Chapter 6 - Perhatian Kecil Regi

Romi masih memeluk istrinya, lalu menciumi kening istrinya sebelum berangkat ke kantor. Dia sebetulnya tidak mau Amira capek, tapi Amira juga jenuh kalau hanya di rumah saja.

“Jangan malam-malam pulangnya, nanti aku gak ada yang meluk tidurnya,” ucap Amira dengan manja.

“Iya, paling jam delapan pulang kok, sudah jangan manyun gini, nanti aku gigit lho bibirmu?” ucap Romi.

“Gigit saja, aku suka,” jawabnya sambil menantang Romi dengan menggigit bibir bawahnya.

“Jangan menggodaku di pagi hari, Sayang ....” Romi langsung mendaratkan bibirnya di bibir Amira, ia mengecupnya dengan lembut, dan membuat Amira semakin ingin terus menautkan bibirnya pada bibir Romi.

“Sudah, mas mau kerja, nanti mas sampai kantor terlambat kalau gini? Jangan membangunkan macan yang sedang tertidur pulas,” cetus Romi.

Amira memeluk Romi lagi dengan erat, ia mendengus tubuh Romi, suka sekali bau tubuh Romi yang tanpa parfum, karena kalau dia mencium bau parfum Romi, dia akan mabuk, mual, dan muntah.

“Giliran aku gak pakai parfum diendus terus,” ujar Romi.

“Enak baunya.” Jawabnya. “Ya sudah mas berangkat sana, benar ya jangan malam-malam?”

“Iya, Sayang ....” Romi kembali memeluk Amira, lalu mengecup keningnya, pipi, dan bibir Amira.

Dari tadi Regi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat pemandangan romantis itu. Pemandangan yang sudah biasa Regi lihat setiap hari kalau dia sedang di rumah kakaknya. Tapi, kali ini beda. Ada rasa tercubit di hati Regi melihat kakaknya begitu romantis terhadap istrinya, yang sedang mengandung anaknya. Ya, anak Regi yang ada di kandungan Amira.

“Terus gitu ... pamer mentang-mentang ada jomlo di sini!” cetus Regi sambil mendekati kakak dan kakak iparnya.

“Jomlo iri nih, yee ....” ledek Romi.

“Gak iri, risih tahu ih lihatnya!” tukas Regi.

“Makanya punya pacara dong? Udah tua gak mau cari pacar! Kapan nikah? Kan mas lega kalau kamu sudah dapat pasangan? Tinggal kamu lho yang belum nikah?” ujar Romi.

“Iya nanti deh aku cari. Namanya belum ada yang pas, yang sesuai kriteria? Masa dipaksain?” ucap Regi.

“Lagian, jodoh gak usah dicari, nanti juga bakal dapat, Mas? Jodoh kan sudah Tuhan atur sedemikan rupa?” ucap Amira.

“Iya, tapi kalau gak usaha cari, ya gak dapat-dapat, Sayang?” ujar Romi. “Sama halnya dengan rezeki. Rezeki memang sudah diatur oleh Tuhan, tapi kalau kita gak bergerak untuk mencari Rezeki, ya Tuhan gak akan ngasih? Intinya Tuhan mau supaya kita itu berusaha lebih dulu, masalah nantinya dapat atau gak, ya terserah kehendak Tuhan?” tutur Romi.

“Iya deh iya ... ngalah saja Re, sana kamu buruan cari pacar!” tukas Amira.

“Besok deh kalau gak kesiangan aku cari,” jawabnya santai.

“Jawaban patenmu, apa-apa kalau gak kesiangan!” tukas Romi.

“Ya begitu,” ucap Regi.

“Ya sudah kakak berangkat, nanti jangan lupa antar Mbak Mira, lalu belikan susu hamil sekalian, kalau Mbak Mira mau, ajak aja sekalian, kali saja Mbak Mira mau beli cemilan atau apa.

