Bab 4. Sebuah pilihan untuk Adelia.

Adelia terhenyak. Tak ada kata yang mampu menggambarkan perasaannya saat ini, terlebih saat Ratna dan Hariadi turut menemui wanita itu.

Bukannya marah mengetahui perselingkuhan putranya, Ratna justru berseru senang dan kembali mencemooh Adelia karena ternyata kondisi Wisnu benar-benar sehat.

"Lihat kan, siapa yang bermasalah? Kamu lah Adelia, kamu!" sentak Ratna. Sementara Hariadi hanya mampu terdiam. Matanya menatap Adelia seolah memperlihatkan keprihatinannya pada sang menantu.

Hariadi ingin membela, karena biar bagaimana pun apa yang sudah dilakukan Wisnu adalah sebuah kesalahan. Namun, pria itu enggan menambah keributan di rumah ini.

"Siapa namamu, Nak?" tanya Ratna yang kini duduk seraya mengelus lengan wanita muda itu.

"Intan, Tante," jawab sang wanita. "Maafkan aku, Tante karena telah mengganggu ketentraman keluarga ini. Sebenarnya aku tak ingin menjalani ini semua, tetapi Mas Wisnu memaksa. Aku tahu seharusnya aku lebih keras menolak. Namun, a—"

"Ssstt! Sudah Intan, sudah Nak, yang terjadi biarlah terjadi dan kamu tidak boleh menyesalinya," ucap Ratna ketika melihat air mata Intan.

Ya, Wajah wanita itu yang semula angkuh saat berhadapan dengan Adelia tiba-tiba berubah drastis. Adelia tidak bodoh! Dia jelas melihat ada banyak raut kepalsuan yang ditunjukkan oleh Intan.

"Sekarang berapa usia kehamilanmu?" tanya Ratna kemudian.

"Empat belas minggu Tante," jawab Intan lirih.

Mendengar jawaban Intan, Adelia memejamkan matanya demi menghilangkan rasa sakit yang kembali mendera. Sekarang dia tahu mengapa Wisnu selalu pulang terlambat.

"Sudah besar juga. Kapan kamu mengetahuinya?" tanya Ratna lagi.

"Saat berusia tujuh minggu. Sebenarnya Mas Wisnu sudah diberitahu sejak lama. Namun ...." Intan sengaja tidak melanjutkan perkataannya.

"Mama mengerti, mama mengerti. Ya, hal seperti ini seharusnya memang tidak boleh disembunyikan," kata Ratna. "dan jangan panggil tante, Nak, panggil saja aku Mama, seperti yang dilakukan Wisnu. Oke?" sambung wanita itu kemudian.

Sambil menangis Intan menganggukkan kepalanya.

Rasa sakit menjalar memenuhi seluruh tubuh Adelia, ketika melihat bagaimana Ratna memperlakukan Intan dengan sangat baik dan ramah. Beliau bahkan menenangkan wanita itu dengan memeluknya erat, padahal di sini dia lah yang butuh ditenangkan.

Beberapa saat kemudian, Wisnu tiba di rumah dengan terburu-buru. Intan pasti memberitahu pria itu soal kedatangan dirinya ke rumah.

Wajah Wisnu terlihat sangat panik ketika bersirobok dengan mata berkaca-kaca milik Adelia. Namun, begitu melihat pemandangan aneh di depannya, Wisnu sontak terheran.

"Wisnu, apa yang sebenarnya kamu lakukan, Nak? Mengapa kamu menyembunyikan hal ini?" Ratna berdiri dari sofa dan menatap tajam Wisnu.

Wisnu kembali panik. "Ma, a aku t ti tidak ... bu—"

"Coba sejak awal kamu katakan, Mama pasti mengerti dan tidak akan memusingkan soal ...." Ratna melirik sinis sang menantu yang duduk di sofa sudut.

"Maksudnya? Mama tidak marah?" tanya Wisnu.

"Tentu saja tidak, Sayang! Intan mengandung darah dagingmu yang kita idam-idamkan selama ini. Terlebih, dengan begini secara tidak langsung kamu membuktikan bahwa kamu adalah pria sehat dan normal, Wisnu!" seru Ratna dengan nada senang.

Wisnu terdiam. Entah mengapa perasaannya malah senang setelah mengetahui pendapat Ratna. Ketakutan yang semula dirasa kini menguap seketika. Dia bahkan merasa tidak perlu memerdulikan perasaan Adelia.

