BAB 10 Jiwa Malaikat

Tuk … Tuk

Pria bertubuh tinggi 185 cm tengah gelisah dalam mobil, siapa lagi kalau bukan Lewis Jansen. Entah kenapa dadanya sakit, sesak napas, kecewa, bercampur menjadi satu, mampu merenggut detak jantung dalam sekali hentak.

“Tolong tidak? Tolong tidak?”

“Argh… Alana kau? Kenapa Lewis, biarkan saja dia hancur memang ini rencananya kan? Tidak perlu peduli. Dia tidak lain seorang j*****.” Geram Lewis, tangannya begitu gatal, kuku yang melekat di jari jemari seolah menarik paksa dirinya keluar dari mobil.

BUGH

KRAK

Mobil keluaran Eropa yang terkenal akan ketangguhan rangkanya dan menjamin keselamatan pengguna. Kini penyok akibat tinju Lewis Jansen begitu kuat melampiaskan kegundahan hati berselimut amarah. Gundah akan nasib ibu tirinya, tidak tega. Marah karena menjadi sosok yang lemah.

Berjuta kali Lewis mengumpat dalam hati, mengukuhkan jiwa raga, berikut debu-debu kecil yang menempel di tubuhnya agar tidak mengasihani Alana. Untuk apa? Wanita murahan seperti itu tidak layak mendapat belas kasih siapapun.

“Oh God, kenapa aku harus memiliki ibu tiri dengan usia lebih muda? James kau sangat menyusahkan.” Gerutu Lewis. Mendadak pria tampan ini mendengar bisikan lembut tepat di telinga kanan.

“Lewis Jansen, kau itu pria, mengetahui seorang wanita dalam bahaya seharusnya menolong bukan diam saja, kau pengecut, hina dan tidak berbeda jauh dari ayahmu. Buktikan Lewis kau berbeda, ibumu pasti akan bangga.” Sisi malaikatnya memaksa Lewis untuk menolong Alana.

Demi apapun pria ini langsung turun, berlari menuju lobi hotel, mencari informasi dan meminta kunci cadangan pada petugas. Kenapa bisa? Karena hotel ini berada di bawah naungan JSN Group.

Malaikat baik hati sukses menggagalkan rencana busuk, dan Lewis melupakan semua tujuannya untuk menghancurkan Alana.

Lewis mengeluh gemas dan mengancam akan menyiksa lift yang merangkak naik sangat lamban.

“Ku ganti kau dengan yang baru, dasar lift tidak berguna.” Layaknya terkena gangguan jiwa, Lewis menunjuk-nunjuk dinding lift.

Dia tidak sadar harga dirinya sebagai pewaris JSN menurun, lantaran di belakang berdiri beberapa petugas keamanan.

Setibanya depan kamar, usai kunci berhasil terbuka. Lewis menendang pintu. Tanpa megambil napas lebih dulu, Lewis menarik bahu Kendrick secara kasar dan menghempasnya, lalu memukul Farrel dan menendang bokong Sakti.

Ketiga Casanova itu terkejut, kedatangan Tuan Muda Jansen. Mereka kompak melawan Lewis, tapi jangan salah, Lewis Jansen sang atlet tinju yang gagal ini lebih lihai melumpuhkan lawan.

Melancarkan Jab berulang kali, demi menuntaskan olahraga ringan, kaki kanannya menendang kuat pada Sakti lalu lutut kirinya menghujam kuat rahang Farrel, dan terakhir diiringi lompatan meruntuhkan Kendrick.

“KALIAN, IKAT MEREKA DAN SERAHKAN PADA PIHAK KEAMANAN.” Teriak Lewis pada petugas keamanan hotel.

‘Bak Tuan’

“Tua Muda Jansen maafkan kami”

“Kami diperintah seseorang”

Ketiganya mengiba, bersimpuh di kaki Lewis, tanpa mereka tahu sosok misterius yang menjamin pembayaran mahal itu adalah Lewis Jansen.

Farrel, Kendrick dan Sakti dibawa keluar kamar untuk ditindaklanjuti.

Lewis menutup rapat pintu, mendengus sebal karena mengasuh ibu tirinya yang menyebalkan, menyiksa pikirannya beberapa menit lalu.

Dia pun memutar tubuh, sial sekali nasibnya harus menerima pemandangan elok memanjakan mata.

Ya Lewis Jansen terpana akan kemolekan Alana. Untunglah para pria itu tidak membuka semua pakaian ibu tirinya, tersisa dua bagian penting yang masih tertutup sempurna.

