“Kau siap Alana?” tanya James menggunakan sarung tangan, tidak lupa menyematkan cincin pernikahan di jari manisnya. “Santai saja, ini bukan kali pertama kita tampil di depan publik.” Menepuk lengan istri muda yang begitu cantik malam ini.
Ya, Alana sangat cantik, menggunakan gaun khusus pesanan James, berwarna maroon lengkap dengan aksen gold. Rambut yang ditata sendiri olehnya, kepang tradisional dipadukan dengan model sanggul kecil modern.
Riasan wajah tidak terlalu tebal, sebab kulitnya sudah memancarkan keindahan, hanya perlu softlens untuk mengganti penggunaan kacamata.
“Iya Tuan, aku siap. Aku hanya takut.” Mengulas senyum kikuk, seraya memandangi cincin yang melingkar di jari manis tangan kanannya.
Alana berjalan tepat di belakang kursi roda suaminya, mendorong perlahan benda itu. Andai saja James masih sangat muda, pasti menjadi pasangan serasi dan sempurna. Namun Alana tidak pernah menyesali keputusannya, semua dilakukan demi Ayah tercinta yang kini terbaring di bangsal ICU.
Semua perhatian tertuju pada James dan Alana, tuan rumah yang sangat dinantikan oleh para tamu undangan.
Dihadiri oleh kolega bisnis JSN Group dan Patt Group, semua rekan Ayah Alana bergabung di pesta. Ada yang menyayangkan keputusan wanita muda itu, tidak sedikit melayangkan cibiran pedas, merobek hati Alana.
‘Seharusnya aku menjodohkan Alana dengan putraku, bukan pria tua seperti itu yang menjadi suaminya’
‘Wanita penggoda era modern pendidikannya tinggi, berasal dari keluarga baik-baik tapi kelakuannya minus’
‘Aku kasihan pada mendiang Nyonya Jansen, penggantinya sangat murahan’
‘Ku dengar usianya lebih muda dari Tuan Muda Jansen’
‘Mengerikan sekali, atau jangan-jangan dia menginginkan anaknya juga’
‘Tidak tahu diri, gila harta’
‘Lintah darat’
Beragam caci maki kasar, keluar dari bibir cantik mereka yang selalu memberi pujian jika bertemu Alana di luar sana. Tapi malam ini tidak akan terlupakan seumur hidup Alana, apa hatinya sakit? Oh tentu saja.
Walaupun memiliki kesabaran seluas daratan di bumi, Alana tetaplah manusia biasa apalagi wanita mahkluk berperasaan.
Mendengar semua itu dirinya ingin pulang, membenamkan wajah ke dalam bantal dan mengunci diri, tidak ingin menatap dunia.
“Alana, hey … jangan dengarkan semua omong kosong itu, mereka tidak tahu siapa Alana sesungguhnya. Kau melakukan ini juga terpaksa. Semangat Alana, jangan takut, bila perlu ku robek mulut jahatnya.” Bisik Alvaro tepat pada telinga Alana.
Asisten pribadi yang selalu setia mengekor kemanapun bosnya pergi, selain menyelesaikan tugas kantor. Alvaro juga mengemban tanggung jawab menjaga Presiden Direktur atas perintah James Jansen.
“Terima kasih Varo, kamu memang sahabat pengertian dan bisa ku andalkan dalam masalah apapun.” Gurau Alana mencoba tersenyum manis di depan orang banyak.
Inilah nasib istri James Jansen, pemilik gurita bisnis, harus selalu menebar aura kebaikan walaupun hatinya tengah berdarah-darah.
“Ini baru Alana yang aku kenal.” Alvaro memang memberi energi tersendiri pada bosnya, tentu saja sebagai sahabat.
Pandangan semua orang kembali teralih pada sosok tampan, yang baru saja melewati pintu utama ballroom. Menyihir setiap wanita, siapa lagi kalau bukan Lewis Jansen.
Kharismanya mampu membuat siapapun bertekuk lutut, kecuali Alana Pattinson, sebab dia adalah ibu sambungnya.
‘Itukah pewaris utama JSN Group? Hah tidak lama lagi wanita murahan itu ditendang’
‘Tampannya Tuan Muda Jansen’
‘Akhirnya Sang Pewaris sudah kembali, ku pastikan mereka memperebutkan posisi Presiden Direktur. Tentu pemenangnya Lewis, Alana hanya rumput liar yang mengganggu.’
