BAB 15 Aku Cemburu

Hari ini Lewis dan Alana kembali pulang ke ibu kota, hubungan keduanya semakin erat, kompak dan tak terpisahkan. Bagi siapapun yang melihat pasti menyangka bahwa dua orang itu sepasang kekasih atau suami istri.

Dalam pesawat pun Alana menempel di lengan putra sambungnya, perhatian yang diberikan Lewis membuat hati wanita ini tersipu malu.

Suatu hal baru diterima dari seorang pria, selama ini James hanya menyayangi Alana selayaknya anak perempuan, meski status James sebagai suami.

“Kau yakin kita langsung pulang? Mau jalan-jalan dulu, hem?” tanya Lewis sembari mengacak rambut rapi Alana, entah mengapa menghabiskan waktu lebih dari dua minggu secara bersama sangat menyenangkan.

Alana begitu berbeda dari penilaian Lewis Jansen. Perempuan cantik, lembut, penyayang, tegas dan cerdas.

Menurut Lewis, Alana sangat mirip dengan mendiang Nyonya Besar Jansen.

“Mungkin itu alasan James menikahi mu, Al. Seandainya kita bertemu lebih awal …” batin Lewis menyesali kepergiannya ke luar negeri selama bertahun-tahun.

“Tidak, banyak meeting tertunda. Besok kamu masuk kantor atau libur? Kalau boleh saran, sebaiknya temani aku handle rekanan dari Kanada, bagaimana?” Alana sendiri kesulitan mengatasi pekerjaan menumpuk. Sadar akan kapasitasnya sebagai wanita yang harus mengurusi keperluan Ayah serta adik-adiknya.

“Oke, kirim semua materi ke email ku. Perintahkan Alvaro jangan menguntit kamu, tapi dia harus kerja denganku.” Selain kepada James, dia juga sangat marah bila Alvaro memberi perhatian lebih, semua sikapnya bukan sebagai asisten pada Bosnya tetapi sebagai pria kepada wanita.

Pesawat komersil yang ditumpangi Alana dan Lewis tiba pukul tiga sore, keduanya langsung dijemput oleh sopir pribadi keluarga Jansen.

Selama perjalanan Alana tak henti mengoceh masalah pekerjaan, dan tanpa dia tahu sosok pria yang duduk tepat di sampingnya begitu terpesona akan kecerdasan Alana Pattinson. Wanita muda, cerdas dan menguasai bisnis JSN Group sangat cepat.

Alana masih terus membahas beberapa materi yang akan disajikan esok hari, bahkan masuk ke dalam rumah pun fokusnya seputar meeting.

Keduanya terlihat sangat akrab, pria tua yang melihat dari lantai dua tersenyum. Usahanya tidak sia-sia menyatukan putra tunggal dan istrinya dalam perjalan bisnis, terbukti hubungan diantara mereka semakin baik.

“Aku tahu Alana, kau bisa merubah putraku menjadi lebih baik. Aku bangga kepadamu.” Ucap James dalam hati seraya mengelus dada. James semakin yakin dengan kekompakan Alana dan Lewis, maka Debby bisa disingkirkan sangat mudah.

“Alana, kemari! Aku merindukanmu. Ku tunggu di kamar.” James tersenyum hangat, melambaikan tangan ke istri mudanya.

“Ah, Lewis maaf. Aku ke kamar dulu ya. Selamat istirahat.”  Alana meninggalkan putra sambungnya di lantai satu, wanita ini berjalan menapaki anak tangga dengan wajah berseri.

Manik biru masih setia memperhatikan sosok cantik nan menggoda pergi menjauh. Lewis hanya bisa menahan amarah melihat wanita yang sukses menyentuh hatinya masuk ke kamar James.

“Argh … lupakan, ini tidak benar. Dia ibumu, ah salah wanita itu tidak layak kau cintai. Berhenti memikirkannya.” Ia tahu apa yang akan terjadi di dalam sana. Susah payah Lewis menyingkirkan rasa cemburu.

Kamarnya berada di lantai dua, dan Lewis tidak henti menatap marah ke pintu kamar James. Malam menggairahkannya bersama Alana terus menerus berputar, kali ini pemeran pria berubah menjadi James.

“Sial. Alana, kau begitu merindukan suamimu itu kah? Sampai mengabaikan aku yang sudah menemani selama dua minggu.” Batin Lewis tidak rela ayahnya menikmati kemolekan Alana.

Sedangkan dalam bilik lain. Berbeda dari apa yang Lewis pikirkan, Alana melaporkan segala kegiatan bisnis termasuk orang yang mendadak menyerangnya.

Dia pun masuk ke ruangan tersembunyi, yang selama ini menjadi kamarnya. Jangankan tidur satu ranjang, saling membelai pun tidak pernah terjadi diantara sepasang suami istri kontrak itu, menikah atas dasar keuntungan masing-masing.

“Tapi kenapa kamar ini berubah tidak nyaman? Aku lebih menyukai hotel.” Gumam Alana, menghela napas. Memejamkan kedua mata, tiba-tiba kenangan indahnya bersama Lewis muncul begitu saja.

“Eh, kenapa jadi memikirkan anak itu?” Semakin disingkirkan, bayang-bayang  Lewis terpatri kuat.

“Alana dia itu Putra Tuan James, aku tidak boleh memiliki hubungan dengannya. Publik tahu kalau aku ibu sambungnya. Mungkin aku menyayangi Lewis sebagai seorang kakak.” Alana menepis semua benih-benih perasaan terhdap Lewis Jansen.

Sementara di kamar, Lewis melampiaskan amarah, hancur sudah perasaannya. Dia membayangkan bagaimana panasnya kamar itu dengan kegiatan James dan Alana. Suara merdu Alana menghantui gendang telinga dan otak pria tampan berhidung mancung ini.

Lewis Jansen mengepalkan kedua tangan, meninju dinding hingga merusak kran air, “Argh ada apa denganmu ini?” geram Lewis berusaha menutup saluran air yang kini membanjiri kamar mandi.

“Terserahlah, aku tidak peduli.” Membanting handuknya ke lantai dan masuk walk in closet, menyambar asal pakaian santai. Kemudian keluar kamar mencari udara segar, namun Patricia menggoda Lewis, tidak pernah jera sepupu tirinya untuk meraih simpatik.

“Hi Lew, aku dengar kamu baru pulang perjalanan bisnis. Ada kesulitan? Kamu bisa ke kamarku kapanpun, pintunya tidak pernah aku kunci, mungkin kamu membutuhkan bantuanku.” Patricia tersenyum licik, dia akan berusaha meraih perhatian bahkan hati kakak sepupunya.

Tapi sangat disayangkan, upaya Patricia buntu. Lewis Jansen sama sekali tidak tertarik akan tawaran rendahan. Dia memilih ke dapur mengambil jus dalam lemari pending.

“Dasar kutub selatan, lihat saja kau pasti bertekuk lutut di bawah kakiku.” Tidak menyerah, Patricia Jansen pura-pura jatuh ke kolam berenang dan tenggelam menjadi ide brilian petang ini.

“Ah Kak, tolong aku. Kaki … kakiku sakit. To …” kalimat Patricia terputus sebab tubuhnya tak lagi tampak di permukaan.

“Bukankah anak itu mahir berenang, malas sekali maladeni trik murahan.” Lewis masih santai meneguk jus hingga tandas. Namun dia mengintip ke pintu kaca, tidak ada siapapun di kolam berenang. Atas dasar kemanusiaan Lewis menolong sepupunya.

BYUR

Lewis membopong tubuh lemas Patrcia, membaringkannya di tepi kolam. “Bangun Patrcia, kau ini juara nasional berenang, aku tidak bodoh. Cepat bangun.” Lewis menggunakan kakinya menyentuh adik sepupu tirinya.

Namun tidak ada pergerakan sama sekali, Lewis berjongkok memeriksa denyut nadi, lemah. Menghapus rasa kesal, dia sudah siap menolong adik sepupunya.

Bertepatan dengan itu, Alana yang melihat  kejadian di pinggir kolam, mengepalkan tangan. Sinyal negatif muncul, jujur saja cemburu memenuhi relung hati Alana.

“STOP, biar aku yang membantu. Dulu di Inggris, aku ikut kelas pelatihan CPR.” Alana melangkah, mendekati Lewis. Dia tahu bahwa Patricia hanya berakting, tanpa sengaja menangkap pergerakan tangannya begitu pelan.

“Minggir kamu, sebaiknya ganti baju. Sebentar lagi gelap, angin malam tidak bagus, kamu juga lelah baru pulang.” Perhatian Alana, sekaligus meradang atas sikap keponakan suaminya. Dia menyingkirkan Lewis dari sisi Patricia dan melakukan pertolongan pertama.

TBC

***

Tim Lewis Alana atau James Alana?

