BAB 20 Orang Itu Adalah Aku

Dua minggu menjalani hidup pisah rumah, jujur Alana kesepian, malas sekali pulang ke kediaman Jansen. Di kantor utama, Alana bekerja dengan Alvaro. James tidak mengizinkan istri mudanya untuk menangani segala permasalahan di luar. Alana  harus dalam jangkauan James.

Sedangkan Lewis Jansen, khusus ditugaskan menyapu bersih, menyelesaikan segala projects di kantor cabang. Seluruh kendala di lapangan pun dilimpahkan kepadanya.

Lewis dan Alana rajin bertukar kabar, menghilangkan penat mengobrol bersama melalui aplikasi chat.

“Hari ini Tante kamu cari masalah lagi. Dia mengincar anggaran tahun depan, divisi keuangan melaporkan ada permintaan khusus dari Direktur Operasional.” Isi pesan teks Alana sambil tiduran di kamarnya.

Ting

Hatinya senang bukan main, sangat cepat mendapat balasan dari Lewis.

“Tolong awasi kegiatan nenek sihir itu. Kamu lagi apa? Belum tidur kah? Seandainya kamu di sini kita bisa liburan bareng.”

Alana tersenyum, hatinya hangat, pipi tersipu malu. Dalam satu hari, waktu yang paling menyenangkan adalah malam, di mana berbagi cerita dengan putra sambungnya.

“Kamu tenang aja. Aku pasti melindungi JSN. Tingkah Tante Debby semakin keterlaluan, dia sering menuduh macam-macam, apalagi penggemar berat kamu selalu bikin aku risih.” Alana mengetik huruf per huruf.

Hari semakin berganti, dua minggu berubah menjadi satu bulan, bahkan tiga bulan. Rindu yang menggebu tidak lagi dapat tertahan.

Tanpa sepengetahuan orang lain, Lewis sering bertemu dengan Alana. Posisinya di negara tetangga tak membuatnya kehilangan akal. Setiap satu minggu sekali pasti Lewis sempatkan pulang, dan dia kembali lagi ke Singapore tepat hari senin dengan penerbangan pertama.

James pun tidak menaruh curiga terhadap istrinya. Karena memang Alana akan sangat sibuk akhir pekan mengerjakan segala pengembangan produk di temani asisten pribadi.

Padahal Alana dan Lewis terlibat kencan, mengunjungi taman bermain, banyak pekerjaan yang Alana diskusikan bersama Lewis.

Hari ini saja keduanya selesai mengunjungi taman rekreasi.

“Kamu panas ya?” Lewis melepas topi dan memasangnya di kepala Alana.

“Eh … i-iya, makasih. Lewis? Kamu mau kemana pulang dari sini?” Alana gugup, setiap kali di dekat Lewis pasti jantungnya berdebar kuat.

“Hotel … mana mungkin langsung ke Singapore, aku capek Alana. Istirahat satu atau dua hari di Bandung.” Lewis membelai rambut coklat tua Alana, kalau saja tidak terhalang status dia sudah memeluk Alana, mencium harumnya surai panjang itu.

“Lew, apa kamu engga khawatir sama Daddy? Beliau merindukan sosok putranya.” Ucap Alana sangat berhati-hati, bahaya jika menyinggung Lewis. Emosinya mudah tersulut dan melampiaskan kepada hal negatif.

“Kita pulang sekarang. Aku antar kamu. Minggu depan aku sibuk. Tunggu sebentar di sini!” Lewis tersinggung, disaat momen bahagia, ibu sambungnya ini masih sempat mengingat James.

Memarkirkan mobilnya, berjalan ke kamar hotel mengambil koper milik Alana. “Istri yang baik.” Geram Lewis dalam hati.

Betapa bodohnya Lewis menyimpan perasaan berlebih, kenyataannya dua sejoli itu tidak akan bisa bersama sampai kapanpun. “Alana kenapa kamu harus jadi istri James? Argh sial.” Menendang meja dan kursi di kamar.

Alana membeku di ambang pintu. Mendengar semuanya, dia hanya menutup mulut dengan kedua tangan. Terkejut, tidak kuasa menghindar dari hubungan menyesatkan, meskipun dirinya telah berdua tapi rasa cinta terhadap anak sambungnya hadir begitu saja.

“Alana? Sejak kapan kamu …” Lewis membeku di tempat.

