Part 18

Erlan membuka ragu pintu kamar nya, jantung nya berdetak dua kali lebih cepat dari sebelum nya. Terlebih lagi begitu melihat wajah sang Mommy.

"Kamu tidur atau pingsan huh?!" Tanya kesal Moon begitu melihat wajah putra nya.

"Ma-maaf Mom, aku lelah banget"

Mendengus pelan menanggapi perkataan Erlan, mata Moon pun lantas mengintip ke dalan kamar lewat sela tubuh Erlan.

"Lilly masih tidur?" Tanya Moon kala melihat kaki yang terbungkus selimut.

"I-iya Mom" Jawab ragu Erlan, berharap sang Mommy tidak memaksa masuk.

Dan benar saja, Moon hanya mengangguk lalu kembali menatap diri nya. "Sudah biarkan, ayo kamu turun di bawah ada Daddy"

Erlan mengangguk. "Bentar Mom, aku mandi dulu"

Moon yang mengerti pun hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan Erlan untuk kembali ke bawah.

Melihat kepergian sang Mommy membuat Erlan menghembuskan napas nya lega. Pria itu pun kembali masuk dan mengunci pintu kamar nya.

Menatap gelisah wajah Lilly yang saat ini tengah menatap nya dengan tatapan sayu dan penuh tanda tanya.

"Tidur lagi aja, tadi aku udah bilang Mommy kok" Ujar Erlan seraya menyelimuti Lilly sebatas leher nya.

Lilly hanya mengangguk, gadis itu kembali memejamkan mata nya yang memang terasa sangat berat.

Cup!

Erlan melayangkan kecupan nya pada kening Lilly yang terasa cukup hangat.

"Kamu gapapa 'kan?" Tanya Erlan memastikan.

Lilly menggeleng, ia sangat mengantuk dan kepala nya terasa berdenyut.

Tentu nya melihat gelengan itu Erlan tidak percaya. Bergerak begitu cepat membuka kotak obat, lantas setelah menemukan nya Erlan pun menempelkan cool fever pada kening Lilly.

"Shhh.." Desis Lilly kembali membuka mata nya saat merasakan benda dingin itu menempel di kening nya.

"Jangan di copot ya, kayak nya kamu mau demam" Ucap lembut Erlan mengusap-usap kening sang istri.

Lilly mengangguk mengerti, ia sedang tidak ingin berdebat atau pun bertengkar setelah apa yang ia alami hari ini.

"Aku mau mandi dulu, kamu tidur lagi aja"

*

*

"Mom, Dad.." Sapa Erlan seraya berjalan menghampiri kedua nya. "Aku nyariin di ruang tengah, tau nya ada di dapur" Lanjut nya.

"Kamu lama sekali, Daddy sudah keburu haus"

Erlan terkekeh ringan. "Haus atau pun tidak, Daddy selalu menganggap rumah ini sebagai rumah Daddy sendiri 'bukan?"

"Ya iya dong" Sahut ketus Adam.

"Lilly masih tidur, Lan?"

"Masih Mom"

"Lelah sekali dia, apa kalian habis.." Adam tidak melanjutkan perkataan nya, tetapi pria setengah baya itu malah menaik turunkan alis nya.

Melihat hal itu, sontak Moon pun menutup mulut nya tidak percaya. Dengan penuh antusias wanita berusia itu duduk di sebelah Erlan dan menatap nya serius.

"Benar kalian sudah melakukan itu?"

"Kalian ini apaan sih, jangan mikir aneh-aneh deh. Lilly memang sering tidur jika belum waktu nya masak dan beres-beres rumah"

Pasutri setengah baya itu menghela napas nya kecewa. Tentu nya mereka tau seperti apa hubungan kedua nya.

"Ya.. Gagal dong pamer cucu ke teman-teman arisan Mommy" Desah kecewa Moon.

Erlan memeluk sang Mommy. "Erlan akan melakukan secepatnya Mom" Bisik nya.

"Serius?!" Pekik semangat Moon yang langsung mendapat anggukan dari Erlan.

Mendengar ucapan seperti itu mampu menyenangkan hati Moon, wanita setengah baya itu benar-benar ingin mengendong seorang atau bahkan lebih dari satu orang cucu.

"Sudah ah Mom mau masak untuk menantu Mommy" Ujar nya sebelum pada akhirnya wanita itu bangkit dari posisi nya.

"Lihat lah Mommy kamu, son" Ucap Adam dengan kekehan nya saat melihat tingkah sang istri.

"Istri Daddy" Sahut Erlan ikut terkekeh. Bahkan tawa mereka telah sampai ke telinga Moon.

"Kalian!" Panggil Moon dengan nada cukup galak. "Bantu Mommy mengolah sayuran nya!"

"Ayolah Mom, tadi bukan kah Mommy bilang akan memasak nya sendiri"

"Tidak, Mommy berubah pikiran!"

Tidak bisa melawan perintah ibu negara kedua pria itu pun akhirnya memasuki dapur dan memasak bersama dengan candaan yang hadir di tengah-tengah mereka.

*

"Sweety.. Ayo bangun, kita makan dulu" Ujar Erlan seraya menarik selimut yang menutupi tubuh sang istri.

"Sweety--" Ucapan Erlan terhenti begitu memegang pipi Lilly yang membiru terasa panas. "Lilly heii, bangun sweety.." Panik nya.

Erlan mengusap-usap pipi dan lengan Lilly, namun gadis itu tak kunjung menyahut atau pun bergerak.

Erlan gelisah, sudah selama ini ia membangunkan Lilly tapi gadis itu tidak merespon nya. Pada akhirnya Erlan mengangkat tubuh Lilly dan bergegas keluar dari kamar itu.

"Lan, ada apa dengan Lilly?!" Tanya kaget Moon.

Bahkan gelas bekas kopi di tangan wanita itu langsung di taruh asal saat melihat Erlan menuruni tangga dengan Lilly di gendongan nya. Dan tak lupa, ekspresi wajah Erlan begitu terlihat khawatir.

"Lilly demam Mom. Aku harus membawa nya ke rumah sakit" Sahut Erlan yang terus melangkah.

"Daddy cepat, Lilly sakit!!" Teriak Moon ke arah meja makan dan menyusul langkah Erlan.

"Maaf, maafkan aku" Gumam Erlan terus menerus di sela langkah nya.

"Ayo naik mobil Daddy, cepat!"

Erlan mengangguk dan duduk di kursi belakang dengan Lilly di pangkuan nya.

"Ly--Astaga Erlan!!" Moon di buat shock kala melihat pipi Lilly yang memar dan bibir sang menantu yang terluka.

"Nanti Mom, aku mohon tunda dulu. Kita harus segera ke rumah sakit"

Tidak menghiraukan pekikan sang istri atau ucapan sang putra. Adam pun langsung melajukan mobil nya meninggalkan pekarangan luas milik Erlan.

"Kamu melakukan KDRT, Lan?!" Tanya Moon tidak tahan.

Erlan menggeleng, mata nya terus menatap Lilly yang berada di pelukan nya dan sesekali menatap jalanan yang terasa berputar di situ saja.

"Erlan--"

"Arlan! Salahkan dia!!"

...****************...

.

.

Jangan lupa Like nya kakak-kakak🤗

Terpopuler

Comments

SenjaKala

SenjaKala

Mau yg lain enggak🤣

2023-04-20

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!