“Menyusahkan.” Maki Lewis tak mengalihkan pandangan dari kemulusan di atas kasur yang telah berantakan.

Entahlah, semula begitu bernafsu ingin menyingkirkan Alana dengan cara apapun.

Tapi sekarang mendadak tidak tega, bahkan menit ini juga Lewis menepis segala bencinya, dia memunguti pakaian di atas lantai, membantu Alana menggunakan blouse.

Namun, Alana yang secara total tidak sadar, efek obat begitu kuat. Justru menggoda Lewis, melingkarkan kedua tangan di bahu putra sambungnya.

“Ok tenang Alana, aku akan membawamu pulang.” Lewis masih menganggap bahwa ibunya hanya mencari pegangan agar tidak jatuh. Tapi wanita itu malah mencium bagian rahang Lewis Jansen, dan memberi kecupan ringan pada leher.

“Kau? Alana, hentikan!” jujur saja, sekalipun dia iblis berwujud pria tampan yang menyukai aksi kejam. Lewis tetaplah pria normal. Mudah terpancing dan terbakar gairah, apalagi disajikan secara langsung seperti ini.

“Alana hentikan, atau –“ belum selesai Lewis mengucapkan kata-kata ancaman. Bibir Alana sudah menciumnya, begitu hangat dan lembut. Walaupun hanya menempel , Lewis membelalakkan kedua mata.

Mendorong ibu tirinya sampai terlentang di atas kasur. “Kau mau mati hah? Lancang sekali menyentuhku. Aku akan membawamu pada James.” Teriak Lewis, berusaha menenangkan diri.

Tak berhenti sampai di sini, Alana nekat membuka penyangga miliknya, melempar benda itu tepat ke depan wajah Lewis Jansen.

“Hei kau, pakai kembali. Murahan memang.” Bibir boleh menolak tapi tidak dengan tubuhnya, begitu mendamba sosok wanita cantik yang kini menyerahkan diri secara sukarela.

“Tolong mendekat, jangan jauh. Aku yakin ini mimpi. Kenapa harus kamu Lewis.” Alunan manja khas wanita terdengar indah di telinga.

Alana lepas kendali, menyambar Lewis. Mengecup bibirnya, bukan hanya menempel tapi resmi sudah pasangan tak seharusnya ini bertukar saliva. Ya Lewis membalas sentuhan Alana, bahkan mulai kehilangan kesadaran, terlalu larut dalam suasana.

Lebih gilanya lagi, Alana sangat agresif melepas kemeja hitam putra sambungnya, menciumi aroma maskulin yang semakin menguar menusuk hidung.

“Kamu wangi sekali” goda Alana, benar-benar melupakan statusnya sebagai istri sekaligus ibu.

“Jangan salahkan aku Alana, kau yang memulainya. Aku hanya mengikuti permainan mu ini.” Imbuh Lewis, mendekap erat, menikmati setiap jengkal sesuatu yang bukan miliknya. Dia juga tidak tahan untuk memberikan sebuah tanda di beberapa bagian.

“Kau serius ingin melakukannya?” tanya Lewis dengan suara serak. “Tidak menyesal kan? Ku harap kau menggunakan alat kontrasepsi . Aku tidak mau kau hamil, Alana.” Bisik Lewis, mencium dan menggigit daun telinga.

“Mana mungkin menyesal, ini hanya mimpi kan? Lakukan saja, cepat.” Suara nakal Alana Pattinson. Membuat kamar hotel ini terus mengalami peningkatan suhu.

“Kau begitu indah Alana, seandainya milikku, pasti ku serahkan semuanya hanya untukmu Alana.” Lewis memejamkan mata, jemari halus ibu tirinya sangat terampil memanjakan.

“Jadikan aku milikmu, Lewis.” Balas Alana seraya berbisik.

Dua insan yang saling mengagumi satu sama lain, bahkan menginginkan lebih. Alana yang terpengaruh obat benar-benar melakukan aksi luar biasa. Pertahan terakhirnya ia lepaskan, tak tahu malu lagi mendudukkan diri di pangkuan Lewis.

“Alana kau?” kedua mata Lewis melotot tak berkedip. Jantungnya semakin berdetak, apakah ia sanggup menjadi duri dalam rumah tangga Ayahnya?

Sebagai pria tidak memungkiri, dan tak menolak, bahkan ingin segera mereguk nirwana bersama. Namun ada sesuatu yang mengganjal dalam dada, mampu disingkirkan oleh keadaan. Sialnya Lewis terjebak  di sini bersama Alana, hanya bisa menerima bisikan iblis tanpa menolaknya.

