"Siapa Ly?" Tanya Nico untuk ke sekian kali nya. "Siapa yang melakukan itu?"
Rahang mengetat dengan tangan terkepal nya, Nico pun terus mendesak Lilly agar gadis itu membuka suara nya.
Hati nya tentu sangat sakit saat melihat penampilan Lilly dengan leher yang di penuhi hickey itu.
"Siapa pria itu Ly, siapa!!"
Nico semakin frustasi melihat keterdiaman Lilly. Bahkan kini pria itu tanpa sadar menekan kedua bahu Lilly hingga tubuh gadis itu terbentur pembatas rooftop universitas tersebut.
"Aku selalu menjaga mu, bahkan selama ini aku hanya berani mengecup pipi mu. Lalu apa ini?!"
Mata yang awal nya terlihat penuh amarah, saat ini dapat Lilly lihat dengan jelas mata itu mulai berair.
Lilly bingung, ia harus menjawab apa? Bahkan Nico menghapus sebagian tanda kepemilikan Erlan di leher nya yang sudah tertutup foundation dengan sapu tangan pria itu.
Hingga kini benar-benar terlihat dengan jelas leher Lilly yang mirip bak seekor macam tutul.
"Apa kamu tidak bahagia bersama ku dan mencari kesenangan lain di luar sana dengan seorang pria huh?"
"Aku memang membebaskan mu kemana pun kamu pergi, tapi tidak seperti ini Ly. Tidak!"
Air mata Nico menetes, kini tubuh kedua nya sudah tidak berjarak lagi dengan tangan pria itu yang mulai mengusap-usap pipi Lilly.
"Katakan siapa, aku akan menghabisi nya sekarang juga dan apa kamu di jebak? Benar 'kan sayang? Kamu di jebak?"
Lilly menggeleng samar, tangan nya terangkat untuk menyentuh kedua punggung tangan Nico yang berada di pipi nya.
"Maaf.. Maafkan aku" Ucap Lilly yang terdengar begitu lirih.
Seketika mata Nico teralihkan pada cincin di jari manis sebelah kanan Lilly. Dan Lilly yang menyadari nya langsung menarik tangan nya.
"Siall, sejak kapan cincin ini ada di jari ku!" Maki Lilly dalam hati nya seraya hendak melepaskan cincin pernikahan nya dan Erlan.
"Sejak kapan kamu suka memakai cincin?" Tanya Nico menahan pergerakan Lilly dan membawa tangan kanan gadis itu di tengah-tengah mereka.
Lilly berusaha menarik tangan nya dimana saat ini Nico tengah memperhatikan cincin nya dengan serius. Cincin yang sejak acara pernikahan selesai langsung Lilly lepas.
"Ini bukan cincin biasa dan letak nya kenapa harus di jari manis sebelah kanan?"
"Tidak, Nic--"
"Jujur pada ku, Ly.." Potong Nico menatap begitu dalam manik coklat milik sang kekasih.
"Ini cincin biasa dan mungkin adik ku yang memakaikan nya. Aku tidak sadar bahkan aku tidak tau ada cincin ini di jari ku"
Nico terkekeh miris, ia tidak bodoh dan tentu nya ia tau apa arti cincin di jari tersebut. Di tambah desain cincin itu adalah desain yang melambangkan cinta abadi.
"Nic--"
"Seperti nya beberapa bulan ini aku terlalu sibuk hingga tidak tau bahwa kekasih ku ternyata suda menikah"
Deg!.
Detik itu juga tubuh Lilly melemas, kepala nya menggeleng samar tidak ingin membenarkan perkataan Nico.
"Hickey ini pasti di buat oleh suami mu 'bukan? Dan kalian baru saja--"
"Tidak Nico, tidak..!!" Potong Lilly memeluk cepat tubuh kekar di depan nya.
Namun secepat itu juga Nico langsung melepaskan pelukan Lilly dan menekan bahu gadis itu pada pembatas rooftop.
"Aku pria bodoh 'bukan?"
Lilly menggeleng, air mata nya mengalir begitu saja.
"Hahaha iya aku pria yang bodoh" Tawa miris Nico menjadi akhir dari perdebatan ini dengan tubuh pria itu yang berbalik dan berniat meninggalkan Lilly.
"Jangan tinggalkan aku hikss.. Aku mohon hikss.." Isak Lilly yang menahan pergerakan Nico dengan memeluk tubuh pria itu dari belakang.
