BAB 17 Apa Artinya?

Hari-hari terus berlalu Alana dan Lewis bepergian berdua baik itu di dalam negeri atau luar negeri. Posisi Lewis sebagai Chief Marketing Officer mengharuskan untuk keliling, bekerja di lapangan berjam-jam atau menjaga hubungan dengan supplier bahan baku dan distributor.

Dirinya pun masuk nominasi calon pebisnis muda sukses, meskipun kekuasaan masih dipegang oleh Alana dan dikendalikan James.

Dunia tahu bahwa Lewis Jansen ada pemilik sekaligus pewaris JSN Group, jadi posisi Alana sebagai presiden direktur hanya sementara.

Hari ini pasangan ibu dan anak itu tengah berada di negeri tetangga, entah sudah berapa kali Lewis mengacak rambut Alana, membuat ibu tirinya kesal karena rambut kusut.

“Lewis hentikan, rambutku nanti rontok. Kalau botak gemana?” keluh Alana mengerucutkan bibirnya. Tidak bisa menghindari aksi jahil putra yang usianya jauh lebih tua.

Bagi Lewis Jansen kebersamaannya dengan Alana sangat menyenangkan, bila perlu dia akan menculik Alana dan membawanya ke sebuah pulau.

Biar saja Ayahnya kesulitan mencari istri muda. Yang penting sekarang, dunia hanya milik dua insan saling mencinta, meskipun kata-kata kramat itu sangat mahal nilainya.

Melalui tingkah laku, sudah dipastikan bahwa Lewis dan Alana lebih dari sekadar rekan kerja.

“Memangnya kenapa Alana? Uangmu banyak, bisa pilih salon mahal dengan perawatan rambut terbaik. Benar kan?” sungguh saat ini Lewis tergoda untuk merasakan manisnya bibir Alana, tapi dia menahan sekuat tenaga.

Berusaha mengalihkan topik pembicaraan menjadi lebih serius. “Alana, bagaimana kabar Tuan Pattinson? Ku dengar kondisinya semakin membaik.” Imbuh Lewis mengalihkan pandangan lurus ke depan, melihat jalanan.

“Ya kesehatan Ayah mulai stabil walaupun alat-alat penunjang di badannya belum bisa di lepas. Terima kasih Lewis atas perhatiannya.” Alana terpesona akan penampilan putra dari suaminya.

Pria di sisinya ini benar-benar berbeda, dari luar begitu arogan dan dingin, tapi setelah mengenal, jauh lebih hangat serta menyenangkan.  

Pria berhidung bangir dengan manik biru ini mengulum bibir, dia tahu wanita di sampingnya tak berkedip.

“Lagipula, Tuan Pattinson calon mertua ku, sudah sewajarnya perhatian.” Tukas Lewis sengaja. Ingin mengetahui reaksi Alana.

“Hah? Apa?” Alana menganga tidak percaya kalimat yang sampai ke indra pendengarannya.

“Tuan Pattinson mertua Daddy dan itu artinya beliau kakekku, benar kan? Ah akhirnya kita sampai di hotel.” Lewis sengaja mengalihkan perhatian Alana.

Dia segera memarkirkan mobil dalam basemen. Setiap kali perjalanan bisnis bersama Alana, Lewis memilih menjadi sopir agar bisa berduaan dan privasinya tidak terganggu, termasuk memenjarakan Alvaro di perusahaan.

“Oh iya,  akhirnya aku bisa sedikit istirahat sebelum nanti sore bertemu rekanan distributor.” Alana mengalihkan pandangannya ke halaman hotel.

Keduanya telah memesan kamar masing-masing melalui sekretaris kantor. Terpisah jarak, Alana di lantai 3 sedangkan Lewis di lantai 6.  Mengecoh semua orang dan ini bukan pertama kalinya.

Lewis masuk ke kamarnya setelah mengantar Alana, memastikan wanita itu aman.

.

.

.

Malam hari usai pertemuan, Lewis tidak kembali ke kamar, melainkan nekat masuk dan tidur di kamar ibu sambungnya.

“Hey, kamu ...” kalimat Alana menggantung, sebab putra sambungnya telah lelap, dengkuran halus menghibur Alana. “Kau sama seperti Tuan James, gemar sekali bersuara kalau tidur. Aku harap hubungan kita tetap seperti ini, menjaga satu sama lain.” Alana mencium pipi kanan anak tirinya.

Membasuh diri dari keringat yang menempel kemudian bersantai di sofa, melepas lelah, memainkan ponsel. Saking seriusnya Alana tidak tahu bahwa pria yang tadi tertidur kini berdiri tepat  belakang.

“Kau baca apa? Tidak lapar?” suara serak Lewis dan wajah bantal yang membuat Alana meneteskan air liur.