TBC

***

Wah wah Lewis sama Alana😲

 

Episodes
1 BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2 BAB 2 Sosok Arogan
3 BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4 BAB 4 Tidak Gentar
5 BAB 5 Tragedi
6 BAB 6 Sikap Dingin
7 BAB 7 Tuduhan
8 BAB 8 Tuduhan Kedua
9 BAB 9 Jebakan Terhina
10 BAB 10 Jiwa Malaikat
11 BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12 BAB 12 Menghindar
13 BAB 13 Keputusan Yang Salah
14 BAB 14 Karena Pekerjaan
15 BAB 15 Aku Cemburu
16 BAB 16 Perdebatan Batin
17 BAB 17 Apa Artinya?
18 BAB 18 Bukti
19 BAB 19 Marah
20 BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21 BAB 21 Dugaan Hamil
22 BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23 BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24 BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25 BAB 25 Menepati Janji
26 BAB 26 Ayah vs Anak
27 BAB 27 Belum Bisa Jujur
28 BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29 BAB 29 Ternoda
30 BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31 BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32 BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33 BAB 33 Kegiatan Pagi
34 BAB 34 Mengikuti Debby
35 BAB 35 Selalu Memabukkan
36 BAB 36 Membalik Keadaan
37 BAB 37 Seharusnya Aku
38 BAB 38 Bukan Lewis
39 BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40 BAB 40 Membantu
41 BAB 41 Maafkan Aku
42 BAB 42 Hati Ke Hati
43 BAB 43 Menghilang
44 BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45 BAB 45 Pertemuan
46 BAB 46 Pertunangan
47 BAB 47 Menyedihkan
48 BAB 48 Kenyataan
49 BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50 BAB 50 Mencari
51 BAB 51 Tidak Dihargai
52 BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53 BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54 BAB 54 Bukti
55 BAB 55 Cinta itu Merusak
56 BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57 BAB 57 Sama-sama Sakit
58 BAB 58 Penangkapan
59 BAB 59 Memohon
60 BAB 60 Lewis Menggila
61 BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62 BAB 62 Kejamnya Dunia
63 BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64 BAB 64 Belanja
65 BAB 65 Terbungkus Ego
66 BAB 66 Bertahanlah
67 BAB 67 Keras Kepala
68 BAB 68 Berpikir Jernih
69 BAB 69 Harapan
70 BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 72 Episodes

1
BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2
BAB 2 Sosok Arogan
3
BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4
BAB 4 Tidak Gentar
5
BAB 5 Tragedi
6
BAB 6 Sikap Dingin
7
BAB 7 Tuduhan
8
BAB 8 Tuduhan Kedua
9
BAB 9 Jebakan Terhina
10
BAB 10 Jiwa Malaikat
11
BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12
BAB 12 Menghindar
13
BAB 13 Keputusan Yang Salah
14
BAB 14 Karena Pekerjaan
15
BAB 15 Aku Cemburu
16
BAB 16 Perdebatan Batin
17
BAB 17 Apa Artinya?
18
BAB 18 Bukti
19
BAB 19 Marah
20
BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21
BAB 21 Dugaan Hamil
22
BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23
BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24
BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25
BAB 25 Menepati Janji
26
BAB 26 Ayah vs Anak
27
BAB 27 Belum Bisa Jujur
28
BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29
BAB 29 Ternoda
30
BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31
BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32
BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33
BAB 33 Kegiatan Pagi
34
BAB 34 Mengikuti Debby
35
BAB 35 Selalu Memabukkan
36
BAB 36 Membalik Keadaan
37
BAB 37 Seharusnya Aku
38
BAB 38 Bukan Lewis
39
BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40
BAB 40 Membantu
41
BAB 41 Maafkan Aku
42
BAB 42 Hati Ke Hati
43
BAB 43 Menghilang
44
BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45
BAB 45 Pertemuan
46
BAB 46 Pertunangan
47
BAB 47 Menyedihkan
48
BAB 48 Kenyataan
49
BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50
BAB 50 Mencari
51
BAB 51 Tidak Dihargai
52
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53
BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54
BAB 54 Bukti
55
BAB 55 Cinta itu Merusak
56
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57
BAB 57 Sama-sama Sakit
58
BAB 58 Penangkapan
59
BAB 59 Memohon
60
BAB 60 Lewis Menggila
61
BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62
BAB 62 Kejamnya Dunia
63
BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64
BAB 64 Belanja
65
BAB 65 Terbungkus Ego
66
BAB 66 Bertahanlah
67
BAB 67 Keras Kepala
68
BAB 68 Berpikir Jernih
69
BAB 69 Harapan
70
BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!