"Loh, gak bisa gitu dong, pah!" istri pak Dion ikut menimpali, wajahnya terlihat masam dengan keputusan suaminya.
Sepertinya sebagai sesama wanita, beliau paham dengan apa yang aku rasakan. Semoga dengan ikut campur nya istri pak Dion, mas Danang bisa dikeluarkan dari pekerjaannya.
"Mama itu paling benci dengan perselingkuhan, harusnya, papa buat peraturan yang tegas di perusahaan ini, bagi siapapun yang jadi karyawan Surya Buana, jika kedapatan berselingkuh dari pasangan sahnya, dia wajib di berikan sanksi. Dikeluarkan secara tidak hormat tanpa ada pesangon sepeserpun!" istri pak Dion memberi penegasan dan hebatnya, pak Dion langsung menyetujui ide istrinya itu. Dan akan segera mengesahkan peraturan baru diperusahaan yang di pimpinannya soal perselingkuhan. Biar kapok tuh para pezina, batinku sedikit puas.
"Tapi untuk masalah ibu, maaf dengan ibu siapa?" lanjut pak Dion yang beralih menatap ke arahku.
"Ningsih, pak!
Saya Ningsih!" sahutku yang masih merasa gugup bercampur dengan cemas.
"Untuk Bu Ningsih. Maaf, bukannya saya tidak mau membantu ibu. Tapi perusahaan juga tidak bisa begit saja memecat karyawan tanpa ada kesalahan yang jelas soal pekerjaan.
Tapi saya akan berusaha membantu memberi keadilan buat ibu dan anak ibu dengan langsung memangkas gajinya pak Danang untuk langsung masuk ke rekening Bu Ningsih.
Dan kemungkinan setelah itu terjadi, pak Danang pasti akan protes dan tidak terima, saya akan menegurnya nanti." sambung pak Dion yang masih belum mau beralih dari keputusannya.
"Kenapa harus delapan puluh persen, pah?
Kan harusnya seratus persen, biar si Danang itu tau rasa, gundiknya pasti ngamuk tuh, gak dapat uang gajinya Danang." sahut istrinya pak Dion yang terlihat ikut geram.
"Delapan puluh persen itu juga sudah banyak, mah.
Dan itu nanti juga papa kirimkan sekalian bonusnya. Dan Danang juga ada tabungan karyawan selama kerja disini, mungkin sekitar tiga puluh jutaan, nanti biar papa kirimkan juga ke rekening Bu Ningsih, sebagai ganti uang nafkah yang selama ini tidak diberikan Danang sama anak dan istrinya. Kalau dia gak terima, biar langsung berhadapan denganku." sahut pak Danang yang membuatku langsung mengucap syukur di dalam hati. "Rasain kamu, mas!
Setelah ini, aku yakin, kamu pasti kalang kabut dengan amukan gundikmu itu." aku bergumam dalam hati dengan perasaan puas.
Setelah menerima keputusan atasan mas Danang, akhirnya aku pamit untuk kembali pulang. Dan yang lebih membuatku terkejut, istrinya pak Dion, memberikan amplop padaku dan harus aku terima tanpa boleh dibuka, sebelum nanti aku sampai dirumah. Mau banyak tanya aku tidak cukup punya keberanian, selain menuruti istri atasan suamiku itu dengan perasaan yang entahlah. Tapi yasudah, semoga itu bukan sesuatu yang menyulitkan, aku memasukkan amplop itu ke dalam tas. Lalu keluar dari ruangan dengan perasaan sedikit lega, setidaknya mas Danang menerima hukuman dari sikapnya itu.
"Ningsih!
Apa yang kamu lakukan di sini?" saat aku berjalan menyusuri lorong, tak sengaja berpapasan dengan mas Danang yang terlihat sedang membawa berkas di tangannya.
"Mengadukan kelakuan kamu sama atasan kamu. Emangnya mau apa lagi aku kesini, kalau tidak ingin membuat hidupmu sulit dengan gundikmu itu?" dengan santai aku menjawab pertanyaan mas Danang.
"Jangan macam macam kamu, Ningsih!
Kalau sampai aku dipecat, aku akan membuatmu menyesali sikapmu ini!" tekan mas Danang yang terlihat marah, bahkan wajahnya memerah dengan mata menatap ku tajam, seolah mau menerkam ku.
"Hii takut!
Tapi kamu tenang saja, kamu gak akan dipecat. Em lebih tepatnya belum sih, tapi gak tau kalau nanti. Sementara kamu masih aman kok mas, tenang saja ya.
Tapi gaji kamu akan masuk ke rekening ku bulan ini beserta bonusnya. Adil kan?" sahutku dengan senyuman merekah, oh indah sekali menikmati wajah pias suamiku.
"Kurang ajar, kamu!"
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Zainab Ddi
keren rasin tuh danang
2024-06-25
0
Bahrul Ulum
tenang danang, baru 80 persen yg masuk ke rekening ningsih, masih ada 20 persen buat selingkuhan mu. selamat membagi bagi gaji yg tinggal 20 persen ya nang... wkwkwk
2024-03-06
3
Ersa
yess Pak & bu Dion... aku padamu
2023-10-20
1