Romi berangkat ke kantor. Amira melambaikan tangannya pada Romi. Setelah mobil Romi sudah tidak terlihat, Amira langsung masuk ke dalam. Berisap untuk ke toko bunganya.

“Sudah siap, Mbak?” tanya Regi.

“Hmm ... sudah,” jawab Amira ketus.

“Ya sudah aku antar yuk?” ajak Regi.

Amira langsung berjalan keluar mendahului Regi. Ia langsung masuk ke dalam mobil Regi, duduk di jok belakang. Maunya dia tidak bareng Regi, tapi apa boleh buat, suaminya ngotot menyuruh dirinya pergi ke toko bunga bersama Regi.

“Depan saja, Mbak,” pinta Regi.

“Gak!” jawabnya.

“Mbak, masa aku kek sopir gini jadinya? Ayo ke depan,” pinta Regi dengan lembut.

Entah kenapa Amira langsung pindah ke depan, menuruti apa yang Regi minta. Padahal ia tidak ingin dekat-dekat dengan Regi, tidak mau ngobrol sama Regi, apalagi bertatap muka. Dia tidak mau, karena akan mengingat kejadian malam itu.

“Mbak yakin gak mau ikut beli susu? Kali saja mbak pengin beli cemilan apa gitu?” tanya Regi.

“Aku langsung ke toko bunga saja!” jawabnya ketus.

“Oke, mbak pengin apa? Biar aku belikan sekalian,” tanya Regi.

“Gak pengin apa-apa!” Jawabnya tanpa melihat Regi.

“Ya sudah, aku antar langsung ke toko bunga, ya?” ucap Regi. Amira hanya mengangguk saja, dia terus memalingkan wajahnya hingga sampai ke toko bunga miliknya.

Regi mengantar Amira ke toko bunganya lebih dulu. Dia menuruti apa yang kakaknya perintahkan. Setelah mengantarkan Amira, Regi langsung ke IndoApril untuk membelikan susu hamil Amira yang kata Romi sudah habis. Regi membelinya sesuai apa nyang Romi perintahkan. Dia membeli susu dan membelikan cemilan sehat untuk Amira, membelikan buah juga untuk Amira.

Regi pergi sendiri, karena Amira tidak mau ikut untuk membeli susu. Duduk di samping Regi dia memalingkan wajahnya, tidak berani menatap Regi, bagaimana bisa dia ikut untuk membeli susu? Padahal dia ingin sekali makan beli silver queen matcha dan kit-kat matcha. Entah kenapa dia mendadak suka matcha seperti Regi.

Regi memibelikan beberapa susu hamil untuk kakak iparnya. Dia juga membelikan kesukaan Amira saat ini, makanan yang berbau matcha. Setelah selesai membelikan susu dan cemilan untuk Amira, Regi langsung kembali ke toko bunga. Dia melihat di pinggir jalan ada pedagang asinan mangga kesukaan Amira, yang setiap harinya Amira beli.

Regi turun dan membelikan tiga cup asinan untuk Amira, dan membelikan rujak buah yang ada di samping penjual asinan.

Sesampainya di toko bunga, Regi langsung mencari Amira. Ia membawa cemilan, asinan, dan rujak buah untuk Amira.

“Mbak, ini ada cemilan, ada asinan, ada rujak buah juga. Mbak mau? Mau makan yang mana?” tanya Regi.

“Kamu tidak lihat aku sedang sibuk?” jawab Amira.

“Jangan capek-capek, Mbak, nanti mbak gak dibolehin ke sini lagi sama Mas Romi. Mending itu ditinggal dulu, ini ada cemilan untuk mbak, di makan dulu, terserah mau makan apa, rujak, cemilan, atau makanan ringan,” ucap Regi.’

“Hmm ... iya deh,” jawab Amira menyerah, daripada nantinya tidak dibolehkan suaminya ke toko bunga lagi.

“Mau makan apa? Asinan atau rujak buah?” tanya Regi.

“Rujak buah saja, Re,” jawabnya.

“Oke, aku bukain, biar mbak enak makannya,” ucapnya.