"Mama harap kamu tidak lari dari tanggung jawab, Wisnu. Segera nikahi Intan!" titah sang ibu kemudian.

Wisnu, Hariadi, dan Adelia terkejut.

"Ma, Wisnu memiliki istri!" Hariadi yang sejak tadi diam akhirnya angkat suara.

"Mama tahu! Namun, mau bagaimana lagi, Wisnu harus tetap bertanggung jawab!" sahut Ratna ketus. Wanita itu kemudian menatap Adelia. "Jadi, Adelia, silakan kamu pilih, apakah kamu mau bercerai dengan Wisnu atau memiliki madu?"

Dada Adelia sontak terasa panas saat mendengar kalimat panjang yang dilontarkan sang ibu mertua. Mata mendadak berkabut, lalu sedetik kemudian lelehan air mata mengalir membasahi pipi Adelia.

"Hapus air mata menjijikanmu itu Adelia, dan jangan salahkan Wisnu! Di sini kamu lah yang bersalah karena tidak bisa memberikan anak untuk Wisnu. Jika saja kamu mampu, putraku tidak akan berbuat demikian!" sentak Ratna.

Adelia menarik napasnya yang terasa berat. Perlahan dia menghapus air matanya dan berkata, "boleh saya bicara dengan Mas Wisnu berdua?"

"Buat apa, kamu itu ti—"

"Aku akan bicara dengan Adelia, Ma." Wisnu memotong perkataan sang ibu. Dia pun mengajak Adelia ke kamar mereka, sementara Intan menunggu di sana bersama ibu dan ayahnya.

Tidak ada yang menyadari, Intan kini menatap Adelia dengan senyum sinis.

Sesampainya di kamar, Adelia menangis sesenggukkan di hadapan Wisnu. Dia bahkan memukuli dada Wisnu yang hanya diam berdiri tanpa berusaha menenangkan hatinya.

"Ya Allah, Mas, kamu jahat sekali padaku! Apa dosaku sebesar itu padamu dan keluarga? Kalau memang seperti itu, mengapa kamu tidak menceraikan aku saja sejak dulu!" jerit Adelia.

Tangannya kini meremas dan memukul-mukul dadanya sendiri demi menghilangkan rasa sakit yang mulai menyiksa. Namun, Wisnu sama sekali tidak bergerak.

Peluk lah aku, tenangkan aku, dan katakan bahwa ini semua adalah kebohongan semata. Batin Adelia merana.

"Maaf, Del, hanya itu yang bisa aku katakan. Aku tidak akan mengelak," ucap Wisnu.

Adelia menggeram dan kembali terisak-isak.

"Suka atau tidak suka aku akan tetap menikahi Intan, dan tidak akan melepaskanmu, Del!" tegas Wisnu.

Adelia terbelalak. "Apa maksudmu, Mas? Kamu ingin menyiksaku perlahan-lahan, kan!" pekiknya.

Wisnu tidak menjawab. Seperti yang telah dia pikirkan, dia tak sudi melepaskan Adelia dan ingin tetap melihat wanita itu menghamba perasaan padanya.

"Terserah kamu mau anggap apa, yang jelas aku tidak akan mau melepaskanmu, Adelia!" Setelah berkata demikian, Wisnu pergi meninggalkan kamar mereka dan membanting pintu.

Adelia mematung. Lelehan air mata semakin deras membasahi wajahnya. Sesaat kemudian tubuh wanita itu terjatuh di lantai.

Adelia menangis meraung-raung, meratapi nasib tragis yang digariskan kepadanya.

...**********...

Kabar soal kehamilan Intan pun sampai ke telinga keluarga Adelia. Ratna lah yang memberitahu mereka semua melalui kedatangannya ke sana bersama Wisnu, Hariadi, dan Adelia sendiri.

Ayah, ibu, Dinda dan suaminya Doni, tentu saja terkejut mendengarnya. Mereka pikir kedatangan keluarga Wisnu hanya sebagai kunjungan biasa karena mereka sudah lama tidak bertandang ke sana.

"Jadi kami harap bapak dan ibu mengerti keadaan ini. Sebagai manusia, Wisnu harus bertanggung jawab." Ratna kembali mengingatkan rencana pernikahan Wisnu dan Intan.

"Kalau begitu kembalikan saja Intan pada kami, Bu Ratna." Arwan, sang ayah lah yang membuka suara. Pria itu tampak sangat terluka mengetahui putri bungsu yang dia rawat dan kasihi ternyata disakiti sedemikian rupa oleh suaminya sendiri.

