Bab 13

"Seseorang yang dekat dengan kami, Ai!", jawab Ilma saat Aini bertanya sosok yang ingin mencelakakan Ikbal.

"Maksudnya? Keluarga atau kerabat kalian?"

Ilma mengangguk pelan.

"Aku ingin melindungi mas Ikbal, tapi aku tidak bisa." Aini menghela nafas pelan.

"Kalau aku bisa membantumu, apa yang harus aku lakukan?", tanya Aini. Ilma menoleh pada sosok berambut hitam sebahu. Aini di dalam kamar, jadi tak memakai hijabnya. Berbeda dengan Nita yang masih plontosan.

"Kamu bisa mendengar suara hati orang lain bukan?"

"Bagaimana kamu tahu?"

Ilma hanya tersenyum mendengar pertanyaan Aini.

"Tapi...aku tak bisa mendengar suara hati Nita."

"Itu karena kalian sudah terlalu dekat satu sama lain. Mungkin karena itu, hubungan kalian dekat melebihi saudara."

"Tapi aku bisa mendengar suara bapakku berbisik dalam hati?"

"Entahlah, aku tak tahu."

Aini menunduk lesu.

"Apa aku harus setiap saat bersama mas Ikbal?"

"Hehehe tentu saja tidak Ai. Tapi...aku belum bisa pergi dengan tenang jika aku belum bisa memberi tahu hal sebenarnya pada Mas Ikbal. Terutama soal kepergian ku, dan papa!"

Aini mengernyitkan alisnya.

"Kamu bisa ceritakan padaku Il...!", kata Aini. Mata Ilma melotot tajam.

"Mak-maksud ku , Ilma. Iya...Ilma!", sahut Aini.

Mata Ilma menatap kosong. Lalu Ilma pun memulai ceritanya.

Beberapa tahun silam....

"Papa, kenapa harus papa yang berangkat ke luar kota sih?", Rini.

"Karena ini proyek penting Ma!", jawab Fauzan.

"Tapi anak buah papa banyak, untuk apa mereka di gaji kalo ujung-ujungnya papa juga yang capek sendiri?"

"Ma, papa cuma ke Bandung. Biasanya papa juga pergi ke luar kota, mama tak keberatan lho?!"

"Tapi, Pa ...!", Rini berusaha menahan suaminya. Tapi sayangnya, Fauzan kekeh tetap berangkat bersama supirnya.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba supirnya mengeluh sakit kepala. Jadi, Fauzan meminta bertukar tempat.

"Saya aja yang nyetir Gus!", pinta Fauzan. Agus pun menuruti perintah bosnya.

Mobil mulai melaju cepat saat melewati jalan tol. Tapi saat akan berhenti untuk taping kartu tol, mobil mendadak tak bisa di rem.

"Gus, Agus! Ini sejak kapan rem nya blong?", tanya Fauzan. Tapi Agus tak bereaksi. Fauzan mengguncang pelan bahu Agus, hingga Agus terjatuh lemah ke samping.

Entah kenapa tangan Fauzan terulur untuk meraba nafas Agus dari hidung. Betapa terkejutnya ia ketika tahu jika Agus sudah tiada. Entah sejak kapan.

Karena tak bisa mengerem, Fauzan membanting setir hingga menabrak beton samping. Mobil yang ia kendarai menghantam beton pembatas dengan sangat keras lalu terguling beberapa saat dan dalam hitungan detik mobil itu tiba-tiba meledak.

Duarrr!!!

Di rumah milik keluarga Fauzan, istri dan kedua anaknya merasakan hal yang tidak nyaman. Mungkin ikatan batin.

Tengah malam, ada seseorang yang mengetuk pintu rumah mereka. Dengan ragu-ragu Ikbal membuka pintu ruang tamu.

"Selamat malam!", sapa seseorang yang memakai jaket kulit berwarna hitam.

"Selamat malam."

