagi, yang penting kamu tidak salah ya” Ucap Siska berusaha menyemangati Citra.
“ Iya Siska, aku hanya sakit hati karena aku dituduh dan dimaki maki sekejam itu” Ucap Citra.
“ Iya Citra aku paham kok, ayo kita masuk saja ini sudah malam” Ucap Siska.
Mereka pun masuk kedalam dan menuju kamarnya masing masing, sebelum masuk kamar Siska sempat memberi semangat san melontarkan pujian agar temannya tidak merasa sedih lagi.
Citra yang melihat kebaikan Siska dan terus menyemangatinya itu merasa hatinya semakin kuat dan mengicapkan terimakasih untuk Siska.
Akhirnya mereka pun masuk ke kamar masing masing, Siska pun melanjutkan aktivitasnya untuk membersihkan badannya yang terasa sangat lengket itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments