Chapter 5 - Jangan Terbawa Suasana

Romi semakin perhatian dengan Amira. Dia semakin over protektif pada istrinya. Dia tidak boleh istrinya kerja terlalu lelah, ke toko bunga pun sebetulnya Romi tidak memperbolehkan. Tapi tetap saja Amira ke toko bunganya, karena dia jenuh di rumah, tidak ada siapa-siapa hanya ada ART yang sekarang sudah menggantikan tugasnya. Amira tidak diperbolehkan lagi mencuci, memasak, bersih-bersih rumah, dan pekerjaan rumah lainnya oleh Romi. Semua diserahkan pada Asisten Rumah Tangga yang Romi suruh untuk mengurus pekerjaan rumah.

“Mas ... aku kan gak apa-apa, aku sehat, janinku sehat juga kata dokter. Jadi gak apa-apa kalau aku ke toko bunga, Mas?” rayu Amira yang dari tadi suaminya tidak memperbolehkan dirinya untuk ke tokonya.

“Tapi nanti kamu kecapekan, Sayang?”

“Capek kerjanya apa sih? Paling nata bunga, sortir bunga yang sudah layu, buat pesanan buket. Ya memang ada karyawan, tapi aku kan jenuh di rumah? Kamu kerja, Risa sama Rida sudah pada pulang ikut suaminya lagi? Regi kerja, ada bibi saja? Aku gak boleh pegang ini itu, pegang pisau mau kupas buah saja gak dibolehin bibi?” ucapnya dengan manja dan terus merayu suaminya.

“Iya sudah kamu boleh ke toko bunga, tapi jangan sampai sore, siang waktu makan siang harus sudah di rumah.” Romi memperbolehkan istrinya bekerja, meski sebetulnya dia tidak ingin istrinya kerja lagi.

“Lagian aku kan gak ngidam yang mual-mual, muntah. Ya paling pusing saja, itu pun kadang-kadang. Perut mual kalau bau yang menyengat saja, kayak kemarin parfum mas gak enak sekali,” ucap Amira.

“Ya sudah nanti ganti parfum mas,” ucap Romi. “Ganti seperti punya Regi deh, kan kemarin kamu gak mual waktu aku pakai parfumnya Regi?” ujar Romi.

“Nah benar tuh, enak baunya, Mas,” ucap Amira.

“Iya nanti mas beli deh,” ucap Romi.

Regi melihat dari kejauhan, Romi begitu perhatian dengan Amira. Sekarang tambah over protektif sekali dengan Amira. Ada sedikit perasaan sakit di hati Regi melihat Romi begitu perhatian padanya.

“Harusnya aku yang perhatian dengan dia, karena benihku yang tertanam di rahim Mbak Mira, tapi siapa aku? Aku ini hanya orang lain bagi Mbak Mira, aku hanya menanam benih di rahimnya saja, itu pun tidak sengaja dan bukan kemauanku,” batin Regi.

Regi menetralkan perasaannya lagi. Dia tidak boleh cemburu bahkan marah saat melihat Amira dimanja oleh suaminya, dan Amira juga begitu manja dengan suaminya. Apalagi sekarang Amira semakin menjauhi Regi. Tidak begitu dekat seperti dulu lagi. Kalau bertatap muka dengan Regi, Amira langsung membuang mukanya. Karena melihat Regi sama saja mengingat malam itu. Ia semakin sakit jika mengingat itu lagi.

Romi melihat Regi yang baru keluar dari kamarnya, dia memanggil Regi untuk sarapan bersama.

“Kamu masih pakai kaos, apa tidak bekerja, Re?” tanya Romi.

“Aku berangkat siangan, Mas. Mungkin habis makan siang, jadi ya santai,” jawab Regi.

“Kebetulan, titip Mbak Mira. Mau gak antar Mbak Mira ke toko bunga, sekalian saja kamu di sana, kalau gak ada kerjaan. Aku gak mau dia kelelahan, nanti jam sebelas ajak dia pulang, biar gak lama di sana,” ucap Romi.

“Astaga mas ... kamu ini? Aku gak masalah, Mas? Gak usah Re, mbak bisa sendiri, iya aku gak akan sampai jam dua belas pulangnya!” ucap Amira agak kesal dengan suaminya.

“Mbak, jangan begitu, Mas Romi wajar dong jadi over potektif gini? Tujuh tahun Mas Romi menantikan buah hati, Mbak? Jelas Mas Romi gak mau mbak kenapa-napa, gak mau mbak kecapekan?” tutur Regi.

“Iya, tapi jangan lebay gini, Re? Aku jenuh di rumah, Cuma main hape, nonton tv, duduk, makan, rebahan? Ih ... jenuh sekali!” ucap Amira kesal.

“Ya sudah nanti aku antar mbak, aku nurut deh sama mas, aku tungguin mbak di toko bunga, lagian aku kerja kan sekarang banyak di lapangannya? Paling bikin laporan saja, udah habis itu ke lapangan lagi?” ujar Regi.

“Kalian sama saja ih!” tukas Amira kesal.

“Sudah jangan protes, nanti titip belikan susu hamil untuk Amira juga ya, Re? Sudah habis, dna itu yang terakhir, yang sedang Mira minum, soalnya nanti mas mau meeting sore, pulang agak malam, takutnya mas lupa. Kan dekat tuh toko bunga sama IndoApril? Ajak deh Amira ke sana, biar dia milih mau beli apalagi? Asal jangan lepaskan dia untuk pergi sendiri?”

“Iya nanti Regi antar, Mas. Tenang saja, aku akan pantau istri tercintamu terus deh hari ini, mumpung aku sedang santai kerjanya sekarang,” ucap Regi mengiyakan perintah kakaknya.

“Huh ... makin gak bebas aku! Re kalau sama kamu, ke mall saja sekalian, masa ke IndoApril saja? Sekalian shoping mumpung ada yang antar?” pinta Amira.

“Nanti kau kecapean, Sayang? Boleh ke mall, pakai kursi roda, ya? Biar kamu gak capek. Mau kamu antar Mbak Mira, Re?” ucap Romi. “Mas kan beli tuh kursi roda buat Amira kalau mau shoping, biar gak lelah jalan,” imbuhnya.

“Oke, tidak masalah kalau istri mas mau,” jawab Regi.

Ini adalah kesempatan bagi Regi untuk membelikan apa yang Amira mau. Karena saat ini yang Amira mau adalah karena si jabang bayi juga yang ada di perutnya. Tidak biasanya kan Amira pengin benget matcha, padalah Amira paling gak suka macha dalam bentuk minuman atau makanan. Kemarin Romi sampai tertegun mendengar Amira meminta makan bolu yang rasa matcha dan minuman matcha.

“Bagaimana, Sayang? Kamu mau sama Regi? Ditemani Regi shoping? Dari kemarin kan mas gak sempat-sempat untuk antar kamu shoping? Katanya mau beli baju hamil dan beli baju atau kamu mau nyalon? Perawatan?” ucap Romi.

“Aku hanya ingin ke toko bunga. Merangkai bunga-bunga, bikin buket, melihat bunga yang masih segar dan harum. Gak mau shoping atau perawatan. Gak dulu kalau itu, Mas,” ucap Amira.

“Ya sudah, antar ke toko bunga saja, Re, sama mas minta tolong belikan susu hamil untuk Amira. Ya sama cemilan apa, kamu kalau mau beli apa sekalian, deh,” ucap Romi.

“Nanti minta rokok saja, Mas,” jawab Regi.

“Tapi jangan merokok di dekat istriku, ya? Jauh-jauh kalau mau merokok,” tutur Romi.

“Iya, aku tahu itu. Tenang saja. Aku ngerokok juga kalau pas kerja di lapangan mas. Masa di sini ngerokok, kasihan Mbak Mira sama bayinya,” jawab Regi.