“Aku mendengarnya. Maaf aku harus menerima lamaran Tuan James. Kamu benar, aku menikah karena uang. Aku benar-benar bingung, Ayah sakit, dua adikku memerlukan biaya besar. Mencari pekerjaan di sini dengan gaji besar, susah sekalipun aku lulus S2.” Dada Alana sesak, menyampaikan semuanya, membuka luka lama.

“Tuan James berjanji memberi dana asalkan aku menjadi istrinya, membantu menjaga JSN dari Tante Debby.” Imbuh Alana, menundukkan kepala.

“Kenapa bukan kamu Lewis? Kenapa harus Tuan James?” Alana bertanya dalam hati, menangisi kejamnya takdir.

Tidak tinggal diam, Lewis Jansen mendekat merangkum pipi merah dan basah akibat air mata.

"Maaf, aku datang terlambat. Alana … aku tidak suka kamu dekat dengan Daddy. Kamu terlalu baik Alana, pria tua itu tidak layak menikahi mu.” Ucap Lewis, hatinya hancur berkeping-keping. Untuk kesekian kali terluka karena James Jansen.

“Aku mencintaimu Alana, sangat. Sayangnya kamu istri Daddy, perlahan tapi pasti perasaan ini tak akan pernah mendapat akhir bahagia. Seandainya aku pulang lebih dulu, pasti kisah cinta kita tidak akan serumit ini Alana.” Pergolakan batin terjadi begitu kuat.

Rasa cinta yang menggelora disertai isak tangis Alana, membuat Lewis hilang kendali. Dia mencium bibir merah delima Alana, menikmati manisnya dengan gerakan lembut. “Aku ingin memiliki mu Alana.” Bisik Lewis melepas pagutannya.

Pasangan hubungan tanpa status ini terlarut dalam gelora cinta yang mendalam, hingga Lewis dan Alana hampir melakukan hal yang tidak seharusnya. Bagian tubuh atas disertai otot dada dan perut terekspos.

Sama halnya dengan Alana, dress-nya kusut, tersingkap. Paha mulusnya pun dalam kuasa Lewis. Dua kancing di bagian d@d4 terlepas.

Napas keduanya terengah-engah, berlomba menghirup oksigen yang tersedia.

Kini tubuh Alana berada di bawah kuasa Lewis yang tak henti memujanya. “Jadilah milikku Alana.” Lirihnya dan disetujui oleh Alana.

Pertukaran saliva kembali terjadi, tapi tidak berlangsung lama karena mendadak kepala Lewis dipenuhi sosok James.

“Argh … Alana maaf aku tidak bisa menguasai diri. Maaf.” Tukas Lewis merapikan penampilannya. “Aku bukan perusak rumah tangga orang, jangan lakukan ini lagi.” Otak dan isi hatinya tidak sinkron.

“Alana? Apa kau tidak penasaran siapa dalang di balik tiga pria yang melecehkanmu? Sampai sekarang tidak berhasil ditemukan. Orang itu adalah aku. Aku sangat membencimu, bahkan bersumpah ingin menghancurkan hidupmu Alana.” Tegas Lewis membuka satu rahasia besarnya. Sengaja dia lakukan, agar Alana menjauh dan membencinya.

“Tanda merah di kulit mu itu bukan perbuatan mereka, tapi aku. Bahkan, aku yang membantumu mengunakan pakaian. Aku memang b@j1n-94-n, memanfaatkan keadaan. Perasaan yang ada untukmu hanya kebencian tidak lebih dari itu.” Kejamnya Lewis kepada Alana.

Dia harus mengalah, merelakan wanitanya bersama James Jansen dan hidup sebagai anak sambung.

Sedangkan Alana terpukul, tidak menyangka pria yang dicintainya begitu tega melakukan perbuatan keji. Tidak kah Lewis bisa menilai bahwa ia berbeda dari wanita lainnya?

Tubuh Alana luruh ke atas lantai, air matanya semakin membanjiri wajah cantiknya.

Sedangkan Lewis segera pergi tanpa menunggu tanggapan dari ibu tirinya. Berat kaki melangkah keluar kamar, apalagi mengakhiri hubungan ini, tapi semua harus terjadi cepat atau lambat.

Semua demi kebaikan Alana, Lewis pun tidak akan sanggup bila berdekatan dengan Alana, hatinya sakit karena bayang James selalu mengganggu.

“Selamat tinggal Alana, aku harap kau benar-benar bisa menjaga tua bangka itu di akhir usianya. Terima kasih.” Lirih Lewis dalam hati.

