BAB 9 Jebakan Terhina

BUGH

BUGH

BUGH

Lewis Jansen kesal dan marah atas kekalahannya menyingkirkan Alana. Pria ini memukuli dinding hingga beton berlapis cat itu retak rambut.

Hosh … hosh … hosh

“Alana kau. Iblis wanita macam apa kau, hah? Menolak uang yang ku tawarkan demi meraup semua harta pria tua bangka? Aku bersumpah Alana, apapun ku lakukan.” Bola mata biru elok nan indah itu kini terlihat menyeramkan. Hanya ada sorot memburu, mencekik dan melumpuhkan targetnya.

Dipenuhi rasa kecewa yang menumpuk menjadi sakit hati begitu dalam terhadap James, membuat putranya ini gelap mata.

Menghancurkan rumah tangga Ayahnya sendiri. Bagi Lewis Jansen, Alana sama seperti para penggoda di luar sana, penggoda yang telah membunuh ibunya, dan Lewis membenci siapapun wanita yang dekat dengan Ayahnya.

“Ku pastikan kau akan ditendang jauh dari sini Alana. Aku Lewis Jansen, darah pria itu mengalir di tubuhku, kami sama-sama br3n9s3k. Aku bukan anak kecil lagi yang menerima semua keputusan James, sekarang waktunya kau melawan, Lewis.” Monolog Lewis, menatap foto mendiang Ibunya yang tersenyum cantik, tapi sayang harus menderita di usia muda.

Lewis menulis sebuah cek dengan nominal satu milyar. Dia menghubungi anak buahnya, lebih tepat temannya yang bersedia mencari orang untuk menghancurkan Alana.

**

Pagi ini Lewis sengaja mencari tahu jadwal ibu tirinya, senyum kemenangan tercetak jelas di wajah. Rupanya tidak perlu menunggu waktu lama. Temannya memang bisa diandalkan, Alana memiliki janji temu secara mendadak bersama tiga pria sekaligus di restoran hotel.

“Kenapa mendadak sekali Varo? Apa sangat penting sampai menggeser jadwalku yang lain?” Alana membolak-balik proposal bisnis baru yang sudah masuk tetapi masih sangat kurang menarik.

“Iya Bos, mereka membuat janji bertemu kemarin dan pagi ini, jadi saya pikir kenapa tidak ditemui saja dulu.” Alasan Alvaro, menilik dari latar belakang, memang JSN beberapa kali memiliki agenda kerja sama dan cukup memuaskan. Tapi kali ini feeling Alana sebagai wanita menolak keras.

“Umm … ya sudah, tapi waktu ku hanya satu jam untuk mereka. Setelah itu atur jadwal ulang dengan para pengembang lain.” Tutur Alana, menghela napas, beginilah rutinitasnya yang dinilai banyak orang hanya menikmati uang suami. Nyatanya pergi pagi pulang malam.

“Kau ikut denganku kan?” tanya Alana sekadar memastikan bahwa dirinya tidak sendiri menghadapi ketiga pria yang terkenal sebagai casanova itu.

“Maaf Al, Tuan James memintaku untuk memeriksa pabrik di Tangerang, jadi untuk hari ini pergi sendiri.” Alvaro menebar senyum, merasa bersalah tidak bisa bersama sahabatnya.

Tapi asisten pribadi ini yakin, Alana bisa menyelesaikan pertemuan sangat baik, Alana cerdas dan tanggap dalam mengambil keputusan.

“Ok”

**

 Di sinilah Alana duduk bersama tiga orang pria tampan. CEO dari tiga perusahaan besar, memiliki konsep dan ide bisnis, namun mereka kekurangan dana. Mengajukan permohonan investasi pada JSN.

Asal tahu saja, ketiga lelaki itu memiliki ketertarikan pada Presiden Direktur JSN. Namun satu diantaranya memendam sakit hati, dia menyukai Alana tapi sayang ditolak mentah-mentah dan kalah bersaing dari seorang duda tua pesakitan bernama James Jansen.

Mereka bernama Kendrick, Farrel, dan Sakti. Kagum akan kecantikan Alana, setelah menjadi Nyonya Jansen semakin berkilau dan memancar aura luar biasa. Padahal Alana tidak merubah penampilan, memang dasar tiga lelaki itu saja yang haus akan belaian.

Ehem

“Bisa kita mulai?” Alana memecah keheningan sekaligus fokus para buaya di depannya.

