Bab 3. Fakta menyakitkan.

Tepat pukul setengah tiga pagi Wisnu kembali masuk ke dalam kamarnya. Pria itu memandangi Adelia yang saat ini sudah tertidur pulas di ranjang tidur mereka. Jejak-jejak air mata yang di wajah sang istri pun masih jelas terlihat oleh Wisnu.

Wisnu menghela napas. Perlahan dia turut merebahkan diri di sebelah istrinya lalu sambil langit-langit kamar dengan pandangan yang sulit diartikan.

Jujur saja selama sepuluh tahun menikah, Wisnu hanya merasakan getaran-getar cinta pada Adelia di tiga tahun pertama saja. Dua tahun setelahnya dia mencoba mempertahankan perasaan itu dengan tetap menjadi suami idaman yang bisa dibanggakan. Namun, tepat setelah dokter menyatakan bahwa Adelia mengalami ketidaksuburan pada rahimnya, dan harus melakukan beberapa prosedur medis secara rutin (seperti meminum obat)selama berminggu-minggu, rasa itu perlahan menipis hingga akhirnya sirna.

Bagaimana tidak, sebagai pria yang lahir menjadi anak tunggal, keturunan merupakan hal yang paling penting di atas segalanya bagi Wisnu dan keluarga. Terutama untuk meneruskan usaha mereka. Akan tetapi, Adelia tidak bisa melakukan itu. Bahkan setelah tahun demi tahu berlalu dan dia dinyatakan sehat, Adelia tetap tak juga hamil.

Wisnu jelas kecewa. Impiannya untuk menjadi seorang ayah dan pria sempurna gagal karena salah dalam memilih wanita. Cinta yang dulu selalu berkobar dalam jiwanya mendadak padam.

Cintanya yang hilang membuat pria itu memilih untuk mencari wanita lain.

Sebagai pria tampan dan mapan tentu saja mudah bagi Wisnu untuk berpaling dari satu wanita ke wanita lainnya. Namun, sejak dua tahun terakhir dia melabuhkan pilihan pada seorang wanita muda berusia 23 tahun yang merupakan karyawan baru di kantornya. Usia mereka yang terpaut 13 tahun tidak menyurutkan perasaan Wisnu untuk tetap menjalin kasih dengan wanita itu.

Wisnu berhasil menyembunyikan hubungan gelapnya selama dua tahun. Akan tetapi, hubungan gelap tersebut terancam dibongkar oleh sang kekasih setelah diketahui bahwa wanita itu hamil anaknya.

Wisnu memang telah kehilangan perasaan cintanya terhadap Adelia, tetapi dia tak ingin melepaskan wanita itu hanya untuk menikahi sang kekasih. Entah mengapa, Wisnu lebih senang melihat Adelia menghamba dan terus mencintainya dari pada membebaskan.

Wisnu mengacak rambutnya pelan. "Apa yang harus aku lakukan?" gumam pria itu pelan.

...***********...

"Makanan apa ini Del? Asin sekali!" seru Ratna ketika baru memasukkan sesendok nasi dan lauk yang dimasak sang menantu. Pagi ini Adelia berinisiatif untuk memasak sendiri sarapan pagi suami dan kedua mertuanya. Kendati tidak pandai memasak, tetapi Adelia cukup percaya diri melakukannya karena sering mendapat les pribadi dari sang kakak mau pun sang ibu.

Akan tetapi, kepercayaan diri Adelia sontak menguap kala Ratna menggunjingnya terang-terangan. Wanita berusia enam puluhan itu bahkan mengeluarkan makanannya lagi dan meminta asisten rumah tangga mereka untuk membuatkan makanan yang baru.

"Bukannya sudah Mama bilang berkali-kali untuk tidak ikut campur dalam urusan dapur, karena kamu tidak becus memasak Adelia!" hardik Ratna.

Adelia hanya bisa rertunduk. Tangannya yang semula memegang sendok makan kini terkulai di sisi tubuhnya.

"Lihat ini semua!" Ratna menunjuk satu persatu makanan yang terhidang di atas meja. "Semua ini tidak layak dimakan dan harus dibuang. Di mana otakmu, Adeeel!" pekik Ratna seraya berdiri.

Hariadi bergegas menenangkan Ratna dan memintanya untuk duduk kembali di kursi.

Ratna tentu saja menolak. Dia dengan kasar malah menepis tangan sang suami. Wanita itu terus saja mengoceh dan menghina Adelia sedemikian menyakitkan, sampai tiba-tiba Wisnu dengan keras meminta mereka semua untuk berhenti memulai pertengkaran.

"Wisnu, kamu berani membentak Mama!" pekik Ratna dengan wajah terkejut.

Wisnu menghela napas. "Mama sudah kelewatan pada Adelia. Dia memang tidak pandai memasak, tetapi dia masih mau berusaha menyenangkan hati Mama. Kalau pun Mama tidak menyukai masakannya, Mama bisa mengatakannya dengan bahasa yang lebih baik!" jawab Wisnu.

Ratna semakin terkejut. Tak hanya Ratna saja, Hariadi dan Adelia sendiri pun tidak menyangka Wisnu secara terang-terangan membela. Pasalnya pria itu tak pernah melakukan hal tersebut.

Mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari sang putra, Ratna pun membanting sendok makannya dan pergi meninggalkan meja makan. Adelia buru-buru hendak mengejar sang mertua, tetapi Wisnu langsung menahannya.

"Biarkan papa saja," ucap pria itu ketika melihat sang ayah pergi mengikuti istrinya.

Adelia menurut. Mereka pun kembali duduk. "Mas kenapa membelaku? Aku lah yang salah karena bersikeras untuk memasak, jadi seharusnya Mas biarkan Mama memarahiku," ujar wanita itu.

"Mama sekali-sekali harus diberi pengertian. Beliau tak bisa terus membencimu seperti itu," kata Wisnu.

Hati Adelia mengembang. Rasanya baru semalam dia menangis sesenggukkan karena dibentak Wisnu, tetapi pagi ini Wisnu menunjukkan sikap lain. Mungkin kah Wisnu melakukan ini sebagai wujud permintaan maafnya semalam? Entahlah, yang jelas apa pun alasannya Adelia tidak peduli asal sang suami bisa melihatnya lagi.

Mengambil kesempatan ini, Adelia pun akhirnya mengutarakan satu keinginan besar yang selama ini terpendam dalam hatinya. Dengan nada hati-hati Adelia meminta Wisnu untuk pindah rumah dan hidup berdua.

"Kamu tahu Del, Mas anak tunggal. Mas tidak bisa meninggalkan papa dan mama." Wisnu menatap Adelia tegas.

"Aku tahu, Mas. Oleh sebab itu, aku mencari tempat tinggal yang cocok untuk kita dan menemukannya tak jauh dari rumah. Kita masih bisa tetap bolak-balik ke sini." Adelia meraih tangan Wisnu dan menggenggamnya.

Wisnu terdiam. Perasaan risih hadir ketika sang istri memegang tangannya. Selama ini Wisnu memang selalu memaksakan diri melakukan kontak fisik dengan Adelia, termasuk hubungan mereka di kamar sebagai kewajiban saja, bukan cinta.

"Mas akan pikirkan." Hanya itu sepenggal kalimat yang keluar dari mulut Wisnu. Pria itu pun meminta Adelia untuk melanjutkan sarapannya.

"Jangan dimakan Mas, nanti sakit perut!" sergah Adelia saat Wisnu hendak menyantap kembali makanannya.

Wisnu tidak peduli. Dia dengan santai menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulutnya.

Adelia menatap haru sang suami. Dalam hati ia berterima kasih karena pria itu mau membelanya.

Adelia pikir kehidupan rumah tangganya akan kembali membaik setelah melihat perubahan sikap Wisnu pagi tadi. Sebab, bagi wanita itu, meski seluruh dunia memusuhinya, tetapi bila Wisnu mau berdiri di depannya, itu semua sudah lebih dari cukup.

Akan tetapi harapan tinggal lah harapan. Kini Adelia tahu mengapa sikap pria itu berubah selama ini. Kini dia juga tahu apa yang membuat pria itu berubah peduli secara tiba-tiba tadi pagi.

Apa lagi kalau bukan hubungan gelap yang dia lakukan!

Adelia lagi-lagi berusaha menguatkan diri, kala wanita cantik berusia muda dengan percaya diri datang bertamu ke rumah mereka, dan mengaku sebagai kekasih Wisnu selama dua tahun terakhir. Namun, yang lebih membuat Adelia hancur adalah pengakuan wanita muda tersebut.

"Aku hamil anak Mas Wisnu, dan aku meminta pertanggungjawaban darinya!"

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Biasanya cewek kalo dari keluarga sederhana.... pasti bisa masak... karena dari kecil sudah diajarkan mengurus rumah dan memasak...

2024-09-07

0

Tri Widayanti

Tri Widayanti

Tinggalin Del

2024-08-18

0

Ahmy Putri

Ahmy Putri

hadehhhhhh...minta cerai aja del

2023-09-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Adelia Cempaka Maharani.
2 Bab 2. Perlakuan Wisnu.
3 Bab 3. Fakta menyakitkan.
4 Bab 4. Sebuah pilihan untuk Adelia.
5 Bab 5. Menjelang Pernikahan Wisnu dan Intan.
6 Bab 6. Kasih sayang seorang ibu.
7 Bab 7. SAH!
8 Bab 8. Sang kakak yang selalu menjadi pembela.
9 Bab 9. Tuduhan Intan.
10 Bab 10. Ratna mengambil sikap.
11 Bab 11. Barang penuh kenangan yang terbuang.
12 Bab 12. Istri rasa asisten rumah tangga.
13 Bab 13. USG (Ultrasonografi).
14 Bab 14. Ratna murka.
15 Bab 15. Bahagiamu bukan karena aku.
16 Bab 16. Perasaan Wisnu yang tidak menentu.
17 Bab 17. Kehangatan keluarga yang dirindukan Adelia.
18 Bab 18. Mona dan Intan.
19 Bab 19. Pertemuan tak terduga Intan.
20 Bab 20. Kerinduankah?
21 Bab 21. Perpustakaan.
22 Bab 22. Niat terselubung Intan.
23 Bab 23. Kepalsuan Intan.
24 Bab 24. Hariadi mulai gerah.
25 Bab 25. Tawaran Hariadi.
26 Bab 26. Ingatan Adelia.
27 Bab 27. Ultrasonografi.
28 Bab 28. Intan pendarahan.
29 Bab 29. Tekad bulat Adelia.
30 Bab 30. Kehadiran Steve.
31 Bab 31. Pencarian Adelia.
32 Bab 32. Keributan antara Wisnu dan keluarga sang mertua.
33 Bab 33. Kepedulian sang ayah mertua.
34 Bab 34. Keadaan rumah.
35 Bab 35. Polemik Intan dan Attan.
36 Bab 36. Ketakutan Intan dan satu fakta terkuak.
37 Bab 37. Sikap Alex.
38 Bab 38. Batas.
39 Bab 39. Pertemuan mengejutkan.
40 Bab 40. Pertengkaran.
41 Bab 41. Sikap tegas Hariadi.
42 Bab 42. Tudingan Wisnu dan Ketegasan Adelia.
43 Bab 43. Ketakutan Intan.
44 Bab 44. Gugatan.
45 Bab 45. Keributan besar di rumah keluarga Adelia.
46 Bab 46. Pertemuan Steve dan Adelia.
47 Bab 47. Steve harus beradaptasi.
48 Bab 48: Putusan Cerai.
49 Bab 49. Merayakan kehidupan baru.
50 Bab 50. Kemarahan Wisnu dan penantian Alex.
51 Bab 51. Kehadiran Intan di kantor.
52 Bab 52: Amarah Wisnu dan kekesalan Ratna.
53 Bab 53: Berita perceraian.
54 Bab 54: Pertemuan pertama Steve dan Wisnu.
55 Bab 55: Pertemuan Adelia dan Wisnu setelah perceraian.
56 Bab 56: Ajakan Steve.
57 Bab 57: Pesta perusahaan.
58 Bab 58: Terkuak.
59 Bab 59: Berusaha mempertahankan kepercayaan.
60 Bab 60: Steve dan Adelia.
61 Bab 61. Azoospermia.
62 Bab 62. Rencana jahat yang tidak pernah terealisasi.
63 Bab 63: Hyacint.
64 64. Akhir Kisah.
65 PENGUMUMAN.
66 Bab 1 (Season 2): Belum ingin memulai.
67 Bab 2 (Season 2): Kehadiran masa lalu.
68 Bab 3 (Season 2): Kesialan Wisnu.
69 Bab 4 (Season 2): Kehadiran Carla di kantor.
70 Bab 5 (Season 2): Cemburu?
71 Bab 6 (Season 2): Peringatan.
72 Bab 7 (Season 2): Pertemuan kembali.
73 Bab 8 (Season 2): Alex memberanikan diri.