“Hah? Apa? Oh aku baca novel online. Aku tidak lapar Lew.” Secepat kilat Alana menutup platform berwarna biru noveltoon.

“Aku pikir Bu Presdir selalu sibuk menelaah laporan atau materi pekerjaan, ternyata memiliki sisi romantis juga.” Sarkas Lewis menghubungi room service, memesan makan malam.

“Hah? Dia pikir aku baca novel romance ya? Dasar Lewis.” Alana tertawa dalam hati. Mendekati pria itu. Duduk di tepi kaca.

Lewis menghabiskan sepanjang malam bersama Alana dengan membahas bisnis atau masalah pribadi, seperti alasan kepergian Lewis meninggalkan ayahnya selama bertahun-tahun.

“Umm … Lewis, boleh aku tanya sesuatu? Tapi maaf kalau menyinggung.” Alana ragu, dia takut membuka luka lama. Sebab selama menjadi istri James, Alana menilai hubungan antara ayah dan anak itu berjalan di tempat. Keduanya tinggal satu atap, namun Lewis memusuhi Ayahnya.

“Katakan saja. Ada apa?” Lewis menyimpan peralatan makan, meneguk segelas jus hingga tandas.

“Kenapa kamu tinggal jauh dari keluarga? Aku hanya ingin tahu dan berusaha mengenal lebih dekat.” Alana memusatkan kedua mata ke depan, menanti jawaban yang keluar.

Sejak kecil Lewis terbiasa melihat ayahnya membawa wanita lain masuk ke mansion, secara terang-terangan bermesraan dengan wanita murahan yang mengincar seluruh aset keluarga Jansen.

Bahkan James pernah terlibat skandal menodai istri orang sampai hamil, ternyata setelah tes DNA, bayi tersebut bukan putranya.

Ibu Lewis pikir setelah kejadian itu, suaminya akan berubah ternyata masih sama. Istri mana yang tidak sakit hati menyaksikan suaminya mendua di depan mata. Setelah kejadian itu, Nyonya Jansen memutuskan bercerai dan menetap di rumah kecil.

Tapi siapa sangka, James mencarinya dan memohon kesempatan terakhir. Tapi dewi fortuna tidak berpihak, pria itu tidak jera. Hingga Ibu Lewis menderita sakit-sakitan dan meninggal dunia karena terlalu mendapatkan siksaan batin dari suaminya.

Alana turut menitikkan air mata, dadanya sesak. Dapat dibayangkan betapa terlukanya mendiang Nyonya Jansen.

“Kapan-kapan boleh antar aku ke makam Nyonya besar?” tanya Alana sesenggukan, dia tidak menyangka, sikap lembut dan penyayang suaminya ternyata dahulu begitu berbeda.

Kepala Lewis mengangguk, sebagai jawaban atas permintaan ibu tirinya. Dia berdiri, satu lengannya meraih dagu Alana, menatap lekat kedua bola mata coklat karamel.

"Setelah mengetahui sisi buruknya, apa perasaanmu masih tetap sama, menyayangi James? Tidak kah jijik atas sikapnya? Atau rasa cintamu terhadap Daddy semakin banyak?” tanya Lewis sedikit sinis.

Lubuk hatinya berharap Alana tegas menjawab ‘Tidak memiliki perasaan apapun’. Sialnya, Alana diam saja. Mungkin kah wanita itu enggan meninggalkan James Jansen dan hidup bersama pria lain yang lebih baik?

Tanpa mendengar jawaban pasti, seketika itu juga Lewis merasa sesak dalam dada, cemburu sudah pasti. Tertawa sinis, kemudian menutup kelopak mata, menarik napas dengan rakus.

“Tidak bisa menjawab ya? Selamat tidur Alana, telepon aku kalau membutuhkan sesuatu. Permisi.” Hubungannya memang tanpa status dan terlarang, dia pun hanya bisa menjaga Alana seperti ini.

Pria itu hendak keluar, tapi Alana menahannya, memeluk Lewis dari belakang.

“Lewis tunggu, jangan pergi. Bisa tinggal lebih lama lagi?” mengeratkan kedua tangan, enggan melepas pelukan. Alana bersandar pada punggung putra sambungnya, menyeka air mata menggunakan kaos Lewis.

“Jangan keluar. Aku tahu, yang kamu rasakan.” Alana pun sama menderita, terbelenggu dalam semua kekacauan yang terjadi.

Lewis merotasi tubuhnya, hingga mereka saling berhadapan. Merangkum dua pipi Alana, berucap  “Kalau begitu, apa artinya aku di hidupmu?” pertanyaan ini benar-benar menjebak.

Alana sendiri kebingungan, di satu sisi ingin mengungkap semua tapi statusnya sangat tidak mendukung.

“Aku … aku adalah ibu sambungmu.” Jawab Alana memutus kontak mata, hendak membalik badan. Namun tangan Lewis membawa wajah Alana mendekat dan melabuhkan ciuman di bibir ibu tirinya.

