Pasti ada jalan, cukup yakinkan hati dalam setiap lantunan doa

Tak sengaja, mata ini menyorot laptop usang milikku sewaktu masih kerja dulu, masih bagus karena memang jarang sekali digunakan.

"Apa aku harus menjualnya?"

Seketika ide muncul di benak ini, aku mulai memfoto laptop milikku, dari arah depan, belakang, samping dengan sebaik mungkin. Lalu memposting nya di sosial media dengan sedikit kata kata ala marketing.

"Dijual murah, barang masih mulus dan mening.

Bisa langsung cek kerumah!" klik aku langsung meng-upload dan beberapa saat kemudian ada salah satu teman yang merespon dan katanya minat, dia janji akan datang kerumah nanti siang.

Rasanya hati sedikit lega, aku mulai menghitung kekurangan yang harus di cari jika nanti laptopnya laku, masih kurang tujuh ratus lagi.

Kembali aku berusaha mengingat ingat siapa saja yang masih punya tanggungan hutang padaku, ya aku ingat, Arip, teman dan juga tetanggaku masih punya hutang padaku sebesar satu juta dua ratus, dia sangat sulit di tagih, sudah hampir enam bulan hanya janji janji saja, tapi tak kunjung di bayar.

Aku mengirim pesan menagih uangku sama Arip tapi tak kunjung di buka, bahkan aku telpon pun tak juga diangkat, padahal dia sedang online, gayanya saja kayak orang kaya, tapi bayar hutang sulitnya minta ampun, tidak tau malu. Entahlah aku jadi membenci temanku itu, dia tega denganku yang bahkan hidupnya saja pas pasan.

Pikiranku terus saja memutar, bingung bagaimana cara mendapatkan uang buat melunasi uang arisan.

Aku memberanikan diri mencari pinjaman pada tetanggaku, Alhamdulillah, mbak Tami tetangga dekatku Sudi memberi pinjaman sebesar lima ratus ribu, Alhamdulillah.

Ponsel di saku ku berdering, tertera nama teman yang tadi berminat ingin membeli laptop milikku.

Dengan segera aku aku mengangkatnya, berharap ada berita baik dan segera mendapatkan uangnya.

"Hallo, asalamualaikum, Bu!" sapaku saat telpon sudah kuangkat.

"Waalaikumsallm, Bu.

Bu, aku minta maaf ya, laptopnya gak jadi, anakku tidak mau katanya, dia mau minta dibelikan hape saja!

Sekali lagi, maaf ya Bu!"

Duaaarr dadaku langsung sesak, apa yang sudah aku harapkan nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan.

"Iya, Bu. Gak papa kok.

Makasih ya Bu, barangkali ada teman Bu Lilis yang berminat!" jawabku lesu, namun sekuat hati aku berusaha tegar dan terlihat baik baik saja, padahal hati ini sudah cemas tidak karuan.

Kembali air mataku menetes deras setelah telpon tertutup.

"Ya Alloh, ujianmu sungguh luar biasa, kuatkan hambaMU ini ya, Robby!" doaku mengiringi Isak tangis yang terus menderas.

Dua juta, baru dapat lima ratus ribu, itupun uang hasil pinjaman dari mbak Tami.

Dari mana aku bisa mendapatkan satu juta lima ratus lagi, aah dadaku sudah teramat sesak, bahkan air mataku tak bisa berhenti, terus mengucur deras bersama pedih dan sakit di dalam hati.

Buntu, benar benar buntu, aku terus beristigfar, memasrahkan semuanya pada pemilik semesta.

Ting, bunyi pesan masuk dari nomor teman satu kantorku dulu, dia mengirimkan bukti transfer sebesar delapan ratus ribu rupiah.

"Ning, hutangku aku bayar ya tujuh ratus lima puluh ribu, aku lebihkan lima puluh buat anakmu, anggep saja amplop lebaran dariku.