"Aku kecewa!"
Dua kata itu benar-benar menjadi penghujung dari semua ini. Nico menghempaskan tangan Lilly dan melangkah begitu lebar menuju pintu rooftop.
Ingin mengejar sang kekasih, namun langkah Lilly terasa begitu berat. Rasa nya begitu menyakitkan namun entah kenapa seperti ada yang mengganjal dari semua ini.
"Erlan.." Batin Lilly menatap penuh amarah pada cincin yang ada di jari nya. "Ini semua karena kau, brengsek!!"
*
*
"Senang bekerja sama dengan anda, Mr.Paul"
"Jangan sungkan, saya pun senang bekerja sama dengan anda, Mr.Erlan"
Kedua pria itu saling berjabat tangan dengan senyum kepuasan di antara kedua nya.
"Maafkan saya atas kejadian beberapa hari lalu" Ujar Erlan yang kembali membuka suara saat jabatan tangan mereka terlepas.
"Sejujurnya saya kecewa terhadap anda, Mr.Erlan. Tetapi begitu saya mendengar penjelasan anda, saya pun mengerti"
Erlan terkekeh pelan. "Terima kasih atas pengertian nya, Mr. Dan ini semua terjadi di luar kendali saya"
"Tenang saja, saya tau betapa liar nya jiwa anak muda sekarang. Jadi tidak mudah bagi anda yang mengurus istri anda di saat jiwa muda nya berkelana"
Erlan kembali terkekeh mendengar perkataan tersebut. Sejujurnya ia sangat senang karena klien besar nya ini ternyata mengerti keadaan nya setelah menjelaskan kejadian beberapa hari lalu saat meeting mereka batal begitu saja.
Mr.Paul mendekatkan wajah nya di samping telinga Erlan yang langsung di sambut oleh pria itu.
"Sebenarnya saya juga memiliki istri muda, dia seorang mahasiswa" Bisik Mr.Paul membuat mulut Erlan sedikit menganga kaget.
Kaget, tentunya Erlan kaget! Pasal nya umur pria di hadapan nya ini tidak bisa di katakan masih muda.
"Hahaha tidak usah kaget seperti itu Mr." Tawa Mr.Paul mengacaukan suasana canggung mereka.
Erlan pun ikut tertawa kecil hingga akhirnya obrolan mereka berlanjut.
"Baiklah saya harus kembali sekarang" Ujar Erlan seraya berdiri yang di ikuti Mr.Paul.
"Sekali lagi saya sangat amat berterima kasih atas kesempatan ini dan semua sambutan ini" Lanjut Erlan.
Mr.Paul menepuk-nepuk bahu Erlan dengan kepala mengangguk.
"Huuhh,, gila.." Gumam lega Erlan seraya melonggarkan dasi nya.
"Ada apa tuan?" Tanya Jo, asisten sekaligus tangan kanan Erlan yang saat ini tengah mengemudikan mobil.
"Pria tua itu, ternyata dia punya istri muda dan lebih parah nya istri nya seorang mahasiswa!" Jelas Erlan dengan ekspresi serius nya.
Hal itu pun mengundang tawa Jo yang melihat ekspresi itu lewat kaca. "Hahaha sudah tidak heran lagi, tuan. Mr.Paul memiliki julukan pria tua genit"
"Pfthh.. Julukan apa itu hahaha" Tawa Erlan pun ikut pecah.
"Saya yakin, istri muda nya bukan hanya satu"
Erlan mengangguk pelan sebagai tanda setuju atas perkataan Jo, sang asisten.
"Oh iya, anda mau langsung kembali ke perusahaan atau mau kemana terlebih dahulu?" Tanya Jo.
Erlan pun lantas melihat jam di pergelangan tangan nya, sudah pukul sebelas yang arti nya satu jam lagi jam kuliah Lilly akan selesai.
"Tidak ada jadwal lagi 'bukan?"
"Tidak tuan, tetapi nanti sore ada"
"Baiklah kita perusahaan dulu, setelah itu lanjutkan pekerjaan mu dan aku akan menjemput istri ku sendiri"
"Baik tuan"
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Whhaat..Siapa?? wooaahh Mr.Paul juga ya 😃😃😜
2023-09-11
1
Gndarexxx😎
ga sabar nunggu keributan selanjutnya 🤭
2023-04-18
1