Terpopuler

Comments

Ahmy Putri

Ahmy Putri

dasar egoisss

2023-09-28

0

Yati Syahira

Yati Syahira

laki "egois ,adel cerai sja percuma suamimu sdh tdk mencibtaimu lagi

2023-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Adelia Cempaka Maharani.
2 Bab 2. Perlakuan Wisnu.
3 Bab 3. Fakta menyakitkan.
4 Bab 4. Sebuah pilihan untuk Adelia.
5 Bab 5. Menjelang Pernikahan Wisnu dan Intan.
6 Bab 6. Kasih sayang seorang ibu.
7 Bab 7. SAH!
8 Bab 8. Sang kakak yang selalu menjadi pembela.
9 Bab 9. Tuduhan Intan.
10 Bab 10. Ratna mengambil sikap.
11 Bab 11. Barang penuh kenangan yang terbuang.
12 Bab 12. Istri rasa asisten rumah tangga.
13 Bab 13. USG (Ultrasonografi).
14 Bab 14. Ratna murka.
15 Bab 15. Bahagiamu bukan karena aku.
16 Bab 16. Perasaan Wisnu yang tidak menentu.
17 Bab 17. Kehangatan keluarga yang dirindukan Adelia.
18 Bab 18. Mona dan Intan.
19 Bab 19. Pertemuan tak terduga Intan.
20 Bab 20. Kerinduankah?
21 Bab 21. Perpustakaan.
22 Bab 22. Niat terselubung Intan.
23 Bab 23. Kepalsuan Intan.
24 Bab 24. Hariadi mulai gerah.
25 Bab 25. Tawaran Hariadi.
26 Bab 26. Ingatan Adelia.
27 Bab 27. Ultrasonografi.
28 Bab 28. Intan pendarahan.
29 Bab 29. Tekad bulat Adelia.
30 Bab 30. Kehadiran Steve.
31 Bab 31. Pencarian Adelia.
32 Bab 32. Keributan antara Wisnu dan keluarga sang mertua.
33 Bab 33. Kepedulian sang ayah mertua.
34 Bab 34. Keadaan rumah.
35 Bab 35. Polemik Intan dan Attan.
36 Bab 36. Ketakutan Intan dan satu fakta terkuak.
37 Bab 37. Sikap Alex.
38 Bab 38. Batas.
39 Bab 39. Pertemuan mengejutkan.
40 Bab 40. Pertengkaran.
41 Bab 41. Sikap tegas Hariadi.
42 Bab 42. Tudingan Wisnu dan Ketegasan Adelia.
43 Bab 43. Ketakutan Intan.
44 Bab 44. Gugatan.
45 Bab 45. Keributan besar di rumah keluarga Adelia.
46 Bab 46. Pertemuan Steve dan Adelia.
47 Bab 47. Steve harus beradaptasi.
48 Bab 48: Putusan Cerai.
49 Bab 49. Merayakan kehidupan baru.
50 Bab 50. Kemarahan Wisnu dan penantian Alex.
51 Bab 51. Kehadiran Intan di kantor.
52 Bab 52: Amarah Wisnu dan kekesalan Ratna.
53 Bab 53: Berita perceraian.
54 Bab 54: Pertemuan pertama Steve dan Wisnu.
55 Bab 55: Pertemuan Adelia dan Wisnu setelah perceraian.
56 Bab 56: Ajakan Steve.
57 Bab 57: Pesta perusahaan.
58 Bab 58: Terkuak.
59 Bab 59: Berusaha mempertahankan kepercayaan.
60 Bab 60: Steve dan Adelia.
61 Bab 61. Azoospermia.
62 Bab 62. Rencana jahat yang tidak pernah terealisasi.
63 Bab 63: Hyacint.
64 64. Akhir Kisah.
65 PENGUMUMAN.
66 Bab 1 (Season 2): Belum ingin memulai.
67 Bab 2 (Season 2): Kehadiran masa lalu.
68 Bab 3 (Season 2): Kesialan Wisnu.
69 Bab 4 (Season 2): Kehadiran Carla di kantor.
70 Bab 5 (Season 2): Cemburu?
71 Bab 6 (Season 2): Peringatan.
72 Bab 7 (Season 2): Pertemuan kembali.
73 Bab 8 (Season 2): Alex memberanikan diri.
74 Bab 9 (Season 2): Pencarian Steven berakhir.
75 Bab 10 (Season 2): Perpisahan (lagi).