Terimakasih banyak sudah membantuku waktu itu, maaf kalau baru bisa mengembalikan sekarang. Sekali lagi terimakasih!" tulis Dono panjang lebar, dulu dia kebingungan dana buat anaknya yang masuk rumah sakit, karena iba aku pun memberikan pinjaman dan sekarang sudah lebih satu tahun, Dono baru mengembalikan di saat waktu yang tepat, saat aku benar benar membutuhkan uang itu. Masyaalloh, terimakasih Tuhan.

"Alhamdulillah, terimakasih Don!" balasku singkat, dan air mataku masih saja terus mengalir, namun hati tak berhenti memuji kebesaran Allah SWT, pertolongannya nyata dan selalu ada disaat diri merasa tak lagi mampu.

Lima ratus ribu ditambah delapan ratus ribu, semuanya jadi satu juta tiga ratus, masih kurang tujuh ratus ribu lagi. Bismillah, semoga ada jalan agar tidak menjadi omongan banyak orang karena tidak bisa mengembalikan uang pinjaman arisan.

"Bund, laptopnya dijual beneran kah?" pesan masuk dari mbak Anis tetanggaku.

Alhamdulillah, aku kembali punya harapan.

"Iya, mbak. Benar!

Murah saja, karena lagi butuh uang banget, dirumah juga gak dipake!" balasku dengan hati berdebar.

"Satu juta lima ratus saja, mbak!

Bisa di cek dulu, kalau cocok Monggo!" balasku semangat dan terus berdoa dalam hati, semoga tetanggaku itu berminat dan membelinya. Agar bisa membayar hutang dan punya uang pegangan untuk lebaran.

"Yasudah, bund!

Habis ini aku kerumah ya, aku lihat dulu barangnya.

Kebetulan lagi butuh laptop lagi buat si bungsu." balas mbak Anis ramah.

Semoga saja ini keberuntunganku, kembali aku melafazkan kalimat kalimat dzikir mengagungkan kebesaran Allah SWT, hati yang sesak terasa damai meskipun ujian begitu pelik. Percaya jika pertolongan Alloh itu dekat, sedekat urat nadi.

Tak berselang lama, mbak Anis benar datang kerumah, wanita ayu itu tersenyum hangat dan langsung aku ajak masuk ke dalam rumah sederhana peninggalan ibuku.

"Ini mbak laptopnya, di cek saja dulu.

Insyaallah masih bagus, sejak tidak lagi ngantor, jarang dipakai lagi, nganggur!" aku menyodorkan laptop milikku ke arah mbak Anis, meskipun dalam hati sebenarnya tidak rela, tapi bagaimana lagi, ini satu satunya yang dipunya, untuk menutupi kebutuhan yang harus dipenuhi.

Dengan teliti mbak Anis mengeceknya, dan Alhamdulillah cocok dan beliau mau membelinya, satu juta lima ratus langsung diberikan, bahkan dilebihkan seratus ribu buat jajan Shanum katanya.

Mbak Anis wanita karir, suaminya juga seorang PNS, kehidupan mereka berkecukupan, namun kekayaan tidak membuat mereka bersikap sombong.

Mata ini sudah berkaca kaca, meskipun sekuat hati menahan agar tidak jatuh, tetap saja air mataku lolos begitu saja membasahi pipiku.

Alhamdulillah, akhirnya masalahku teratasi, jalan yang diberikan Gusti Alloh begitu indah. Nikmat mana lagi yang bisa aku dustakan.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)

#Coretan pena Hawa (Tamat)

#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)

#Sekar Arumi (Tamat)

#Wanita kedua (Tamat)

#Kasih sayang yang salah (Tamat)

#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )

#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)

#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)

#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)

#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]

#Bidadari Salju [ On going ]

#Wanita Sebatang Kara { New karya }

Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

Terpopuler

Comments

Zainab Ddi

Zainab Ddi

Alhamdulillah Allah maha pengasih

2024-06-22

0

Sulastri Tri

Sulastri Tri

masih nyimak mdh2an cerita bagus sesuai kehidupan sehari 2

2024-05-15

0

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

ya Allah kog pas to..
ku pasrahkan semua ini hany padaMu..
Allah yg lebih tau, bln bsk q, gmn..
bi idznillah.. semoga dimudahkan
aamiin

