Bab 16. Perasaan Wisnu yang tidak menentu.

"Adel!" teriak Wisnu yang panik ketika darrah segar mengalir dari kening wanita itu. Saat Adelia hendak bangun, matanya tiba-tiba berkabut dan seketika itu juga jatuh tak sadarkan diri. Wisnu bergegas menggendong Adelia yang sedang pingsan ke dalam rumah.

Melihat kedatangan Wisnu dan Adelia, dua orang asisten rumah tangga sontak menghampiri mereka guna menanyakan kondisi Adelia. Hal tersebut juga ternyata dilihat oleh Intan yang sengaja keluar kamar karena sang suami belum juga kembali ke sana.

"Mbak Adel kenapa Mas?" tanya Intan.

Wisnu tidak menjawab. Pria itu tanpa sadar melangkahkan kakinya menuju kamar yang kini ditempati oleh Intan.

"Mas, kenapa Mbak Adel dibawa ke sana?" tanya Intan dengan nada tinggi. Namun, lagi-lagi Wisnu tidak menjawab. Pria itu malah meneriaki Aminah yang baru saja tiba di sana, untuk dibawakan kotak P3K.

"Ini Pak!" Aminah mengulurkan kotak tersebut kepada Wisnu. Dengan telaten Wisnu membantu membersihkan darraah di kening sang istri dan juga mengobatinya. Tak hanya itu saja, Wisnu juga dengan lembut memanggil nama Adelia agar dia terbangun.

Intan yang menyaksikan itu semua dari sudut ruangan hanya bisa bergeming sembari menahan kemarahannya.

Wisnu terlihat begitu memerdulikan Adelia. Entah disadari atau tidak, sorot mata yang kini terpatri di wajah Wisnu pun, merupakan sorot mata penuh arti yang tidak akan pernah bisa dia tunjukkan pada Intan sejak dulu.

Intan terluka. Sebongkah rasa sakit menghantam telak jiwanya, ketika Wisnu mengelus lembut surai hitam Adelia. Wisnu memang pernah mengatakan bahwa perasaannya pada Adelia kini telah hilang. Namun, apa yang terjadi sekarang? Pria itu bahkan membawa tubuh Adelia menuju kamar mereka, kamar yang dulu menjadi tempat Adelia dan kini telah diambil alih oleh Intan.

"Mas!" sentak Intan. Kini mereka hanya bertiga di kamar, dan Wisnu tetap tidak berpaling dari Adelia.

"Ya." Jawab Wisnu singkat tanpa melepas pandangannya dari Adelia.

"Mas! Kenapa membawa Mbak Adel ke kamar ini? Sekarang kamar ini adalah tempatku, Mas!" Intan lagi-lagi bersuara. Dia tak terima ada seorang wanita lain tidur di atas ranjang mereka berdua.

Wisnu bergeming. Tampaknya dia baru benar-benar menyadari hal tersebut. "Hanya sementara. Biarkan Adelia berada di sini sementara," jawab Wisnu.

"Aku tidak mau Mas, aku tidak mau! Furniture di kamar ini semua kuganti agar hanya jejak kita berdua saja yang tidur di sini, tetapi Mas malah dengan mudahnya membawa Mbak Adelia!" Intan tak bisa menahan kesabarannya. Wisnu nyaris meladeni kemarahan Intan, sebelum perhatiannya kembali teralih pada sosok Adelia yang sudah siuman.

"Del, kamu baik-baik saja?" tanya Wisnu dengan raut wajah khawatir.

Adelia mengerjap-erjapkan matanya lalu menatap Wisnu dan Intan yang ternyata berada di sana. "Mas, ini ...?" tanya Adelia sembari memandang sekeliling ruangan.

"Kamu baik-baik saja? Apa merasa pusing? Kalau iya, lebih baik kita ke dokter!" seru Wisnu kemudian.

Adelia tersenyum lalu menggelengkan kepala. Hatinya sontak menghangat ketika mendapati perlakuan manis Wisnu dan bahkan membawanya ke kamar ini. Namun, perkataan Intan yang meminta Adelia untuk segera angkat kaki dari kamar tersebut, langsung membuyarkan perasaannya.

