Chapter 11 - Keluar Kota Lagi

Hari ini Regi sudah di rumah Romi sejak pagi. Pukul tujuh pagi Regi sudah sampai di rumah Romi, tapi dia hanya memakai kaos dan celana pendek, yang memperlihatkan penampilannya itu sangat santai. Regi memang mengambil cuti selama tiga hari, karena dia ingin menikmati liburan di rumah kakaknya.

“Tumben sekali sudah sampai sini pagi-pagi, Re?” Tanya Romi.

“Pengin saja, lama gak ke sini, saking sibuknya. Ini saja aku ambil cuti tiga hari, badan udah capek banget soalnya.” Jawab Regu dengan mencium tangan kakaknya.

“Iya kamu, dari kemarin sibuk mulu, gak ingat kami, ditelefon suruh ke sini saja kamu bilang lagi sibu?” ujar Romi.

“Iya kemarin benar-benar full banget mas,” jawab Regi. “Mbak di mana, Mas?” tanya Regi.

“Tuh lagi ngambek dia!” jawab Romi.

“Ngambek kenapa? Kamu mesti yang mulai duluan, jadi Mbak Mira ngambek, ya?” tebak Regi.

“Iya, aku hanya pamit mau ke luar kota lusa, Re,” jawab Romi.

“Kan memang mas besok mau ke luar kota, Mbak Mira dah tahu dari jauh-jauh hari, kan? Mas mau ke luar kota dua hari?” tanya Regi.

“Nah itu masalahnya? Aku sampai dua mingguan, Re! Gak jadi dua hari. Mbak Mira tuh langsung ngambek,” ucap Romi.

“Ya jelas ngambek, lah! Mas pamitnya dua hari jadi dua minggu?”

Romi memang ada perubahan jadwal, yang harusnya dua hari, dia harus mengurus pekerjaannya selama dua minggu, jadi Amira marah dengannya. Amira merasa selama dirinya hamil suaminya terus sibuk. Tidak pernah meluangkan waktu untuk berdua dengannya, bahkan sampai check-up kandungan saja yang selalu mengantar Regi bukan suaminya. Meskipun anak yang ada di dalam kandungannya adalah anak Regi, tapi tetap saja Amira ingin suaminya lebih perhatian lagi dengannya.

“Aku mau menolaknya untuk tidak berangkat, tapi bagaimana bisa? Sudah pekerjaanku, sudah tanggung jawabku juga?” ucap Romi.

“Iya juga sih, susah juga kalau sudah pekerjaan mas begini?” jawab Regi.

“Makanya aku ini bersyukur sekali, kamu udah gak sibuk, terus cuti juga tiga hari, jadi mas lega, bisa nitip Mbak Mira sama kamu, Re,” ucap Romi.

“Ya kalau Mbak Mira nya mau, Mas? Kalau masih ngambek?”

“Masmu itu Re, masa mbak ditinggal lagi sampai dua minggu? Bilangnya kemarin dua hari?” cetus Amira yang baru keluar dari kamarnya.

Setelah samar-samar mendengar suara Regi datang ke rumah, mood nya langsung membaik, dan dia langsung keluar dari kamar menemui Regi. Hampir satu bulan, Amira tidak bertemu adik iparnya, karena Regi bilang, dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Padahal Regi biasa saja, jadwal kerjanya tidak terlalu padat seperti Romi. Malah sebetulnya Regi selama ini sering santai-santai di rumah.

“Ya kalau memang pekerjaannya Mas Romi, ya mau bagaimana lagi, Mbak? Iya, kan?” ujar Regi.

“Iya, tapi gimana sih, aku kecewa dong, kan jadinya aku periksa kandungan gak ditemani masmu lagi? Masa sih sama kamu terus? Lama-lama anakku manggil kamu ayah, Re!” cetus Amira kesal.

“Ih kamu ini? Ya kan Cuma periksa saja, Sayang? Yang penting saat melahirkan, aku mendampingimu, bukan Regi. Kalau gak sama Regi mau sama siapa? Yang dekat dengan aku Regi? Gak mungkin Rida atau Risa, kan?” ujar Romi.

