Bukannya malu tapi malah mencari pembenaran

Suara suara ibu ibu membuat perempuan itu histeris, dan mas Danang nampak gusar dengan omongan para tetangga, aku hanya diam saja, menatap mereka dengan senyuman puas, puas sudah bisa mempermalukan mereka. Dan puas karena sudah mendapatkan bukti perselingkuhan mereka, karena aku sengaja merekam semua pembicaraan kami dengan mengaktifkan Vidio di ponselku dan menyembunyikan di pot yang ada di bufet.

"Heh kalian semua, bisa diam gak?" teriak gundik mas Danang dengan nafas naik turun, tak usah disebutkan lagi seperti apa penampilannya, takutnya para pembaca jadi ketawa dan perutnya sakit membayangkan wajah pelakor yang tengah frustasi karena hinaan ibu ibu diluar sana.

"Kamu tuh yang diam, sudah jelek gak punya sopan santun lagi, tuh si Danang paling juga di pelet!"

"Iya, aneh saja.

Wong pelakornya mirip kayak ondel ondel gitu, bodinya itu loh sudah kayak tugu kecamatan.

Bisa bisanya Danang tunduk dan lupa anak istri yang jelas jelas jauh lebih cantik. Ya ampun amit amit."

Suara ibu ibu masih saling bersahutan mengomentari keberadaan gundiknya suamiku.

Aku cuma tersenyum saja mendengar suara suara pedas mereka yang begitu tajam menghina wanita itu.

"Heh, siapa kalian?

Saja urus diri kalian sendiri, tidak usah ikut campur!

Kalau aku tidak seksi dan cantik, mana mungkin mas Danang memilihku dan lebih mencintaiku dari pada wanita miskin dan sok suci itu.!" teriak perempuan itu dengan mata melotot, semakin membuat ricuh suasana, ibu ibu tidak terima dengan ucapan perempuan gila itu yang terdengar jelas menghinaku, seolah akulah yang merebut suaminya, dasar perempuan murahan!

"Pergilah, sebelum warga menyeret kalian dari rumahku.

Saat sekali saja aku meminta mereka mengusir kalian, maka kalian akan meninggalkan tempat ini dengan cara terhina!

Silahkan pergi, sebelum batas kesabaran ku habis!" aku menatap nyalang mas Danang dan semua yang ada di dalam rumahku.

Terus terang hatiku khawatir dengan Shanum jika dia mendengar keributan ini. Untuk itu aku memutuskan untuk mengusir mereka secepatnya dari rumahku.

"Aku kasih punya hak dengan rumah ini. Jadi tidak usah kamu sok mengusir kami dari sini. Karena ini juga rumahku!" teriak mas Danang dengan begitu lancarnya bahkan tanpa tau malu sama sekali.

"Apa mas?

Rumah kamu?

Gak salah denger aku?

Hey, ini rumah ibuku, murni tanah dan rumah hasil keringat ibuku, dan kamu tidak punya hak apapun dirumah ini, bahkan semua isinya di beli dengan uangku dan uang ibuku. Jangan ngawur kalau tidak punya tidak usah sok ngaku ngaku. Malu!" sahutku yang langsung disambut tawa orang orang yang masih melihat pertengkaran kami diluar sana. Entahlah aku sudah tak perduli lagi, lagian aku sudah capek menghadapi kelakuan mas Danang dan gundiknya itu. Sekalian saja biar semua orang tau seperti apa keadaan rumah tanggaku yang sebenarnya. Tak Sudi lagi aku menutupi kelakuan busuk laki laki itu.

"Asalamualaikum. Ada apa ini, mbak Ningsih?

Kenapa ada ribut ribut di hari lebaran yang harusnya saling memaafkan?" pak RT datang dengan didampingi istrinya dan beberapa bapak bapak yang ikut masuk.

Malu? tentu saja aku malu, tapi mau gimana lagi, semoga dengan begini permasalahanku dengan mas Danang selesai saat ini juga.

"Waalaikumsallm. Silahkan duduk pak RT!

Maaf kalau ini membuat tidak nyaman para warga!

Alhamdulillah pak RT dan bapak bapak sudah berkenan hadir. Saya harap bisa jadi penengah untuk masalah kami. Sekaligus saksi perselingkuhan suami saya. Karena saya berniat melaporkannya ke kantor polisi dan juga atasan mas Danang. Agar saya dan Shanum mendapatkan keadilan, dan mereka tidak lagi bersikap semena-mena sama kami!" sahutku panjang lebar dan membuat mas Danang langsung menatapku tajam, begitu juga dengan gundiknya yang langsung mangap mendengar ucapanku. "Rasain." batinku tertawa jahat.