"Mbak sudah sadar kan, jadi lebih baik Mbak pindah ke kamar, karena aku hendak beristirahat." Intan seolah memberi kode dengan mengelus perut buncitnya terang-terangan.

Adelia yang sadar diri lantas bangkit dari ranjang, tetapi Wisnu melarang. "Beristirahat lah di sini bersama Intan, aku akan tidur di luar."

Mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Wisnu, Intan dengan tegas menolaknya. Mereka pun sempat berdebat sengit hingga tak tiba-tiba Intan berteriak kesakitan sembari memegangi perutnya.

"Intan, kamu kenapa?" tanya Wisnu panik, seraya berjalan menghampiri wanita muda itu. Adelia yang panik pun turut menghampirinya.

"Sudah kubilang, aku ini sedang lelah! Aku juga tidak boleh stres!" pekik Intan sembari menangis. "Dan kamu, Mbak! Lebih baik kamu pergi dari sini sekarang juga ... jangan sentuh tanganku!" sambungnya keras ketika Adelia mencoba membantunya.

Wanita muda itu dengan lantang menghardik Adelia dan mengusirnya keluar.

Wisnu tak bisa berbuat apa pun. Dia hanya bisa meminta Adelia untuk pergi dari sana.

Adelia patuh. Dengan langkah gontai dia meninggalkan kamar Wisnu dan pergi menuju kamarnya sendiri. Sesekali Adelia menyentuh keningnya yang masih terasa berdenyut sakit.

...*********...

"Kemarin siapa yang lancang sekali membuat menantuku kesakitan?" Pagi-pagi, Ratna yang baru saja turun dari lantai dua langsung pergi menuju ke ruang laundry, tempat di mana Adelia berada.

Adelia yang tidak merasa melakukannya sedang sibuk memilah-milah pakaian berwarna yang akan dia cuci.

Melihat tak ada reaksi dari Adelia, Ratna dengan cepat mengambil bak kotor dan menuangkan isinya ke lantai hingga pakaian-pakaian yang sudah terpisah kembali tercampur.

"Kamu tidak mendengarku, hah?"

Adelia yang tidak memahami perkataan Ratna sebelumnya sontak meminta maaf. Dia pun meminta Ratna untuk mengulangi pertanyaan kembali. Namun, bukan pertanyaan yang didapat, Ratna justru menarik rambut Adelia dan mencampakkannya ke lantai.

"Kamu memang istri tua Wisnu, tetapi bukan berarti kamu bisa bebas berbuat sesuka hati untuk menyakiti wanita hamil. Meski Intan adalah istri kedua Wisnu, dia lah yang paling berhak hidup bersama keluarga Kencana, karena diperutnya kini hidup seorang bayi calon penerus keluarga ini. Dan kau, kehadiranmu tak lebih dari sekadar pajangan Wisnu saja. Jadi, jangan bertingkah!"

Setelah mengatakan hal panjang nan menyakitkan tersebut, Ratna bergegas meninggalkan ruang laundry. Sebelum pergi Ratna memerintahkan beberapa asisten rumah tangga yang juga berada di sana untuk tidak membantu Adelia.

"Keluar dari sini atau kalian akan saya pecat!" Mendengar kata terakhir, dua orang asisten rumah tangga tersebut segera pergi meninggalkan Adelia.

Kini tinggallah Adelia seorang diri dengan setumpuk cucian kotor yang menggunung. Cucian-cucian itu bukan saja berasal dari pakaian pars penghuni rumah, melainkan kain-kain perabot seperti gorden besar, taplak meja, dan lain-lain.

Adelia harus pasrah mengerjakan semuanya seorang diri.

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Astaga naga didunia nyata kayaknya tidak ada yang tahan dengan keadaan seperti itu... pasti sudah kabur...

2024-09-07

0

S

S

Mamanya wisnu koar koar doang klo aku si maunya Adel tak jambak sampe botak trus g d kasi makan .coba berani tidak pergi df wisnu.jangan jangan lebih baik mati drpd d cere wisnu dasar perempuan oon.

2023-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Adelia Cempaka Maharani.
2 Bab 2. Perlakuan Wisnu.
3 Bab 3. Fakta menyakitkan.
4 Bab 4. Sebuah pilihan untuk Adelia.
5 Bab 5. Menjelang Pernikahan Wisnu dan Intan.
6 Bab 6. Kasih sayang seorang ibu.
7 Bab 7. SAH!
8 Bab 8. Sang kakak yang selalu menjadi pembela.
9 Bab 9. Tuduhan Intan.
10 Bab 10. Ratna mengambil sikap.
11 Bab 11. Barang penuh kenangan yang terbuang.
12 Bab 12. Istri rasa asisten rumah tangga.
13 Bab 13. USG (Ultrasonografi).
14 Bab 14. Ratna murka.
15 Bab 15. Bahagiamu bukan karena aku.
16 Bab 16. Perasaan Wisnu yang tidak menentu.
17 Bab 17. Kehangatan keluarga yang dirindukan Adelia.
18 Bab 18. Mona dan Intan.
19 Bab 19. Pertemuan tak terduga Intan.
20 Bab 20. Kerinduankah?
21 Bab 21. Perpustakaan.
22 Bab 22. Niat terselubung Intan.
23 Bab 23. Kepalsuan Intan.
24 Bab 24. Hariadi mulai gerah.
25 Bab 25. Tawaran Hariadi.
26 Bab 26. Ingatan Adelia.
27 Bab 27. Ultrasonografi.
28 Bab 28. Intan pendarahan.
29 Bab 29. Tekad bulat Adelia.
30 Bab 30. Kehadiran Steve.
31 Bab 31. Pencarian Adelia.
32 Bab 32. Keributan antara Wisnu dan keluarga sang mertua.
33 Bab 33. Kepedulian sang ayah mertua.
34 Bab 34. Keadaan rumah.
35 Bab 35. Polemik Intan dan Attan.
36 Bab 36. Ketakutan Intan dan satu fakta terkuak.
37 Bab 37. Sikap Alex.
38 Bab 38. Batas.
39 Bab 39. Pertemuan mengejutkan.
40 Bab 40. Pertengkaran.
41 Bab 41. Sikap tegas Hariadi.
42 Bab 42. Tudingan Wisnu dan Ketegasan Adelia.
43 Bab 43. Ketakutan Intan.
44 Bab 44. Gugatan.
45 Bab 45. Keributan besar di rumah keluarga Adelia.
46 Bab 46. Pertemuan Steve dan Adelia.
47 Bab 47. Steve harus beradaptasi.
48 Bab 48: Putusan Cerai.
49 Bab 49. Merayakan kehidupan baru.
50 Bab 50. Kemarahan Wisnu dan penantian Alex.
51 Bab 51. Kehadiran Intan di kantor.
52 Bab 52: Amarah Wisnu dan kekesalan Ratna.
53 Bab 53: Berita perceraian.
54 Bab 54: Pertemuan pertama Steve dan Wisnu.
55 Bab 55: Pertemuan Adelia dan Wisnu setelah perceraian.
56 Bab 56: Ajakan Steve.
57 Bab 57: Pesta perusahaan.
58 Bab 58: Terkuak.
59 Bab 59: Berusaha mempertahankan kepercayaan.
60 Bab 60: Steve dan Adelia.
61 Bab 61. Azoospermia.
62 Bab 62. Rencana jahat yang tidak pernah terealisasi.
63 Bab 63: Hyacint.
64 64. Akhir Kisah.
65 PENGUMUMAN.
66 Bab 1 (Season 2): Belum ingin memulai.
67 Bab 2 (Season 2): Kehadiran masa lalu.
68 Bab 3 (Season 2): Kesialan Wisnu.
69 Bab 4 (Season 2): Kehadiran Carla di kantor.
70 Bab 5 (Season 2): Cemburu?
71 Bab 6 (Season 2): Peringatan.
72 Bab 7 (Season 2): Pertemuan kembali.
73 Bab 8 (Season 2): Alex memberanikan diri.
74 Bab 9 (Season 2): Pencarian Steven berakhir.
75 Bab 10 (Season 2): Perpisahan (lagi).
76 Bab 11 (Season 2): Akhir kisah (lembaran baru).
77 Extra Part.