“Iya sih, ya sudah gak apa-apa, lusa kamu ke luar kota, tapi besok seharian cuti, ya? Temani aku jalan-jalan?” rengek Amira.

“Oke, aku temani kamu jalan-jalan besok. Sudah jangan ngambek, sini peluk mas.” Romi merentangkan kedua tangannya, lalu Amira berhambur ke pelukan Romi.

^^^

Romi pamit dengan Regi dan Amira, dia akan kembali mengurus pekerjaannya di luar kota. Amira dari tadi gak mau melepaskan pelukannya pada Romi. Dia nempel terus di badan Romi.

“Jangan lama-lama, kalau bisa gak dua minggu, ya mas kudu cepat pulang,” rengek Amira.

“Iya sayang ... Iya ... Aku usahakan gak ada dua minggu aku sudah pulang,” ucap Romi. “Tapi gak janji, ya?” imbuhnya.

“Tuh kan ....” cebik Amira.

“Jangan gitu dong sayang ... Mas ini kerja kan untuk kamu? Biasanya mas pergi saja kamu malah happy? Malah bisa hangout sama teman-teman kamu, kan?” ujar Romi.

“I—iya sih?”

“Nah ya sudah kamu boleh kumpul sama teman-teman kamu, asal Regi yang antar kamu kalau kamu mau kumpul sama teman kamu,” ucap Romi.

“Re, kamu mau antar Mbak Mira kalau pengin kumpul sama teman-temannya, kan?” tanya Romi pada Regi.

“Iya, mau dong .... Ngantar periksa kandungan saja mau, apalagi Cuma kumpul sama temannya? Siap deh siap,” jawab Regi semangat.

“Tuh sudah jangan manyun. Regi saja mau antar kamu kok?”

“Tapi keknya temanku pada sibuk?” ucap Amira.

“Kan kalau ada waktu kapan, Sayang? Ya sudah mas berangkat.”

Amir memeluk erat suaminya. Lalu Romi menciumi kening Amira dan mencium bibirnya.

“Duh ada jomlo lho mas? Di kamar kek sosor-sosorannya?” protes Regi.

“Lagian kamu udah sering lihat pakai acara protes segala?” tukas Romi. “Ya sudah mas berangkat. Mas titip Mbak Mira, ya?”

“Siap, Mas! Hati-hati, semoga pekerjaannya lancar,” ucap Regi.

“Mas berangkat ya, Sayang?”

“Iya hati-hati,” jawab Amira dengan mencium tangan Romi.

Mereka melepas Romi berangkat ke luar kota. Amira masih berdiri di teras rumahnya, setelah mobil Romi melaju dan tidak terlihat lagi.

“Masuk mbak?” ajak Regi.

“Re, antar mbak ke toko bunga yuk?” ajak Amira.

“Boleh, ayo!” Regi mengiyakan ajakan Amira ke toko bunganya.

Amira mengambil tasnya lebih dulu. Regi sudah siap dan menunggu Amira di teras.

“Ayo, Re?” ajak Amira.

“Sudah gak ada yang ketinggalan?” tanya Regi.

“Iya gak ada, Re,” jawab Amira.

Regi membukakan pintu mobil, “hati-hati masuknya,” ucap Regi sambil memegangi badan Amira.

“Makasih, Re,” ucap Amira.

“Sudah pasang seat beltnya?” tanya Regi.

“Bisa bantuin, Re? Susah ....”

“Sini aku bantuin.” Regi memasangkan seat beltnya dengan hati-hati. “Perutnya dah gede ya, Mbak?” tanya Regi.

“Sudah mau masuk tujuh bulan, Re. Aku ini makin takut, Re. Mas Romi tiap malam selalu bilang kandunganku ini aneh, katanya belum ada tujuh bulan udah keceng,” ucap Amira.

“Semoga, Mas Romi gak curiga ya mbak?”

“Iya, Re.”

“Mbak boleh aku pegang perut, Mbak?” pamit Regi.

