Bab 11

Aini memasuki kamarnya yang masih gelap karena Nita belum pulang. Mungkin satu jam lagi dia akan pulang.

Saat ia menyalakan lampu, lampu itu tak langsung menyala. Padahal setahu Aini, lampu kamarnya baru di ganti belum lama ini.

"Ini kenapa sih?", gumam Aini. Berkali-kali ia menyalakan dan mematikan saklar lampunya. Tak terlalu gelap sebenarnya karena ada pancaran lampu luar dari celah jendela.

Tapi tiba-tiba ia di kejutkan oleh sosok perempuan yang tadi ada di mobil Ikbal. Bedanya... perempuan itu tampak cantik hanya berwajah pucat.

Aini memundurkan tubuhnya hingga ia terjungkal di kasur nya.

"Ka-kamu sia-pa? Ja-ngan gang-gu aku!", Aini tergagap menghadapi makhluk asing di hadapannya.

''Tolong aku Ai!", ucap gadis itu lirih.

Aini menggeleng pelan. Dia memang harus terbiasa melihat makhluk semacam itu, tapi jika ia tengah sendirian dan dalam situasi gelap seperti ini tentu saja rasa takut itu pasti masih ada.

"Kamu siapa? Kenapa harus minta tolong padaku?"

"Aku Ilma!", jawabnya.

"Lalu, kenapa kamu harus minta tolong padaku? Aku tidak bisa menolong mu!", jawab Aini dengan suara gemetar.

"Karena kamu saat ini dekat dengan mas Ikbal, kakakku!"

"Kamu... adiknya mas Ikbal? Bagaimana bisa?", tanya Aini.

"Jangan takut padaku Ai. Aku tidak akan menyakiti kamu. Aku hanya ingin minta tolong padamu."

"Kenapa harus aku? Aku tidak bisa melakukan apapun buat kamu. Kembali lah ke alammu. Tolong jangan menampakkan diri lagi di depan ku. Aku tidak sepemberani itu!"

"Tapi Aini, hanya kamu yang bisa membantu ku!"

Aini menghela nafas berat. Gadis itu kekeuh meminta tolong padanya.

"Apa yang bisa ku bantu?", tanya Aini pada akhirnya.

"Mas Ikbal percaya sama kamu kalau kamu bisa melihat ku dan sejenis ku bukan?", tanya Ilma. Aini mengangguk. Dia sudah mulai terbiasa, tak takut pada sosok Ilma yang cantik. Entah jika gadis itu berpenampilan seperti di mobil tadi.

"Apa ada pesan yang ingin kamu sampaikan padanya?", tanya Aini.

Ilma pun mengangguk pelan.

"Bukan hanya mas Ikbal, tapi juga Ibas!", lanjut Ilma.

"Ibas?", tanya Aini heran dan mengernyitkan alisnya.

"Aku adik mas Ikbal, sedang Ibas adalah anak dari papa sambung kami."

"Oh...jadi, Ibas saudara tiri kamu dan mas Ikbal?"

"Huum. Sejak aku dan Ibas berusia tujuh belas tahun, mama ku dan papa Ibas menikah. Almarhum papaku meninggal karena kecelakaan tunggal. Entah kenapa bisa terjadi seperti itu. Tapi... sampai sekarang pun aku tidak pernah bertemu dengan papa meski kami sama-sama sudah tidak seperti kamu!"

"Lalu...kenapa kamu bisa... seperti ini?", tanya Aini.

Belum sempat Ilma menjawab, Nita membuka pintu dan menyalakan lampunya.

"Astaghfirullahaladzim! Ain! Lo bikin kaget gue aja deh! Kenapa lampu nya ga Lo nyalain sih?", tanya Nita terkejut. Ia melihat Aini yang duduk di kasurnya.

"Lupa Nit?!", Aini cari aman.Sedangkan teman bicara Aini sudah pergi entah kemana. Muncullah benar, Ilma hanya ingin Aini membantunya. Bukan untuk mengganggu Aini apalagi Nita.

"Kapan sampai? Kok ngga kabarin? Tahu gitu gue sama mas Ruby jemput lo!"

"Udah lumayan lama sih!", jawab Aini.

"Dan saking lamanya Lo di rumah sakit sampe lupa nyalain lampu kamar??? Astaghfirullah!", Nita tampak geregetan sendiri.

"Ngga usah ngomel Nit. Kemaren gue belum sadar aja Lo nangis-nangisin gue. Giliran udah sehat begini, Lo malah marahin gue!"

"Gue kagak ngomel markonah??? Eh, Lo pulang sama siapa? Bapak sama ibu ga di sini?"

"Bapak ibu pulang kampung."

"Terus, Lo balik sama siapa?", tanya Nita penasaran. Aini sendiri hanya mengulas senyum. Sudah pasti Nita akan heboh sendiri.

"Sama dokter Ikbal!", jawab Aini.

"Oh, di antar dokter Ikbal."

Nita manggut-manggut. Tapi sedetik kembali, ekspresi wajah Nita berubah dengan mata berbinar-binar.

Aini sudah bersiap menutup telinganya karena sudah di pastikan suara Nita akan melengking ke segala penjuru.

"Aaaah....demi apa Lo dianter pak dokter ganteng?? Sumpah Lo ya ga bilang-bilang kalo kalian ada kemajuan!"

"Isssh....please deh Nita!'', sahut Ain kesal.

Terpopuler

Comments

liani purnapasary

liani purnapasary

jngn" adik dokter Ikbal meninggal gara" ibas lg🙄😒aahh penasaran, ko Nita dtng dwaktu yg tdk tepat.😌

2024-01-16

0

Irma Tjondroharto

Irma Tjondroharto

blm jelas sih.. ikbal cinta sama aini atau cm menemukan sosok adiknya pada aini

2023-05-27

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 107 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!