BAB 2 Sosok Arogan

“Alana, kamu sudah pulang. Cepat ke sini sayang.” Panggil James, suaranya lemah lembut, membuka kedua tangan, mengharapkan pelukan dari istrinya, dan ya Alana lakukan.

“Alana, perkenalkan ini Lewis Jansen, putra tunggalku. Dan Lewis, ini Alana ibu tirimu.” Lanjut James sangat bahagia menyambut putranya yang lama pergi tanpa kabar kini kembali pulang.

Tatapan Lewis dan Alana terkunci satu sama lain, Alana tahu bahwa suaminya memiliki seorang putra tapi wujud di hadapannya ini benar-benar pahatan indah dan sempurna sebagai pria.

Dia tidak munafik, bahwa putra sambungnya memang tampan, tapi Alana bisa memposisikan diri sebagai istri dari James Jansen.

Alana mengulurkan tangan seraya tersenyum, ia harus menjalin hubungan baik dengan pria tampan ini, karena hidupnya akan habis bersama Lewis dan James.

“Hi Lewis, aku Alana. Kamu bisa panggil aku Al, atau mom, tergantung kenyamanan mu saja.” Alana menatap bola mata biru putranya.

Apa tanggapan Lewis?

Pria dewasa berusia 28 tahun ini malah menepis tangan ibu tirinya cukup kuat, bahkan meninggalkan bekas merah.

“Lewis, hormati Alana. Dia istriku, itu artinya ibu tirimu!” tegas James, tidak menyukai sikap putranya yang sangat arogan.

“Hormati? Tidak salah dengar? Siapa dia, ibu tiri? Bahkan lebih pantas menjadi pelayanku.” Sindir Lewis memindai tubuh Alana dari atas ke bawah.

“Lewis? Kau masih tidak berubah. Aku pikir sikapmu menjadi lebih baik, dengar baik-baik, jangan sakiti Alana.” James menjentikkan jari pertanda muak akan sikap putra tunggalnya. Dia pun kembali ke kamar diantar oleh perawat pria yang khusus tinggal di rumah.

“Tidak berubah? Aku putramu, dalam tubuhku mengalir darah Tuan James Jansen, itu artinya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Jangan salahkah aku bila bersikap seperti ...” Telak Lewis, melirik Alana sangat tajam seakan menguliti, segera meninggalkan ayah dan ibu tirinya yang sangat menjijikan.

Lewis terkejut mendapat kabar bahwa ayahnya menikahi seorang gadis muda yang usianya saja lebih muda dari dirinya.

Benar-benar seorang penjahat, semula pria tampan dengan pahatan bagai dewa Yunani itu tetap santai enggan menanggapi semua kabar menyesakkan dada. Namun James, memberikan posisi presiden direktur pada Alana.

Hal ini yang membuatnya naik pitam, hingga memutuskan pulang, seharusnya yang menjabat sebagai presiden direktur, Lewis Jansen bukan Alana Pattinson.

Mendengar pernyataan putranya, James hanya diam saja. Dia akui memang kesalahan di masa lalu tidak bisa dihapuskan tapi untuk kali ini berbeda. James bukan lagi pria jahat seperti masa muda.

Tak mendapat tanggapan apapun dari ayahnya, Lewis bergegas menuju mini bar, kerongkongannya haus.

Sementara Alana mendapat tugas tambahan dari suami, untuk mendekati Lewis dan melunakkan sikap kasarnya.

Alana menghampiri Lewis, masih bersikap lembut dan sangat baik selayaknya seorang ibu kendati usia Lewis jauh di atasnya.

Ehem

“Lewis, aku mohon jangan bersikap seperti itu kepada Daddy-mu, dia sangat merindukan putranya. Aku … jika kamu keberatan menganggap aku sebagai ibu tiri, kita berteman saja, bagaimana?” tukas Alana, terus berusaha melakukan perintah suaminya.

“Berteman? Dengar, kau itu tidak lebih dari wanita murahan yang menghisap harta pria tua kaya seperti Daddy-ku, benarkan? Setelah mendapatkan semua, kau pergi dengan kekasih rendahan-mu itu. Wanita licik.” Sinis Lewis, beranjak dari kursi, dan menyenggol keras bahu Alana hingga wanita itu tersungkur ke atas marmer.

BRUK

“Akh … sakit. Kau keterlaluan, Lewis minta maaf sekarang juga.” Teriak Alana tidak terima diperlakukan kasar, seumur hidup pertama kali bertemu dengan pria menyebalkan seperti putra tirinya. Dengan pinggul sakit, Alana berusaha berdiri dibantu beberapa pelayan.