Amira memerhatikan Regi yang sedang membukakan cup rujak, dan menyaiapkan sambalnya. Amira tidak mengerti kenapa semakin ingin menghidari Regi, malah dirinya semakin ingin dekat dengan Regi.

“Apa ini bawaan anak yang ada di dalam kandunganku? Dia seakan tahu, Regi adalah ayahnya, rasanya ingin menjauh dari Regi, tapi sehari Regi gak kelihatan saja kadang aku ingin melihatnya? Tapi, kadang aku benci sekali dengan dirinya, apalagi ingat kejadian malam itu. Tapi, semua itu terjadi karena kecelakaan, semua itu bukan mauku, atau bukan mau Regi, kami sedang dibawah kesadaran saat itu, dibawah pengaruh alkohol,” batin Amira,

Episodes
1 Chapter 1 - Kesalahan Satu Malam
2 Chapter 2 - Dua Garis Merah
3 Chapter 3 - Kabar Bahagia Untuk Romi
4 Chapter 4 - Kelihatan Buncit
5 Chapter 5 - Jangan Terbawa Suasana
6 Chapter 6 - Perhatian Kecil Regi
7 Chapter 7 - Semakin Bergantung Pada Regi
8 Chapter 8 - Perasaan Aneh Romi
9 Chapter 9 - Tidak Ingin Jauh Dari Regi
10 Chapter 10 - Berusaha Menghindar
11 Chapter 11 - Keluar Kota Lagi
12 Curiga Romi Selingkuh
13 Chapter 13 - Regi Yang Terlalu Panik
14 Chapter 14 - Rencana Tujuh Bulanan
15 Chapter 15 - Regi Yang Cemburu
16 Chapter 16 - Kekahawatiran Regi
17 Chapter 17 - Mempersiapkan Kamar Bayi
18 Chapter 18 - Seperti Tidak Menghormati Amira
19 Chapter 19 - Cemburu Dengan Regi
20 Chapter 20 - Berapa Usia Kandungan Amira Sebenarnya?
21 Chapter 21 - Meragukan
22 Chapter 22 - Mencari Bukti
23 Chapter 23 - Terungkap Semuanya
24 Chapter 24 - Ingin Sendiri Dulu
25 Chapter 25 - Sulit Untuk Memaafkan
26 Chapter 26 - Calon Istri Baru
27 Chapter 27 - Sangat Membenci Mereka
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chater 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Chapter 1 - Kesalahan Satu Malam
2
Chapter 2 - Dua Garis Merah
3
Chapter 3 - Kabar Bahagia Untuk Romi
4
Chapter 4 - Kelihatan Buncit
5
Chapter 5 - Jangan Terbawa Suasana
6
Chapter 6 - Perhatian Kecil Regi
7
Chapter 7 - Semakin Bergantung Pada Regi
8
Chapter 8 - Perasaan Aneh Romi
9
Chapter 9 - Tidak Ingin Jauh Dari Regi
10
Chapter 10 - Berusaha Menghindar
11
Chapter 11 - Keluar Kota Lagi
12
Curiga Romi Selingkuh
13
Chapter 13 - Regi Yang Terlalu Panik
14
Chapter 14 - Rencana Tujuh Bulanan
15
Chapter 15 - Regi Yang Cemburu
16
Chapter 16 - Kekahawatiran Regi
17
Chapter 17 - Mempersiapkan Kamar Bayi
18
Chapter 18 - Seperti Tidak Menghormati Amira
19
Chapter 19 - Cemburu Dengan Regi
20
Chapter 20 - Berapa Usia Kandungan Amira Sebenarnya?
21
Chapter 21 - Meragukan
22
Chapter 22 - Mencari Bukti
23
Chapter 23 - Terungkap Semuanya
24
Chapter 24 - Ingin Sendiri Dulu
25
Chapter 25 - Sulit Untuk Memaafkan
26
Chapter 26 - Calon Istri Baru
27
Chapter 27 - Sangat Membenci Mereka
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chater 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!