Richard datang pada waktu yang tepat. Sedikit lagi, gigi taring Luis pasti akan menatap di leher rapuh Rosa kalau Richard datang terlambat. Pria itu menegaskan kalau Luis tak perlu ikut campur urusannya, mereka hanya dua orang asing yang tak memiliki urusan apa pun.
Saat sedang berada mulut, Rosa mengetahui kalau Richard dan Luis rupanya keluarga. Entah bagaimana hubungan keduanya, yang bisa Rosa lihat mereka tak akur sama sekali.
Setelah memberi ancaman yang tegas agar Luis tak mengganggu lagi Rosa. Richard membawa Rosa kembali ke kamar gadis itu. Di sana Rosa berterima kasih karena Richard sudah datang tepat waktu dan menolongnya. Gadis itu juga menanyakan bagaimana Richard bisa tahu kalau dia ada di sana saat itu.
Richard mengingat apa yang terjadi sebelumnya, Monika melapor kalau Rosa menghilang tepat saat meraka sedang menghabiskan waktu di rumah kaca. Tentu saja Richard segera menjatuhkan hukuman karena mereka telah lalai. Dan begitulah bagaimana caranya Richard tahu kalau Rosa tersesat di suatu tempat di kastilnya.
...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...
Rosa menjalani harinya dengan baik, gadis itu menyibukkan diri dan tak pernah lagi berniat kabur dari pengawasan pelayannya. Luis juga tak pernah lagi terlihat sama sekali, mungkin itu karena campur tangan dari Richard sebagai raja.
Baru saja Rosa menikmati hari-hari yang damai, sudah muncul masalah lain yang lebih menjengkelkan. Seperti sekarang, Rosa secara tak sengaja bertemu dengan Joanne saat akan kembali ke kamarnya.
"Oho, rupanya anda tamu istimewa Richard?" ucap gadis itu tanpa menyapa atau pun perkenalan sama sekali.
Rosa berkedip beberapa kali sambil menelengkan kepalanya. Keningnya mengernyit menatap gadis cantik di depannya. Pasti dia juga seorang vampir kan, tapi kenapa gadis ini terlihat memusuhinya padahal ini pertemuan pertama mereka.
"Beliau Nona Joanne, Beliau salah satu dari putri bangsawan yang berpengaruh," bisik Monika lirih.
"Beliau calon pasangan tuan yang paling kuat," sambung Mai memberitahukan informasi yang lebih banyak.
'Jadi aku harus menjaga sikapku di depannya, kan ya?" batin gadis itu bertekad kuat untuk bersikap baik dan tak mencari masalah pada calon pasangan Richard tersebut.
"Halo, sepertinya memang saya yang anda maksudkan," ucap Rosa bersikap ramah sambil tersenyum tipis.
Joanne menatap remeh gadis di depannya. "Aku mendengar kalau ada manusia yang tak berkepentingan menyelinap seperti tikus di kediaman ini, rupanya rumor itu tentang anda, ya?!"
Perempatan imajiner muncul di dahi Rosa. Dia yang tadinya berniat bersikap ramah dan menjaga kelakukan agar tak ditandai, berubah kesal setelah mendengar komentar pedas dari wanita yang baru saja dia temui. "Entah saya berguna atau tidak, itu semua sesuai apa yang Richard pikirkan tentang saya!"
"Lancang! Dengan mulut rendahan itu, bisa-bisanya kamu memanggil nama seorang raja tanpa tahu malu!" hardik Joanne yang jelas hanya mencari-cari kesalahan Rosa saja.
Keduanya sibuk berdebat, sampai tak sadar kalau salah satu pelayan Rosa menghilang. Tentu saja dia saat ini sedang dalam perjalanan untuk melapor ke tuannya tentang masalah yang baru saja Rosa temui.
"Anda juga memanggil nama Richard dengan mudahnya. Anda saja boleh, mengapa saya yang merupakan temannya tak bisa?" tukas Rosa mengangkat bahu acuh. Dia belajar bersikap seperti itu dari Richard sebenarnya.
"Anda dan saya jelas berbeda. Anda tak bisa menyamakan kedudukan anda dengan saya yang berharga ini!" ucap Joanne menatap angkuh ke arah Rosa.
"Nona yang berharga, berapa harga anda?" Rosa mulai ketularan sifat arogan yang Richard miliki. "Ah, tapi jangan katakan. Saya juga tak ada niat untuk membelinya," lanjutnya lalu tersenyum mengakhiri ucapannya sendiri.
"Beraninya seorang manusia rendahan meludahkan kata-kata kasar padaku?!" Joanne memberi isyarat pada pengawalnya. Paham akan isyarat dari sang majikan, empat pengawal Joanne segera mengepung Rosa. Dua di antara mereka menahan pergerakan gadis itu.
"Nona, mohon tenangkan diri anda!" pinta Rita yang melihat Joanne mendekati Rosa sambil menyeringai keji.
"Diam! Dasar pelayan tak tahu diri! Jangan ikut campur urusanku!" katanya menghardik Rita tanpa menatap pelayan tersebut.
"Akan kuberi kamu sebuah pelajaran kecil. Aku berharap kamu bisa lebih menjaga cara bicaramu di kemudian hari di depan orang yang berstatus lebih tinggi!"
Tangan Joanne terangkat tinggi, siap memukul Rosa dengan kekuatan penuh yang dia kumpulkan.
"Apa yang kamu lakukan?!" tatapan mata menyala seolah ingin memakan Joanne hidup-hidup. Tangan gadis itu pun dicengkeram sekuat tenaga oleh pemilik suara yang menginterupsi kesenangan Joanne barusan. Joanne hanya bisa meringis, pergelangan tangannya rasanya seperti bisa patah kapan saja.
"Kamu tak apa?" tanya pemilik suara itu memalingkan wajah menatap khawatir pada Rosa. Rosa mengangguk cepat, tersenyum pada pria di depannya yang selalu saja datang saat dia butuhkan.
"Aku tak apa, aku bisa menyelesaikan masalah ini sendirian sebenarnya," cengir gadis itu membalas tatapan Richard.
"Lepaskan dia! Di mana kalian meletakkan tangan kalian saat ini?!" kedua pengawal Joanne segera melaksanakan perintah raja mereka sambil berkeringat dingin, mereka pasti akan mendapatkan kematian sebagai hukuman.
"Mereka tak salah, mereka hanya mengikuti perintah dari calon ratu kamu, tuh," celetuk Rosa sambil mengelus pergelangan tangannya yang sejak tadi dipegangi oleh dua pengawal Joanne. Jelas terlihat bekas memerah di tangan putih gadis itu.
"Calon ratu? Hah, sungguh lelucon yang amat sangat lucu!" dengus Richard menatap Joanne seakan gadis itu pembual handal.
"Bukan aku yang mengatakannya! Aku hanya ingin memberi pelajaran pada gadis yang telah berbicara kasar dan tak sopan, itu saja! Aku tak pernah mengatakan kalau aku calon ratu atau semacamnya padanya!" jelas Joanne dengan cepat. Dia tak ingin disalahpahami dan membuat Richard muak padanya.
"Kamu kira siapa dirimu sampai berani memberi hukuman pada tamu yang aku undang, hah?"
"Maafkan aku sekali ini saja," pinta Joanne tak ingin mendapat masalah.
"Jangan minta maaf padaku, kamu pasti paham kepada siapa permintaan maaf itu harus ditujukan!" tukas Richard tak peduli bagaimana perasaan Joanne saat ini, saat dia meminta wanita itu untuk meminta maaf pada Rosa.
"Aku tak bisa! Status yang aku miliki tak mengizinkan aku untuk melakukan itu!" ucap Joanne jelas menolak.
"Mengapa banyak sekali pengganggu yang tak bisa melihat aku senang di sekitarku, ya?" ucap Richard sambil terkekeh kesal. "Haruskah aku mengirim mereka semua ke tidur abadi sebagai contoh? Agar tak ada lagi yang membuat aku kesal atau berusaha menyalahi otoritas yang mereka miliki?!"
Rosa sedikit iba melihat wanita yang tadinya begitu berani padanya kini menunduk takut dan tak berdaya disudutkan oleh Richard. Gadis itu pun memegang lengan kemeja Richard untuk membuat pria itu mengalihkan perhatiannya. "Aku tak butuh permintaan maaf darinya, Richard. Antar aku kembali saja, ya?" pintanya berharap Joanne paham kalau dia sedang menolong wanita itu agar tak semakin didesak.
"Kali ini kalian kulepaskan karena Rosa yang meminta, aku harap kalian pintar dan tak lagi melakukan hal bodoh semacam ini!" setelah menyampaikan peringatan tak tertulis tersebut, Richard menghilang bersama dengan Rosa dalam sekejap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments