bertemu atasan mas Danang

"Tunggu saja kehancuran kamu, mas!

Aku yakin, gundikmu itu akan pergi meninggalkan kamu setelah kamu tak punya apa apa. NIkmati saja hidupmu setelah ini dengan baik." batinku puas dengan segala rencana yang sudah tertata di otak ini. Bukannya aku jahat, aku hanya ingin mencari keadilan atas sikap semena mena mereka padaku selama ini. Aku diam bukannya aku menerima semua perlakuan buruk itu, tapi karena aku masih berpikir tentang nasib dan hati putriku. Tapi kini, sudah tidak ada lagi yang aku khawatirkan, Shanum akan hidup aman dan bahagia meski hanya denganku saja.

Aku akan menjamin kebahagiaan anakku dengan cinta dan uang yang kini aku punya.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Setelah mengantarkan Shanum ke sekolah, aku pamitan sama mbak Anis dan menyerahkan kunci rumah padanya. Setelah itu, aku langsung menuju ke terminal, naik bis jurusan Surabaya dengan jalur tol, agar cepat sampai.

Cukup dua jam, akhirnya aku sampai di terminal Bungurasih, memesan taksi online untuk melanjutkan perjalanan ke kantor suamiku. PT Surya buana yang ada di perak.

"Ada yang bisa di bantu, Bu?" sambut satpam yang tengah berjaga di depan gerbang.

"Oh iya, pak.

Saya mau bertemu dengan atasan disini." sahutku dengan wajah tenang.

"Apa ibu sudah buat janji?" tanyanya memasang wajah menyelidik.

"Belum, saya kesini karena ingin melaporkan sesuatu yang berkaitan dengan salah satu karyawan disini. Saya mau meminta keadilan dari pemimpin perusahaan ini." sahutku tegas, membuat pria paruh baya yang mengenakan seragam satpam mengernyit heran.

"Maksudnya gimana ya, Bu?

Kok saya gak ngerti!" balas pak Saiful, terlihat dari name tag di seragamnya.

"Saya ingin melaporkan perbuatan bejat suami saya pak, dia sudah selingkuh dan tak lagi menafkahi anak istrinya di kampung. Saya ingin dia di pecat agar sama sama merasakan hidup susah." sahutku nanar yang tak lagi perduli sehingga dengan lancar menceritakan apa yang terjadi dalam rumah tanggaku dengan mas Danang pada orang yang sama sekali tidak aku kenal.

"Astagfirullah, kalau boleh tau, siapa nama suami ibu?" balas pak Saiful ingin tau.

"Danang, salah satu staf di kantor ini." sahutku tegas tanpa ragu sedikitpun.

"Akhirnya, apa yang di sembunyikan pasti terbuka juga jika sudah saatnya. Semoga ibu mendapatkan keadilan. Kami disini juga sudah jengah melihat kelakuan perempuan itu." sahut pak Saiful yang sama sekali tak kuduga akan berbicara sesuatu yang membuatku bingung dengan maksud ucapannya.

"Bapak mengenal selingkuhan mas Danang?" tanyaku antusias.

"Hampir semua kenal lah, Bu.

Wong dia itu kan jualan di warung yang ada di depan itu, itu yang warung chat hijau muda, kelihatan kok dari sini. Amit amit dengan tingkah mereka." sahut pak Saiful menatapku iba.

"Terimakasih informasinya, pak.

Setelah dari sini, saya akan menemui perempuan itu di warungnya. Sudah saatnya mereka tau, sedang berhadapan dengan siapa.

Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya." sahutku penuh kebencian.

"Wah, bagus itu Bu. Kasih saja pelajaran sama mereka. Mari saya antarkan ke ruangan pak Dion, kebetulan beliau sedang ada di kantor." pak Saiful mengajakku memasuki kantor, dan menyusuri lorong hingga sampai ke lantai tiga.

"Silahkan, Bu!

Pak Dion sudah menunggu ibu di dalam, kebetulan ada istrinya juga disana.

Semoga ibu mendapatkan keadilan. Yang sabar ya, Bu!" ucap pak Saiful sopan sebelum kembali ke pos jaganya.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Terlihat sepasang suami istri yang mungkin berumur empat puluhan tengah menatapku dengan raut yang sulit terjelaskan.

"Silahkan duduk, Bu!

Ada yang bisa dibantu?" sambut pak Dion ramah dengan wajah tegasnya. Sedang istrinya masih tetap duduk dengan anggung di salah satu sofa yang ada diruangan.

"Maaf sebelumnya, saya datang kesini karena ingin meminta bantuan sekaligus ingin mengadukan kelakuan suami saya yang bekerja di perusahaan milik bapak." sahutku gugup dengan perasaan takut, namun berusaha untuk tegar dan berani.

"Kalau boleh tau, siapa nama suami ibu, dan ada masalah apa sampai ibu nekad menemui saya disini?" sahut pak Dion dengan tatapan mengintimidasi.

"Danang Prasetyo nama suami saya.

Dia sudah hampir lima tahun ini tidak lagi memberikan nafkah layak pada saya istrinya dan juga anaknya. Kami hanya diberi dua ratus ribu untuk satu bulan, itupun jarang di kasih kalau saya tidak memintanya seperti pengemis.

Bahkan Suami saya sudah menikah lagi dengan janda yang bekerja di warung depan kantor ini, tanpa sepengetahuan saya, pak.

Sikapnya semakin seenaknya saja, bahkan dia sudah berani membawa perempuan itu ke rumah saya kemarin dan membuat keributan disana.

