"Kak.. Makan dulu.." Ujar ragu seorang wanita berkacamata yang saat ini berdiri di hadapan seorang pria dengan penampilan kacau nya.
Pria itu tidak merespon, ia terus mengusak kasar rambut nya dan jangan lupakan wajah nya yang di penuhi lebam.
"Kak--"
"Bisa diam 'gak sih lo, brengsek!" Bentak nya menatap tajam wanita berkacamata itu.
Wanita itu tersentak kaget, namun hal seperti ini sudah biasa ia dapatkan hingga membuat hati nya kebal akan bentakan pria di hadapan nya.
Tidak berkata-kata lagi, wanita itu lantas pergi dan sepeninggalan wanita itu, pria tersebut kembali meraung bak orang kesetanan.
"Kenapa Ly, kenapa kamu mengkhianati ku!!"
"Kurang apa aku selama ini? Kurang pengertian apa lagi aku selama ini!!"
Nico meraung dan memukuli samsak di depan nya. Pengkhianatan Lilly yang baru sekarang ia ketahui benar-benar melukai hati nya.
Dan sebelum pulang tadi, tiba-tiba ada beberapa pria berbaju hitam menghadang jalan nya dan memukuli nya.
"Siapa pria sialan itu? Siapa pria yang merebut mu dari ku hah!!"
Bugh.. Bughh.. Bughh!..
Emosi Nico tak terbendung lagi, ia sangat mencintai Lilly mau seburuk apapun kelakuan gadis itu.
Hingga akhirnya pukulan membabi buta itu terhenti kala sebuah tangan mungil berkulit putih seputih susu itu menahan lengan nya.
"Sudah kak, cukup" Ujar pelan. "Ayo aku obati wajah kakak, takut nya nanti infeksi"
"Pergi sialan!" Teriak nya murka menyentak tangan putih itu. "Ini semua gara-gara lo!"
"Aku?" Ulang nya bingung. "Aku tidak melakukan apapun atau bicara apapun kak.."
Mendorong-dorong bahu wanita berkaca mata itu dengan cukup keras hingga wanita itu tersandung dan jatuh. Nico pun dengan jahat nya menjambak rambut wanita itu.
"Kalau bukan karena ngurusin hidup lo dan janin sialan itu, waktu gue bersama Lilly mungkin tidak akan terbuang sia-sia seperti ini!"
"Gara-gara lo dan janin lo, gue ga punya waktu bersama Lilly. Dan gara-gara lo, sekarang Lilly sudah menjadi istri orang, sialan!"
Plak!
Tamparan cukup kuat itu mendarat di pipi Nico yang sudah membiru akibat pukulan beberapa pria berpakaian hitam sebelum nya.
Ini pertama kali nya wanita itu berani menampar Nico setelah beberapa bulan hanya bisa menangis begitu pria itu memaki nya.
"Kakak jangan hanya menyalahkan aku, ini semua salah kakak dan kakak pantas mendapatkan karma ini!" Teriak nya penuh emosi.
Plak!.
Nico mengembalikan tamparan tersebut pada pipi wanita itu hingga kacamata nya terlempar cukup jauh.
"Sadar diri itu penting!" Tekan Nico.
"Aku juga ga mau jadi seperti ini! Aku juga ga mau hamil anak kakak, aku masih ingin melanjutkan kuliah ku setinggi mungkin dan sekarang harus hancur karena kakak hikss..!!"
"Berani lo nyalahin gue?" Nico mengapit dagu wanita itu hingga netra biru yang di penuhi air mata itu mengunci tatapan Nico.
"Lalu aku harus menyalahkan siapa hikss? Kakak yang tiba-tiba menarik ku ke dalam kamar itu dan kakak yang memperk*sa ku hikss.."
Cengkraman dan jambakan itu Nico lepaskan begitu saja. Pria itu berdecih dan mengalihkan tatapan nya.
"Memperk*sa? Bukan kah jallang penghibur night club seperti kalian menginginkan hal seperti itu?"
"Aku hanya petugas kebersihan di club itu kak, hanya petugas kebersihan!"
Air mata wanita itu mengalir semakin deras, ia ingat dengan jelas bahwa saat ia baru saja selesai membersihkan salah satu ruangan dan tiba-tiba saja seorang pria menarik nya ke dalam sebuah kamar lalu melakukan hal bejat pada nya.
Nico langsung bungkam tak mengeluarkan sepatah kata pun karena saat itu dia tengah di kuasai alkohol.
Wanita itu bangkit dari posisi nya dengan menahan rasa sakit pada perut nya.
"Jangan pernah menyebut janin ini dengan kata itu. Dari awal aku tidak masalah jika kakak tidak mau bertanggung jawab dan ini balasan yang kakak terima karena mengkhianati kak Lilly!"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, wanita itu berlalu meninggalkan ruangan olahraga Nico dengan isi kotak obat yang berserakan.
"Sialannn!!!" Teriak nya frustasi.
*
*
"Erlan, Lilly..!!" Teriak seorang wanita setengah baya yang baru saja memasuki rumah besar milik Erlan bersama dengan sang suami di sebelah nya.
"Jangan teriak-teriak mom" Ujar lembut Adam.
"Ck, kemana pasutri itu?" Dengus kesal Moon meletakkan tas dan beberapa belanjaan nya di sofa ruang tengah.
"Mungkin mereka di kamar mom" Sahut Adam yang langsung duduk.
Tanpa mengatakan apapun Moon pun berjalan ke arah tangga, tentu nya wanita itu akan menghampiri sepasang pasutri itu di dalam kamar nya.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
"Erlan, Lilly..!!" Teriak Moon.
Mendengar ketukan dan teriakan wanita itu membuat Erlan dan Lilly tersadar dari tidur singkat nya.
Melihat ke arah jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul lima sore.
"Erlan, Lilly, Mommy datang!!" Teriak nya lagi menyandarkan kedua nya.
Lantas Erlan pun melepaskan pelukan nya pada tubuh Lilly, dan langsung bangun. Tetapi berbeda dengan gadis itu yang terlihat sayu menatap nya.
"Mommy ke sini?" Tanya serak Lilly.
"Se-seperti nya.." Jawab ragu Erlan.
Seketika rasa gugup menyerang Erlan begitu mengingat kondisi Lilly saat ini. Mommy nya pasti akan memisahkan Lilly dari nya selama beberapa waktu.
"Erlan, Mommy masuk nih!!" Teriak Moon lagi karena tak kunjung mendapat sahutan.
"I-iya mom!" Sahut cepat Erlan.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
SenjaKala
Again
2023-04-20
2