Kata-kata pedas kembali menyerang Alana Pattinson, semua menyudutkannya bahwa ia menikahi James hanya mengincar harta pria tua ini.
Lewis berjalan mendekati Ayah dan ibu sambungnya, mereka bertiga foto keluarga. Dengan posisi Lewis dan Alana saling menempel satu sama lain. Lewis pun mengambil alih tugas Alana, bersama James menyambut dan memperkenalkan diri sebagai Tuan Muda Jansen.
“Kau lihat saja Alana, napasmu sebagai pimpinan perusahaan sekaligus ibu tiriku tidak akan bertahan lama.” Sengit Lewis dalam hati.
Tiba saatnya rencana mempermalukan Alana, di depan sana tepatnya layar putih bersih. Menampilkan Alana bersama Direktur Patt Group.
Dalam rekaman sangat jelas percakapan diantara keduanya, dengan lantang Alana mengatakan bahwa Patt Group akan menggunakan konsep yang sama dengan JSN. Karena James telah melakukan uji ketahan sebelumnya, sehingga metode bisnis lebih tahan banting.
Semua tamu, termasuk James menatap tidak percaya kepada Alana. Tak menyangka perempuan yang dia didik dari nol bisa menjadi seorang plagiat, pencuri gagasan bisnis.
Menyadari suami tuanya menatap tajam, Alana menggeleng lemah, dia perlu menjelaskan semua secara rinci, video itu tidak benar.
“Itu tidak benar, Tuan.” Ucapnya tanpa suara, dengan kedua mata tetap melihat pada James.
Seketika tudingan sebagai mata-mata di sematkan padanya, semua orang menggunjing, mencemooh, menghina bahkan sumpah serapah keluar dari beberapa bibir jahat dalam ruangan ini.
“Ah ibu tiri yang sangat cerdas, tidak sia-sia otakmu sekolah jauh.” Cibir Lewis, kemudian memerintahkan penjaga untuk menyeret paksa Alana keluar dari ballroom hotel.
Lewis Jansen di atas angin, rencana dadakan ini begitu sempurna, jebakan singkat yang dibuat khusus untuk menyingkirkan hama pengganggu.
Dia tertawa senang berhasil mengusir ibu tiri dan merusak namanya di depan kolega bisnis.
Debby dan Patricia turut senang, tidak perlu susah payah mengotori tangan ternyata Alana lebih dulu ditaklukan oleh putra sambungnya.
“Tu … James … sayang semua ini tidak benar, kau paling tahu siapa aku, mana mungkin tega mengkhianati suamiku sendiri.” Alana memberontak, tak terima diperlakukan tidak adil seperti ini.
Namun ada sesuatu yang janggal ketika James Jansen naik ke atas panggung, di temani oleh seorang kepala pengawal. James menenangkan semua rekan bisnisnya.
“Harap tenang, ku perintahkan kalian semua untuk menggunakan kepala dingin dalam berpikir!” seru James, dirinya percaya pada Alana 99%.
“Sebelumnya aku mohon maaf atas kekacauan ini. Kami tidak tahu siapa yang menyebar rekaman itu, tapi semua asli, memang benar itu istriku Alana Jansen.”
“Tapi satu hal yang perlu kalian tahu, Patt Group berada di bawah naungan JSN. Alana sebagai Presiden Direktur sudah pasti harus melakukan yang terbaik pada perusahaan keluarganya. Aku James, selalu menjadi tutor bagi istriku, Alana. Dia bukan seorang pencuri, karena mengetahui semua dan menerapkan atas sepengetahuan ku sebagai pemilik JSN.”
Penjelasan James perlahan mulai di cerna oleh semua tamu, pandangan buruk mereka pun berubah.
Memang benar, sekarang JSN melindungi dan menjadi investor utama bagi Patt. Sudah pasti sebagai pemilik modal ingin keuntungan buka kerugian. Maka dari itu Alana mengimplementasikan sejumlah ide milik James pada Patt Group.
Sedangkan Lewis tidak habis pikir, Ayahnya mampu dibutakan oleh cinta dan paras menyesatkan Alana.
“Dasar pria tua yang mudah termakan oleh rayuan wanita, sampai dia merelakan semua miliknya menjadi hak milik Alana.” Geram Lewis, mengepalkan tangan, menatap tajam pada ibu sambungnya yang diam di tempat memperhatikan James.
“Awas kau Alana, aku tidak menyerah.”
TBC
***
jahat juga ya Lewis 😭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments