BAB 8 Tuduhan Kedua

Hari-hari berlalu, sejak gagalnya rencana Lewis yang pertama. Pria ini semakin brutal, maksudnya? Iya dia sengaja membuat Alana kesal, menangis, bahkan bertengkar. Bukan hanya di rumah tetapi kantor, menciptakan neraka. Lewis tidak jera ditegur keras oleh James.

Bagaimana mungkin ada seorang anak yang begitu kejam pada ibunya? Ya walaupun hanya ibu sambung. Jujur James merasa malu pada Alana, tak pernah sekalipun mengajari Lewis untuk bersikap layaknya iblis.

Lihat saja hari ini, setelah malam penyambutan. Lewis bersikap sewenang-wenang, hanya cukup melakukan sedikit kesalahan maka dirinya akan sangat marah, melakukan apapun. Semua pegawai ketakutan, sangat sungkan di depan, mengumpat di belakang.

“Siapa namamu? Divisi apa?” suara Lewis Jansen masih santai, tapi ingat sekali lagi, ini bukan pertanyaan biasa. Melainkan penuh makna dan tujuan yang siap membuat pegawai berteriak.

Tidak mendengar jawaban apapun, Lewis mengulang pertanyaan, tidak dengan nada lembut, melainkan naik beberapa oktaf. “KATAKAN SIAPA NAMAMU?” suara yang membuat merinding negeri.

“Telinga mu rusak?” mengeluarkan ponsel, menghubungi Manager HRD. “Aku tidak suka pegawaiku pura-pura sehat, temukan dia dan pecat.” Tegas Lewis bicara pada Manager.

‘Maaf Pak, N-nama saya K-kanaya Putri, Divisi Quality Control.’

“Oh akhirnya. Jeny kau dengarkan Kanaya Putri, Divisi QC? Pindahkan dia ke pabrik yang baru saja dibangun. Kurangi tunjangannya.” Selesai mengatakan semua, Lewis berputar menuju ruangan Alana.

Ulahnya satu minggu ini merotasi pegawai, membuang mereka yang dipercaya oleh Alana. Mengganti dengan tenaga baru, dianggap pantas menduduki jabatan tersebut.

Sampai di depan ruang Presiden Direktur Lewis masuk tanpa izin, mendekati ibu sambungnya yang masih fokus bekerja.

“Ayo pulang, kau mencari muka, hah? Sekeras apapun usahamu, JSN milikku, paham?” sinis Lewis, menatap tajam dengan manik birunya.

Tanpa menunggu Alana siap, pria ini langsung menarik tangan kecil ibu tirinya. Hampir saja wanita itu terjerembab ke atas kerasnya lantai.

“Bisa pelan sedikit?” keluh Alana tidak berdaya melepaskan diri dari cengkeraman kekarnya tangan Lewis.

“TIDAK. Kalau kita tidak pulang bersama, suamimu itu pasti kebingungan, kemana istri tercintanya.” Sarkas Lewis tak henti meluncurkan hinaan pada Alana.

Demi langit dan bumi, Alana ingin sekali memukuli putra sambungnya di depan umum tanpa belas kasih.

Alana terpaksa satu mobil dengan Lewis, menuruti semua perintah James. Ya lagi-lagi pria ini mengendarai kuda besi dengan kecepatan tinggi dan menginjak pedal rem mendadak tepat di depan pagar rumah. Untung saja Alana menggunakan seat belt, tubuhnya tidak membentur pada dashboard.

“Kau ini mau membunuhku ya? jangan-jangan izin mengemudi mu palsu.” Ketus Alana, memicingkan kedua mata, dan berkacak pinggang.

“Sayangnya iya, seandainya James tidak mencintaimu, ku pastikan kau lenyap dari muka bumi.” Sengit Lewis, kembali menjalankan mobil ke garasi, kemudian membuka kunci.

Melepas sabuk pengaman Alana dan mendorong kuat wanita itu keluar. “Menjijikan sekali harus menjadi pengawal pribadinya.” Keluh Lewis, tidak peduli kepada Alana yang kesakitan membentur pintu mobil.

Sebelum masuk rumah, Lewis mendapat laporan dari seseorang, kedua matanya berbinar, dia pastikan kali ini berhasil. Sebuah laporan keuangan beberapa bulan lalu, yang sengaja disembunyikan dari publik sebab ditemukan banyak fraud.

Lewis yakin Alana sengaja menyajikan laporan keuangan baru untuk menutupi aksi jahatnya.

“Rubah yang sangat licik kau Alana, masih berani menyangkal bahwa tulus menjadi istri Daddy-ku?” tukas Lewis, menelan saliva, lalu turun dari kendaraannya.

Di dalam kamar, Lewis memeriksa ulang laporan, ditemukan sejumlah dana menghilang tanpa penggunaan yang jelas. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung, sangat banyak.

“Untuk apa Alana mengambil dana perusahaan sebanyak ini?” gumam Lewis, menyimpulkan bahwa ibu tirinya menggelapkan sejumlah anggaran.

“Kali ini kau tidak bisa berkelit Alana. Perempuan licik sepertimu harus disingkirkan, s-e-g-e-r-a.” seringai Lewis, bangkit dari duduknya, membawa bukti laporan keuangan, dia menuju kamar James.

Mengetuk pintu satu kali, Lewis langsung membukanya, dan kurang beruntung. Waktunya sangat tidak pas. Pemandangan memuakkan sedang terjadi di atas ranjang. Dia, Alana membantu Daddy-nya mengeringkan rambut. Menyentuh helai demi helai putih tanpa canggung.

“Lewis ada apa kemari? Rambutku masih basah, kalau ada sesuatu yang mau disampaikan tunggu sebentar lagi.” Pinta James, menunjuk pada kursi tunggal di samping ranjang.

Dalam hati Lewis berdecak sebal. “Basah? Rambutnya?” benar saja dia mengamati Alana dan James secara bergantian.

Tersenyum kecut mendapati dua kepala itu sama-sama tidak kering. “Ah mungkin sebentar lagi akan ada bayi di rumah ini. Sengaja kah? Dia ingin melahirkan anak yang menjadi pesaingku? Memalukan.” Cibir Lewis dalam dada. Semakin bertambah pula rasa bencinya pada James.

“Ada apa Lewis? Sepertinya penting, langsung katakan!” titah James, alunan nada begitu keras dan tegas, berbanding terbalik pada beberapa menit sebelumnya.

“Alana sayang, keluar dulu.” Perintah James. Alana yang patuh langsung keluar kamar.s

“Ck dia lebih menyayangi istri mudanya.” Cemburu Lewis, wajar kan? Dia adalah putra tunggal tapi tidak mendapat kasih sayang.

Lewis melempar bukti fraud yang dilakukan Alana tepat ke atas pangkuan James. Disertai bukti lain dengan sedikit rekayasa.

Namun melihat dari riak pada wajah keriput, sama sekali tidak terkejut. Langsung menutup map dan menyimpan dalam laci.

“Apa-apaan ini?” tanya Lewis dalam hati, tidak terima begitu saja.

“Dari mana kau mendapatkan ini? Menuduh ibumu melakukannya? Jangan salah paham, nak. Percayalah pada Alana, dia akan membantu kita mengungkap dalang sebenarnya. Aku curiga Debby melakukan semua itu.” James memberi pengertian, agar Lewis tidak salah paham lagi. Dan berhenti memojokkan ibu tirinya. Seharusnya mereka bersatu demi mengalahkan Debby.

“Jadi, Daddy percaya padanya?” Lewis tidak habis pikir, James mudah diperdaya.

“YA”

Lagi-lagi Lewis harus menelan kekecewaan pada sosok pria yang menjadi Ayahnya. Rencana kedua ini gagal total, di luar dugaan, James lebih dulu mengetahui isi laporan keuangan.

“Kau memang bodoh Lewis Jansen.” Makinya pada diri sendiri, meninju bagian dadanya.

“Lewis? Sudah selesai? Mau minum teh?” panggil Alana dari arah dapur, masih berusaha menjadi ibu yang baik.

Momen ini dimanfaatkan dengan baik, Lewis setuju. Kalau dua rencananya gagal, maka dia harus bicara pada Alana agar sukarela meninggalkan James.

“Boleh, jangan terlalu manis.” Tanggapan Lewis, tanpa menoleh atau melirik sedikitpun kepada Alana yang sibuk menuang teh ke dalam cangkir.

Alana tersenyum hangat menyimpan teh di atas meja. Kemudian berlalu dari hadapan putra sedingin es kutub.

“Alana tunggu, duduk di sini!” tegas Lewis. Berdiri tegak menghampiri ibu sambungnya, mulai menyampaikan semua maksud dalam hati.

“Tinggalkan Daddy! Kalau kau membutuhkan uang, aku bisa memberinya. Tapi ceraikan James, berapa pun aku berikan.”

Alana tercengang, sungguh percakapan malam yang sangat buruk. “Kau gila? Kau demam? Kau sakit?” tanya Alana beruntun.

“Tidak”

“Ya kau sakit Lewis, kau bertingkah bukan seperti manusia. Satu lagi, aku tidak akan berpisah dari ayahmu, ingat itu!” Alana bergegas pergi, enggan menanggapi permohonan murahan anak tirinya.

Mana mungkin dia meninggalkan suami yang begitu baik, jasa James tidak akan bisa dilupakan. Bahkan mengabdi seumur hidup pun Alana bersedia.