76 Bab 11 (Season 2): Akhir kisah (lembaran baru).
77 Extra Part.
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1. Adelia Cempaka Maharani.
2
Bab 2. Perlakuan Wisnu.
3
Bab 3. Fakta menyakitkan.
4
Bab 4. Sebuah pilihan untuk Adelia.
5
Bab 5. Menjelang Pernikahan Wisnu dan Intan.
6
Bab 6. Kasih sayang seorang ibu.
7
Bab 7. SAH!
8
Bab 8. Sang kakak yang selalu menjadi pembela.
9
Bab 9. Tuduhan Intan.
10
Bab 10. Ratna mengambil sikap.
11
Bab 11. Barang penuh kenangan yang terbuang.
12
Bab 12. Istri rasa asisten rumah tangga.
13
Bab 13. USG (Ultrasonografi).
14
Bab 14. Ratna murka.
15
Bab 15. Bahagiamu bukan karena aku.
16
Bab 16. Perasaan Wisnu yang tidak menentu.
17
Bab 17. Kehangatan keluarga yang dirindukan Adelia.
18
Bab 18. Mona dan Intan.
19
Bab 19. Pertemuan tak terduga Intan.
20
Bab 20. Kerinduankah?
21
Bab 21. Perpustakaan.
22
Bab 22. Niat terselubung Intan.
23
Bab 23. Kepalsuan Intan.
24
Bab 24. Hariadi mulai gerah.
25
Bab 25. Tawaran Hariadi.
26
Bab 26. Ingatan Adelia.
27
Bab 27. Ultrasonografi.
28
Bab 28. Intan pendarahan.
29
Bab 29. Tekad bulat Adelia.
30
Bab 30. Kehadiran Steve.
31
Bab 31. Pencarian Adelia.
32
Bab 32. Keributan antara Wisnu dan keluarga sang mertua.
33
Bab 33. Kepedulian sang ayah mertua.
34
Bab 34. Keadaan rumah.
35
Bab 35. Polemik Intan dan Attan.
36
Bab 36. Ketakutan Intan dan satu fakta terkuak.
37
Bab 37. Sikap Alex.
38
Bab 38. Batas.
39
Bab 39. Pertemuan mengejutkan.
40
Bab 40. Pertengkaran.
41
Bab 41. Sikap tegas Hariadi.
42
Bab 42. Tudingan Wisnu dan Ketegasan Adelia.
43
Bab 43. Ketakutan Intan.
44
Bab 44. Gugatan.
45
Bab 45. Keributan besar di rumah keluarga Adelia.
46
Bab 46. Pertemuan Steve dan Adelia.
47
Bab 47. Steve harus beradaptasi.
48
Bab 48: Putusan Cerai.
49
Bab 49. Merayakan kehidupan baru.
50
Bab 50. Kemarahan Wisnu dan penantian Alex.
51
Bab 51. Kehadiran Intan di kantor.
52
Bab 52: Amarah Wisnu dan kekesalan Ratna.
53
Bab 53: Berita perceraian.
54
Bab 54: Pertemuan pertama Steve dan Wisnu.
55
Bab 55: Pertemuan Adelia dan Wisnu setelah perceraian.
56
Bab 56: Ajakan Steve.
57
Bab 57: Pesta perusahaan.
58
Bab 58: Terkuak.
59
Bab 59: Berusaha mempertahankan kepercayaan.
60
Bab 60: Steve dan Adelia.
61
Bab 61. Azoospermia.
62
Bab 62. Rencana jahat yang tidak pernah terealisasi.
63
Bab 63: Hyacint.
64
64. Akhir Kisah.
65
PENGUMUMAN.
66
Bab 1 (Season 2): Belum ingin memulai.
67
Bab 2 (Season 2): Kehadiran masa lalu.
68
Bab 3 (Season 2): Kesialan Wisnu.
69
Bab 4 (Season 2): Kehadiran Carla di kantor.
70
Bab 5 (Season 2): Cemburu?
71
Bab 6 (Season 2): Peringatan.
72
Bab 7 (Season 2): Pertemuan kembali.
73
Bab 8 (Season 2): Alex memberanikan diri.
74
Bab 9 (Season 2): Pencarian Steven berakhir.
75
Bab 10 (Season 2): Perpisahan (lagi).
76
Bab 11 (Season 2): Akhir kisah (lembaran baru).
77
Extra Part.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!