Saya mohon, selaku pimpinan dari mas Danang, tolong berikan saya keadilan, untuk mengeluarkan laki laki itu dari kantor bapak!" jawabku panjang lebar, membuat pak Dion dan istrinya langsung menatapku dengan tatapan aneh.

"Saya tidak punya hak mencampuri urusan rumah tangga karyawan saya. Maaf kalau saya tidak bisa membantu banyak. Tapi saya akan membantu ibu, dengan mengirimkan delapan puluh persen gajinya Danang ke rekening ibu langsung. Tolong tinggalkan nomor rekening ibu, biar nanti saya yang urus." sahut pak Danang tegas dan seperti tak bisa terbantahkan.

"Loh, gak bisa gitu dong, pah!" istri pak Dion ikut menimpali, wajahnya terlihat masam dengan keputusan suaminya.

Sepertinya sebagai sesama wanita, beliau paham dengan apa yang aku rasakan. Semoga dengan ikut campur nya istri pak Dion, mas Danang bisa dikeluarkan dari pekerjaannya.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)

#Coretan pena Hawa (Tamat)

#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)

#Sekar Arumi (Tamat)

#Wanita kedua (Tamat)

#Kasih sayang yang salah (Tamat)

#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )

#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)

#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)

#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)

#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]

#Bidadari Salju [ On going ]

#Wanita Sebatang Kara { New karya }

#Ganti Istri { New karya }

Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

Terpopuler

Comments

Zainab Ddi

Zainab Ddi

bener tuh untung ada istri bossnya semoga lancar rencananya

2024-06-25

0

Bahrul Ulum

Bahrul Ulum

bagus, istri bos mendukung mu ningsih, semangat.

2024-03-06

2

lihat semua
Episodes
1 Lebaran dalam duka
2 Pasti ada jalan, cukup yakinkan hati dalam setiap lantunan doa
3 Bayar hutang
4 Sebatang Kara
5 Telpon dari rokayah
6 Tamu asing di malam takbiran
7 Menata hidup baru
8 Mengumpulkan bukti
9 Bukannya malu tapi malah mencari pembenaran
10 tidak tau malu
11 milik ibuku
12 pergi
13 Rencana
14 bertemu atasan mas Danang
15 Menerima keputusan
16 mendatangi Gundik suamiku
17 Diana murka
18 pulang
19 notif dari m banking
20 kembali bangkit dengan kehidupan baru
21 Danang pulang
22 Apa kamu pikir aku takut? Sedikitpun tidak sama sekali!
23 Bantuan datang
24 Tak tau malu
25 Mati kamu, mas! Rasain!
26 pindah rumah saja
27 Danang frustasi
28 karma yang berlaku
29 menyesal
30 Hans
31 masa lalu
32 Takdir
33 kacau
34 tak punya hati
35 minta uang
36 karma
37 sakit perut
38 masih ada yang perduli
39 ketahuan
40 POV Ningsih
41 mulai curiga
42 Pelakor di pelakorin
43 keluar kota
44 Bibit hama
45 gak usah drama!
46 Beku
47 Tertangkap basah saat mesum
48 robohkan saja, ratakan seperti semula.
49 histeris
50 ini milikku
51 musibah pembawa rejeki
52 Nasi goreng
53 permintaan Danang
54 Bertengkar
55 Bertahanlah, Na!
56 ibu yang egois
57 Drama selanjutnya sang mertua
58 Bagi dua
59 siapa suruh pelit
60 pergilah jangan kembali lagi
61 pulang kampung
62 buka warung
63 tak pernah bisa berubah
64 kelakuan Danang
65 penyesalan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Lebaran dalam duka
2
Pasti ada jalan, cukup yakinkan hati dalam setiap lantunan doa
3
Bayar hutang
4
Sebatang Kara
5
Telpon dari rokayah
6
Tamu asing di malam takbiran
7
Menata hidup baru
8
Mengumpulkan bukti
9
Bukannya malu tapi malah mencari pembenaran
10
tidak tau malu
11
milik ibuku
12
pergi
13
Rencana
14
bertemu atasan mas Danang
15
Menerima keputusan
16
mendatangi Gundik suamiku
17
Diana murka
18
pulang
19
notif dari m banking
20
kembali bangkit dengan kehidupan baru
21
Danang pulang
22
Apa kamu pikir aku takut? Sedikitpun tidak sama sekali!
23
Bantuan datang
24
Tak tau malu
25
Mati kamu, mas! Rasain!
26
pindah rumah saja
27
Danang frustasi
28
karma yang berlaku
29
menyesal
30
Hans
31
masa lalu
32
Takdir
33
kacau
34
tak punya hati
35
minta uang
36
karma
37
sakit perut
38
masih ada yang perduli
39
ketahuan
40
POV Ningsih
41
mulai curiga
42
Pelakor di pelakorin
43
keluar kota
44
Bibit hama
45
gak usah drama!
46
Beku
47
Tertangkap basah saat mesum
48
robohkan saja, ratakan seperti semula.
49
histeris
50
ini milikku
51
musibah pembawa rejeki
52
Nasi goreng
53
permintaan Danang
54
Bertengkar
55
Bertahanlah, Na!
56
ibu yang egois
57
Drama selanjutnya sang mertua
58
Bagi dua
59
siapa suruh pelit
60
pergilah jangan kembali lagi
61
pulang kampung
62
buka warung
63
tak pernah bisa berubah
64
kelakuan Danang
65
penyesalan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!