BAB 3 Tidak Menerima Perubahan

Pagi ini di kediaman megah ala Eropa, Lewis Jansen masih terlelap dalam suasana sejuk serta semilir angin dari pintu balkon yang terbuka. Pria itu baru bisa memejamkan matanya pukul tiga pagi, rasa benci mendalam sekaligus sayang pada ayahnya membuat hidupnya susah dan sakit.

Ya, Lewis tidak menyukai sikap James, karena ayahnya itu ibu kandung Lewis meninggal dunia akibat terlalu sering disakiti dan memendam rasa kecewa pada suaminya.

Kenangan buruk yang tidak akan pernah dilupakan seumur hidup, apalagi rumah ini banyak menyimpan luka. Di kamar Lewis mendiang Nyonya Besar Jansen selalu menangis menatap putranya tidur.

James Jansen membangunkan putranya, dia ingin Lewis berubah menjadi lebih rajin, semua demi masa depan. Mengingat usia James tidak lagi muda ditambah kondisi tubuh semakin lemah.

“Lew bangun. Jangan terlambat masuk kantor, ini hari pertama. Kau sudah dewasa tetapi sikapmu sangat kekanakan.” James merebut selimut coklat dari dekapan putranya, seketika pria sepuh ini tercenung mendapati foto mendiang istri di peluk erat oleh Lewis.

“Maafkan aku.” Gumam James, kemudian kembali mengguncang tubuh putranya.

Respon Lewis sangat dingin dan tidak senang mendapat perhatian dari sang ayah. “Ada apa?” tanyanya menyimpan pigura ke atas nakas, sembari memperhatikan arah tatapan James.

“Ck jangan lihat Mom, di hatimu sudah ada wanita lain.” Sinis Lewis berlalu ke kemar mandi.

Pria ringkih itu masih setia menunggu di kamar, ada hal penting yang harus disampaikan.

Beruntungnya Lewis tidak lama keluar kamar mandi, masih tetap dingin memandang ayahnya padahal dalam lubuk hati begitu menyayangi sosok James.

“Katakan saja Dad, jangan mengusik dengan cara seperti itu.” Tegas Lewis menghampiri ayahnya, sedikit merendahkan posisi tubuh, hingga wajah mereka sejajar.

“Lewis, aku mohon bersikap baik pada Alana, mulai sekarang kau harus patuh padanya, semua peraturan yang Alana buat di rumah dan perusahaan. Hari ini juga kalian berangkat bersama.” Titah James tak ingin mendengar bantahan sama sekali.

“Apa aku tidak salah dengar? Dia punya kaki dan mobil sendiri kenapa harus bersama ku. Aku itu bukan pengasuh ibu tiri. Daddy tahu kan aku sangat membencinya?" sangar Lewis, bisa-bisa dia tertekan di rumahnya sendiri.

Mematuhi Alana? Dengan peraturan sebagai ibu sambung adalah hal yang tak akan pernah dilakukan sampai kapanpun.

“Jangan membantah, ingat posisinya. Di rumah, Alana ibumu. Di kantor, Alana bosmu.” Telak James, segera keluar dari kamar putra tunggal yang sangat keras kepala.

“Sihir apa yang digunakan wanita itu sampai membuat seorang James tunduk? Tidak untukku Alana Pattinson.” Sudut bibir pria gagah ini berkedut tipis, bola mata birunya pun menyorot tajam ke arah pintu.

Setelah bersiap ia tak buang waktu, enggan mengikuti sarapan bersama keluarga uniknya. Lewis menunggu Alana di depan rumah.

Satu menit

Lima menit

Tak kunjung datang, ia putuskan segera pergi meninggalkan ibu tiri yang sangat lamban. Tepat kendaraan roda empat mencapai pagar, teriak nyaring seorang wanita melengking tajam, menusuk gendang telinga para pelayan dan pengawal.

“LEWIS JANSEN BERANINYA KAU.”

**

Lewis lebih dulu tiba di JSN Group menahan kesal, tidak ada satupun pegawai yang menunduk hormat kepadanya. Bahkan seorang cleaning service malah menatap aneh.

Sebab semua pegawai tidak tahu siapa itu Lewis Jansen, dan tak seorang pun yang pernah melihatnya datang ke kantor sebagai pewaris JSN Group.

Mungkin hanya segelintir orang, ingat akan rupa putra tunggal James Jansen yang menghilang selama sepuluh tahun.

Lewis berdecih sebal menatap seisi gedung ini, beberapa kenangan buruk berputar dalam ingatannya.

Ketika dia melangkah mendekati lift khusus petinggi perusahaan, petugas keamanan dan resepsionis melarangnya. Tapi sikap keras kepala dan angkuh Lewis membuat nyali siapapun menciut termasuk petugas keamanan. Hingga asisten pribadi Presiden Direktur keluar dari lift dan menyambut Lewis.

Keduanya tidak terlihat akrab, ketara sekali bos dan anak buah.

“Aku ingin ke ruangan-ku.” Titah Lewis, dia tidak mengikuti langkah kaki Alvaro yang keluar di lantai 10.

"Ayolah Alvaro, jangan kau pikir aku pikun tidak tahu di mana ruangan-ku.” Lewis menutup pintu, seorang diri di dalam lift. Sementara Alvaro masih bergeming di tempat, seketika menyadari kesalahannya. Pasti ruangan yang di maksud Lewis, milik Alana.

Lewis Jansen tersenyum menang, ia melihat pintu dengan ukiran khusus, ya mendiang Nyonya Jansen sengaja memesan dan mengganti pintu ruang kerja suaminya. Semua masih tampak sama sampai Lewis membuka kenop pintu dan tercengang, sesuatu yang lain di dalamnya.

“Tuan … huh huh huh Tuan Muda Jansen, anda tidak diizinkan masuk ruangan ini tanpa sepengetahuan Bu Alana. Mohon kerja samanya.” Tutur Alvaro nyaris kehabisan napas, berlari secepat mungkin layaknya the flash. Dia melewati setiap anak tangga menuju lantai 15.

“Kau lupa siapa aku Alvaro?” sorot mata biru Lewis begitu tajam melebihi belati sekalipun, ia tidak terima dilarang masuk ke ruangannya sendiri.

Alhasil Lewis menghubungi salah satu rekannya untuk mendekor ulang ruangan, sesuai ciri khas mendiang Nyonya Jansen. Bahkan pria dingin dan kejam ini menyingkirkan semua benda milik Alana.

Dia tidak terima wanita lain menikmati jerih payah ibunya, bagi Lewis Alana hanya gadis kecil penghisap harta, hatinya tidak tulus menyayangi James. Lagipula mana mau dia dengan usia mudanya menjadi istri dari seorang kakek tua. Tidak masuk akal, pikir Lewis Jansen.

‘Tuan Muda, foto ini bagaimana?’ tanya dua orang petugas kebersihan, menunjuk pada gambar pernikahan Alana dan James.

“Singkirkan! Bila perlu bakar.” Perintah Lewis seketika membuat siapapun yang mendengarnya melongo. Mereka tidak berani membuang, apalagi membakar wajah pemilik perusahaan, sama saja mencari mati.

Bersamaan dengan itu, suara tegas wanita terdengar nyaring dalam ruangan.

“Apa-apaan ini? Apa yang ingin kalian bakar?” wanita berkulit sawo matang nan bersih itu mantap melangkah, pandangannya sangat tidak ramah. Alana melirik isi ruangan, wallpaper, semua benda miliknya berada dalam dus, termasuk foto pernikahannya.

“Ini semua perbuatan muu Lewis? Dengar baik-baik, di sini aku Nyonya Alana Jansen adalah bosmu sekaligus ibu tirimu, jadi patuhilah semua perintahku, ini semua kebaikan untukmu Lewis.” Kata-kata Alana begitu tajam, mendalam.

Namun sayang, Lewis mengartikan lain. Dirinya terlanjur membenci Alana Pattinson

“Wah, rupanya kau berani mengganti nama belakangmu ya?”

Prok … prok

Lewis tertawa, benar-benar lucu wanita di hadapannya, sudah jelas semalam Lewis menangkap basah sikap James dan Alana sama sekali bukan suami istri.

“Kau masih punya nyali Alana. Kau … wanita.” Hanya dengan dua jari,  Lewis mendorong bahu wanita berkacamata itu dengan cukup kuat sampai mundur beberapa langkah.

“Kau tidak lebih dari simpanan Daddy-ku, menjual tubuh demi harta.” Sindir Lewis Jansen dilengkapi seringai ciri khas. Kalimat ini melukai harga diri Alana sebagai seorang wanita.

PLAK

PLAK

Tidak lagi menguasai emosi, Alana Pattinson menampar keras dua pipi putra sambungnya.

TBC

***

jadi siapa di sini yang jahat?

jempol kaka sangat berarti bagi author 🤗🙏

Terpopuler

Comments

♡Mem Cho♡

♡Mem Cho♡

woahh keren keren😮
semangat kak nulisnya 💪🏻🥰

2023-05-11

1

lina

lina

sihir apa y 🤔

2023-05-08

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2 BAB 2 Sosok Arogan
3 BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4 BAB 4 Tidak Gentar
5 BAB 5 Tragedi
6 BAB 6 Sikap Dingin
7 BAB 7 Tuduhan
8 BAB 8 Tuduhan Kedua
9 BAB 9 Jebakan Terhina
10 BAB 10 Jiwa Malaikat
11 BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12 BAB 12 Menghindar
13 BAB 13 Keputusan Yang Salah
14 BAB 14 Karena Pekerjaan
15 BAB 15 Aku Cemburu
16 BAB 16 Perdebatan Batin
17 BAB 17 Apa Artinya?
18 BAB 18 Bukti
19 BAB 19 Marah
20 BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21 BAB 21 Dugaan Hamil
22 BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23 BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24 BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25 BAB 25 Menepati Janji
26 BAB 26 Ayah vs Anak
27 BAB 27 Belum Bisa Jujur
28 BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29 BAB 29 Ternoda
30 BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31 BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32 BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33 BAB 33 Kegiatan Pagi
34 BAB 34 Mengikuti Debby
35 BAB 35 Selalu Memabukkan
36 BAB 36 Membalik Keadaan
37 BAB 37 Seharusnya Aku
38 BAB 38 Bukan Lewis
39 BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40 BAB 40 Membantu
41 BAB 41 Maafkan Aku
42 BAB 42 Hati Ke Hati
43 BAB 43 Menghilang
44 BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45 BAB 45 Pertemuan
46 BAB 46 Pertunangan
47 BAB 47 Menyedihkan
48 BAB 48 Kenyataan
49 BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50 BAB 50 Mencari
51 BAB 51 Tidak Dihargai
52 BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53 BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54 BAB 54 Bukti
55 BAB 55 Cinta itu Merusak
56 BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57 BAB 57 Sama-sama Sakit
58 BAB 58 Penangkapan
59 BAB 59 Memohon
60 BAB 60 Lewis Menggila
61 BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62 BAB 62 Kejamnya Dunia
63 BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64 BAB 64 Belanja
65 BAB 65 Terbungkus Ego
66 BAB 66 Bertahanlah
67 BAB 67 Keras Kepala
68 BAB 68 Berpikir Jernih
69 BAB 69 Harapan
70 BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 72 Episodes

1
BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2
BAB 2 Sosok Arogan
3
BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4
BAB 4 Tidak Gentar
5
BAB 5 Tragedi
6
BAB 6 Sikap Dingin
7
BAB 7 Tuduhan
8
BAB 8 Tuduhan Kedua
9
BAB 9 Jebakan Terhina
10
BAB 10 Jiwa Malaikat
11
BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12
BAB 12 Menghindar
13
BAB 13 Keputusan Yang Salah
14
BAB 14 Karena Pekerjaan
15
BAB 15 Aku Cemburu
16
BAB 16 Perdebatan Batin
17
BAB 17 Apa Artinya?
18
BAB 18 Bukti
19
BAB 19 Marah
20
BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21
BAB 21 Dugaan Hamil
22
BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23
BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24
BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25
BAB 25 Menepati Janji
26
BAB 26 Ayah vs Anak
27
BAB 27 Belum Bisa Jujur
28
BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29
BAB 29 Ternoda
30
BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31
BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32
BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33
BAB 33 Kegiatan Pagi
34
BAB 34 Mengikuti Debby
35
BAB 35 Selalu Memabukkan
36
BAB 36 Membalik Keadaan
37
BAB 37 Seharusnya Aku
38
BAB 38 Bukan Lewis
39
BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40
BAB 40 Membantu
41
BAB 41 Maafkan Aku
42
BAB 42 Hati Ke Hati
43
BAB 43 Menghilang
44
BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45
BAB 45 Pertemuan
46
BAB 46 Pertunangan
47
BAB 47 Menyedihkan
48
BAB 48 Kenyataan
49
BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50
BAB 50 Mencari
51
BAB 51 Tidak Dihargai
52
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53
BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54
BAB 54 Bukti
55
BAB 55 Cinta itu Merusak
56
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57
BAB 57 Sama-sama Sakit
58
BAB 58 Penangkapan
59
BAB 59 Memohon
60
BAB 60 Lewis Menggila
61
BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62
BAB 62 Kejamnya Dunia
63
BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64
BAB 64 Belanja
65
BAB 65 Terbungkus Ego
66
BAB 66 Bertahanlah
67
BAB 67 Keras Kepala
68
BAB 68 Berpikir Jernih
69
BAB 69 Harapan
70
BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!