Richard yang kesal karena terus didesak melakukan ini dan itu, akhirnya mencetuskan ide gila yang bisa membuatnya bebas dari rongrongan para tetua. Pria itu menggendong Rosa yang masih tertidur dalam gendongannya, membawa gadis yang masih terlelap itu menghadiri rapat.
Saat semuanya bingung dengan kemajuan rapat yang sama sekali tak bisa diduga, mereka malah menyaksikan Rosa yang bermanja-manja pada raja mereka. Padahal nyatanya, gadis itu masih terlelap dan hanya meracau saja dalam tidurnya. Richard menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari rapat.
Keheningan yang terjadi berlaku hanya untuk sementara. Para tetua dan semua yang mengikuti rapat berteriak tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Hanya Richard seorang yang bisa tertawa dengan bebas saat ini.
...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...
Keesokan harinya, Rosa mendapatkan perhatian yang berlebihan. Dia juga merasa lebih dihormati oleh pelayan lain yang tak sengaja bertemu dengannya saat dia ke luar dari kamar. Heran, tentu saja. Tak mungkin ada yang berubah dalam sekejap, kecuali mereka memiliki firasat harus meninggalkan dunia ini. Tapi apa itu juga berlaku untuk pada vampir.
"Ada apa dengan wajahmu? Kerutanmu bertambah kulihat," tukas Richard yang baru saja datang.
"Kurasa ada yang aneh yang terjadi di sini," ucap Rosa curiga.
"Oh, dan apa itu?" tanya Richard sok ingin tahu.
"Semuanya aneh! Pelayan yang berpapasan padaku akan menunduk sangat-sangat sopan, padahal biasanya tidak. Para pengawal yang berjaga, menepi saat aku lewat. Ya, apa vampir juga memiliki firasat saat mereka akan pergi untuk selamanya?" Rosa mengeluh sekaligus bertanya.
"Mereka seperti itu karena kamu akan menjadi ratu di kastil ini di masa depan," balas Richard dengan entengnya.
"Oh, begitu. Aku jadi rayu, ya." Rosa menopang dagunya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Richard yang melihat itu berhitung di dalam hati, tak sampai hitungan ke tiga, Rosa sudah kembali berteriak.
"Apa? Ratu? Bagaimana caranya aku menjadi ratu dalam sehari?" Rosa menggebrak meja begitu dia sadar setelah mencerna apa yang Richard katakan.
"Tentu saja dengan cara menikah denganku," balas Richard tersenyum menebar pesona.
"Aku menolak dengan sangat dan amat!" dengus gadis itu menabuhkan genderang permusuhan.
"Sayangnya kamu sudah menyetujui itu. Kamu bahkan bermanja-manja padaku dan memanggilku sayang di depan semua tetua kemarin," tukas Richard tersenyum senang mengetahui kalau dia pasti menang berdebat kali ini.
"Hal gila apa sebenarnya yang sudah aku perbuat waktu aku tidur?!" Rosa menjambak rambutnya sendiri. Kesal dengan kebiasaannya yang sering meracau dalam keadaan setengah sadar.
"Tak banyak," tukas Richard sambil berpikir
"Kamu hanya tertidur di gendonganku, menggosokkan wajahmu di sini." Richard menunjuk dadanya. "Lalu, kamu memanggil aku sayang dengan sangat manja di depan mereka," lanjutnya menikmati keseruan yang baru saja dia ciptakan.
"Arghh, rasanya aku ingin masuk ke lubang semut," pekik Rosa kembali menjambak rambutnya sendiri. "Kamu raja, kan?" Rosa memegang tangan Richard dengan cepat. "Bisakan kamu membelah tanah lalu membiarkan aku masuk ke sana?" tatapan mata yang berharap kalau akan ada jawaban positif untuk pertanyaan absurd yang dia tanyakan.
"Aku tak bisa melakukan itu untukmu. Tapi aku bisa meminjamkan petiku padamu kalau kamu mau?"
"Tidak, terima kasih. Lebih baik aku menggila lebih banyak kalau sudah begini!"
Richard mengangguk memberi dukungan. Ini yang dia sukai dari Rosa. Gadis itu hanya sesaat terpuruk, lalu akan kembali bersemangat sesaat kemudian, saat dia sudah selesai menata pikirannya.
"Mari kita buat kontrak yang menguntungkan!" tukas Rosa mengajukan penawaran. "Aku akan berperan sebagai ratu dan kamu akan membayar serta melindungi aku kalau aku terjebak dalam bahaya karena posisi yang aku dapatkan!" Rosa mengulurkan tangannya.
Richard tersenyum tipis, membalas uluran tangan gadis di depannya. Dimulailah hari-hari Rosa yang dari seorang tahanan, menjadi tamu, dan sekarang naik peringkat menggunakan roket ke posisi ratu tanpa susah payah sama sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments