Adelia tidak dapat mengelak bahwa luka yang dia dapat adalah luka lama. Wanita itu pun dengan terpaksa menceritakan pertengkaran yang terjadi beberapa waktu lalu dengan Wisnu. Namun, dia enggan menceritakan pemicunya.
"Sumpah Mbak, Mas Wisnu tidak sengaja!" Sekali lagi Adelia mengucap sumpah agar meredam kemarahan Dinda.
Melihat sorot mata memelas Adelia, Dinda pun mengalah. Kemarahan yang tertuju pada Ratna pun ikut larut setelah melihat sorot kesedihan di wajah wanita itu. Terlebih pada permohonan Adelia untuk tidak melakukan apa-apa.
Dinda menghela napas pasrah. Adelia bukannya wanita bodoh yang tidak pandai melawan ... dia memang memiliki hati sebaik dan selembut itu. Adelia juga menganut pemahaman bahwa orang tua dan suami harus lah dihormati. Namun, mau sampai kapan? Wisnu sudah kelewatan karena bermain serong dengan seorang wanita bau kencur hingga hamil, dan kini malah menikahi selingkuhannya. Jadi untuk apa lagi Adelia bersikap hormat pada suami, jika pria itu saja tidak bisa menghargai dan menerima kekurangannya?
"Del, kamu nggak capek begini terus?" tanya Dinda lesu.
Adelia terdiam. "Tentu aku capek, Mbak, tapi, entahlah aku tidak bisa melepaskan diri. Mas Wisnu pun enggan berpisah," jawab wanita itu.
Dinda berdecak kesal. "Wisnu menahanmu bukan karena perasaan cinta semata, Del, tetapi karena dia ingin menyiksamu dengan mempertontonkan kehidupan bahagianya bersama wanita itu! Lagi pula, aku yakin sekali wanita itu tidak lah sepenuhnya baik! Dia hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkanmu, Del!"
Adelia terdiam. Dia tak mampu menampik perkataan sang kakak dan hanya meminta wanita itu untuk mendo'akan dirinya saja.
Obrolan pun kembali ke masalah uang tiga puluh juta yang harus diserahkan Adelia kepada Ratna.
"Gampang Del, gunakan saja uang Wisnu dan akui saja kalau itu tabungan Mbak," usul Dinda kemudian.
"Tidak bisa Mbak. Uang di ATM-ku tidak sampai segitu, itu pun Mama memaksa melihatnya demi mencegah uang itu kupakai."
Mendengar jawaban Adelia, Dinda sontak mengurut dahinya yang tiba-tiba terasa pening. "Pusing Mbak sama masalahmu!"
...**********...
Intan akhirnya bisa bernapas lega setelah berhasil melarikan diri dari dekapan ibu mertuanya yang terlalu over protektif. Pasalnya, wanita itu bersikeras ingin ikut serta ketika Intan hendak izin pergi menemui temannya.
Beruntung Hariadi, ayah mertuanya yang baru saja pulang semalam, membela wanita itu dan melarang sang istri untuk mempermalukan dirinya.
"Dasar wanita tua tak tahu diri! Bisa-bisanya dia ingin ikut pergi denganku!" umpat Intan seraya mengemudikan mobilnya menuju salah satu kafe terkenal. Dia mendengkus kesal dengan semua tingkah Ratna yang berlebihan memperlakukannya.
Ya, wanita itu memang senang setelah dijadikan ratu di rumah itu, tetapi perlakuan Ratna benar-benar membuatnya risih. Ada kalanya Intan ingin sekali mengumpat atau membenturkan Ratna ke dinding ketika sedang berdua. Namun, urung dilakukan. Dia masih bisa menahan diri, apa lagi ketika mengingat seberapa lama perjuangannya hingga menjadi istri dari seorang Wisnu Kencana.
Mobil yang dikemudikan Intan akhirnya sampai. Dari sana dia bisa melihat Mona, tantenya, sedang menunggu di salah satu meja pengunjung yang terletak di depan kafe.
Ya, Intan sebenarnya berbohong pada Ratna dan Hariadi perihal seseorang yang akan dia temui di kafe.
"Sudah menunggu lama, Tan?" tanya Intan seraya mencium pipi kiri kanan Mona.
Alih-alih menjawab sapaan Intan, Mona malah terpukau dengan mobil mewah yang baru saja dikemudikan Intan.
"Mobilnya bagus sekal, Ntan!" seru Mona.
"Iya, dong!" sahut Intan bangga. Sejak menikah dengan Wisnu, Intan memang langsung dibanjiri berbagai fasilitas mewah, seperti mobil dan credit card. Wisnu bahkan pernah berjanji untuk memberikan salah satu mall yang dimilikinya setelah Intan melahirkan nanti, sebagai bentuk rasa terima kasih karena telah memberikan pria itu seorang putra.
"Gilaaa! Ingat ya Intan, jangan sampai kamu salah melangkah, sebelum aset-aset milik keluarga Wisnu jatuh di tanganmu!" kata Mona mengingatkan.
"Tentu, Tan. Aku tidak akan menyia-nyiakan pencapaianku!" jawab Intan percaya diri. Bayangan akan pundi-pundi kekayaan sudah bisa Intan rasakan dari sekarang.
Ya, selain perasaan cinta yang memang tertanam di jiwa Intan, wanita itu juga memiliki niat untuk mengambil sebanyak mungkin harta Wisnu.
"Cih, dasar pria bodoh!" umpat Intan lagi.
"Oh iya, Sayang, Tante mengajakmu bertemu karena kemarin orang itu datang ke kantor Om Attan. Dia memaksa Tante untuk memberitahu keberadaanmu. Kamu sendiri bagaimana? Apa dia masih menelepon seperti itu?" Mona tiba-tiba membahas hal yang memang menjadi pemicu pertemuannya dengan Intan hari ini.
Mendengar pertanyaan Mona, Intan langsung mengeraskan rahangnya. "Tan, aku tidak ingin mendengar apa pun lagi. Tolong katakan pada Om Attan untuk mengusirnya atau melapor ke polisi. Aku juga sudah mengganti semua nomor telepon dan email agar tidak terlacak."
Mona meringis tak enak. Dia pun menenangkan sang keponakan dengan berjanji akan lebih tegas bersikap.
"Omong-omong, emm ... Sayang, kamu jadi kan, ingin membuatkan butik untuk Tante? Apa kamu sudah membicarakan ini dengan Wisnu?" tanya Mona seraya memasang senyum paling manis yang dia miliki.
"Aku akan membicarakannya Tan, tapi aku harap, aku tidak lagi mendengar berita dari orang itu!"
Mendengar hal demikian, Mona dengan wajah sumringah pun berkata, "ah, untuk urusan itu kamu tidak perlu khawatir Sayang, Tante dan Om berjanji akan menindak tegas. Kamu cukup menjalani hidup bahagia dan mewahmu bersama keluarga Kencana saja, oke?"
Intan tersenyum tipis. Wanita itu pun mengajak Mona untuk bersenang-senang di mall, yang langsung disambut dengan sangat antusias oleh dirinya.
"Tante boleh minta apa pun kan, Sayang?" Mona menatap Intan dengan penuh harap.
Intan tertawa kecil. "Tidak masalah!" Mereka berdua pun tertawa lepas, sebelum akhirnya pergi meninggalkan kafe tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
S
Menghormati orang tua dan suami emang harus ,wajib ain malah.Tp bukan berarti harkat dan martabatmu sbg manusia kau gadaikan juga kali
2023-07-11
1