Karena Richard mencium bau musuhnya dari tubuh Rosa, pemuda itu pun membawa Rosa ke kediamannya tanpa bertanya. Setelah sampai di kastilnya, Richard hanya mengatakan apa yang di inginkan dan meninggalkan Rosa dalam kebingungan begitu saja.
Rosa yang tak tahu harus berbuat apa, akhirnya memilih untuk berkeliling kamar. Katanya saja itu kamar, nyatanya, itu lebih luas dari rumah yang dia sewa saat ini. "Mungkin Richard pesulap yang terkenal," gumam gadis itu kemudian berbaring di tempat tidur.
Beberapa saat kemudian, beberapa pelayan wanita datang. Mereka memiliki wajah dingin, tapi bersikap sopan pada Rosa. "Kami datang untuk membantu anda atas perintah, tuan," kata salah satu dari mereka menjelaskan maksud kedatangannya. Keempatnya ingat kalau raja mereka menyuruh dengan sangat mengubah panggilan yang mereka lakukan pada sang raja kalau di depan tamu manusia yang dibawa oleh raja mereka.
"Saya, Mai. Saya akan membantu anda mandi, nona!"
"Saya, Rita. Saya akan merias anda mulai saat ini!"
"Saya, Julien yang akan menyiapkan makanan anda!"
"Saya, Monika. Saya bertugas untuk mengatur apa yang akan anda kenakan sehari-harinya!"
"Mohon kerja samanya!" kata keempatnya serempak.
Rosa mengangguk kecil, dia tersenyum tak enak. Seumur hidupnya dia selalu melakukan semuanya sendiri. Kenapa pula dia harus memiliki empat pelayan di sisinya seperti ini. "Sepertinya ada yang salah! Aku hanya orang biasa dan bukan nona kaya yang butuh banyak pelayan seperti ini,"
"Kami hanya melakukan apa yang diperintahkan. Mohon dimengerti, kalau kami bersikap kasar maka kami akan dihukum oleh tuan!" tukas Mai menjelaskan dengan wajah datar.
"Tapi aku juga hanya diculik oleh pesulap gila yang tak jelas sekarang berada di mana!"
"Ekhem, tuan akan menemui anda setelah anda selesai berhias, nona," ucap salah satu dari mereka. Meski sempat kaget, tapi mereka segera memberikan jawaban dengan baik. Keempatnya mulai bertanya-tanya, siapa gadis yang sangat berani mengatai raja mereka ini.
"Siapkan air untukku mandi saja, aku akan mandi sendiri! Lalu tinggalkan baju yang harus aku pakai di atas sana, nanti aku bisa memakainya sendiri saat sudah selesai mandi!" Rosa menunjuk tempat tidur besar yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Keempat pelayan tadi pun saling menatap ragu, mereka tak mau melanggar titah rajanya, tapi mereka juga tak bisa menolak perintah dari tamu yang diserahkan khusus oleh sang raja agar diperlakukan sebaik mungkin. "Baik, nona!" ucap salah satunya setelah beberapa saat.
"Setelah selesai, tolong panggil saya, saya akan merias anda, nona," kata Rita melangkah maju.
Rosa mengangguk setuju, meminta keempatnya untuk meninggalkan dirinya sendirian. Nanti dia akan memanggil Rita lagi sesuai dengan janjinya setelah dia selesai mandi dan mengenakan gaun yang disiapkan oleh Monika.
Meski kerajaan Richard merupakan kerajaan tempat tinggal Vampir, nyatanya cukup banyak manusia yang tinggal di sana. Ada yang menjadi tukang kebun, ada juga yang menjadi pelayan di dapur. Mereka yang tinggal di sana adalah orang-orang yang sudah sangat putus asa untuk melanjutkan hidup bersama dengan bangsa mereka sendiri. Begitu banyak kali mereka ditipu, kepercayaan mereka dikhianati, dan mereka kehilangan segalanya dalam proses itu semua terjadi. Mereka menyerahkan diri secara suka rela agar bisa mati dengan mudah, yaitu dengan cara dihisap darahnya hingga kering. Tapi rupanya, sang raja malah menyuruh mereka bekerja dengan baik dan mengajari beberapa vampir muda untuk hidup seperti manusia. Kesempatan untuk hidup datang kembali, terlebih dari seseorang yang dianggap pembunuh oleh ras mereka sendiri.
"Lalu di mana tuan muda pesulap gila itu?" tukas Rosa saat dia sudah selesai dirias. Makanan pun sudah tersaji di atas meja.
"Tuan saat ini sedang banyak urusan, nona. Beliau berpesan akan berkunjung setelah urusannya selesai,"
"Kalau begitu aku akan menunggu sampai pesulap gila itu datang!" kekeraskepalaan Rosa kambuh lagi, gadis itu berbuat sesuka kata hatinya yang menganggap dirinya melakukan hal benar.
"Tapi nanti tuan akan marah pada kami karena tak bisa melayani anda dengan baik, nona!"
"Ada apa?" sebuah suara menyela. Richard muncul begitu saja entah dari mana.
"Lihat! Lihat itu!" tunjuk Rosa ke arah Richard. "Kalian lihat dia melakukan trik sulap, kan?!" katanya menatap Mai, Monika, Rita, dan Julien secara bergantian. Meminta keempatnya untuk mendukung dirinya.
Richard melambaikan tangannya ringan, keempat pelayan itu pun segera pergi dari sana. "Sepertinya kamu tak akan sadar situasi kalau tak aku jelaskan dengan baik, nona penyelamat!"
Rosa sedikit terintimidasi dengan tatapan dari Richard, tapi segera ditepisnya karena dirinya merasa kesal sudah diculik oleh pesulap gila yang bahkan pernah ditolongnya. "Apa? Apa?" tantang gadis itu sok berani. "Kalau mau bicara gak usah deket-deket gini!" lanjutnya protes karena Richard terus melangkah maju ke arahnya.
Richard menyeringai tipis, gigi taringnya terlihat panjang dan tajam. "Ini merupakan kastil penguasa kegelapan, dan kebetulan aku satu-satunya orang yang berkuasa di sini! Kamu, penyelamatku, mulai sekarang harus tinggal di sini karena aku mencium bau aneh*ng kampung dari tubuhmu beberapa saat yang lalu!"
"Penguasa kegelapan? Ini dunia novel atau lagi syuting film horor, tuan muda?" kekeh Rosa tak percaya.
"Percaya saja apa yang mau kamu percaya! Itu terserah kamu. Aku hanya ingin membalas budi pada penyelamatku dengan mencegah hal-hal berbahaya mendekatinya!" balas Richard tak peduli kalau Rosa tak percaya pada penjelasannya.
"Ini penculikan!" tukas Rosa kesal.
"Penculikan di mana yang memberikan tempat tidur enak? Pakaian yang bagus? Dan makanan yang layak?" balas Richard acuh.
"Biarkan aku pulang! Aku harus bekerja. Bagaimana dengan rumahku?" Rosa mengubah caranya membujuk Richard. Gadis itu menatap memelas pada Richard yang masih menatap datar dirinya.
"Tak perlu khawatir akan hal itu. Tak akan ada yang mencari dirimu di duniamu sana! Tak ada yang ingat seorang gadis manusia bernama Rosa seperti dirimu pernah tinggal atau bekerja di sana,"
Rosa melongo. Apa ini juga kekuatan aneh yang dimiliki pria yang mengaku-ngaku dirinya sebagai penguasa kegelapan. "Aku tak suka terkurung seperti ini!"
"Akan kubiarkan kamu bermain di sekitar, tapi tak boleh melebihi batas yang aku berikan. Aku tak bisa membiarkan kamu bertemu dengan seseorang yang tak bisa mengendalikan hasratnya pada darah manusia!"
"Kalau begitu biarkan aku kembali saja!"
"Itu tak bisa dan jangan dibahas lagi!"
"Aku bisa mengurus diriku sendiri. Ada polisi juga yang bisa dihubungi kalau ada hal yang berbahaya?!"
"Hanya aku yang bisa melindungi kamu. Manusia hanya akan menjadi santapan pembuka bagi para anj*ng kampung itu!"
"Mari buat kesepakatan!" tukas Rosa memberi saran. Keduanya saling bertatapan mata tanpa ada yang mau mengalah. Richard tetap dengan pemikirannya, sedangkan Rosa hanya ingin hidup damai dan bebas seperti semula meski dia harus bekerja dengan keras untuk hidupnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments