Bab 15. Bahagiamu bukan karena aku.

Adelia hanya bisa memandang kosong ke arah Aminah yang sedang menangis sambil membersihkan luka di lututnya. Wanita itu sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk sekadar meluapkan perasaannya kembali. Hatinya terlalu sakit. Air mata bahkan mungkin saja sudah kering.

"Bu, pergi dari sini, Bu," ucap Aminah lirih. Wanita yang usianya lebih tua dari Adelia itu, memandang sendu ke arah sang majikan. Tatapannya seolah memohon, meminta wanita baik hati tersebut untuk membebaskan diri. Namun, Adelia hanya bergeming. Sekali lagi dia menegaskan bahwa dirinya tak memiliki tenaga untuk melakukan apa pun, termasuk menanggapi ucapan Aminah.

Aminah kembali menangis, seolah mewakili Adelia.

"Bu, jangan begini ... Ibu berhak bahagia, walau pun tidak bersama Bapak," ucapnya sekali lagi sembari menggenggam tangan Adelia yang sedang berada di pangkuannya.

Mendengar perkataan Aminah, tubuh Adelia mendadak bergetar. Wanita itu tampak terguncang.

Walau sakit, Adelia sama sekali tidak pernah menginginkan perpisahan dengan Wisnu, pria pertama yang telah mengambil hatinya belasan tahun silam. Adelia sadar betul perasaannya pada Wisnu yang begitu besar, membuat wanita itu tak ubahnya seperti orang dungu karena tidak mampu mengambil langkah tegas.

"Ibu terlalu baik buat Bapak," kata Aminah lagi. Kendati sang majikan tidak menanggapi tiap perkataannya, tetapi Aminah tahu benar bahwa Adelia pasti mendengarkan.

Pelukan hangat pun diberikan Aminah selama beberapa saat, sebelum kemudian wanita itu pamit pergi hendak mengambilkannya makanan.

Sepeninggal Aminah, yang ada di pikiran Adelia justru mengganti uang tanaman milik Ratna yang telah rusak.

Dia kembali memanggil Aminah untuk meminta tolong dibawakan tanaman yang telah hancur itu. Namun, sayangnya, Ratna sudah lebih dulu meminta Mang Ujang untuk membereskan dan membuang semuanya ke tempat pembakaran sampah. Dia pasti sengaja melakukan hal tersebut agar Adelia tidak bisa menghitung berapa kisaran harga tanaman itu.

Mau tidak mau Adelia harus menanyakannya langsung pada sang ibu mertua nanti, yang artinya dia harus berhadapan dengan beliau lagi.

Memikirkan hal tersebut tentu membuat nyali Adelia kembali terguncang. Di saat seperti ini tiba-tiba kerinduan pada seluruh keluarganya memuncak. Sejak Wisnu dan Intan menikah, Adelia memang belum pernah mengunjungi mereka lagi.

Adelia memilih merebahkan dirinya di atas karpet kamar sejenak, sebelum pergi mandi.

...**********...

Mata Adelia terbelalak lebar, ketika wajah serta tubuhnya tiba-tiba basah kuyup oleh guyuran air dinging. Lantai kamar yang dingin membuat tubuh Adelia menggigil hebat.

"Bangun kamu, wanita pemalas!" pekik Ratna yang ternyata sedang berdiri di depannya sembari bertolak pinggang. Matanya senantiasa menatap tajam sosok Adelia yang terbaring tanpa daya.

Mengetahui sang ibu mertua lah berada di dalam kamarnya, Adelia bergegas bangun dan berdiri tegap, tanpa memerdulikan rasa dingin yang kian meradang.

"Enak betul ya kamu, setelah berbuat onar dengan menghancurkan tanaman mahalku, sekarang malah asyik-asyikkan tidur!" bentak Ratna. "Cepat siapkan makan malam untuk keluargaku!" sambungnya.

"Baik, Ma." Adelia mengangguk lemah. Ratna dengan mudah menyebut keluarga tanpa mengikutsertakan dirinya.

Setelah berkata demikian, Ratna langsung pergi meninggalkan kamar Adelia, seraya melempar gayung yang dia gunakan untuk menyiram menantu pertamanya itu.

...**********...

Suasana di ruang makan terasa begitu hangat dan menyenangkann. Wisnu terlihat begitu memperhatikan Intan dan tak segan bersikap romantis di hadapan Adelia.

Sejak kepulangannya dari rumah sakit, Wisnu memang terlihat sangat berbeda. Adelia tidak bisa berpura-pura bodoh, bahwa perubahan Wisnu terjadi karena baru saja melihat perkembangan bayinya.

Segenggam perasaan iri hadir memenuhi rongga hati Adelia. Seharusnya kebahagiaan itu tercipta darinya bukan dari wanita lain yang kini menjadi duri dalam pernikahan mereka.

"Mas, ih, malu ada Mama, tahu!" seru Intan marah, tatkala Wisnu melancarkan ciuman bertubi-tubi pada perutnya,

Ratna tersenyum sumringah. "Tidak apa-apa, Mama mengerti sekali kebahagiaan yang dirasakan Wisnu. Maklum saja, setelah sepuluh tahun lamanya Wisnu baru merasakan hal seperti ini, Padahal seharusnya dia sudah berpengalaman dengan seorang anak," kata Ratna seraya melirik Adelia yang tengah meletakkan piring lauk terakhir di atas meja makan. Seperti biasa wanita itu langsung mengambil tempat duduk di ujung meja makan yang jauh dari mereka bertiga.

Adelia memaksakan diri menelan butir demi butir nasi beserta lauk yang tidak seberapa banyak itu, meski tenggorokannya terasa perih. Di sela-sela makan malam tersebut, Ratna lagi-lagi tak lupa mengingatkan Adelia untuk mengganti tanaman mahal yang tadi dirusak olehnya.

"Satu pohon biasanya ada sepuluh helai daun atau lebih. Itu artinya kamu harus mengganti uangku minimal sebesar tiga puluh juta, Del! Ingat, jangan pernah memakai uang nafkah dari WIsnu untuk menggantinya!"

Mendengar nominal yang disebut Ratna, Adelia sontak tercekat. "Ma, a aku tidak memiliki uang sebanyak itu!" cicitnya.

Ratna mendecih. "Aku tidak mau tahu!" katanya tegas. Seolah Adelia adalah orang lain, Ratna tak lagi menyebut dirinya 'mama' dengan wanita itu.

Adelia mengalihkan pandangan ke arah Wisnu yang ternyata juga sedang menatapnya. "Mas, tolong aku," gumam Adelia tanpa suara. Namun, Wisnu hanya menatap dingin wanita itu dan langsung membuang muka.

...**********...

"Itu urusanmu dengan Mama, bukan aku!" sentak Wisnu kasar hingga genggaman tangan Adelia terlepas. Keduanya kini sedang berada di halaman rumah, setelah Adelia bersikeras memaksa pria itu untuk bicara.

"Mas, kamu tahu, aku tidak punya uang sebanyak itu. Semua uang yang kumiliki murni pemberian darimu," ucap Adelia.

"Minta pengertian pada Mama bukan padaku," kata Wisnu lagi.

"Aku tidak akan bisa. Hanya kamu lah yang bisa, Mas!" Adelia kembali bersuara.

Wisnu bergeming sesaat, sebelum kemudian kembali menegaskan bahwa urusan Adelia dan sang ibu bukan lah urusannya

"Baiklah kalau begitu, aku akan mengganti dengan uangku sendiri, tetapi izinkan aku bekerja! Aku tidak mungkin meminta pada ibu dan bapak atau pun mbak Dinda!"

Mendengar itu, Wisnu melotot. "Jangan macam-macam kamu, Del!" serunya.

"Loh, terus aku harus bagaimana? Aku sadar selama ini hidupku selalu bergantung sepenuhnya padamu, jadi semua uang yang kumiliki berasal darimu dan mama tidak menghendakinya. Mas, aku tidak mau bertengkar lagi ... dengan atau tidaknya restu darimu, aku akan pergi mencari pekerjaan!" Setelah memberanikan diri berkata demikian, Adelia segera melangkah meninggalkan Wisnu.

Akan tetapi, Wisnu dengan cepat mengejarnya. Dia ingin Adelia tetap diam di rumah. Bekerja di luar artinya Adelia akan memiliki banyak pergaulan. Wanita itu bisa saja berubah dari wanita lugu menjadi wanita pemberani, dan dia tidak ingin melihat perubahan tersebut.

Dengan kasar wisnu menarik tangan Adelia yang hendak masuk ke dalam rumah. Namun, saking kerasnya tarikan tersebut, Adelia langsung terjerembab dan jatuh membentur pot raksasa yang tergeletak di sebelah pintu rumah.

Terpopuler

Comments

Anugrah Bintas99

Anugrah Bintas99

bertahanlah Del sampai sterss depresi masuk rumah sakit jiwa

2024-08-11

3

Ma Em

Ma Em

enak kan Adelia kamu disiksa terus sama keluarga suamimu itu makan tuh cinta biarkan kamu mati disiksa juga karna cinta sama si Wisnu.

2023-11-15

0

S

S

Kenapa si wisnu tak hajar saja Adel aku pingin adel d kurung ajasampe tua klo perlu.

2023-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Adelia Cempaka Maharani.
2 Bab 2. Perlakuan Wisnu.
3 Bab 3. Fakta menyakitkan.
4 Bab 4. Sebuah pilihan untuk Adelia.
5 Bab 5. Menjelang Pernikahan Wisnu dan Intan.
6 Bab 6. Kasih sayang seorang ibu.
7 Bab 7. SAH!
8 Bab 8. Sang kakak yang selalu menjadi pembela.
9 Bab 9. Tuduhan Intan.
10 Bab 10. Ratna mengambil sikap.
11 Bab 11. Barang penuh kenangan yang terbuang.
12 Bab 12. Istri rasa asisten rumah tangga.
13 Bab 13. USG (Ultrasonografi).
14 Bab 14. Ratna murka.
15 Bab 15. Bahagiamu bukan karena aku.
16 Bab 16. Perasaan Wisnu yang tidak menentu.
17 Bab 17. Kehangatan keluarga yang dirindukan Adelia.
18 Bab 18. Mona dan Intan.
19 Bab 19. Pertemuan tak terduga Intan.
20 Bab 20. Kerinduankah?
21 Bab 21. Perpustakaan.
22 Bab 22. Niat terselubung Intan.
23 Bab 23. Kepalsuan Intan.
24 Bab 24. Hariadi mulai gerah.
25 Bab 25. Tawaran Hariadi.
26 Bab 26. Ingatan Adelia.
27 Bab 27. Ultrasonografi.
28 Bab 28. Intan pendarahan.
29 Bab 29. Tekad bulat Adelia.
30 Bab 30. Kehadiran Steve.
31 Bab 31. Pencarian Adelia.
32 Bab 32. Keributan antara Wisnu dan keluarga sang mertua.
33 Bab 33. Kepedulian sang ayah mertua.
34 Bab 34. Keadaan rumah.
35 Bab 35. Polemik Intan dan Attan.
36 Bab 36. Ketakutan Intan dan satu fakta terkuak.
37 Bab 37. Sikap Alex.
38 Bab 38. Batas.
39 Bab 39. Pertemuan mengejutkan.
40 Bab 40. Pertengkaran.
41 Bab 41. Sikap tegas Hariadi.
42 Bab 42. Tudingan Wisnu dan Ketegasan Adelia.
43 Bab 43. Ketakutan Intan.
44 Bab 44. Gugatan.
45 Bab 45. Keributan besar di rumah keluarga Adelia.
46 Bab 46. Pertemuan Steve dan Adelia.
47 Bab 47. Steve harus beradaptasi.
48 Bab 48: Putusan Cerai.
49 Bab 49. Merayakan kehidupan baru.
50 Bab 50. Kemarahan Wisnu dan penantian Alex.
51 Bab 51. Kehadiran Intan di kantor.
52 Bab 52: Amarah Wisnu dan kekesalan Ratna.
53 Bab 53: Berita perceraian.
54 Bab 54: Pertemuan pertama Steve dan Wisnu.
55 Bab 55: Pertemuan Adelia dan Wisnu setelah perceraian.
56 Bab 56: Ajakan Steve.
57 Bab 57: Pesta perusahaan.
58 Bab 58: Terkuak.
59 Bab 59: Berusaha mempertahankan kepercayaan.
60 Bab 60: Steve dan Adelia.
61 Bab 61. Azoospermia.
62 Bab 62. Rencana jahat yang tidak pernah terealisasi.
63 Bab 63: Hyacint.
64 64. Akhir Kisah.
65 PENGUMUMAN.
66 Bab 1 (Season 2): Belum ingin memulai.
67 Bab 2 (Season 2): Kehadiran masa lalu.
68 Bab 3 (Season 2): Kesialan Wisnu.
69 Bab 4 (Season 2): Kehadiran Carla di kantor.
70 Bab 5 (Season 2): Cemburu?
71 Bab 6 (Season 2): Peringatan.
72 Bab 7 (Season 2): Pertemuan kembali.
73 Bab 8 (Season 2): Alex memberanikan diri.
74 Bab 9 (Season 2): Pencarian Steven berakhir.
75 Bab 10 (Season 2): Perpisahan (lagi).
76 Bab 11 (Season 2): Akhir kisah (lembaran baru).
77 Extra Part.
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1. Adelia Cempaka Maharani.
2
Bab 2. Perlakuan Wisnu.
3
Bab 3. Fakta menyakitkan.
4
Bab 4. Sebuah pilihan untuk Adelia.
5
Bab 5. Menjelang Pernikahan Wisnu dan Intan.
6
Bab 6. Kasih sayang seorang ibu.
7
Bab 7. SAH!
8
Bab 8. Sang kakak yang selalu menjadi pembela.
9
Bab 9. Tuduhan Intan.
10
Bab 10. Ratna mengambil sikap.
11
Bab 11. Barang penuh kenangan yang terbuang.
12
Bab 12. Istri rasa asisten rumah tangga.
13
Bab 13. USG (Ultrasonografi).
14
Bab 14. Ratna murka.
15
Bab 15. Bahagiamu bukan karena aku.
16
Bab 16. Perasaan Wisnu yang tidak menentu.
17
Bab 17. Kehangatan keluarga yang dirindukan Adelia.
18
Bab 18. Mona dan Intan.
19
Bab 19. Pertemuan tak terduga Intan.
20
Bab 20. Kerinduankah?
21
Bab 21. Perpustakaan.
22
Bab 22. Niat terselubung Intan.
23
Bab 23. Kepalsuan Intan.
24
Bab 24. Hariadi mulai gerah.
25
Bab 25. Tawaran Hariadi.
26
Bab 26. Ingatan Adelia.
27
Bab 27. Ultrasonografi.
28
Bab 28. Intan pendarahan.
29
Bab 29. Tekad bulat Adelia.
30
Bab 30. Kehadiran Steve.
31
Bab 31. Pencarian Adelia.
32
Bab 32. Keributan antara Wisnu dan keluarga sang mertua.
33
Bab 33. Kepedulian sang ayah mertua.
34
Bab 34. Keadaan rumah.
35
Bab 35. Polemik Intan dan Attan.
36
Bab 36. Ketakutan Intan dan satu fakta terkuak.
37
Bab 37. Sikap Alex.
38
Bab 38. Batas.
39
Bab 39. Pertemuan mengejutkan.
40
Bab 40. Pertengkaran.
41
Bab 41. Sikap tegas Hariadi.
42
Bab 42. Tudingan Wisnu dan Ketegasan Adelia.
43
Bab 43. Ketakutan Intan.
44
Bab 44. Gugatan.
45
Bab 45. Keributan besar di rumah keluarga Adelia.
46
Bab 46. Pertemuan Steve dan Adelia.
47
Bab 47. Steve harus beradaptasi.
48
Bab 48: Putusan Cerai.
49
Bab 49. Merayakan kehidupan baru.
50
Bab 50. Kemarahan Wisnu dan penantian Alex.
51
Bab 51. Kehadiran Intan di kantor.
52
Bab 52: Amarah Wisnu dan kekesalan Ratna.
53
Bab 53: Berita perceraian.
54
Bab 54: Pertemuan pertama Steve dan Wisnu.
55
Bab 55: Pertemuan Adelia dan Wisnu setelah perceraian.
56
Bab 56: Ajakan Steve.
57
Bab 57: Pesta perusahaan.
58
Bab 58: Terkuak.
59
Bab 59: Berusaha mempertahankan kepercayaan.
60
Bab 60: Steve dan Adelia.
61
Bab 61. Azoospermia.
62
Bab 62. Rencana jahat yang tidak pernah terealisasi.
63
Bab 63: Hyacint.
64
64. Akhir Kisah.
65
PENGUMUMAN.
66
Bab 1 (Season 2): Belum ingin memulai.
67
Bab 2 (Season 2): Kehadiran masa lalu.
68
Bab 3 (Season 2): Kesialan Wisnu.
69
Bab 4 (Season 2): Kehadiran Carla di kantor.
70
Bab 5 (Season 2): Cemburu?
71
Bab 6 (Season 2): Peringatan.
72
Bab 7 (Season 2): Pertemuan kembali.
73
Bab 8 (Season 2): Alex memberanikan diri.
74
Bab 9 (Season 2): Pencarian Steven berakhir.
75
Bab 10 (Season 2): Perpisahan (lagi).
76
Bab 11 (Season 2): Akhir kisah (lembaran baru).
77
Extra Part.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!