Amira sebetulnya tidak mau dekat-dekat dengan Regi. Dia masih selalu ingat kejadian malam itu dengan adik iparnya jika dekat dengan adik iparnya. Tapi, mau bagaimana lagi, suaminya malah menitipkan dirinya pada Regi untuk mengantarkan dirinya ke toko bunganya.

“Tenang, Mira ... tenang. Jangan buat suamimu curiga kalau kamu terlalu mendiami Regi. Ini memang anak Regi, tapi suamimu Romi, Mira! Jangan terbawa suasana jika dengan Regi!” batin Amira.

Terpopuler

Comments

Selvianah Bilqis

Selvianah Bilqis

kasian y si romi🤔
merasa tertipu,padahal mang iya. sebuah kesalahan hanya 1 mlm jri bumerang nntinya😌😌

2023-05-22

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Kesalahan Satu Malam
2 Chapter 2 - Dua Garis Merah
3 Chapter 3 - Kabar Bahagia Untuk Romi
4 Chapter 4 - Kelihatan Buncit
5 Chapter 5 - Jangan Terbawa Suasana
6 Chapter 6 - Perhatian Kecil Regi
7 Chapter 7 - Semakin Bergantung Pada Regi
8 Chapter 8 - Perasaan Aneh Romi
9 Chapter 9 - Tidak Ingin Jauh Dari Regi
10 Chapter 10 - Berusaha Menghindar
11 Chapter 11 - Keluar Kota Lagi
12 Curiga Romi Selingkuh
13 Chapter 13 - Regi Yang Terlalu Panik
14 Chapter 14 - Rencana Tujuh Bulanan
15 Chapter 15 - Regi Yang Cemburu
16 Chapter 16 - Kekahawatiran Regi
17 Chapter 17 - Mempersiapkan Kamar Bayi
18 Chapter 18 - Seperti Tidak Menghormati Amira
19 Chapter 19 - Cemburu Dengan Regi
20 Chapter 20 - Berapa Usia Kandungan Amira Sebenarnya?
21 Chapter 21 - Meragukan
22 Chapter 22 - Mencari Bukti
23 Chapter 23 - Terungkap Semuanya
24 Chapter 24 - Ingin Sendiri Dulu
25 Chapter 25 - Sulit Untuk Memaafkan
26 Chapter 26 - Calon Istri Baru
27 Chapter 27 - Sangat Membenci Mereka
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chater 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Chapter 1 - Kesalahan Satu Malam
2
Chapter 2 - Dua Garis Merah
3
Chapter 3 - Kabar Bahagia Untuk Romi
4
Chapter 4 - Kelihatan Buncit
5
Chapter 5 - Jangan Terbawa Suasana
6
Chapter 6 - Perhatian Kecil Regi
7
Chapter 7 - Semakin Bergantung Pada Regi
8
Chapter 8 - Perasaan Aneh Romi
9
Chapter 9 - Tidak Ingin Jauh Dari Regi
10
Chapter 10 - Berusaha Menghindar
11
Chapter 11 - Keluar Kota Lagi
12
Curiga Romi Selingkuh
13
Chapter 13 - Regi Yang Terlalu Panik
14
Chapter 14 - Rencana Tujuh Bulanan
15
Chapter 15 - Regi Yang Cemburu
16
Chapter 16 - Kekahawatiran Regi
17
Chapter 17 - Mempersiapkan Kamar Bayi
18
Chapter 18 - Seperti Tidak Menghormati Amira
19
Chapter 19 - Cemburu Dengan Regi
20
Chapter 20 - Berapa Usia Kandungan Amira Sebenarnya?
21
Chapter 21 - Meragukan
22
Chapter 22 - Mencari Bukti
23
Chapter 23 - Terungkap Semuanya
24
Chapter 24 - Ingin Sendiri Dulu
25
Chapter 25 - Sulit Untuk Memaafkan
26
Chapter 26 - Calon Istri Baru
27
Chapter 27 - Sangat Membenci Mereka
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chater 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!