kembali bangkit dengan kehidupan baru

"Dasar licik!

Awas kamu!" teriak Diana sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.

Aku hanya tersenyum kecut, menghadapi manusia tak bernurani seperti mereka, tidak perlu menggunakan otot, cukup gunakan otak untuk berbuat lebih licik dari mereka.

Belum puas mencaci makiku di telepon, Diana melanjutkan sumpah serapahnya lewat pesan, tapi tidak ada satupun yang berniat untuk aku baca. Biarkan saja, biar dia semakin gila memikirkan uang gaji suaminya, hahaa.

Kembali aku meneruskan pekerjaanku, menyetrika baju yang sudah selesai di cuci.

Habis itu akan mandi, Sholat dhuhur lalu menjemput Shanum ke sekolah. Karena hari ini, aku punya planning mau membeli laptop baru untuk menunjang niat menulis ku di aplikasi berbayar yang sempat diajarkan oleh mbak Anis.

Dan aku juga mau menyenangkan Shanum dengan mengajaknya jalan jalan.

Asal ada uang, hidup memang terasa mudah.

Aku juga sudah meminta temanku yang bekerja sebagai tukang bangunan buat merenovasi rumah peninggalan ibuku. Soal itu memang aku tidak perlu terlalu memikirkan, karena anaknya mbak Safitri siap membantuku. Dia yang sudah mendesain bagaimana rumahku nantinya, aku ingin rumah kecil peninggalan ibuku dibangun menjadi dua lantai dengan kesan minimalis namun nampak elegan, dan Bayu, putra pertama mbak Safitri adalah seorang insinyur yang tentu punya ide keren dalam merancang apa yang jadi harapanku.

Bahkan Bayu, juga sudah bisa memprediksi dan memastikan, pembangunan akan selesai dalam waktu kurang lebih dua bulan saja, tentu dia sudah paham langkah langkah yang harus diambilnya, dia cukup terlatih di bidang tersebut. Bahkan dia hanya memintaku untuk menyiapkan uang tujuh puluh lima juta saja, karena sebagian bahan bangunan akan disumbang oleh Bayu dan mbak Safitri. Masyaalloh, kita tidak pernah tau seperti apa rencana Alloh. Begitu banyak kejutan indah yang DIA berikan untukku akhir akhir ini, setelah melewati penderitaan, kesakitan dan air mata setiap detik dalam hembusan nafas ini.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

"Lebih baik, sawah peninggalan bapak, kamu jual saja, uangnya bisa kamu buat modal usaha sesuai dengan apa yang kamu impikan, Ning!

Dan rumah yang jadi warisan kamu, akan aku beli untuk hadiah ibuku, karena ibuku sangat ingin menghabiskan sisa umurnya di rumah itu." mbak Safitri yang kembali datang kerumahku setelah satu bulan kami telah dak ketemu.

"Kalau memang ibunya mbak Fitri, mau tanya nggak dirumahnya nenek gak masalah, to nggak saja mbak, aku gak keberatan kok!" sahutku yang bicara apa adanya, lagi pula, saat ini hanya mbak Safitri yang menjadi keluargaku.

"Enggak, Ning!

Lebih baik aku membelinya darimu, sesuai harga pasarannya. Karena kamu tau sendiri, Topan, Rita dan Anang masih terus mengincar rumah itu dan berniat merebutnya darimu.

Kalau aku membelinya, mereka otomatis akan berhadapan langsung denganku, dan insyaallah aku dan suamiku sanggup mengatasi ketamakan mereka.

Selamatkan apa yang sudah jadi hak kamu!

Aku akan membelinya senilai dua ratus lima puluh juta, gimana?" sahut mbak Safitri dengan wajah tegasnya. Mbak Safitri adalah seorang polwan, dan suaminya anggota TNI AU.

"Pikirkan baik baik, Ningsih!

Insyaallah aku hanya ingin membantu kamu saja. Jujur aku selama ini selalu dihantui perasaan bersalah terhadap kamu. Anggap saja ini nasehat dari seorang kakak pada adiknya.

Kamu belum tau betul seperti apa sifat asli mereka, anak anak bapak dari istri keduanya, aku saja sebisa mungkin menjauh dari mereka, dari pada harus terkena masalah oleh ulah mereka yang ajaib itu." sambung mbak Safitri yang masih gigih membuatku untuk menyetujui idenya.

Dan bagiku memang tak masalah dan ada benarnya apa yang dia katakan.

"Baiklah, mbak. Aku akan ikuti apa yang mbak katakan. Tapi aku ingin pembayaran dan akadnya disaksikan oleh perangkat desa dan notaris." sahutku untuk melindungi hakku maka aku harus berhati hati untuk menghindari penipuan, karena uang tak mengenal saudara, itulah yang banyak terjadi di hukum dunia ini.

"Baiklah, mbak paham apa yang jadi kekhawatiran kamu.

Setelah itu, kamu secepatnya harus memikirkan usaha apa yang akan kamu jadikan untuk mengelola uang tersebut, agar uangnya tidak habis percuma. Kamu paham kan maksudnya, mbak?" sahut mbak Safitri dengan senyuman hangat. Semoga saja, wanita yang baru kukenal sebagai saudaraku itu benar benar tulus padaku.

"Makasih mbak, sudah mau mengingatkan dan menolongku!

Oh iya, Ayuk kita makan, tadi aku sudah masak soto daging banyak loh, aku kira mbak datang sama mas Riko dan anak anak juga!" sahutku dengan perasaan lega sekaligus bahagia, hidupku tak lagi hampa tanpa keluarga, semoga ini bukanlah hanya bahagia sementara. Aku bahagia Tuhan, bahagia punya keluarga meskipun kami lahir dari rahim berbeda.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)

#Coretan pena Hawa (Tamat)

#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)

#Sekar Arumi (Tamat)

#Wanita kedua (Tamat)

#Kasih sayang yang salah (Tamat)

#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )

#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)

#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)

#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)

#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]

#Bidadari Salju [ On going ]

#Wanita Sebatang Kara { New karya }

#Ganti Istri { New karya }

Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

Terpopuler

Comments

Zainab Ddi

Zainab Ddi

Alhamdulillah Uda ada kakak walaupun beda ibu semoga dia kakak yg terbaik untukmu ning

2024-06-26

0

Lina Katarina

Lina Katarina

alhamdulilah, sekarang ketemu jalan hidup , awalnya hidup susah banget di tinggal suami kawin lagi sama si gentong

2024-06-05

0

anisa

anisa

kebanyakan promo novel asu

2024-03-06

1

lihat semua
Episodes
1 Lebaran dalam duka
2 Pasti ada jalan, cukup yakinkan hati dalam setiap lantunan doa
3 Bayar hutang
4 Sebatang Kara
5 Telpon dari rokayah
6 Tamu asing di malam takbiran
7 Menata hidup baru
8 Mengumpulkan bukti
9 Bukannya malu tapi malah mencari pembenaran
10 tidak tau malu
11 milik ibuku
12 pergi
13 Rencana
14 bertemu atasan mas Danang
15 Menerima keputusan
16 mendatangi Gundik suamiku
17 Diana murka
18 pulang
19 notif dari m banking
20 kembali bangkit dengan kehidupan baru
21 Danang pulang
22 Apa kamu pikir aku takut? Sedikitpun tidak sama sekali!
23 Bantuan datang
24 Tak tau malu
25 Mati kamu, mas! Rasain!
26 pindah rumah saja
27 Danang frustasi
28 karma yang berlaku
29 menyesal
30 Hans
31 masa lalu
32 Takdir
33 kacau
34 tak punya hati
35 minta uang
36 karma
37 sakit perut
38 masih ada yang perduli
39 ketahuan
40 POV Ningsih
41 mulai curiga
42 Pelakor di pelakorin
43 keluar kota
44 Bibit hama
45 gak usah drama!
46 Beku
47 Tertangkap basah saat mesum
48 robohkan saja, ratakan seperti semula.
49 histeris
50 ini milikku
51 musibah pembawa rejeki
52 Nasi goreng
53 permintaan Danang
54 Bertengkar
55 Bertahanlah, Na!
56 ibu yang egois
57 Drama selanjutnya sang mertua
58 Bagi dua
59 siapa suruh pelit
60 pergilah jangan kembali lagi
61 pulang kampung
62 buka warung
63 tak pernah bisa berubah
64 kelakuan Danang
65 penyesalan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Lebaran dalam duka
2
Pasti ada jalan, cukup yakinkan hati dalam setiap lantunan doa
3
Bayar hutang
4
Sebatang Kara
5
Telpon dari rokayah
6
Tamu asing di malam takbiran
7
Menata hidup baru
8
Mengumpulkan bukti
9
Bukannya malu tapi malah mencari pembenaran
10
tidak tau malu
11
milik ibuku
12
pergi
13
Rencana
14
bertemu atasan mas Danang
15
Menerima keputusan
16
mendatangi Gundik suamiku
17
Diana murka
18
pulang
19
notif dari m banking
20
kembali bangkit dengan kehidupan baru
21
Danang pulang
22
Apa kamu pikir aku takut? Sedikitpun tidak sama sekali!
23
Bantuan datang
24
Tak tau malu
25
Mati kamu, mas! Rasain!
26
pindah rumah saja
27
Danang frustasi
28
karma yang berlaku
29
menyesal
30
Hans
31
masa lalu
32
Takdir
33
kacau
34
tak punya hati
35
minta uang
36
karma
37
sakit perut
38
masih ada yang perduli
39
ketahuan
40
POV Ningsih
41
mulai curiga
42
Pelakor di pelakorin
43
keluar kota
44
Bibit hama
45
gak usah drama!
46
Beku
47
Tertangkap basah saat mesum
48
robohkan saja, ratakan seperti semula.
49
histeris
50
ini milikku
51
musibah pembawa rejeki
52
Nasi goreng
53
permintaan Danang
54
Bertengkar
55
Bertahanlah, Na!
56
ibu yang egois
57
Drama selanjutnya sang mertua
58
Bagi dua
59
siapa suruh pelit
60
pergilah jangan kembali lagi
61
pulang kampung
62
buka warung
63
tak pernah bisa berubah
64
kelakuan Danang
65
penyesalan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!