74 Bab 9 (Season 2): Pencarian Steven berakhir.
75 Bab 10 (Season 2): Perpisahan (lagi).
76 Bab 11 (Season 2): Akhir kisah (lembaran baru).
77 Extra Part.
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1. Adelia Cempaka Maharani.
2
Bab 2. Perlakuan Wisnu.
3
Bab 3. Fakta menyakitkan.
4
Bab 4. Sebuah pilihan untuk Adelia.
5
Bab 5. Menjelang Pernikahan Wisnu dan Intan.
6
Bab 6. Kasih sayang seorang ibu.
7
Bab 7. SAH!
8
Bab 8. Sang kakak yang selalu menjadi pembela.
9
Bab 9. Tuduhan Intan.
10
Bab 10. Ratna mengambil sikap.
11
Bab 11. Barang penuh kenangan yang terbuang.
12
Bab 12. Istri rasa asisten rumah tangga.
13
Bab 13. USG (Ultrasonografi).
14
Bab 14. Ratna murka.
15
Bab 15. Bahagiamu bukan karena aku.
16
Bab 16. Perasaan Wisnu yang tidak menentu.
17
Bab 17. Kehangatan keluarga yang dirindukan Adelia.
18
Bab 18. Mona dan Intan.
19
Bab 19. Pertemuan tak terduga Intan.
20
Bab 20. Kerinduankah?
21
Bab 21. Perpustakaan.
22
Bab 22. Niat terselubung Intan.
23
Bab 23. Kepalsuan Intan.
24
Bab 24. Hariadi mulai gerah.
25
Bab 25. Tawaran Hariadi.
26
Bab 26. Ingatan Adelia.
27
Bab 27. Ultrasonografi.
28
Bab 28. Intan pendarahan.
29
Bab 29. Tekad bulat Adelia.
30
Bab 30. Kehadiran Steve.
31
Bab 31. Pencarian Adelia.
32
Bab 32. Keributan antara Wisnu dan keluarga sang mertua.
33
Bab 33. Kepedulian sang ayah mertua.
34
Bab 34. Keadaan rumah.
35
Bab 35. Polemik Intan dan Attan.
36
Bab 36. Ketakutan Intan dan satu fakta terkuak.
37
Bab 37. Sikap Alex.
38
Bab 38. Batas.
39
Bab 39. Pertemuan mengejutkan.
40
Bab 40. Pertengkaran.
41
Bab 41. Sikap tegas Hariadi.
42
Bab 42. Tudingan Wisnu dan Ketegasan Adelia.
43
Bab 43. Ketakutan Intan.
44
Bab 44. Gugatan.
45
Bab 45. Keributan besar di rumah keluarga Adelia.
46
Bab 46. Pertemuan Steve dan Adelia.
47
Bab 47. Steve harus beradaptasi.
48
Bab 48: Putusan Cerai.
49
Bab 49. Merayakan kehidupan baru.
50
Bab 50. Kemarahan Wisnu dan penantian Alex.
51
Bab 51. Kehadiran Intan di kantor.
52
Bab 52: Amarah Wisnu dan kekesalan Ratna.
53
Bab 53: Berita perceraian.
54
Bab 54: Pertemuan pertama Steve dan Wisnu.
55
Bab 55: Pertemuan Adelia dan Wisnu setelah perceraian.
56
Bab 56: Ajakan Steve.
57
Bab 57: Pesta perusahaan.
58
Bab 58: Terkuak.
59
Bab 59: Berusaha mempertahankan kepercayaan.
60
Bab 60: Steve dan Adelia.
61
Bab 61. Azoospermia.
62
Bab 62. Rencana jahat yang tidak pernah terealisasi.
63
Bab 63: Hyacint.
64
64. Akhir Kisah.
65
PENGUMUMAN.
66
Bab 1 (Season 2): Belum ingin memulai.
67
Bab 2 (Season 2): Kehadiran masa lalu.
68
Bab 3 (Season 2): Kesialan Wisnu.
69
Bab 4 (Season 2): Kehadiran Carla di kantor.
70
Bab 5 (Season 2): Cemburu?
71
Bab 6 (Season 2): Peringatan.
72
Bab 7 (Season 2): Pertemuan kembali.
73
Bab 8 (Season 2): Alex memberanikan diri.
74
Bab 9 (Season 2): Pencarian Steven berakhir.
75
Bab 10 (Season 2): Perpisahan (lagi).
76
Bab 11 (Season 2): Akhir kisah (lembaran baru).
77
Extra Part.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!