Nita baru pulang bekerja dan di jemput oleh Ruby. Mereka berniat ingin menjenguk Ain lagi setelahnya. Tapi saat keduanya baru keluar dari minimarket dimana Nita bekerja, mereka di kejutkan dengan kehadiran Ibas dan teman-temannya.
"Nita!", panggil Ibas. Nita pun memilih untuk tetap di atas motor kekasihnya.
"Apaan Lo manggil cewek gue?", tanya Ruby. Ruby memang sangat tidak menyukai Ibas yang gayanya selengekan dan di matanya tidak ada sisi positifnya sama sekali. Tapi entah kenapa Aini mau berhubungan dengan anak berandalan seperti itu. Sebagai seorang laki-laki dia pasti paham modelan Ibas itu seperti apa. Sayangnya, Aini sudah terlalu percaya dengan Ibas, jadi tak mau mendengar apa yang Nita katakan. Hingga Ruby memilih untuk mengabaikannya, terserah Aini saja.
"Wait ...sabar Bro! Gue ga mau rebut cewek Lo kali, cewek Lo bukan selera gue hahhahah!", kata Ibas sambil tertawa. Begitu pula dengan tiga orang temannya.
Ruby masih berusaha menahan emosinya. Secara tak langsung, Ibas dkk sedang merendahkan kekasihnya. Tapi Nita tampak santai. Dia enggan berurusan dengan Ibas.
"Kenapa Lo manggil gue?", tanya Nita masih dengan memeluk kekasihnya dari belakang.
"Gue denger, temen Lo kecelakaan parah ya? Gimana kondisinya sekarang?", tanya Ibas. Nita tersebut smirk.
"Wow...bukannya Lo tuh pacarnya ya? Cowok selengekan yang udah bikin sahabat gue buta mata hatinya saking kecintaannya sama Lo???", Nita menggeleng dramatis.
"Hahaha wajar lah kalo dia cinta mati sama gue. Udah jawab, gimana kondisinya sekarang? Belum mati kan?", tanya Ibas.
Jika tadi Nita dan Ruby menahan emosi nya, sekarang tidak lagi.
"Mulut Lo benar-benar minus akhlak ya! Kenapa lo? Ngarepin Ain mati gitu? Atau ... jangan-jangan kecelakaan yang menimpa Aini itu ada hubungannya sama Lo? Iya? Ngaku ga Lo???!!", bentak Nita.
Ibas nampak cemas.
"Emang gue ngapain? Ngga usah ngasal deh Lo!", ujar Ibas agak gagap.
"Gue curiga sama Lo! Karena malam itu, Aini buru-buru pengen kerumah Lo gara-gara Lo ngechat, kalo Lo sakit!"
"Tapi...gue belum sempat ketemu dia di rumah gue! Tuh mereka saksinya kok! Ain ngga masuk ke rumah kan guys?", Ibas meminta persetujuan teman-temannya. Dan mereka pun mengangguk kompak. iyalah, Ain memang tidak sempat masuk. Tapi dia cukup mendengar apa yang mereka obrolin.
"Yakin Lo?", tanya Ruby.
"Ya ya yakinlah!", sahut Ibas gugup.
"Tapi kalo dari TKP, kenapa Ain justru datang dari arah rumah Lo ya? Kalo emang dia kecelakaan sebelum sampai ke rumah Lo, dia ngga akan berada dari arah tempat tinggal Lo yang tentu saja berlawanan arah dari kost mereka."
Ibas meneguk salivanya. Apa yang Ruby katakan memang benar. Karena jalan itu memang hanya satu arah.
"Bisa aja kebetulan kan Aini lewat situ!", sahut Ibas mencoba rileks.
"Heh!!! Terserah Lo!", kata Nita sinis.
"Udah yang, kita cabut!", kata Ruby pada Nita.
"Lo belum jawab gimana keadaan Ain? Dia di rawat di rumah sakit mana?", tanya Ibas.
"Ngapa Lo? Ngga usah sok peduli Lo! Yang jelas, Aini jauh lebih baik kalo udah ngga sama cowok kaya Lo!", kata Nita. Lalu motor Ruby pun meninggalkan keempat cowok bermotor gede itu.
"Mas, wajar ngga sih kalo aku curiga sama Ibas? Aku rasa, dia ada sangkut pautnya dengan kecelakaan Ain deh."
"Mas pikir juga seperti itu. Tapi coba nanti dengar sendiri aja dari Aini kalo dia udah pulih. Kita tanya semuanya sama Aini !", kata Ruby.
"Iya mas!"
Keduanya pun melesat menuju ke rumah sakit dimana Aini di rawat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Yuli Eka Puji R
harusnya tanya kok tau ain kecelakaan dr mana, klo tau dr orang tua ain kan ga mungkin ga di ksh tau alamat rumah sakitnya
2023-07-02
1
Yuliana Tunru
ibas penasaran kondisi aini..tunggu z gmn aini kshvtau penyebab kecelakaan x..
2023-04-19
1