Part 15

"Jangan bercanda Erlan, ini tidak lucu!!" Sentak Lilly mencoba menahan isak tangis nya. Menahan rasa nyeri dan perih di pipi nya.

"Aku tidak bercanda honey, aku serius. Sangat serius" Ujar Erlan yang mengaku bahwa nama nya adalah Arlan.

"Erlan!"

"Berhenti memanggil nama pria bodoh dan lemah itu, sialan!" Teriak nya lagi. "Aku Arlan, bukan Erlan..!"

Baiklah, mari kita sebut pria di atas tubuh Lilly itu adalah Arlan. Karena pria itu terus menegaskan bahwa diri nya adalan Arlan bukan Erlan.

"Erlan tidak punya saudara kembar! Di hanya punya satu adik dan itu pun sedang belajar di luar negeri" Teriak balik Lilly. Ia tidak boleh lemah!.

Arlan semakin geram dan marah, diri nya tidak di akui oleh gadis di bawah nya ini bahwa ia nyata. Lantas Arlan pun mencekik leher Lilly.

"Erghhh!!"

"Aku Arlan, Arlan Dallin Harrison!" Tekan pria itu semakin menguatkan cekikan nya.

Semakin lama pria itu semakin tidak memiliki hati nurani, bahkan kini napas Lilly sudah habis bersamaan dengan pandangan nya yang mulai kabur.

PLAK.

"Arghh..!!" Erang kesakitan Lilly saat Arlan kembali menampar nya begitu kuat.

"Panggil aku Arlan!" Titah nya melepaskan cekikan pada leher Lilly dan berganti menekan jari-jari nya pada lengan Lilly.

Lilly tidak sanggup, tubuh nya benar-benar sangat sakit terlebih lagi pipi nya terasa sangat panas.

"Panggil honey, panggil aku Arlan. Aku suami mu..!"

"A-ar-lan" Panggil terbata Lilly.

"Ulangi!"

"Ar-arlan.."

"Good! Aku suka kamu yang penurut seperti ini. Dan jangan pernah meremehkan ku!"

Sedetik kemudian pria itu langsung mengigit bibir terbuka Lilly begitu kuat hingga mengeluarkan darah. Bahkan kedua sudut bibir gadis itu pun berdarah akibat tamparan kuat Arlan.

"Emmhh..!!" Pekik tertahan Lilly penuh rasa sakit.

Arlan, pria dengan tubuh bernama Erlan itu tidak memperdulikan rasa sakit Lilly. Diri nya malah asik mengh*sap rakus darah yang keluar itu lalu menelan nya begitu saja.

Lilly masih berada di bawah genggaman pria itu, bahkan Lilly tidak bisa menggerakkan kepala nya yang berniat menghindari kegilaan Arlan.

Hingga akhirnya saat di rasa sudah tidak ada lagi darah dari bibir Lilly, Arlan pun mengangkat kepala nya.

"Siall! Darah di bibir mu sangat manis!" Umpat nya kasar mencoba meraup kembali bibir bergetar Lilly yang sudah mati rasa.

Namun secepat kilat dan dengan ada nya peluang, Lilly pun menoleh hingga bibir Arlan mendarat di leher nya.

"Oh, mau di leher?" Tanya nya berbisik begitu berat.

"Aku mohon, lepaskan ini sakit hikss.." Isak pelan Lilly yang bahkan tak sanggup bersuara.

"Baiklah honey, aku akan mencoba yang di leher"

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Arlan kembali mengigit leher Lilly. Sama seperti saat pri itu mengigit bibir Lilly, namun kali ini lebih kuat.

"Arrghh..!!" Teriak kesakitan Lilly yang bahkan sudah kehabisan suara nya.

Lilly dapat merasakan rasa perih dan nyeri yang luat biasa pada leher nya. Hingga akhirnya telinga gadis itu mendengar suada tegukan.

"Gi-la.." Gumam Lilly dengan tangan mengepal.

Selama beberapa saat tidak ada lagi berontakan Lilly atau pun lain nya. Yang terdengar hanya desis kesakitan Lilly dan Arlan yang masih asik dengan leher penuh tanda itu.

Sampai akhirnya perlahan pria itu melepaskan cekalan nya pada tangan Lilly, dan berganti membuka satu persatu kancing Lilly.

Tidak memberontak, tetapi kini Lilly mencoba membuka ikatan dasi pada lengan nya. Dan beruntung nya saat ini keberuntungan datang pada nya dengan terlepas nya ikatan tersebut.

"Bantu aku, tuhan.." Doa Lilly dalam hati nya.

Tangan nya bergerak menggapai vas yang berada di nakas sebelah nya, namun tidak sampai.

"Siall! Siall! Kenapa darah mu sangat nikmat!" Maki Arlan yang belum juga mengangkat kepala nya.

Beberapa saat kemudian pria itu kembali mengigit leher Lilly, tentu nya di tempat yang berbeda.

Dan lagi-lagi Lilly hanya bisa berteriak kesakitan dengan tubuh yang sedikit memberontak. Alhasil kini posisi mereka telah bergeser dan lagi-lagi keberuntungan menghampiri nya.

Dengan perlahan, sangat perlahan Lilly menggapai vas tersebut yang sudah menyentuh kulit jari tengah nya. Lilly pub mencoba bergerak mengikis jarak sepelan mungkin agar tidak menganggu kegiatan gila pria itu.

Berhasil! Lilly berhasil menggapai vas tersebut dan bersamaan dengan itu Arlan pun mengangkat kepala nya.

Bugh!

Lilly memukul punggung Arlan dimana ia ketahui bahwa titik punggung tersebut bisa membuat sang pemilik tubuh pingsan. Dengan sisa tenaga nya, akhirnya Arlan tumbang di atas tubuh Lilly.

Mendorong tubuh Arlan ke agar menyingkirkan dari tubuh nya, Lilly pun lantas berguling hingga tubuh nya terjatuh di lantai.

"Pa.. Ma.. Tolong Lilly hikss.." Isak lemah Lilly mencoba bangun.

Tenaga nya sudah habis terkuras, rasa perih dan nyeri dapat ia rasakan pada setiap bagian tubuh nya.

"Tahan Ly, tahan. Kamu harus bisa kabur hikss.." Ucap Lilly pada diri nya sendiri.

Kembali mencoba berdiri dengan segala pegangan agar bisa membantu nya berdiri, tetapi na'as pandangan Lilly mulai kabur membuat gadis itu menggelengkan kuat kepala nya.

"Tidak, aku mohon hikss.." Lilly memukul kepala nya agar tetap sadar.

Tetapi lagi-lagi keberuntungan berhenti berpihak pada nya. Tubuh gadis itu ambruk di lantai dengan kondisi yang mengenaskan.

...****************...

Terpopuler

Comments

s

s

macam vampire

2024-12-04

1

s

s

suara tegukan

2024-12-04

1

🦋ꪖꪗꪖ𝕫 •*ᥫ᭡

🦋ꪖꪗꪖ𝕫 •*ᥫ᭡

Bangun-bangun takutnya nanti udah beda alam 🗿🤣

2023-04-19

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!