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1. Adelia Cempaka Maharani.
2
Bab 2. Perlakuan Wisnu.
3
Bab 3. Fakta menyakitkan.
4
Bab 4. Sebuah pilihan untuk Adelia.
5
Bab 5. Menjelang Pernikahan Wisnu dan Intan.
6
Bab 6. Kasih sayang seorang ibu.
7
Bab 7. SAH!
8
Bab 8. Sang kakak yang selalu menjadi pembela.
9
Bab 9. Tuduhan Intan.
10
Bab 10. Ratna mengambil sikap.
11
Bab 11. Barang penuh kenangan yang terbuang.
12
Bab 12. Istri rasa asisten rumah tangga.
13
Bab 13. USG (Ultrasonografi).
14
Bab 14. Ratna murka.
15
Bab 15. Bahagiamu bukan karena aku.
16
Bab 16. Perasaan Wisnu yang tidak menentu.
17
Bab 17. Kehangatan keluarga yang dirindukan Adelia.
18
Bab 18. Mona dan Intan.
19
Bab 19. Pertemuan tak terduga Intan.
20
Bab 20. Kerinduankah?
21
Bab 21. Perpustakaan.
22
Bab 22. Niat terselubung Intan.
23
Bab 23. Kepalsuan Intan.
24
Bab 24. Hariadi mulai gerah.
25
Bab 25. Tawaran Hariadi.
26
Bab 26. Ingatan Adelia.
27
Bab 27. Ultrasonografi.
28
Bab 28. Intan pendarahan.
29
Bab 29. Tekad bulat Adelia.
30
Bab 30. Kehadiran Steve.
31
Bab 31. Pencarian Adelia.
32
Bab 32. Keributan antara Wisnu dan keluarga sang mertua.
33
Bab 33. Kepedulian sang ayah mertua.
34
Bab 34. Keadaan rumah.
35
Bab 35. Polemik Intan dan Attan.
36
Bab 36. Ketakutan Intan dan satu fakta terkuak.
37
Bab 37. Sikap Alex.
38
Bab 38. Batas.
39
Bab 39. Pertemuan mengejutkan.
40
Bab 40. Pertengkaran.
41
Bab 41. Sikap tegas Hariadi.
42
Bab 42. Tudingan Wisnu dan Ketegasan Adelia.
43
Bab 43. Ketakutan Intan.
44
Bab 44. Gugatan.
45
Bab 45. Keributan besar di rumah keluarga Adelia.
46
Bab 46. Pertemuan Steve dan Adelia.
47
Bab 47. Steve harus beradaptasi.
48
Bab 48: Putusan Cerai.
49
Bab 49. Merayakan kehidupan baru.
50
Bab 50. Kemarahan Wisnu dan penantian Alex.
51
Bab 51. Kehadiran Intan di kantor.
52
Bab 52: Amarah Wisnu dan kekesalan Ratna.
53
Bab 53: Berita perceraian.
54
Bab 54: Pertemuan pertama Steve dan Wisnu.
55
Bab 55: Pertemuan Adelia dan Wisnu setelah perceraian.
56
Bab 56: Ajakan Steve.
57
Bab 57: Pesta perusahaan.
58
Bab 58: Terkuak.
59
Bab 59: Berusaha mempertahankan kepercayaan.
60
Bab 60: Steve dan Adelia.
61
Bab 61. Azoospermia.
62
Bab 62. Rencana jahat yang tidak pernah terealisasi.
63
Bab 63: Hyacint.
64
64. Akhir Kisah.
65
PENGUMUMAN.
66
Bab 1 (Season 2): Belum ingin memulai.
67
Bab 2 (Season 2): Kehadiran masa lalu.
68
Bab 3 (Season 2): Kesialan Wisnu.
69
Bab 4 (Season 2): Kehadiran Carla di kantor.
70
Bab 5 (Season 2): Cemburu?
71
Bab 6 (Season 2): Peringatan.
72
Bab 7 (Season 2): Pertemuan kembali.
73
Bab 8 (Season 2): Alex memberanikan diri.
74
Bab 9 (Season 2): Pencarian Steven berakhir.
75
Bab 10 (Season 2): Perpisahan (lagi).
76
Bab 11 (Season 2): Akhir kisah (lembaran baru).
77
Extra Part.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!