“Ehm ... Boleh, Re.” Amira memperbolehkannya, dia tahu Regi pun memiliki ikatan batin dengan anaknya yang ada di kandungannya.

“Hai ... Maafkan om, ya? Om sudah membuat mamamu selalu ketakutan. Kelak kamu akan menjadi anak yang bisa menjaga mamamu. Jangan rewel di dalam perut mama ya, Sayang?” ucap Regi dengan mengusap perut Amira.

Tak terasa Amira meneteskan air matanya. Ada perasaan yang aneh di dalam hatinya, saat Regi menyentuh perutnya, dan bicara seperti itu.

“Maafkan mama, Nak. Om Regi adalah papamu, kamu anak biologis Om Regi,” batin Amira.

Terpopuler

Comments

Selvianah Bilqis

Selvianah Bilqis

kata anaknya nanti,ternyata omku adalah ayahku🤔😁😁😁
sabar y reg,makanya jomblo cepet cari pasangan😰

2023-05-23

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Kesalahan Satu Malam
2 Chapter 2 - Dua Garis Merah
3 Chapter 3 - Kabar Bahagia Untuk Romi
4 Chapter 4 - Kelihatan Buncit
5 Chapter 5 - Jangan Terbawa Suasana
6 Chapter 6 - Perhatian Kecil Regi
7 Chapter 7 - Semakin Bergantung Pada Regi
8 Chapter 8 - Perasaan Aneh Romi
9 Chapter 9 - Tidak Ingin Jauh Dari Regi
10 Chapter 10 - Berusaha Menghindar
11 Chapter 11 - Keluar Kota Lagi
12 Curiga Romi Selingkuh
13 Chapter 13 - Regi Yang Terlalu Panik
14 Chapter 14 - Rencana Tujuh Bulanan
15 Chapter 15 - Regi Yang Cemburu
16 Chapter 16 - Kekahawatiran Regi
17 Chapter 17 - Mempersiapkan Kamar Bayi
18 Chapter 18 - Seperti Tidak Menghormati Amira
19 Chapter 19 - Cemburu Dengan Regi
20 Chapter 20 - Berapa Usia Kandungan Amira Sebenarnya?
21 Chapter 21 - Meragukan
22 Chapter 22 - Mencari Bukti
23 Chapter 23 - Terungkap Semuanya
24 Chapter 24 - Ingin Sendiri Dulu
25 Chapter 25 - Sulit Untuk Memaafkan
26 Chapter 26 - Calon Istri Baru
27 Chapter 27 - Sangat Membenci Mereka
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chater 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Chapter 1 - Kesalahan Satu Malam
2
Chapter 2 - Dua Garis Merah
3
Chapter 3 - Kabar Bahagia Untuk Romi
4
Chapter 4 - Kelihatan Buncit
5
Chapter 5 - Jangan Terbawa Suasana
6
Chapter 6 - Perhatian Kecil Regi
7
Chapter 7 - Semakin Bergantung Pada Regi
8
Chapter 8 - Perasaan Aneh Romi
9
Chapter 9 - Tidak Ingin Jauh Dari Regi
10
Chapter 10 - Berusaha Menghindar
11
Chapter 11 - Keluar Kota Lagi
12
Curiga Romi Selingkuh
13
Chapter 13 - Regi Yang Terlalu Panik
14
Chapter 14 - Rencana Tujuh Bulanan
15
Chapter 15 - Regi Yang Cemburu
16
Chapter 16 - Kekahawatiran Regi
17
Chapter 17 - Mempersiapkan Kamar Bayi
18
Chapter 18 - Seperti Tidak Menghormati Amira
19
Chapter 19 - Cemburu Dengan Regi
20
Chapter 20 - Berapa Usia Kandungan Amira Sebenarnya?
21
Chapter 21 - Meragukan
22
Chapter 22 - Mencari Bukti
23
Chapter 23 - Terungkap Semuanya
24
Chapter 24 - Ingin Sendiri Dulu
25
Chapter 25 - Sulit Untuk Memaafkan
26
Chapter 26 - Calon Istri Baru
27
Chapter 27 - Sangat Membenci Mereka
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chater 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!