BAB 13 Keputusan Yang Salah

Satu bulan lamanya hubungan Alana dan Lewis Jansen berjalan di tempat. Sudah tiga puluh hari ini juga Alana pergi mengunjungi pabrik seorang diri, atau meeting tanpa kehadiran Lewis sebagai Chief Marketing Officer, selalu melimpahkan pada wakilnya dan sekretaris.

Lewis lebih senang bekerja di luar perusahaan, menangani masalah lapangan adalah keahliannya.

Dia hilir mudik dari satu tempat ke lokasi lainnya, inspeksi mendadak ke anak perusahaan, pabrik, perusahaan periklanan bahkan terjun langsung menemui distributor dan pelanggan.

Sama halnya dengan di rumah, Lewis tidak pernah lagi terlibat dalam drama sarapan atau makan malam keluarga. Setiap hari ada saja perselisihan antara Alana dengan Debby atau Patricia, berakhir kekerasan fisik dan salah satu terluka baik Alana atau Debby.

Pernah beberapa kali Alana sengaja menunggu Lewis di kantor, dia tahu putra sambungnya akan datang ketika sore, setelah hampir 98% pegawai pulang. Tapi sayang pria itu menghindar, kehadiran Alana sudah terendus jauh sebelum Lewis memarkirkan kendaraan di basemen.

Tidak hanya itu, di rumah, sama sekali tak tampak bayangan atau harum aroma parfumnya. Dia benar-benar menghilang secara raga tapi jiwanya tetap mengawasi perusahaan dan rumah, tentu Alana.

Alana pun nekat, dia penasaran kemana Lewis selama ini? Dengan asalan pekerjaan, istri muda James Jansen keluar kamar pukul satu malam.

Wanita ini menunggu di dalam ruang kerja, kedua manik indahnya menatap ke arah luar pagar yang menjulang tinggi.

Tidak lama pintu itu terbuka lebar, Camaro dengan plat nomor P 4TR15 IA masuk pelataran rumah. Dahi Alana mengkerut, karena keponakan suaminya pulang bersama seorang pria.

“Lewis?” pekik Alana, mulutnya masih menganga, melihat bagaimana Patricia memapah Lewis.

Secepat kilat Alana turun ke lantai satu, seketika napasnya tercekat di tenggorokan. Lewis Jansen pulang dalam keadaan tubuh terluka, pelipis dan bibir mengeluarkan darah, salah satu kakinya pincang.

“Patricia? Apa yang terjadi? Lewis kenapa? Kalian kecelakaan?” tanya Alana sangat panik, setelah satu bulan tidak bertemu, sekarang keadaan pria yang menjadi pahlawannya penuh luka.

“Ck ibu macam apa kau ini, TANTE ALANA? Putramu terjatuh, dia kecelakaan ketika balap motor.” Tukas Patricia mengabaikan Alana yang berjalan mendekat.

“Patricia, antar aku ke kamar. Jangan berisik! James pasti bangun.” Darah segar menetes dari pelipis, Lewis menolak mendapat perawatan di rumah sakit.

“Oke kakak sepupu tampan. Aku juga bersedia menemani kamu semalaman, jangan sungkan Lew.” Suara manja Patricia membuat Alana mual.

Tanpa suara dia mengikuti keduanya dari belakang, lalu mengusir Patricia dari dalam kamar Tuan Muda Jansen.

“Kau ini apa-apaan? Aku yang menjaga kakak sepupu, bukan kamu.” Patricia tidak terima diperlakukan kasar begitu saja, bagaimana pun dia memiliki peluang untuk meraih perhatian Lewis.

“Berani melawan, ku potong uang jajanmu 90% atau 100%. Cepat tidur Patricia, besok kuliah!” berang Alana, di rumah besar ini terlalu banyak masalah setiap detiknya.

Sebagai ibu sambung yang baik, Alana mencoba perhatian dan menunjukan ketulusannya. Dia juga tak kuasa menahan laju air mata, merasakan sakit melihat luka di wajah tampan Lewis.

“Tunggu sebentar, aku ambil obat, jangan bergerak Lewis!” perintah Alana sebagai Nyonya Besar Jansen, janjinya untuk melindungi dan membimbing Lewis belum sepenuhnya ditepati karena pria ini sangat liar dan kejam.

“Tidak perlu.” Sahut Lewis tak mendapat tanggapan dari Alana yang sudah keluar sangat cepat.

Perlu waktu lima menit mengambil semua perlengkapan, Alana masuk kembali ke kamar Lewis. Menuangkan obat pada kasa, dan tangannya terulur ke pelipis.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya, Lewis menolak mentah-mentah perhatian tulus ibu sambungnya, menepis kasar tangan Alana.

“Lewis, apa yang kamu lakukan? Lihat obatnya tumpah kan.” Alana memunguti satu persatu perawatan luka di atas lantai. Membuang kasa serta kapas yang terkena debu.

“Apa yang aku lakukan? Seharusnya aku yang bertanya, Untuk apa kau masuk ke sini hah? Sekarang keluar dari kamarku dan temani James tidur!” Lewis menunjuk pintu kamar yang tertutup rapat.

Inilah alasannya melampiaskan pada balap liar, pulang malam, menghindari interaksi dengan Alana.

“Kamu itu kenapa? Tubuhmu penuh luka, aku hanya sedikit membantu, kau juga anak tiriku, memangnya salah?” Alana tidak peduli, sekarang kondisi pria di hadapannya harus mendapatkan perawatan.

Mengandalkan keberanian dan statusnya sebagai ibu, memberanikan diri kembali menyentuh pelipis Lewis, satu tangan Alana menahan bahu agar tidak menjauh.

BRUK

Tiba-tiba Lewis mendorong ibu sambungnya sampai membentur meja nakas, Alana pun mengerang sakit.

“Kau sangat lancang Alana! Ku peringatkan sekali lagi, jangan menyentuhku! Paham?” sedari tadi mati-matian menahan segala rasa yang tercampur menjadi satu dan sekarang meledak. Tidak kuasa menahan kesabaran dalam diri.

“Maaf Alana.” Batin Lewis turut meringis dalam hati, untuk kesekian kali menyakiti Alana.

“Baik … aku keluar. Tapi dengarkan lebih dulu kata-kataku. Terima kasih Lewis, aku berhutang karena kamu menyelamatkan ku malam itu. Kalau kamu tidak ada, aku yakin menjadi santapan dari ketiga pria bastard. Aku tulus mem …” Alana belum selesai menyampaikan isi hati, namun kalimatnya menggantung sebab Lewis memotong lebih dulu.

“Menyelamatkan? Aku hanya tidak mau nama keluarga menjadi buruk akibat wanita James Jansen tidur dengan pria lain. Kalau kau tidak terikat dengan James, aku tidak sudi menolongmu.” Tegas Lewis, menahan rasa perih di sekujur tubuh termasuk hatinya yang mendadak sesak ketika bibirnya berucap kasar.

“Dan masalah berhutang, jelas kau memiliki kewajiban besar mengembalikan seluruh hak milikku. Kau itu hanya sampah Alana, tidak lain menjerat James untuk mengalihkan JSN atas namamu, benar kan? Asal kau tahu Alana, kau bukan wanita pertama selain ibuku yang tidur dengannya. Semua hanya menginginkan seluruh aset James.” Imbuh Lewis, suaranya berubah menyeramkan dan sorot mata birunya begitu tajam.

Dada pria jangkung ini kembang kempis, menahan amarah dalam hati. Dia menyesal, seharusnya malam itu tidak membantu dan membiarkan Alana terpuruk.

“Asal kau tahu Lewis, aku menikahi ayahmu karena uang benar adanya, tapi sumpah tak pernah terlintas untuk menguasai seluruh harta James. Kau salah menilaiku, tidak selalu wanita menikahi pria duda karena menginginkan hartanya.” Alana tak kalah sengit, putra sambungnya ini sangat keterlaluan dan berlebihan, pandangannya terhadap Alana tidak berubah sama sekali.

BRAK

Lewis membanting kotak obat hingga isinya berhamburan ke segala arah, dia berucap penuh penekanan, “Kau tidak lebih dari seorang pe*****, menjual diri kepada pria tua kaya raya.”

PLAK

Tamparan panas Alana mendarat di pipi putra sambungnya, menahan air mata agar tidak tumpah dan dianggap lemah. Tanpa mengeluarkan kata-kata lagi, Alanna Pattinson melangkah mantap keluar kamar, keputusannya mencurahkan perhatian salah besar.

Sementara Lewis memegangi kepalanya yang berdengung nyeri. Semua ini dilakukan karena Lewis ingin Alana berhenti memberi perhatian, sebab usia mereka tidak terlampau jauh, khawatir jatuh hati pada ibu tirinya.

“Terus lah seperti ini Lewis, dia istri James. Wanita murahan itu ibu tirimu!”

TBC

***

Berantem terus ya ,😭

Ditunggu dukungannya kakak 🤗 terima kasih.