Seorang pelayan pun mengantar minuman ke meja, tiga kopi hitam dan satu matcha latte, minuman kesukaan Alana. Sengaja di pesan khusus oleh Sakti, pria yang memuja Alana begitu dalam.

“Kenapa tidak diminum Bu Alana?” tanya Farrel, tidak mungkin kan rencana mereka harus gagal karena mangsanya enggan meneguk minuman.

“Tidak perlu khawatir, kami tidak berbuat macam-macam, ini tempat umum, restoran sangat ramai. Lagipula minuman baru diantar setelah anda duduk bersama kami.” Tutur Sakti, menyakinkan Alana.

Sebisa mungkin ketiganya harus berhasil menjalankan misi dari seseorang yang siap membayar mahal.

Seandainya saja ada Alvaro pasti Alana yang baru dua bulan memimpin perusahaan tidak kehabisan ide. Akhirnya demi menghormati para rekan bisnis, dia meneguk matcha latte, hanya satu kali, itupun susah payah menelannya.

Beberapa menit berlalu, Alana mulai kehilangan fokus, pandangannya memburam, terserang rasa kantuk, dan hampir terjatuh dari kursi. Tepat di menit ke lima belas, wanita cantik ini jatuh ke pelukan Sakti.

“Yes, akhirnya. Kau menjadi milikku Alana.” Pekiknya dengan suara tertahan.

Kendrick, Farrel dan Sakti sebisa mungkin membawa Alana tanpa mencurigakan. Mereka memesan satu kamar di hotel ini, semua demi melancarkan aksi tercela.

Melihat Sakti yang seolah ingin menguasai tubuh Alana sendiri, Farrel menegurnya. Rasanya tidak adil, ketiganya terlibat adu mulut, menginginkan menjamah kemolekan Alana pertama kali, lalu mengirim bukti pada James.

Bahkan Kendrick yang terlanjur terbakar gairah sebab melihat paha mulus Alana, memukul dua rekannya tanpa ampun. Namun diakhir perdebatan, diputuskan bahwa Sakti lah yang lebih dulu menikmati sajian luar biasa di atas ranjang.

“Dan kau milikku Alana, tidak peduli bekas pria tua.” Seringai Sakti membelai pipi Alana.

Namun tidak mudah, Alana masih setengah sadar, dia merintih merasakan desakan sesuatu dari dalam tubuh.

Menendang wajah Sakti, kemudian melepas heels, dengan tubuh sempoyongan Alana menyerang ketiganya sampai pelipis mereka berdarah.

“Kalian tak akan ku maafkan.” Geram Alana, napasnya tidak teratur begitu mendamba akan sesuatu.

“Hei, kau sama layaknya j****** di jalanan, jangan berlagak paling suci Alana.” Hardik Sakti berusaha menepis tangan Alana, menjatuhkan heels tajam ke atas karpet.

“Kurang ajar kalian.” Sentak Alana berjalan menuju meja lain, memecahkan gelas, menjadikan benda itu senjata untuk bertahan.

“Tenang lah manis, kalau kau menurut pasti semua akan selesai dengan cepat, tapi tidak janji.” Kendrick membasahi bibir dengan air liur, menatap lapar ke Alana.

“Jangan mendekat aku tidak segan membunuh kalian bertiga, aku tidak peduli.” Teriak Alana sudah begitu terpojok dan kalah.

“Tidak akan Nyonya Jansen, sampai besok pagi kau milik kami.” Balas Farrel, mendekati wanita cantik yang sebentar lagi menjadi miliknya. “Menyerah lah.” Lanjutnya, memukul pipi mulus Alana.

“Kau?” tatapan tajam Alana, berusaha bangkit sembari memegang kuat pecahan gelas, tapi sekali lagi, gagal.

Tubuhnya terlanjur dikuasai obat, pecahan gelas dalam genggaman terlepas begitu saja, beralih memegang kepala, secara tidak sadar membuka blazer-nya.

“Ah giliran ku sayang, terima kasih Alana cantik.” Sakti melepas kemeja dan celana, menerjang wanita pujaannya, terjatuh tepat ke atas kasur empuk. Tangan nakalnya sibuk membuka helai demi helai pakaian Alana.

Alana Pattinson pasrah di bawah kungkungan Sakti, tubuhnya tidak lagi berdaya dan memiliki tenaga untuk melawan atau berteriak. Alana berharap keajaiban datang padanya.