TBC

 

 

Episodes
1 BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2 BAB 2 Sosok Arogan
3 BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4 BAB 4 Tidak Gentar
5 BAB 5 Tragedi
6 BAB 6 Sikap Dingin
7 BAB 7 Tuduhan
8 BAB 8 Tuduhan Kedua
9 BAB 9 Jebakan Terhina
10 BAB 10 Jiwa Malaikat
11 BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12 BAB 12 Menghindar
13 BAB 13 Keputusan Yang Salah
14 BAB 14 Karena Pekerjaan
15 BAB 15 Aku Cemburu
16 BAB 16 Perdebatan Batin
17 BAB 17 Apa Artinya?
18 BAB 18 Bukti
19 BAB 19 Marah
20 BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21 BAB 21 Dugaan Hamil
22 BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23 BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24 BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25 BAB 25 Menepati Janji
26 BAB 26 Ayah vs Anak
27 BAB 27 Belum Bisa Jujur
28 BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29 BAB 29 Ternoda
30 BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31 BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32 BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33 BAB 33 Kegiatan Pagi
34 BAB 34 Mengikuti Debby
35 BAB 35 Selalu Memabukkan
36 BAB 36 Membalik Keadaan
37 BAB 37 Seharusnya Aku
38 BAB 38 Bukan Lewis
39 BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40 BAB 40 Membantu
41 BAB 41 Maafkan Aku
42 BAB 42 Hati Ke Hati
43 BAB 43 Menghilang
44 BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45 BAB 45 Pertemuan
46 BAB 46 Pertunangan
47 BAB 47 Menyedihkan
48 BAB 48 Kenyataan
49 BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50 BAB 50 Mencari
51 BAB 51 Tidak Dihargai
52 BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53 BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54 BAB 54 Bukti
55 BAB 55 Cinta itu Merusak
56 BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57 BAB 57 Sama-sama Sakit
58 BAB 58 Penangkapan
59 BAB 59 Memohon
60 BAB 60 Lewis Menggila
61 BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62 BAB 62 Kejamnya Dunia
63 BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64 BAB 64 Belanja
65 BAB 65 Terbungkus Ego
66 BAB 66 Bertahanlah
67 BAB 67 Keras Kepala
68 BAB 68 Berpikir Jernih
69 BAB 69 Harapan
70 BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 72 Episodes

1
BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2
BAB 2 Sosok Arogan
3
BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4
BAB 4 Tidak Gentar
5
BAB 5 Tragedi
6
BAB 6 Sikap Dingin
7
BAB 7 Tuduhan
8
BAB 8 Tuduhan Kedua
9
BAB 9 Jebakan Terhina
10
BAB 10 Jiwa Malaikat
11
BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12
BAB 12 Menghindar
13
BAB 13 Keputusan Yang Salah
14
BAB 14 Karena Pekerjaan
15
BAB 15 Aku Cemburu
16
BAB 16 Perdebatan Batin
17
BAB 17 Apa Artinya?
18
BAB 18 Bukti
19
BAB 19 Marah
20
BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21
BAB 21 Dugaan Hamil
22
BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23
BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24
BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25
BAB 25 Menepati Janji
26
BAB 26 Ayah vs Anak
27
BAB 27 Belum Bisa Jujur
28
BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29
BAB 29 Ternoda
30
BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31
BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32
BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33
BAB 33 Kegiatan Pagi
34
BAB 34 Mengikuti Debby
35
BAB 35 Selalu Memabukkan
36
BAB 36 Membalik Keadaan
37
BAB 37 Seharusnya Aku
38
BAB 38 Bukan Lewis
39
BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40
BAB 40 Membantu
41
BAB 41 Maafkan Aku
42
BAB 42 Hati Ke Hati
43
BAB 43 Menghilang
44
BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45
BAB 45 Pertemuan
46
BAB 46 Pertunangan
47
BAB 47 Menyedihkan
48
BAB 48 Kenyataan
49
BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50
BAB 50 Mencari
51
BAB 51 Tidak Dihargai
52
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53
BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54
BAB 54 Bukti
55
BAB 55 Cinta itu Merusak
56
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57
BAB 57 Sama-sama Sakit
58
BAB 58 Penangkapan
59
BAB 59 Memohon
60
BAB 60 Lewis Menggila
61
BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62
BAB 62 Kejamnya Dunia
63
BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64
BAB 64 Belanja
65
BAB 65 Terbungkus Ego
66
BAB 66 Bertahanlah
67
BAB 67 Keras Kepala
68
BAB 68 Berpikir Jernih
69
BAB 69 Harapan
70
BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!