“Minta maaf sekarang juga!” lantang Alana masih menunggu pria kejam itu mengucap kata maaf.

Lewis merotasi tubuh, melangkah cepat menuju Alana, dan bukan minta maaf tapi menyentil kening ibu sambungnya sangat keras. “Maaf hanya untuk mereka yang bersalah.” Tegas Lewis, menolak mengucapkan kata-kata itu.

“Akh … kau, benar-benar menyebalkan Lewis.” Alana mengusap dahi yang merah akibat ulah anak nakal James Jansen, tidak basa basi lagi ia meraih satu gelas jus dan menyiram wajah Lewis Jansen.

Semua pelayan menatap tidak percaya pada dua orang yang bertengkar, Nyonya Besar Jansen dan Tuan Muda Jansen.

Lewis menyeringai, kemudian menerima tissue dari pelayan. Melempar benda putih itu ke sembarang arah, lalu tanpa di duga oleh siapapun. Memanggul ibu tiri layaknya karung, melangkah lebar menuju taman samping rumah.

“Lepaskan aku , Lewis. Mau apa kau?” Alana terus memukul punggung putra sambungnya.

BYUR

Pria dengan tatapan tajam ini, menghempaskan tubuh Alana ke dalam kolam berenang, hingga air meluap keluar. Tidak sampai disini, Lewis melepas pakaian atasnya menampakkan dada bidang yang menggoda pandangan mata.

“M-mau apa kau? Cepat pakai bajumu Lewis.” Alana khawatir jika Lewis berbuat nekat dan melakukan sesuatu yang tidak terpuji.

Namun Lewis melempar baju basahnya ke wajah Alana, bersamaan dengan turunnya hujan cukup deras. Bukannya membantu, dia meninggalkan wanita itu di bawah guyuran hujan.

.

.

Alana yang flu berat terpaksa mengikuti makan malam keluarga, dan harus menjalani dua peran sekaligus. Istri dan ibu bagi suami serta putra sambungnya, tidak mudah memang. Tapi terlampau masuk ke dalam keluarga ini, maka ia harus bisa menempatkan diri dengan sangat baik.

“Lewis, kamu mau makan apa? Aku bantu ambil ya.” suara manja dan merayu seorang Patricia.

“Aku masih punya tangan, lagi pula semua itu  tugas pelayan.” Balas Lewis begitu dingin tak terjamah.

Nyonya Besar Jansen terkikik geli melihat sikap keponakannya itu, bahkan Patricia tidak tahu malu, tetap mendekati dan meraih simpati Lewis.

“Patricia ini meja makan, bukan sarana mencari jodoh.” Sindir Alana menutup sedikit mulutnya yang menyunggingkan senyum tipis atas tingkah laku putri adik iparnya.

Sementara Lewis tidak menanggapi kata-kata yang ditujukan pada sepupunya, memang benar ini meja makan, dia juga kesal dan gerah akan sikap Patricia berusaha menggoda sejak dirinya tiba di rumah.

Usai makan malam, semua anggota keluarga kembali pada aktifitas mereka, rumah besar ini sepi tidak ada suara canda tawa sama sekali.

Merasa tidak terima akan kedudukan Alana di kantor, Lewis putuskan masuk ke kamar James. Ia perlu merebut posisinya dan mendepak sejauh mungkin wanita pecinta harta itu.

Tanpa mengetuk lebih dulu, pria ini membuka pintu dan masuk ke dalam, seketika bola matanya memandang rendah sepasang suami istri yang duduk berjauhan, sungguh pemandangan berbeda yang dilihatnya.

Padahal di meja makan, keduanya sangat mesra tapi sekarang lihatlah? Dinding penghalang terbentang diantara James dan Alana.

“Le-Lewis?” Alana terpekik, sungguh ia tidak menyangka putranya nekat masuk di waktu larut seperti ini.

“Waw, kalian berdua bertengkar? Sudah aku katakan Daddy, wanita muda itu hanya menyusahkan.” Diiringi tepuk tangan, Lewis tertawa dingin mencemooh pasangan suami istri di depannya.

TBC

***

semoga suka dengan alurnya kaka

ditunggu dukungannya

terima kasih banyak 🤗

Terpopuler

Comments

ciber ara

ciber ara

weh dpt misi baru gak tu alana wmwl

2023-05-13

2

sasip

sasip

masih belum paham kenapa Alana terpaksa nikahin bpk² tua ituh.. 😅

2023-05-12

2

Embun Kesiangan

Embun Kesiangan

shock pastinya y, Wis (Lewis y maksudnya ✌️🤭)

2023-05-11

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2 BAB 2 Sosok Arogan
3 BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4 BAB 4 Tidak Gentar
5 BAB 5 Tragedi
6 BAB 6 Sikap Dingin
7 BAB 7 Tuduhan
8 BAB 8 Tuduhan Kedua
9 BAB 9 Jebakan Terhina
10 BAB 10 Jiwa Malaikat
11 BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12 BAB 12 Menghindar
13 BAB 13 Keputusan Yang Salah
14 BAB 14 Karena Pekerjaan
15 BAB 15 Aku Cemburu
16 BAB 16 Perdebatan Batin
17 BAB 17 Apa Artinya?
18 BAB 18 Bukti
19 BAB 19 Marah
20 BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21 BAB 21 Dugaan Hamil
22 BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23 BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24 BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25 BAB 25 Menepati Janji
26 BAB 26 Ayah vs Anak
27 BAB 27 Belum Bisa Jujur
28 BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29 BAB 29 Ternoda
30 BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31 BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32 BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33 BAB 33 Kegiatan Pagi
34 BAB 34 Mengikuti Debby
35 BAB 35 Selalu Memabukkan
36 BAB 36 Membalik Keadaan
37 BAB 37 Seharusnya Aku
38 BAB 38 Bukan Lewis
39 BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40 BAB 40 Membantu
41 BAB 41 Maafkan Aku
42 BAB 42 Hati Ke Hati
43 BAB 43 Menghilang
44 BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45 BAB 45 Pertemuan
46 BAB 46 Pertunangan
47 BAB 47 Menyedihkan
48 BAB 48 Kenyataan
49 BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50 BAB 50 Mencari
51 BAB 51 Tidak Dihargai
52 BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53 BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54 BAB 54 Bukti
55 BAB 55 Cinta itu Merusak
56 BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57 BAB 57 Sama-sama Sakit
58 BAB 58 Penangkapan
59 BAB 59 Memohon
60 BAB 60 Lewis Menggila
61 BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62 BAB 62 Kejamnya Dunia
63 BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64 BAB 64 Belanja
65 BAB 65 Terbungkus Ego
66 BAB 66 Bertahanlah
67 BAB 67 Keras Kepala
68 BAB 68 Berpikir Jernih
69 BAB 69 Harapan
70 BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 72 Episodes

1
BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2
BAB 2 Sosok Arogan
3
BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4
BAB 4 Tidak Gentar
5
BAB 5 Tragedi
6
BAB 6 Sikap Dingin
7
BAB 7 Tuduhan
8
BAB 8 Tuduhan Kedua
9
BAB 9 Jebakan Terhina
10
BAB 10 Jiwa Malaikat
11
BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12
BAB 12 Menghindar
13
BAB 13 Keputusan Yang Salah
14
BAB 14 Karena Pekerjaan
15
BAB 15 Aku Cemburu
16
BAB 16 Perdebatan Batin
17
BAB 17 Apa Artinya?
18
BAB 18 Bukti
19
BAB 19 Marah
20
BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21
BAB 21 Dugaan Hamil
22
BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23
BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24
BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25
BAB 25 Menepati Janji
26
BAB 26 Ayah vs Anak
27
BAB 27 Belum Bisa Jujur
28
BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29
BAB 29 Ternoda
30
BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31
BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32
BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33
BAB 33 Kegiatan Pagi
34
BAB 34 Mengikuti Debby
35
BAB 35 Selalu Memabukkan
36
BAB 36 Membalik Keadaan
37
BAB 37 Seharusnya Aku
38
BAB 38 Bukan Lewis
39
BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40
BAB 40 Membantu
41
BAB 41 Maafkan Aku
42
BAB 42 Hati Ke Hati
43
BAB 43 Menghilang
44
BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45
BAB 45 Pertemuan
46
BAB 46 Pertunangan
47
BAB 47 Menyedihkan
48
BAB 48 Kenyataan
49
BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50
BAB 50 Mencari
51
BAB 51 Tidak Dihargai
52
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53
BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54
BAB 54 Bukti
55
BAB 55 Cinta itu Merusak
56
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57
BAB 57 Sama-sama Sakit
58
BAB 58 Penangkapan
59
BAB 59 Memohon
60
BAB 60 Lewis Menggila
61
BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62
BAB 62 Kejamnya Dunia
63
BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64
BAB 64 Belanja
65
BAB 65 Terbungkus Ego
66
BAB 66 Bertahanlah
67
BAB 67 Keras Kepala
68
BAB 68 Berpikir Jernih
69
BAB 69 Harapan
70
BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!