"Gak repot kok mbak, Alhamdulillah, tadi juga mendapatkan hasil yang memuaskan dari atasannya mas Danang." lalu Ningsih menceritakan semuanya pada Anis dan suaminya.
Pasangan baik itu ikut merasa senang, karena Shanum kembali mendapatkan haknya. Ningsih ternyata cerdas juga dalam mengambil keputusan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Saat Ningsih sedang asik dengan pekerjaan rumahnya. Ponsel nya berbunyi tanda ada pesan masuk, notifikasi dari m banking masuk ke rekeningnya sebesar sepuluh juta lebih dua ratus ribu.
"Alhamdulillah.
Ternyata gajimu cukup banyak juga, mas!
Pantes perempuan itu tidak mau melepaskan kamu dan mati matian bertahan dengan sikap liciknya.
Namun, aku ingin lihat, setelah ini apa dia masih bersikap baik padaku, setelah uangmu masuk kerekening ku untuk beberapa bulan kedepannya.
Karena setelah surat putusan cerai turun, aku hanya akan menerima separo dari gajimu untuk nafkahnya Shanum, tapi setidaknya, masih ada tanggung jawabmu untuk anak kandungmu, meskipun aku memintanya dengan menggunakan cara paksa." gumamku dengan perasaan campur aduk, di hati ini memang tidak ada perasaan cinta lagi untuk mas Danang, namun jika teringat bagaimana perlakuan dia selama ini pada kami, cukup membuat dadaku merasa sesak.
Suara ponsel kembali berbunyi, tapi kali ini dari nomor tidak dikenal sedang melakukan panggilan, siapa?
Apa mungkin?
Aaah sudah lah, lebih baik aku angkat dari pada penasaran.
"Ya hallo, As......!" belum selesai aku meneruskan salam, tiba tiba suara cemprengnya si ondel ondel itu melengking memekikkan telinga ini. Ya ampun, sebegitu murkanya wanita itu, karena aku mengambil gaji dari suamiku sendiri. Sepertinya aku harus menikmati permainan ini. Perempuan itu harus di beri shock terapi, biar semakin kepanasan, syukur syukur kena darah tinggi, hahaa. Jahat sama orang yang lebih jahat itu sah sah saja.
"Heh perempuan sinting, kembalikan uang suamiku. Jangan suka mencuri hak orang lain kamu ya, dasar perempuan gila!" maki Diana dengan mulut sampahnya itu. Dia pikir laki laki yang dia panggil suami itu hanya suaminya saja, uuugh pencuri gak ada akhlak.
"Santai saja kalau ngomong, gak perlu teriak teriak.
Apa kamu pikir, mas Danang itu bukan suamiku?
Dia masih sah suamiku loh, diakui negara lagi, sampai sampai atasan mas Danang dikantor lebih membelaku dan sudi menyerahkan gajinya untuk istri sahnya ini.
Kasian ya, nasib jadi selingkuhan, sudah keberadaannya tidak diakui, dipandang hina sama semua orang, dapet label pelakor, ibaratnya pencuri barang rongsokan itu kayak tempat sampah gitu loh, Danang rongsokan nya dan kamu tempat sampahnya. Serasi!" sahutku santai dalam hati sudah tak kuat menahan untuk tidak tertawa. Pasti perempuan itu sudah merah padam wajahnya karena emosi.
"Jaga mulut kamu itu, perempuan sialan!
Sekarang kembalikan uang suamiku. Kirim kembali ke rekeningnya, kalau tidak, aku akan memberimu pelajaran yang membuatmu nangis darah!" ancamnya dengan suara yang terdengar bergetar sangking kalapnya.
"Oh iya?
Kesini saja, siapa takut. Aku masih punya para tetangga yang mau membelaku dan menjadi saksi kebusukan kamu, jadi aku bisa dengan mudah menjebloskan kamu ke penjara dengan beberapa lapis tuduhan loh.
Dan aku juga akan kembali datang ke kantornya mas Danang untuk melaporkan kelakuan kalian yang masih saja mengusikku dan berniat jahat padaku, akan aku pastikan Danang akan di pecat saat itu juga. Dan aku yakin, uang pesangon pasti akan diberikan padaku sama atasan mas Danang di kantor. Karena aku adalah korban, orang yang paling disakiti oleh manusia tak punya adab sepertimu!" sahutku tegas, aku sengaja menjabarkan semua pemikiran ini untuk menjatuhkan mental perempuan gila itu. Biar saja, dia pasti akan frustasi dan gila sendiri.
"Dasar licik!
Awas kamu!" teriak Diana sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.
Aku hanya tersenyum kecut, menghadapi manusia tak bernurani seperti mereka, tidak perlu menggunakan otot, cukup gunakan otak untuk berbuat lebih licik dari mereka.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Zainab Ddi
lanjut baca author suka dengan sikap ningsih
2024-06-26
0
Ersa
jlebbbb
2023-10-20
3
Ersa
Alhamdullillah meski nanti cerai PT surya buaba Masih trf 6 juta utk nafkah anak. Diana ondel2 cuma dpt 6 jutaaan
2023-10-20
0