2024-05-13

1

lihat semua
Episodes
1 Lebaran dalam duka
2 Pasti ada jalan, cukup yakinkan hati dalam setiap lantunan doa
3 Bayar hutang
4 Sebatang Kara
5 Telpon dari rokayah
6 Tamu asing di malam takbiran
7 Menata hidup baru
8 Mengumpulkan bukti
9 Bukannya malu tapi malah mencari pembenaran
10 tidak tau malu
11 milik ibuku
12 pergi
13 Rencana
14 bertemu atasan mas Danang
15 Menerima keputusan
16 mendatangi Gundik suamiku
17 Diana murka
18 pulang
19 notif dari m banking
20 kembali bangkit dengan kehidupan baru
21 Danang pulang
22 Apa kamu pikir aku takut? Sedikitpun tidak sama sekali!
23 Bantuan datang
24 Tak tau malu
25 Mati kamu, mas! Rasain!
26 pindah rumah saja
27 Danang frustasi
28 karma yang berlaku
29 menyesal
30 Hans
31 masa lalu
32 Takdir
33 kacau
34 tak punya hati
35 minta uang
36 karma
37 sakit perut
38 masih ada yang perduli
39 ketahuan
40 POV Ningsih
41 mulai curiga
42 Pelakor di pelakorin
43 keluar kota
44 Bibit hama
45 gak usah drama!
46 Beku
47 Tertangkap basah saat mesum
48 robohkan saja, ratakan seperti semula.
49 histeris
50 ini milikku
51 musibah pembawa rejeki
52 Nasi goreng
53 permintaan Danang
54 Bertengkar
55 Bertahanlah, Na!
56 ibu yang egois
57 Drama selanjutnya sang mertua
58 Bagi dua
59 siapa suruh pelit
60 pergilah jangan kembali lagi
61 pulang kampung
62 buka warung
63 tak pernah bisa berubah
64 kelakuan Danang
65 penyesalan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Lebaran dalam duka
2
Pasti ada jalan, cukup yakinkan hati dalam setiap lantunan doa
3
Bayar hutang
4
Sebatang Kara
5
Telpon dari rokayah
6
Tamu asing di malam takbiran
7
Menata hidup baru
8
Mengumpulkan bukti
9
Bukannya malu tapi malah mencari pembenaran
10
tidak tau malu
11
milik ibuku
12
pergi
13
Rencana
14
bertemu atasan mas Danang
15
Menerima keputusan
16
mendatangi Gundik suamiku
17
Diana murka
18
pulang
19
notif dari m banking
20
kembali bangkit dengan kehidupan baru
21
Danang pulang
22
Apa kamu pikir aku takut? Sedikitpun tidak sama sekali!
23
Bantuan datang
24
Tak tau malu
25
Mati kamu, mas! Rasain!
26
pindah rumah saja
27
Danang frustasi
28
karma yang berlaku
29
menyesal
30
Hans
31
masa lalu
32
Takdir
33
kacau
34
tak punya hati
35
minta uang
36
karma
37
sakit perut
38
masih ada yang perduli
39
ketahuan
40
POV Ningsih
41
mulai curiga
42
Pelakor di pelakorin
43
keluar kota
44
Bibit hama
45
gak usah drama!
46
Beku
47
Tertangkap basah saat mesum
48
robohkan saja, ratakan seperti semula.
49
histeris
50
ini milikku
51
musibah pembawa rejeki
52
Nasi goreng
53
permintaan Danang
54
Bertengkar
55
Bertahanlah, Na!
56
ibu yang egois
57
Drama selanjutnya sang mertua
58
Bagi dua
59
siapa suruh pelit
60
pergilah jangan kembali lagi
61
pulang kampung
62
buka warung
63
tak pernah bisa berubah
64
kelakuan Danang
65
penyesalan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!