Terpopuler

Comments

ciber ara

ciber ara

nabung dulu biar mantap bacanya 😋

2023-05-13

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2 BAB 2 Sosok Arogan
3 BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4 BAB 4 Tidak Gentar
5 BAB 5 Tragedi
6 BAB 6 Sikap Dingin
7 BAB 7 Tuduhan
8 BAB 8 Tuduhan Kedua
9 BAB 9 Jebakan Terhina
10 BAB 10 Jiwa Malaikat
11 BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12 BAB 12 Menghindar
13 BAB 13 Keputusan Yang Salah
14 BAB 14 Karena Pekerjaan
15 BAB 15 Aku Cemburu
16 BAB 16 Perdebatan Batin
17 BAB 17 Apa Artinya?
18 BAB 18 Bukti
19 BAB 19 Marah
20 BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21 BAB 21 Dugaan Hamil
22 BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23 BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24 BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25 BAB 25 Menepati Janji
26 BAB 26 Ayah vs Anak
27 BAB 27 Belum Bisa Jujur
28 BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29 BAB 29 Ternoda
30 BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31 BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32 BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33 BAB 33 Kegiatan Pagi
34 BAB 34 Mengikuti Debby
35 BAB 35 Selalu Memabukkan
36 BAB 36 Membalik Keadaan
37 BAB 37 Seharusnya Aku
38 BAB 38 Bukan Lewis
39 BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40 BAB 40 Membantu
41 BAB 41 Maafkan Aku
42 BAB 42 Hati Ke Hati
43 BAB 43 Menghilang
44 BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45 BAB 45 Pertemuan
46 BAB 46 Pertunangan
47 BAB 47 Menyedihkan
48 BAB 48 Kenyataan
49 BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50 BAB 50 Mencari
51 BAB 51 Tidak Dihargai
52 BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53 BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54 BAB 54 Bukti
55 BAB 55 Cinta itu Merusak
56 BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57 BAB 57 Sama-sama Sakit
58 BAB 58 Penangkapan
59 BAB 59 Memohon
60 BAB 60 Lewis Menggila
61 BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62 BAB 62 Kejamnya Dunia
63 BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64 BAB 64 Belanja
65 BAB 65 Terbungkus Ego
66 BAB 66 Bertahanlah
67 BAB 67 Keras Kepala
68 BAB 68 Berpikir Jernih
69 BAB 69 Harapan
70 BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71 SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72 Istri Terlupakan Mr Casanova
Episodes

Updated 72 Episodes

1
BAB 1 Satu Bulan Pernikahan
2
BAB 2 Sosok Arogan
3
BAB 3 Tidak Menerima Perubahan
4
BAB 4 Tidak Gentar
5
BAB 5 Tragedi
6
BAB 6 Sikap Dingin
7
BAB 7 Tuduhan
8
BAB 8 Tuduhan Kedua
9
BAB 9 Jebakan Terhina
10
BAB 10 Jiwa Malaikat
11
BAB 11 Menghilangkan Efek Obat
12
BAB 12 Menghindar
13
BAB 13 Keputusan Yang Salah
14
BAB 14 Karena Pekerjaan
15
BAB 15 Aku Cemburu
16
BAB 16 Perdebatan Batin
17
BAB 17 Apa Artinya?
18
BAB 18 Bukti
19
BAB 19 Marah
20
BAB 20 Orang Itu Adalah Aku
21
BAB 21 Dugaan Hamil
22
BAB 22 Cintaku Karam Sebelum Berlabuh
23
BAB 23 Aku Kakak Yang Baik
24
BAB 24 Rindu Yang Menggebu
25
BAB 25 Menepati Janji
26
BAB 26 Ayah vs Anak
27
BAB 27 Belum Bisa Jujur
28
BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu
29
BAB 29 Ternoda
30
BAB 30 Tak Bisa Ku Gapai
31
BAB 31 Tidak Akan Menceraikanmu
32
BAB 32 Jangan Tinggalkan Aku
33
BAB 33 Kegiatan Pagi
34
BAB 34 Mengikuti Debby
35
BAB 35 Selalu Memabukkan
36
BAB 36 Membalik Keadaan
37
BAB 37 Seharusnya Aku
38
BAB 38 Bukan Lewis
39
BAB 39 Terbakar Api Tak Kasat Mata
40
BAB 40 Membantu
41
BAB 41 Maafkan Aku
42
BAB 42 Hati Ke Hati
43
BAB 43 Menghilang
44
BAB 44 Memenuhi Keinginan James
45
BAB 45 Pertemuan
46
BAB 46 Pertunangan
47
BAB 47 Menyedihkan
48
BAB 48 Kenyataan
49
BAB 49 Tiada Sebelum Diketahui
50
BAB 50 Mencari
51
BAB 51 Tidak Dihargai
52
BAB 52 Kembali Berjalan Sendiri
53
BAB 53 Menyingkirkan Masa Lalu
54
BAB 54 Bukti
55
BAB 55 Cinta itu Merusak
56
BAB 56 Tidak Sebaik Yang Kau Kira
57
BAB 57 Sama-sama Sakit
58
BAB 58 Penangkapan
59
BAB 59 Memohon
60
BAB 60 Lewis Menggila
61
BAB 61 Aku Tidak Menyesal
62
BAB 62 Kejamnya Dunia
63
BAB 63 Mengamati Dari Jauh
64
BAB 64 Belanja
65
BAB 65 Terbungkus Ego
66
BAB 66 Bertahanlah
67
BAB 67 Keras Kepala
68
BAB 68 Berpikir Jernih
69
BAB 69 Harapan
70
BAB 70 Memperbaiki Keadaan
71
SUAMI KECIL MILIK BU GURU
72
Istri Terlupakan Mr Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!