Ini masih permulaan, selanjutnya kalian akan menangis darah.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)

#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)

#Coretan pena Hawa (Tamat)

#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)

#Sekar Arumi (Tamat)

#Wanita kedua (Tamat)

#Kasih sayang yang salah (Tamat)

#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )

#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)

#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)

#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)

#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]

#Bidadari Salju [ On going ]

#Wanita Sebatang Kara { New karya }

Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

Terpopuler

Comments

Zainab Ddi

Zainab Ddi

rasain Danang

2024-06-24

0

Rusiani Ijaq

Rusiani Ijaq

begitu baru mantap jangan yg sering kebanyakan sdh tau suami bejat dan selingkuhan msh dipertahankan dan tunduk ". good job Thor 💪💪👍

2024-04-21

3

Ersa

Ersa

lanjutkaannn Ning💪💪

2023-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 Lebaran dalam duka
2 Pasti ada jalan, cukup yakinkan hati dalam setiap lantunan doa
3 Bayar hutang
4 Sebatang Kara
5 Telpon dari rokayah
6 Tamu asing di malam takbiran
7 Menata hidup baru
8 Mengumpulkan bukti
9 Bukannya malu tapi malah mencari pembenaran
10 tidak tau malu
11 milik ibuku
12 pergi
13 Rencana
14 bertemu atasan mas Danang
15 Menerima keputusan
16 mendatangi Gundik suamiku
17 Diana murka
18 pulang
19 notif dari m banking
20 kembali bangkit dengan kehidupan baru
21 Danang pulang
22 Apa kamu pikir aku takut? Sedikitpun tidak sama sekali!
23 Bantuan datang
24 Tak tau malu
25 Mati kamu, mas! Rasain!
26 pindah rumah saja
27 Danang frustasi
28 karma yang berlaku
29 menyesal
30 Hans
31 masa lalu
32 Takdir
33 kacau
34 tak punya hati
35 minta uang
36 karma
37 sakit perut
38 masih ada yang perduli
39 ketahuan
40 POV Ningsih
41 mulai curiga
42 Pelakor di pelakorin
43 keluar kota
44 Bibit hama
45 gak usah drama!
46 Beku
47 Tertangkap basah saat mesum
48 robohkan saja, ratakan seperti semula.
49 histeris
50 ini milikku
51 musibah pembawa rejeki
52 Nasi goreng
53 permintaan Danang
54 Bertengkar
55 Bertahanlah, Na!
56 ibu yang egois
57 Drama selanjutnya sang mertua
58 Bagi dua
59 siapa suruh pelit
60 pergilah jangan kembali lagi
61 pulang kampung
62 buka warung
63 tak pernah bisa berubah
64 kelakuan Danang
65 penyesalan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Lebaran dalam duka
2
Pasti ada jalan, cukup yakinkan hati dalam setiap lantunan doa
3
Bayar hutang
4
Sebatang Kara
5
Telpon dari rokayah
6
Tamu asing di malam takbiran
7
Menata hidup baru
8
Mengumpulkan bukti
9
Bukannya malu tapi malah mencari pembenaran
10
tidak tau malu
11
milik ibuku
12
pergi
13
Rencana
14
bertemu atasan mas Danang
15
Menerima keputusan
16
mendatangi Gundik suamiku
17
Diana murka
18
pulang
19
notif dari m banking
20
kembali bangkit dengan kehidupan baru
21
Danang pulang
22
Apa kamu pikir aku takut? Sedikitpun tidak sama sekali!
23
Bantuan datang
24
Tak tau malu
25
Mati kamu, mas! Rasain!
26
pindah rumah saja
27
Danang frustasi
28
karma yang berlaku
29
menyesal
30
Hans
31
masa lalu
32
Takdir
33
kacau
34
tak punya hati
35
minta uang
36
karma
37
sakit perut
38
masih ada yang perduli
39
ketahuan
40
POV Ningsih
41
mulai curiga
42
Pelakor di pelakorin
43
keluar kota
44
Bibit hama
45
gak usah drama!
46
Beku
47
Tertangkap basah saat mesum
48
robohkan saja, ratakan seperti semula.
49
histeris
50
ini milikku
51
musibah pembawa rejeki
52
Nasi goreng
53
permintaan Danang
54
Bertengkar
55
Bertahanlah, Na!
56
ibu yang egois
57
Drama selanjutnya sang mertua
58
Bagi dua
59
siapa suruh pelit
60
pergilah jangan kembali lagi
61
pulang kampung
62
buka warung
63
tak pernah bisa berubah
64
kelakuan Danang
65
penyesalan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!