"Kami dari pihak kepolisian ingin mengabarkan bahwa korban kecelakaan atas nama Fauzan Muhalil meninggal dunia di lokasi kejadian."

"Apa?", tidak hanya Ikbal yang terkejut. Tapi juga Ilma dan Rini.

Semua berteriak histeris tak terkecuali Ikbal yang sangat dekat dengan papanya.

.

.

Tiga bulan berlalu, suasana sudah mulai kondusif. Ikbal pun sedang menyelesaikan pendidikannya di bidang kedokteran. Sedang Ilma sendiri masih berseragam putih abu.

Sejak kepergian sang papa, Romi yang merupakan karyawan papanya sekaligus sahabat papanya sering datang berkunjung. Dia duda beranak satu, laki-laki yang bernama Bastian Rajash yang sering di sapa Ibas.

Malam itu....

"Jadi, om mau melamar mama?", tanya Ikbal pada Romi. Dengan tegas, Romi mengangguk.

"Iya, saya ingin mempersunting Rini nak Ikbal."

Ikbal menatap mamanya yang sepertinya tak keberatan. Mungkin karena mereka sudah kenal lama. Ikbal sendiri sempat berpikir jika mamanya ada main dengan Romi bahkan sebelum Papa nya meninggal. Tapi ia berpikir positif, mamanya tidak termasuk perempuan seperti itu.

"Terserah mama saja!", ujar Ikbal.

Beberapa Minggu kemudian, pernikahan itu pun terlaksana.

Romi dan Ibas tinggal di rumah peninggalan papa Ikbal.

"Kak, anterin Ilma ke tempat les dong!", kata Ilma pada Ikbal.

"Kakak ngga bisa Ma. Naik ojol kan bisa?"

"Sama gue aja, yuk!", ajak Ibas pada adik tirinya. Ikbal menatap Ibas sekilas. Penampilan Ibas sungguh sangat menyiksa mata Ikbal yang terbiasa rapi.

"Boleh kak? Aku di antar Ibas?", tanya Ilma.

"Kenapa ngga boleh? Kan bisa sekalian jalan!", sahut Romi tiba-tiba. Ikbal memilih tak menyahuti ucapan papa tirinya.

Sejak hari itu, Ibas dan Ilma semakin dekat. Dekat dalam arti sebagai seorang kekasih yang seharusnya tidak boleh. Bagaimana pun juga, saat itu keduanya adalah saudara meski bukan saudara kandung.

Hal itu membuat Ikbal memperingati adik semata wayangnya. Apa yang mereka lakukan adalah kesalahan fatal dan tak seharusnya terjadi.

Ilma sempat marah pada Ikbal hingga tak pulang berhari-hari membuat Ikbal semakin naik pitam.

Sampai...Ilma memberi syarat dia mau pulang, asal Ikbal tak ada di rumah. Sebagai seorang pengganti papanya sebenarnya Ikbal cukup berat. Bukan karena takut meninggalkan segala fasilitas dari almarhum papanya, melainkan dirinya yang tak bisa menjaga adik serta ibunya.

Ikbal pun menyetujui. Ia memilih untuk tinggal di apartemen yang papanya berikan saat ia baru jadi mahasiswa kedokteran di universitas ternama.

Belum genap sehari, ia mendapatkan kejutan yang luar biasa membuat hatinya teriris pilu.

Dia mendengar kabar jika adiknya di temukan meninggal dunia tak jauh dari sekolahnya dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Ikbal langsung tertuju pada Ibas yang saat itu dekat dengan Ilma. Tapi tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan bahwa Ibas terlibat dalam kasus tersebut.

Dan...kasus itu tak terpecahkan hingga bertahun-tahun.

Flashback off

*****

Setelah ini masih Flashback ya 🙏🙏🙏

Horor nya kok belom dapet sih??? Tenang teman-teman, ada saatnya nanti ✌️🙏 makasih

Episodes
Episodes

Updated 107 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!