Episodes
1 BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2 BAB 2 Sosok Arogan
3 BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4 BAB 4 Tidak Gentar
5 BAB 5 Tragedi
6 BAB 6 Sikap Dingin
7 BAB 7 Tuduhan
8 BAB 8 Tuduhan Kedua
9 BAB 9 Jebakan Terhina
10 BAB 10 Jiwa Malaikat
11 BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12 BAB 12 Menghindar
13 BAB 13 Keputusan Yang Salah
14 BAB 14 Karena Pekerjaan
15 BAB 15 Aku Cemburu
16 BAB 16 Perdebatan Batin
17 BAB 17 Apa Artinya?
18 BAB 18 Bukti
19 BAB 19 Marah
20 BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21 BAB 21 Dugaan Hamil
22 BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23 BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24 BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25 BAB 25 Menepati Janji
26 BAB 26 Ayah vs Anak
27 BAB 27 Belum Bisa Jujur
28 BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29 BAB 29 Ternoda
30 BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31 BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32 BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33 BAB 33 Kegiatan Pagi
34 BAB 34 Mengikuti Debby
35 BAB 35 Selalu Memabukkan
36 BAB 36 Membalik Keadaan
37 BAB 37 Seharusnya Aku
38 BAB 38 Bukan Lewis
39 BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40 BAB 40 Membantu
41 BAB 41 Maafkan Aku
42 BAB 42 Hati Ke Hati
43 BAB 43 Menghilang
44 BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45 BAB 45 Pertemuan
46 BAB 46 Pertunangan
47 BAB 47 Menyedihkan
48 BAB 48 Kenyataan
49 BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50 BAB 50 Mencari
51 BAB 51 Tidak Dihargai
52 BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53 BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54 BAB 54 Bukti
55 BAB 55 Cinta itu Merusak
56 BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57 BAB 57 Sama-sama Sakit
58 BAB 58 Penangkapan
59 BAB 59 Memohon
60 BAB 60 Lewis Menggila
61 BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62 BAB 62 Kejamnya Dunia
63 BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64 BAB 64 Belanja
65 BAB 65 Terbungkus Ego
66 BAB 66 Bertahanlah
67 BAB 67 Keras Kepala
68 BAB 68 Berpikir Jernih
69 BAB 69 Harapan
70 BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 72 Episodes

1
BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2
BAB 2 Sosok Arogan
3
BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4
BAB 4 Tidak Gentar
5
BAB 5 Tragedi
6
BAB 6 Sikap Dingin
7
BAB 7 Tuduhan
8
BAB 8 Tuduhan Kedua
9
BAB 9 Jebakan Terhina
10
BAB 10 Jiwa Malaikat
11
BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12
BAB 12 Menghindar
13
BAB 13 Keputusan Yang Salah
14
BAB 14 Karena Pekerjaan
15
BAB 15 Aku Cemburu
16
BAB 16 Perdebatan Batin
17
BAB 17 Apa Artinya?
18
BAB 18 Bukti
19
BAB 19 Marah
20
BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21
BAB 21 Dugaan Hamil
22
BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23
BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24
BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25
BAB 25 Menepati Janji
26
BAB 26 Ayah vs Anak
27
BAB 27 Belum Bisa Jujur
28
BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29
BAB 29 Ternoda
30
BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31
BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32
BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33
BAB 33 Kegiatan Pagi
34
BAB 34 Mengikuti Debby
35
BAB 35 Selalu Memabukkan
36
BAB 36 Membalik Keadaan
37
BAB 37 Seharusnya Aku
38
BAB 38 Bukan Lewis
39
BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40
BAB 40 Membantu
41
BAB 41 Maafkan Aku
42
BAB 42 Hati Ke Hati
43
BAB 43 Menghilang
44
BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45
BAB 45 Pertemuan
46
BAB 46 Pertunangan
47
BAB 47 Menyedihkan
48
BAB 48 Kenyataan
49
BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50
BAB 50 Mencari
51
BAB 51 Tidak Dihargai
52
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53
BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54
BAB 54 Bukti
55
BAB 55 Cinta itu Merusak
56
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57
BAB 57 Sama-sama Sakit
58
BAB 58 Penangkapan
59
BAB 59 Memohon
60
BAB 60 Lewis Menggila
61
BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62
BAB 62 Kejamnya Dunia
63
BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64
BAB 64 Belanja
65
BAB 65 Terbungkus Ego
66
BAB 66 Bertahanlah
67
BAB 67 Keras Kepala
68
BAB 68 Berpikir Jernih
69
BAB 69 Harapan
70
BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!