Dua insan itu menghabiskan waktu hingga pagi. Saling bertukar cerita masa lalu yang menyedihkan.

TBC

****

boleh ya kakak berbagi jempolnya 🤗

Episodes
1 BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2 BAB 2 Sosok Arogan
3 BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4 BAB 4 Tidak Gentar
5 BAB 5 Tragedi
6 BAB 6 Sikap Dingin
7 BAB 7 Tuduhan
8 BAB 8 Tuduhan Kedua
9 BAB 9 Jebakan Terhina
10 BAB 10 Jiwa Malaikat
11 BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12 BAB 12 Menghindar
13 BAB 13 Keputusan Yang Salah
14 BAB 14 Karena Pekerjaan
15 BAB 15 Aku Cemburu
16 BAB 16 Perdebatan Batin
17 BAB 17 Apa Artinya?
18 BAB 18 Bukti
19 BAB 19 Marah
20 BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21 BAB 21 Dugaan Hamil
22 BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23 BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24 BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25 BAB 25 Menepati Janji
26 BAB 26 Ayah vs Anak
27 BAB 27 Belum Bisa Jujur
28 BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29 BAB 29 Ternoda
30 BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31 BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32 BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33 BAB 33 Kegiatan Pagi
34 BAB 34 Mengikuti Debby
35 BAB 35 Selalu Memabukkan
36 BAB 36 Membalik Keadaan
37 BAB 37 Seharusnya Aku
38 BAB 38 Bukan Lewis
39 BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40 BAB 40 Membantu
41 BAB 41 Maafkan Aku
42 BAB 42 Hati Ke Hati
43 BAB 43 Menghilang
44 BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45 BAB 45 Pertemuan
46 BAB 46 Pertunangan
47 BAB 47 Menyedihkan
48 BAB 48 Kenyataan
49 BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50 BAB 50 Mencari
51 BAB 51 Tidak Dihargai
52 BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53 BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54 BAB 54 Bukti
55 BAB 55 Cinta itu Merusak
56 BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57 BAB 57 Sama-sama Sakit
58 BAB 58 Penangkapan
59 BAB 59 Memohon
60 BAB 60 Lewis Menggila
61 BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62 BAB 62 Kejamnya Dunia
63 BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64 BAB 64 Belanja
65 BAB 65 Terbungkus Ego
66 BAB 66 Bertahanlah
67 BAB 67 Keras Kepala
68 BAB 68 Berpikir Jernih
69 BAB 69 Harapan
70 BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 72 Episodes

1
BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2
BAB 2 Sosok Arogan
3
BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4
BAB 4 Tidak Gentar
5
BAB 5 Tragedi
6
BAB 6 Sikap Dingin
7
BAB 7 Tuduhan
8
BAB 8 Tuduhan Kedua
9
BAB 9 Jebakan Terhina
10
BAB 10 Jiwa Malaikat
11
BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12
BAB 12 Menghindar
13
BAB 13 Keputusan Yang Salah
14
BAB 14 Karena Pekerjaan
15
BAB 15 Aku Cemburu
16
BAB 16 Perdebatan Batin
17
BAB 17 Apa Artinya?
18
BAB 18 Bukti
19
BAB 19 Marah
20
BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21
BAB 21 Dugaan Hamil
22
BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23
BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24
BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25
BAB 25 Menepati Janji
26
BAB 26 Ayah vs Anak
27
BAB 27 Belum Bisa Jujur
28
BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29
BAB 29 Ternoda
30
BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31
BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32
BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33
BAB 33 Kegiatan Pagi
34
BAB 34 Mengikuti Debby
35
BAB 35 Selalu Memabukkan
36
BAB 36 Membalik Keadaan
37
BAB 37 Seharusnya Aku
38
BAB 38 Bukan Lewis
39
BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40
BAB 40 Membantu
41
BAB 41 Maafkan Aku
42
BAB 42 Hati Ke Hati
43
BAB 43 Menghilang
44
BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45
BAB 45 Pertemuan
46
BAB 46 Pertunangan
47
BAB 47 Menyedihkan
48
BAB 48 Kenyataan
49
BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50
BAB 50 Mencari
51
BAB 51 Tidak Dihargai
52
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53
BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54
BAB 54 Bukti
55
BAB 55 Cinta itu Merusak
56
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57
BAB 57 Sama-sama Sakit
58
BAB 58 Penangkapan
59
BAB 59 Memohon
60
BAB 60 Lewis Menggila
61
BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62
BAB 62 Kejamnya Dunia
63
BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64
BAB 64 Belanja
65
BAB 65 Terbungkus Ego
66
BAB 66 Bertahanlah
67
BAB 67 Keras Kepala
68
BAB 68 Berpikir Jernih
69
BAB 69 Harapan
70
BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!