TBC

***

jahat banget gak sih Lewis? 😭

Episodes
1 BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2 BAB 2 Sosok Arogan
3 BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4 BAB 4 Tidak Gentar
5 BAB 5 Tragedi
6 BAB 6 Sikap Dingin
7 BAB 7 Tuduhan
8 BAB 8 Tuduhan Kedua
9 BAB 9 Jebakan Terhina
10 BAB 10 Jiwa Malaikat
11 BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12 BAB 12 Menghindar
13 BAB 13 Keputusan Yang Salah
14 BAB 14 Karena Pekerjaan
15 BAB 15 Aku Cemburu
16 BAB 16 Perdebatan Batin
17 BAB 17 Apa Artinya?
18 BAB 18 Bukti
19 BAB 19 Marah
20 BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21 BAB 21 Dugaan Hamil
22 BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23 BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24 BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25 BAB 25 Menepati Janji
26 BAB 26 Ayah vs Anak
27 BAB 27 Belum Bisa Jujur
28 BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29 BAB 29 Ternoda
30 BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31 BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32 BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33 BAB 33 Kegiatan Pagi
34 BAB 34 Mengikuti Debby
35 BAB 35 Selalu Memabukkan
36 BAB 36 Membalik Keadaan
37 BAB 37 Seharusnya Aku
38 BAB 38 Bukan Lewis
39 BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40 BAB 40 Membantu
41 BAB 41 Maafkan Aku
42 BAB 42 Hati Ke Hati
43 BAB 43 Menghilang
44 BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45 BAB 45 Pertemuan
46 BAB 46 Pertunangan
47 BAB 47 Menyedihkan
48 BAB 48 Kenyataan
49 BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50 BAB 50 Mencari
51 BAB 51 Tidak Dihargai
52 BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53 BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54 BAB 54 Bukti
55 BAB 55 Cinta itu Merusak
56 BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57 BAB 57 Sama-sama Sakit
58 BAB 58 Penangkapan
59 BAB 59 Memohon
60 BAB 60 Lewis Menggila
61 BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62 BAB 62 Kejamnya Dunia
63 BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64 BAB 64 Belanja
65 BAB 65 Terbungkus Ego
66 BAB 66 Bertahanlah
67 BAB 67 Keras Kepala
68 BAB 68 Berpikir Jernih
69 BAB 69 Harapan
70 BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 72 Episodes

1
BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2
BAB 2 Sosok Arogan
3
BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4
BAB 4 Tidak Gentar
5
BAB 5 Tragedi
6
BAB 6 Sikap Dingin
7
BAB 7 Tuduhan
8
BAB 8 Tuduhan Kedua
9
BAB 9 Jebakan Terhina
10
BAB 10 Jiwa Malaikat
11
BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12
BAB 12 Menghindar
13
BAB 13 Keputusan Yang Salah
14
BAB 14 Karena Pekerjaan
15
BAB 15 Aku Cemburu
16
BAB 16 Perdebatan Batin
17
BAB 17 Apa Artinya?
18
BAB 18 Bukti
19
BAB 19 Marah
20
BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21
BAB 21 Dugaan Hamil
22
BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23
BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24
BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25
BAB 25 Menepati Janji
26
BAB 26 Ayah vs Anak
27
BAB 27 Belum Bisa Jujur
28
BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29
BAB 29 Ternoda
30
BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31
BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32
BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33
BAB 33 Kegiatan Pagi
34
BAB 34 Mengikuti Debby
35
BAB 35 Selalu Memabukkan
36
BAB 36 Membalik Keadaan
37
BAB 37 Seharusnya Aku
38
BAB 38 Bukan Lewis
39
BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40
BAB 40 Membantu
41
BAB 41 Maafkan Aku
42
BAB 42 Hati Ke Hati
43
BAB 43 Menghilang
44
BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45
BAB 45 Pertemuan
46
BAB 46 Pertunangan
47
BAB 47 Menyedihkan
48
BAB 48 Kenyataan
49
BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50
BAB 50 Mencari
51
BAB 51 Tidak Dihargai
52
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53
BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54
BAB 54 Bukti
55
BAB 55 Cinta itu Merusak
56
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57
BAB 57 Sama-sama Sakit
58
BAB 58 Penangkapan
59
BAB 59 Memohon
60
BAB 60 Lewis Menggila
61
BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62
BAB 62 Kejamnya Dunia
63
BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64
BAB 64 Belanja
65
BAB 65 Terbungkus Ego
66
BAB 66 Bertahanlah
67
BAB 67 Keras Kepala
68
BAB 68 Berpikir Jernih
69
BAB 69 Harapan
70
BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!