11

Pagi ini sepeti biasa Siska akan bangun pagi dan membantu Citra memasak, karena teman teman kos yang lain pulang ke kampungnya masing masih, alhasih hanya ada Citra dan Siska di kosan ini.

Terlihat Siska dan Citra sedang sibuk didapur memasak makanan untuk sarapan mereka, satu persatu makanan pun siap.

“ Ayo Siska makan” Ucap Citra setelah mereka duduk di ruang makan.

Siska dan Citra pun mulai makan bersama, tapi disini suasana terasa berbeda selain sepi katena teman temannya pulang kampung, wajah Citra hari ini pun berbeda sangat masam.

Siska teringat akan cerita Citra semalam tentang dia dipecat dan dimaki habis habisan karena dituduh mencuri.

Siska paham akan perasaan Citra saat ini, selain sedih pasti Citra juga memikirkan soal akan mencari kerja apa lagi. Tapi tiba tiba Siska teringat sesuatu.

“ Citra” Panggil Siska kepada Cotra yang sedang makan sambil melamun itu.

“ Iya Siska kenapa?” Tanya Citra yang tersadar dari lamunannya.

“ Mmm…Kalau kamu kerja ditempatku mau tidak?” Ucap Siska tiba tiba membuat jantung Citra terasa hampir lepas.

“ Ha? Kerja ditempatmu? Siska kamu mikirin soal aku ya, ngga usah repot repot untuk bantu aku masuk kesana” Ucap Citra yang mengira Siska hanya kasihan dengannya makannya dia ingin membantu Citra untuk bisa bekerja ditempat Siska bekerja.

“ Bukan itu maksudku Citra, ini memang benar restaurant bu Isna sedang butuh karyawan” Ucap Siska membuat wajah serius agar Citra percaya.

“ Kamu serius Siska” Tanya Citra yang belum bisa percaya.

“ Iya Citra, sebenarnya ibu menyuruhku untuk membuat pengumuman untuk info lowongan ini tapi belum aku buat jadi nanti coba kesana dulu kalu kamu diterima aku tidak perlu susah susah buat pengumuman” Ucap Siska terkekeh.

Jelas saja Citra langsung menyetujui tawaran teman baiknya itu, kapan lagi coba Citra bisa mendapatkan pekerjaan secepat ini.

...*****...

Kali ini adalah hari pertama Siska berangkat kerja ada temannya, rasanya harinya terasa ringan jika bersama dengan temannya.

Sesampainya direstaurant Siska segera membawa Citra menemui ibu Isna.

“ Permisi bu” Ucap Siska setelah sampai didepan ruangan bu Isna.

Setelah mendengar sautan dari dalam yang mengizinkan masuk, Siska dan Citra pun segera masuk.

“ Permisi bu, maaf sebelumnya saya membawa teman saya kesini” Ucap Siska.

“ Oh iya ada perlu apa ya Siska?” Ucap bu Isna.

“ Sebelumnya saya minta maaf lagi bu, bukan masuk Siska untuk memaksa ibu. Tapi, teman saya lagi butuh karyawan dan kebetulan kan kita lagi butuh karyawan, jika ibu berkenan tolong bantu teman saya. Saya tidak ada unsur penyogokan kok bu” Ucap Siska.

Citra yang melihat tatapan bu Isna seperti tidak percaya atau semacam merasa aneh dengan kondisi ini pun ikut angkat bicara.

“ Sebelumnya minta maaf bu Isna jika saya angkat bicara. Saya disini tidak ada unsur memaksa Siska kok bu, saya siap di interview layaknya karyawan pada umumnya” Ucap Citra berusaha meyakinkan bu Isna.

Bu Isna yang terlihat sudah percaya, akhirnya menyetujui perkataan yang diucap oleh Citra tadi. Akhirnya Citra pun diinterview sesuai dengan peraturan perusahaan.

Ketika Citra diinterview Siska disuruh keluar ruangan terlebuh dahulu oleh bu Isna. Ternyata setelah diinterview Citra memiliki bakat yang cukup bagus membuat bu Isna yakin untuk menerima teman Siska ini.

“ Baiklah. Karena nilai interview kamu mencukupi persyaratan kami, jadi saya menerima kamu menjadi karyawan saya” Ucap bu Isna yang membut Citra langsung berterimaksih dan bahagia.

“ Terimaksih sekali bu Isna anda sudah memberi saya kesempatan disini” Ucap Citra.

“ Sama sama Citra, kamu bisa bekerja sekarang ya nanti minta tolong Siska untuk mengajrimu” Ucap bu Isna.

Citra yang memang dasarnya memiliki sifat yang ceria dan sangat aktif itupu sudah bisa sibaca oleh bu Isna, membuat bu Isna cukup senang karena Siska membawa orang yang tepat kepadanya.

Citra pun keluar setelah dirasa interviewnya sudah selesai, ketika baru saja keluar dari ruangan bu Isna Citra terkejut dengan Siska memang sedari tadi menunggu Citra didepan pintu ruangan bu Isna.

“ Astaga Siskaaa… Kamu bikin kaget saja” Ucap Citra sambil mengelus dadanya.

“ Hehe maaf Citra, bagaimana interviewmu?” Tanya Siska penasaran.

“ Lancar Siska, ibu Isna akhirnya menerimaku disini dan langsung disuruh kerja hari ini juga. Terimakasih sekali ya Siska kamu sudah mau membantuku membawa kesini” Ucap Citra dilanjut memeluk teman baiknya itu.

“ Waahh selamat ya Citra, aku sudah yakin dari awal jika bu Isna akan menerima kamu disini” Ucap Siska sembari membalas pelukan dari temannya itu.

“ Ok sekarang mohon bantuannya ya ibu Siska” Ucap Citra sedikit membungkukkan badan lalu segera menaikkan badannya lagi dan tertawa kecil.

“ Siap” Ucap Siska dilanjut mengangkat tangannya dan membentuk seakan hormat itu.

Siska pun segeram membawa Citra keruangan dimana seluruh karyawan disini bekerja, Siska mulai menjelaskan satu persatu. Setelah dirasa jelas Siska pun mengantar Citra kebagian kerjanya yaitu membuat minuman.

“ Mbak Kiran sekarang kamu sudah ada partner kerjanya jadi tolong ajarkan Citra cara membut minuman ya” Ucap Siska dengan sangat ramah.

“ Wah makasih ya mbak Siska sudah mencarikan saya teman, saya pasti akan mengajarinya dengan baik” Ucap Kiran dengan penuh semangat.

“ Trimakasih ya mbak Kiran, mohon kerjasamanya. Citra aku tinggal kembali keruanganku dulu ya jika mau mencariku kamu tinggal pergi keruanganku saja” Ucap Siska yang diiyakan oleh Citra.

Setelah yakin dengan keadaan Citra yang terlihat nyaman dan senang dibagian itu, Siska pun segera kembali keruangannya dan lanjut bekerja.

Mungkin bagi Citra yang masih anak baru direstaurant ibu akan terasa berat dan kelelahan, pasalnya restauran bu Isna benar benar banyak sekali peminatnya.

Tidak ada satupun meja kosong selama restaurant itu buka, ini benar benar pengalaman baru bagi Citra.

...*****...

Tidak terasa hari sudah malam dan restaurant pun akan segera tutup, pelanggan yang satu persatu mulai pergi serta seluruh karyawan yang sedang membereskan tempat kerjanya masing masing.

Citra merasa tulangnya benar benar remuk semua, terlihat Citra mencoba untuk meliukkan badannya agar tulang tulangnya bernapas.

Ternyata hal ini tidak dirasakan oleh Citra saja, pasalnya Citra melihat hampir seluruh karyawan disini melakukan hal yang sama.

“ Mbak Karin, apakah mbak Siska sudah pulang?” Tanya Citra yang baru selesai membersihkan ruangan kerjanya.

“ Oh sepertinya belum mbak Citra, soalnya mbak Siska sering sekali lembur cuma kemarin saja dia tidak lembur, kalau tidak lembur mbak Siska biasanya akan keluar kesini dan menunggu kita selesai membereskan tempat kerja kita masing masing” Ucap Kiran memperjelas.

“ Oalah gitu ya mbak, mbak Kiran bisa tolong antar saya keruangan mbak Siska?” Ucap Citra.

“ Bisa sekali mbak, ayo saya antar” Ucap Kiran dilanjut jalan mendahului Citra.

Citra pun segera mengikuti mbak Kiran hingga sampailah didepan pintu tempat ruangan Siska bekerja.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!