TBC

***

LIKE

SUBSCRIBE

🙏😁🙏TERIMA KASIH

Episodes
1 BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2 BAB 2 Sosok Arogan
3 BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4 BAB 4 Tidak Gentar
5 BAB 5 Tragedi
6 BAB 6 Sikap Dingin
7 BAB 7 Tuduhan
8 BAB 8 Tuduhan Kedua
9 BAB 9 Jebakan Terhina
10 BAB 10 Jiwa Malaikat
11 BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12 BAB 12 Menghindar
13 BAB 13 Keputusan Yang Salah
14 BAB 14 Karena Pekerjaan
15 BAB 15 Aku Cemburu
16 BAB 16 Perdebatan Batin
17 BAB 17 Apa Artinya?
18 BAB 18 Bukti
19 BAB 19 Marah
20 BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21 BAB 21 Dugaan Hamil
22 BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23 BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24 BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25 BAB 25 Menepati Janji
26 BAB 26 Ayah vs Anak
27 BAB 27 Belum Bisa Jujur
28 BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29 BAB 29 Ternoda
30 BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31 BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32 BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33 BAB 33 Kegiatan Pagi
34 BAB 34 Mengikuti Debby
35 BAB 35 Selalu Memabukkan
36 BAB 36 Membalik Keadaan
37 BAB 37 Seharusnya Aku
38 BAB 38 Bukan Lewis
39 BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40 BAB 40 Membantu
41 BAB 41 Maafkan Aku
42 BAB 42 Hati Ke Hati
43 BAB 43 Menghilang
44 BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45 BAB 45 Pertemuan
46 BAB 46 Pertunangan
47 BAB 47 Menyedihkan
48 BAB 48 Kenyataan
49 BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50 BAB 50 Mencari
51 BAB 51 Tidak Dihargai
52 BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53 BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54 BAB 54 Bukti
55 BAB 55 Cinta itu Merusak
56 BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57 BAB 57 Sama-sama Sakit
58 BAB 58 Penangkapan
59 BAB 59 Memohon
60 BAB 60 Lewis Menggila
61 BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62 BAB 62 Kejamnya Dunia
63 BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64 BAB 64 Belanja
65 BAB 65 Terbungkus Ego
66 BAB 66 Bertahanlah
67 BAB 67 Keras Kepala
68 BAB 68 Berpikir Jernih
69 BAB 69 Harapan
70 BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 72 Episodes

1
BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2
BAB 2 Sosok Arogan
3
BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4
BAB 4 Tidak Gentar
5
BAB 5 Tragedi
6
BAB 6 Sikap Dingin
7
BAB 7 Tuduhan
8
BAB 8 Tuduhan Kedua
9
BAB 9 Jebakan Terhina
10
BAB 10 Jiwa Malaikat
11
BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12
BAB 12 Menghindar
13
BAB 13 Keputusan Yang Salah
14
BAB 14 Karena Pekerjaan
15
BAB 15 Aku Cemburu
16
BAB 16 Perdebatan Batin
17
BAB 17 Apa Artinya?
18
BAB 18 Bukti
19
BAB 19 Marah
20
BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21
BAB 21 Dugaan Hamil
22
BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23
BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24
BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25
BAB 25 Menepati Janji
26
BAB 26 Ayah vs Anak
27
BAB 27 Belum Bisa Jujur
28
BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29
BAB 29 Ternoda
30
BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31
BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32
BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33
BAB 33 Kegiatan Pagi
34
BAB 34 Mengikuti Debby
35
BAB 35 Selalu Memabukkan
36
BAB 36 Membalik Keadaan
37
BAB 37 Seharusnya Aku
38
BAB 38 Bukan Lewis
39
BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40
BAB 40 Membantu
41
BAB 41 Maafkan Aku
42
BAB 42 Hati Ke Hati
43
BAB 43 Menghilang
44
BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45
BAB 45 Pertemuan
46
BAB 46 Pertunangan
47
BAB 47 Menyedihkan
48
BAB 48 Kenyataan
49
BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50
BAB 50 Mencari
51
BAB 51 Tidak Dihargai
52
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53
BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54
BAB 54 Bukti
55
BAB 55 Cinta itu Merusak
56
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57
BAB 57 Sama-sama Sakit
58
BAB 58 Penangkapan
59
BAB 59 Memohon
60
BAB 60 Lewis Menggila
61
BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62
BAB 62 Kejamnya Dunia
63
BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64
BAB 64 Belanja
65
BAB 65 Terbungkus Ego
66
BAB 66 Bertahanlah
67
BAB 67 Keras Kepala
68
BAB 68 Berpikir Jernih
69
BAB 69 Harapan
70
BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!